Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Kenapa lagi?" ujar Erlan.
"Aruna turun di sini aja ya," kata Aruna kepada Erlan yang kemudian turun dari mobil tersebut tampa menunggu jawaban dari sang kakak.
"Kenapa Lo turun di sini? Lo malu berangkat sekolah bareng gue?" ujar Erlan yang salah paham.
"Gak, justru seharusnya kak Erlan yang malu berangkat sama Aruna, secara Aruna di sekolah kan gak setenar kak Erlan, gimana kalau orang-orang tau kalau Aruna saudaraan sama kak Erlan, bisa bahaya kan, Aruna juga gak mau di buli lagi sama cewek-cewek di sekolah," kata Aruna dengan penjelasan nya yang begitu sopan.
"Di buli karena berangkat sekolah bareng gue? Maksud Lo? Kita baru berangkat sekolah bareng pagi ini," kata Erlan masih berlagak tak mengerti.
"Udah deh, plis ya, Aruna gak mau dapat masalah, yaudah Aruna duluan," ucap Aruna yang kemudian berlari-lari kecil menuju gerbang sekolah.
Sementara itu Erlan hanya terdiam dan tersenyum tipis melihat Aruna yang cemas seperti itu.
"Gue tau Lo takut, tapi selain gue, gak bakal ada yang boleh ngebuli Lo, dan Lo cuma milik gue," ucap Erlan yang kemudian menyalahkan mesin mobil nya sambil tersenyum miring.
Namun tanpa sepengetahuan Aruna, saat ia turut dari mobil Erlan, seseorang memperhatikan gerak-gerik mereka.
"Aruna, apa hubungannya dia sama anak konglomerat itu? Kenapa dia bisa barengan sama cowok gak jelas itu?" batin Reyhan.
Ya, orang yang tampa sengaja memperhatikan Aruna adalah Reyhan.
"Gue harus cari tau, kenapa Aruna dan Tante Dinda bisa pindah rumah dan kenapa tiba-tiba Aruna bisa sedekat itu sama Erlan," ujar Reyhan yang tak puas hati dengan apa yang dia lihat dan dia dengan beberapa hari ini.
Flashback on
Setelah merenungi kesalahan nya, Reyhan pun berniat untuk pergi ke rumah Aruna setelah pulang dari sekolah, karena dia tau saat itu dia terlalu kasar dengan Aruna di kantin karena hanya sebuah kesalahpahaman semata, ia pun berniat untuk meminta maaf secara langsung kepada Aruna.
"Aruna ... Aruna ...!"
Tok ...
Tok ...
Tok ...
Sudah beberapa menit Reyhan berdiri di depan pintu rumah Aruna, dia mengetuk pintu itu beberapa kali sambil memanggil nama Aruna.
"Reyhan kan?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Reyhan.
"Eh, iya buk, maaf kok rumah nya Aruna gak ada orang ya?" tanya Reyhan yang mengenali wanita tersebut yang tak lain adalah pemilik kontrakan yang di tinggali Aruna dan sang mama selama belasan tahun.
"Lah, bukan nya nak Reyhan sahabat baiknya Aruna ya? Kenapa tidak tau kalau Aruna sama mama nya sudah pindah, emang nya tidak di kasih tau?" tanya wanita itu lagi malah bingung sendiri.
"Pindah? Pindah ke mana buk? Apa alasan mereka pindah?" kata Reyhan seketida wajah nya berubah jadi sedikit kaget.
"Loh, berarti nak Reyhan benar-benar tidak tau ya, beberapa hari lalu butik usang milik mama nya Aruna itu terbakar, dan mereka memutuskan untuk pindah, sayang nya saya tidak sempat bertanya mereka akan pindah ke mana, itu terjadi tiba-tiba, mama nya Aruna dan Aruna pergi bersama seorang pria dengan mobil mewah," kata pemilik kontrakan tersebut menjelaskan dengan seksama.
"Mobil mewah? Ibuk beneran gak punya alamat tempat tinggal mereka?" tanya Reyhan lagi.
"Maaf ya nak Reyhan, tidak punya, kenapa nak Reyhan tidak menelpon saja?" tanya nya lagi sambil tersenyum.
"Ah iya, lupa, terima kasih banyak buk," jawab Reyhan serba salah karena faktanya nomor telepon nya sudah di blokir oleh Aruna.
Setelah mendapat informasi tersebut, Reyhan pun semakin merasa bersalah kepada Aruna, dia sampai tidak tau kalau Aruna sudah pindah ia sangat menyesali itu, bahkan ia baru tau kalau butik usang mama Dinda terbakar habis.
"Aruna Lo kemana sebenarnya? Biasanya Lo selalu jadiin gue tempat cerita, tempat curhat Lo, kenapa sekarang Lo malah lupa sama gue?" kata Reyhan seolah tak mengetahui rasa sakit hati Aruna terhadap nya.
Flashback off.
"Aruna!" panggil seseorang yang saat ini menghampiri Aruna.
"Eh, kak Leo," kata Aruna seketida celingak-celinguk melihat sekeliling merasa aneh karena tiba-tiba Leo menghampiri nya.
"Lo lihat Erlan gak?" tanya Leo lagi.
"Eeem, kak Erlan ya?" Aruna mulai gugup dan tidak tau harus menjawab apa.
"Iya, Erlan," kata Leo lagi.
"Ngapain Lo nyari gue?" kata Erlan yang baru saja keluar dari parkiran mobil.
"Nah, ini dia nih anak," kata Leo yang buru-buru menghampiri sepupunya itu.
Sementara Aruna yang melihat kesempatan itu segera berniat untuk pergi dari sana. Namun tiba-tiba ia tak bisa melangkah karena ada seseorang yang menarik tas nya di belakang.
Aruna menoleh ke belakang dan seketida wajah nya kembali muram.
"Kak Erlan," kata nya dengan wajah lelah.
"Erlan, Lo ngapain buli dia mulu? Gak bisa kasih Aruna tenang dikit ya Lo? Gue jadi curiga kalau Lo sama Aruna ini ada hub ..."
"Gak! Gak! Kak Leo jangan ngomong lagi gak ada, kak Erlan emang agak jahil," kata Aruna sambil menutup mulut Leo dengan tangan nya.
Seketida wajah Erlan berubah melihat tangan mungil Aruna menempel di bibir Leo.
"Apa-apaan," kata Erlan sambil dengan cepat menarik tangan Aruna.
"Kalian kok aneh banget," kata Leo semakin di hantui rasa penasaran.
"Kalian ngobrol dulu, Aruna mau ke kelas, kak Erlan, awas ya!" Kata Aruna menatap Erlan seolah penuh ancaman.
"Sekali lagi Lo ngebiarin dia nyentuh-nyentuh Lo, gue bikin Lo babak belur," kata Erlan menunjuk wajah Leo dan kemudian melangkah pergi.
"Hah? Salah gue apa? Gue kan cuma nanya doang? Salah ya gue curiga sama Erlan yang jarang deket sama cewek sekali nya deket kok sama Aruna dan kenapa hubungan mereka kayak udah deket banget ya ngelihat dari ekspresi Aruna? Kan Erlan baru di sini?" Kata Leo sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Namun seketida itu juga ia menyadari kalau Erlan telah jauh meninggalkan nya.
"Lah, hey! Erlan gue mau ngomong sesuatu!" kata Leo yang seketida ingat dengan tujuan utama nya mencari Erlan dan segera mengejarnya.
Sementara itu ...
"Sial! Lepas dari Reyhan dia malah jadi pusat perhatian anak konglomerat kayak Erlan, bahkan Leo pun ikut-ikutan," kata Vani yang sedari tadi memperhatikan mereka dan merasa iri dengan Aruna.
Ia yang sudah berhasil menghancurkan hubungan persahabatan Reyhan dan Aruna masih merasa belum cukup puas karena sekarang Aruna malah di dekati oleh dua anak konglomerat yang tingkat nya jauh lebih tinggi dari Reyhan.
"Gue harus cari cara buat ngejauhin si miskin itu, gak bakal gue biarin dia gitu aja, udah miskin masih berani ngodain anak orang kaya," kata Vani sambil mengepalkan tangannya.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah