NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Pertemuan di Negeri Singa

Udara Singapura yang lembap namun bersih menyambut kedatangan Sean dan Lyra. Mereka tidak datang untuk bulan madu; "Proyek Hitam" Martha yang terdeteksi di salah satu anak perusahaan di Marina Bay telah membawa mereka ke sini. Namun, suasana hati Sean masih belum membaik sejak malam pengakuan ekstremnya. Tangannya terus menggenggam jemari Lyra, seolah melepaskannya sedetik saja berarti kehilangan wanita itu selamanya.

"Sean, aku bisa berjalan sendiri. Kau memegang tanganku terlalu erat," bisik Lyra saat mereka berjalan menyusuri koridor pusat perbelanjaan mewah menuju lokasi pertemuan bisnis.

"Diamlah, Lyra. Aku hanya memastikan tidak ada satu pun pasang mata di sini yang berani membayangkan sesuatu yang mesum tentang istriku," jawab Sean dingin, matanya menatap tajam ke sekeliling.

Saat mereka berbelok di sudut butik ternama, seorang pria yang berjalan terburu-buru dari arah berlawanan tidak sengaja bertabrakan dengan Lyra. Bahu mereka berbenturan cukup keras hingga Lyra hampir kehilangan keseimbangan.

"Aww..." Lyra merintih, tubuhnya segera didekap oleh Sean dengan gerakan protektif yang kasar.

"Hati-hati, bajingan! Apa kau punya mata?!" raung Sean, suaranya menggelegar mengabaikan pandangan orang-orang di sekitar.

Pria itu berhenti. Ia mengenakan jaket hoodie hitam dan celana kargo, penampilannya jauh dari kesan elit Singapura, namun aura yang ia pancarkan sangat tajam dan berbahaya. Pria itu perlahan mengangkat wajahnya, menatap Lyra.

Mata mereka bertemu.

Lyra terpaku. Mata pria itu... mata yang dalam dan memiliki kilatan yang sangat familiar. Ingatan Lyra terlempar ke masa kecilnya, di rumah kecil Kirana. Ia ingat seorang bocah laki-laki yang sesekali datang diam-diam, membawa cokelat atau mainan kayu, lalu menghilang sebelum matahari terbenam. Bocah yang selalu dipanggil 'Kakak' oleh ibunya, Kirana.

"K-kau..." gumam Lyra, bibirnya bergetar.

Pria itu adalah Arsen.

Arsen menatap Lyra dengan tatapan yang sulit diartikan—kerinduan yang dipendam selama puluhan tahun bercampur dengan rasa sakit. Ia tahu betul siapa wanita di depannya. Lyra, adik kecil yang dulu ia jaga dari kejauhan, putri dari Bibi Hana yang selalu dirawat ibunya dengan penuh kasih sayang.

Namun, saat pandangan Arsen beralih ke pria yang mendekap Lyra, sorot matanya berubah menjadi kebencian murni yang mengerikan. Arsen menatap Sean seolah ingin mencabik-cabik jantung pria itu di tempat. Baginya, Sean adalah simbol dari keluarga Elgar yang telah menghancurkan hidup ibunya dan merusak masa depan keluarganya.

"Lepaskan dia," suara Arsen rendah, tajam seperti pisau.

Sean menyipitkan mata, rahangnya mengeras. Ia merasakan getaran aneh pada tubuh Lyra saat melihat pria asing ini. Dan yang paling membuatnya gila adalah bagaimana Lyra menatap pria ini—dengan pandangan yang penuh rasa penasaran dan kerinduan yang tidak ia pahami.

"Apa kau bilang?" Sean melangkah maju, menghalangi pandangan Arsen dari Lyra. "Siapa kau berani memerintahku?"

"Aku bilang... lepaskan tangan kotormu darinya," ulang Arsen, tangannya mengepal di dalam saku jaketnya.

Lyra masih tertegun, ia terus menatap mata Arsen dari balik bahu Sean. "Kenapa... kenapa matamu mirip sekali dengan..."

"Lyra! Jangan menatapnya!" bentak Sean. Kecemburuannya meledak seketika. Ia menarik paksa wajah Lyra agar menghadapnya. "Kau mengenalnya?! Katakan padaku, kau mengenal pria gelandangan ini?!"

"Sean, jangan kasar... dia... aku merasa tidak asing dengannya," lirih Lyra.

Mendengar itu, Sean seperti disiram bensin. Baginya, tidak boleh ada pria lain yang mendapatkan perhatian "tidak asing" dari istrinya. Sean mencengkeram lengan Lyra lebih kuat, lalu menatap Arsen dengan tatapan menantang.

"Pergi sebelum aku menyuruh pengawal pribadiku melenyapkanmu dari Singapura ini," desis Sean.

Arsen tersenyum miring, sebuah senyum yang penuh dengan ancaman. "Kau bisa mengurungnya sekarang, Sean Elgar. Tapi kau tidak akan pernah bisa menghapus darah yang mengalir di antara kami. Dan kau... kau akan membayar setiap tetes air mata yang ibumu buat mengalir dari mata ibuku."

Setelah mengatakan itu, Arsen berbalik dan menghilang di tengah kerumunan orang, meninggalkan aroma misteri yang menyesakkan.

Sean berbalik ke arah Lyra, wajahnya memerah karena amarah dan cemburu yang buta. "Apa yang kau lihat darinya, hah?! Kenapa kau menatapnya begitu lama?! Apa kau punya rahasia di belakangku, Lyra?!"

"Sean, aku tidak tahu siapa dia! Aku hanya... aku merasa dia seperti orang yang pernah menemuiku saat kecil," tangis Lyra pecah karena tekanan dari Sean.

"Bohong! Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar hotel mulai sekarang!" Sean menarik Lyra dengan kasar menuju mobil jemputan mereka. "Jika aku menemukan pria itu lagi mendekatimu, aku bersumpah akan membunuhnya di depan matamu sendiri!"

Di dalam mobil, Sean mencium Lyra dengan kasar dan posesif, mencoba mengklaim kembali otoritasnya atas tubuh dan pikiran istrinya. Namun, Lyra hanya bisa terisak, pikirannya masih tertuju pada mata pria bernama Arsen itu. Ada benang merah yang ia rasakan, benang merah yang kini terancam putus oleh kegilaan suaminya sendiri.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor kebanyakan drama masalahnya ga habis² jadinya kerasa blunder jadi aku stop bacanya sampe sini.🙏
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kebiasaan Arsen suka jadi penyelamat tapi ujung²nya kecolongan terus menjadikan nyawa yang lain dalam bahaya... hadeuuhh sok patuh aturan hukum.🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
bisa baca ceritaku yang lainnya yang mungkin tidak menguras emosi kakak nya...🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ini kan yang kalian mau Arsen Lyra agar terbebas dari Sean karna merasa terpenjara padahal dia melakukannya demi kalian sekeluarga tapi masih saja sok egois bertindak tanpa berpikir semua pengorbanan Sean.
mungkin dia salah karna terlalu protektif tapi lihat lah sekarang kalian bisa bebas seauai keinginan kalian dari belenggu Sean dengan dia mengorbankan lagi nyawanya sendiri.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh dramanya ga tepat, sudah tau darirat masih di kasih peluang buat penjahat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: untung ga esmosi sampe darting aku.😄😄
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunn Author mengorbankan Gunawan dengan ajalnya.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: iya takdir dari ide Authornya.👍🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berarti Arsen kakanya Sean kah atau adiknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ujian penjahat sudah mulai di basmi, terus sekarang bakal ada apa lagi ya... jawabannya cuma Author yang tau.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lyra ngapain nyalahin Sean juga, dia ga bersalah bahkan dia sudah banyak.berkorban buat kamu dan ibumu masa masih saja tutup mata hati kamu, ga adil buat Sean... justru kamu egois kalau menyalahkan Sean karna dosa ibunya sedangkan Sean sudah kamu lihat sendiri gimana dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah satu persatu kebohongan terbongkar dan penjahatnya tertangkap... tinggal Martha aja yang belum tuh... 😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
yuhuuu... aku suka banget drama kehancuran Celia dan Diana.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buka lembaran baru dengan suasana hati yang baru.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Depresinya Bu Hana masih bisa melihat ketulusan seorang Sean.👍👍
tinggal menunggu gimana tuh nasih siluman sama demit ntar setelah apa yang akan pak Gunawan lakukan setelah tau keburukan istri dan anaknya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Suami dan menantu idaman Sean, meskipun arogan tapi setiap perjuangan mu untuk Lyra luar biasa.👏👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah kan bener tebakanku kali ini kalau Lyra sama siluman Celia sodara tiri... 🤣🤣
pantes angkuh dan kayak benci banget sama Lyra waktu di kantor... tingkahnya sombong kayak emak bapaknya kali.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean 👍👍👍
cukup beri kepercayaan sama Lyra semoga dia bisa jaga diri dan kepercayaanmu dan kamu coba sedikit merubah sifat over protektifmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sean gentayangan terus kayak bayangan... tau aja Lyra di mana.👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hubungan lumayan rumit semoga Sean dan Lyra bisa bersama² berjuang dan bu Kirana bisa menerima Sean lagi... dan kalau suatu saat kamu bisa dapatin Lyra lagi jangan kekang trrus Sean karna Lyra istrimu bukan boneka mu yang terlalau posesif dan protektif tanpa membiarkan Lyra bernafas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
duuuhhh legaknya.. 🤭🤭
ternyata tebak²an buah manggisku salah.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kayaknya Sean bukan anak kandung Edward tapi anak Martha dari pria lain makanya dulu ortu mereka menjodohkan untuk menutupi rahasia kehamilan Martha termasuk keluarga Martha sendiri... tanpa keluarga Edgar tahu.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmm... ternyata Martha cuma menantu toh di kiraiiinnn.... beneran nyonya besaarr ternyata cuma besar numpang doang.🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!