NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Iri dengki

Selesai pertandingan semua orang memuji-muji kehebatan Melodi di lapangan. Kecepatan, ketangkasan, dan ketenangannya serta kemampuannya membaca serangan lawan sungguh luar biasa. Tak heran jika pujian terus mengalir, dari pelatih yang mengapresiasi kerja kerasnya, hingga teman-teman se-tim-nya merasa kagum padanya.

"Aah, si*lan! kenapa harus dia yang dipuji-puji terus, sih?"

"Cuma gitu doang kan, cuma sekelas kecamatan ini, belum kabupaten, propinsi bahkan tingkat nasional."

"Pasti dia bakalan besar kepala, dipuji selangit kayak gitu. Iiihh...nggak banget!"

"Apa sih emang kelebihannya yang lain selain ngebabu? Baru bisa voli aja, kayak apaan tahu pada ngelu-elu'in dia. Dasar, norak, kampungan...."

Entah apalagi umpatan dan sumpah serapah yang keluar dari bibirnya. Hatinya sudah dipenuhi oleh sifat iri dan dengki.

Saking semangatnya mencela Melodi sehingga ia lupa memperhatikan jalan. Akibatnya roda ban motor depan-nya menabrak batu dan....

"Eh..eehh...eehhh... Aaaahhhh..." saking paniknya ia tak bisa lagi menjaga keseimbangan motornya....

Brakk

Byuurrrr

Motornya pun mendarat sempurna di parit, tak jauh dari tempat Melodi jatuh waktu itu. Tubuhnya nyungsep di antara rumput liar dan tertimpa badan motor.

"Tolonggg...! Siapa pun, tolooonggg...!" Dahlia berteriak, sembari melampaikan tangannya berharap ada orang baik hati yang bersedia menolongnya.

.

Sementara itu, di tempat berbeda. Melodi dinobatkan sebagai pemain terbaik. Selain menerima piala ia juga mendapatkan hadiah berupa uang.

"Selamat ya, Mel. Kamu emang terbaik," ucap Nina, teman satu tim, ia memeluk Melodi.

"Makasih ya, Nin," kata Melodi. "Tapi ini semua berkat kerja keras tim, aku hanya beruntung."

"Kamu mah, selalu merendah, Mel," timpal Rosa. "Tapi penampilan kamu benar-benar oke, kok."

Melodi tersenyum kaku menanggapi pujian temannya. Ia tak tahu harus bagaimana. Karena sejatinya ia tak bisa melakukannya sendiri tanpa kerjasama yang solid bersama teman-temannya.

"Oh ya, jangan lupa, Gaes. Setelah ini kita masih ada turnamen lagi tingkat kabupaten, dan kita mewakili kecamatan." Wulan sang pelatih mengingatkan.

"Semoga performa kamu tetap stabil ya, Mel. Karena kami sangat mengandalkanmu," lanjutnya menambahkan.

"In syaa Allah, Mbak Wulan," jawab Melodi.

"Eh, ngomong-ngomong. Siapa tuh, cowok yang bersama adikmu, Mel? Pacar kamu, ya?" cecar Nina, sambil menunjuk ke arah Davin dan Alvian.

"Oh, itu... Pak Dokter," jawab Melodi pelan, wajahnya sedikit memerah.

Ia lantas menoleh ke arah Davin dan pandangan mereka berserobok. Buru-buru Melodi memutus kontak, lalu mengalihkan pandangannya.

"Wah, Mel. Kamu mesti hati-hati punya pacar kece badai macam dia. Harus kamu ikat yang kenceng biar nggak diserobot sama cewek lain," timpal Tika.

Melodi hanya terkekeh kecil, tanpa berniat menjawab ucapan kedua temannya tersebut.

"Ya sudah, aku pulang, ya. Capek banget ini," pamit Melodi pada mereka.

"Ok, papay, Mel."

Melodi menarik napas lega. Setidaknya itu bisa menghindarkan dirinya dari pertanyaan yang bakal berujung panjang. Ia lantas menghampiri dua pria beda usia itu yang sejak tadi menunggunya.

Melodi yang membawa piala lantas memberikannya kepada Alvian. "Ini kakak persembahkan untuk adik yang paling kakak sayangi."

Mata Alvian langsung berbinar, bibir kecilnya tersenyum lebar. "Makasih, Kak Mel," ucapnya setelah menerima piala itu, lantas menciumnya.

"Selamat atas prestasinya ya, Mbak Mel. Bakatnya sangat luar biasa," puji Davin, membuat wajah Melodi langsung bersemu merah.

Entah mengapa akhir-akhirnya ini jantungnya sering berdetak tak karuan setiap kali bertemu dengan Davin. Meskipun itu hanya melihatnya dari kejauhan. Ia juga sering salah tingkah tidak jelas hanya karena mendengar namanya disebut oleh adiknya.

.

"Mbak Mel, tadi mereka ghibah'in aku, ya?"celetuk Davin dengan percaya diri.

Mereka dalam perjalanan pulang dan Davin mendorong kursi roda Alvian.

"Hahhh, siapa?" Melodi mencoba mengelak.

"Mbak Mel tadi sama teman-temannya?"

"Oh..." Melodi tersenyum meringis. "Mereka tanya siapa cowok kece badai yang bersama Alvian."

Hidung Davin langsung megar rasanya. "Trus Mbak Mel, bilang apa?" tanyanya tak sabar.

"Ya saya bilang, itu Pak Dokter," jawab Melodi polos.

Wajah Davin yang tadinya berbinar, langsung berubah datar. Padahal tadinya dia berharap Melodi bilang pada mereka bahwa dirinya adalah kekasih gadis itu. "Sabar Vin, kamu rupanya terlalu berekspektasi," ucapnya menghibur diri. "Tapi ya, sudahlah, mungkin ini resiko menyukai gadis yang nggak peka."

"Vian, bagaimana kalau kita makan bakso? Kamu mau, nggak?" tanyanya mengalihkan topik pembicaraan.

"Mau, mau, mau, Kak." Alvian menjawab antusias.

Melodi terkejut mendengar jawaban Alvian. "Eh, sejak kapan manggil Pak Dokter jadi kakak?" tanyanya heran.

"Ya kan, Pak Dokter memang calon kakak ipar Vian, Kak," jawab Alvian tegas. "Iya kan, Kak Davin?" Pandangannya lantas beralih pada Davin.

Bagaimana dengan Davin? Tentu saja dia mengangguk dengan cepat sambil tersenyum bangga. Sebab dirinya sudah mendapat restu dari calon adik iparnya. Dia menatap Melodi seraya menaik-turunkan kedua alisnya, menggoda.

Melodi terdiam sambil berpikir. Namun, ketika ia hendak membalas ucapan Davin, samar-samar didengarnya suara teriakan seseorang meminta tolong dari jarak yang tak terlalu jauh dari tempat mereka berada.

"Toloooonnggg...!"

"Hahhh...dengar nggak, ada yang meminta tolong?" tanyanya sambil memperhatikan sekeliling.

"Iya, Kak. Sepertinya di sana," ujar Alvian, bocah itu menunjuk ke arah parit di seberang jalan.

Sementara Davin, menajamkan pendengarannya.

Melodi menstandarkan sepedanya, lantas menghampiri ke arah suara. Ia membelalakkan netranya lebar-lebar begitu melihat siapa yang berada di parit dengan posisi di bawah motor.

"Astaghfirullah... Bu Bidan! Kenapa bisa jatuh ke sini?" teriaknya panik.

"Tolong, siapapun tolong, aku," rintihnya pelan, kala tahu ada orang yang datang..

"Sebentar ya, saya cari bantuan dulu." Melodi lantas berteriak memanggil Davin. "Pak Dokter.... Tolong ini. Bu Bidan jatuh ke parit."

Davin melangkah cepat sambil mendorong kursi roda Alvian menghampiri Melodi. Dia lalu turun ke bawah menarik motor, sementara Melodi buru-buru membantu Dahlia untuk berdiri. Namun, Dahlia justru menepis tangan Melodi yang terulur, serta menatapnya dengan sinis dan penuh kebencian.

"Aku nggak butuh bantuanmu, najis aku bersentuhan sama kamu!" kata-kata Dahlia memang tidak begitu keras, tetapi sangat menyakitkan bagi yang mendengarnya.

"Oh, aku tahu. Pasti kamu yang nyumpahi aku kan, supaya aku jatuh?" tudingnya tak berperasaan.

Melodi terhenyak sesaat lalu tersenyum menyeringai. "Kalau iya, kenapa?"

1
Aditya hp/ bunda Lia
waah, ... si Renata cari mati ayo sus Dewi laporkan saja biar langsung di pecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
iya sudaaahhhhh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah pake nanya lagi
ora
Haduh, merusak susana hatiku aja😏🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
total 1 replies
Tiara Bella
aku tunggu hukuman apa Renata dr kepala rumah sakit.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
Davin apal tas nya.. 😍😍sat set lah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
sudah lah Renata.. mosok belom.. apin aja wajah nya girang bgt😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
untung Davin buru buru pergi😬😬
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
pasti renata lgi stres nih tergila,,dgn davin jdi nekat ksih obat ke mknan davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dah prustasi dia
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
duh kok gantung sih Mon penasaran nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kan lagi hujan ini jd digantung wae🤭😂
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
kayaknya ada yg kurang deh mom
tidak akan tinggal diam mengenai hal ini.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm, nanti lah direpisi, tengkyu🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
taj mahal ya mom 😁
tak bukan taj mom typo nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭, harap maklum, matanya minus 6+ ditambah plus pula
total 1 replies
Dew666
💐🪻
Esther
untung Davin peka dan langsung pulang.
Gagal rencanamu Renata dan semoga Davin melaporkan hal ini ke manajemen rumah sakit, biar Renata kena sanksi dan berharap dikeluarkan
Nar Sih: setujuuu
total 2 replies
Nar Sih
ahir nya mp sdh terlalui ,moga terus bahagia ya dr davin melody ,jgn biarkan renata calon pelakor merusak rmh tangga mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga🤭
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan kepo ya nanti makin panas hati kamu🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar menyala 🔥🔥🔥
total 1 replies
Anita Rahayu
THOR BUAT RENATA KENA SIAL SAAT BEBUAT JAHAT AMA MELODI ADIK DAN DAVIN THOR BIAR TAU DIRI👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti akan ada saatnya🤭
total 1 replies
Dew666
💐💐
Esther
ya pasti sudahlah Renata...gak lihat apa betapa cerianya Davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!