NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

Rina masih memeluk dompet tebal Rohman di pangkuannya, tapi matanya mulai bergerak liar lagi. Meskipun baru saja "skakmat" oleh intimidasi lembut Rohman, jiwa pemberontak Rina sepertinya belum benar-benar menyerah. Ia menarik napas panjang, mencoba mengatur detak jantungnya yang masih maraton.

​"Tapi beneran lho, Mas Arab. Aku sekarang serius, no koma!" ucap Rina dengan nada yang tiba-tiba meninggi, mencoba merebut kembali kendali suasana.

​Rohman yang baru saja hendak memasukkan gigi mobil, kembali menoleh sekilas. "Apalagi, Rina? Kamu belum puas mengetes tekanan darah saya?"

​"Aku kan sekarang lagi haid ya, jadi aku nggak ngawur kalau ngomong!" Rina menghentakkan kakinya ke lantai mobil. "Aku kalau nikah sama kamu beneran nggak mau ya ngasih keperawanan aku buat kamu! Enak saja!"

​Mobil itu mendadak melambat. Rohman memegang setir dengan cengkeraman yang sedikit lebih erat, mencoba mencerna kalimat absurd yang baru saja meluncur dari bibir calon istrinya. Ia mengembuskan napas panjang, kali ini terdengar lebih seperti suara orang yang sedang beristighfar dalam hati.

​"Rina... kamu tahu kan apa yang baru saja kamu bicarakan?" tanya Rohman, suaranya tetap tenang tapi ada nada geli yang tertahan. "Kamu baru saja bilang tidak mau memberikan 'hak paling dasar' dalam pernikahan setelah saya memberikan mahar dua miliar, rumah, mobil, dan kitab yang kamu minta?"

​"Iya! Biarin!" Rina membuang muka ke arah jendela. "Lagian kamu enak banget, dateng-dateng langsung mau dapet semuanya. Aku ini sekolah tinggi-tinggi, S2 lho! Masa cuma dijadiin pemuas kamu doang? Pokoknya itu mahalku yang paling mahal, nggak akan aku kasih semudah itu!"

​Rohman memutar setir, membelokkan mobil memasuki area parkir butik pengantin yang dituju. Setelah mesin mati, ia melepaskan kacamata hitamnya dan menatap Rina dengan tatapan yang sangat teduh—tatapan yang seketika membuat nyali Rina yang tadi berkobar-kobar mendadak ciut.

​"Rina," panggil Rohman lembut.

​"Apa?!" sahut Rina galak, tapi ia tetap tidak berani menatap mata Rohman.

​"Saya tidak pernah menganggap pernikahan itu sebagai transaksi jual beli, di mana saya membayar mahar lalu saya 'mendapatkan' tubuhmu. Saya bukan sedang membeli barang," Rohman menjeda, suaranya terdengar sangat tulus. "Keperawananmu, kehormatanmu... itu milikmu. Dan dalam Islam, itu adalah amanah yang akan kamu serahkan sendiri kepada saya sebagai bentuk cinta, bukan karena paksaan atau karena saya sudah membayar mahar."

​Rina terdiam. Pipinya terasa panas, tapi kali ini bukan karena malu yang nakal, melainkan karena ia merasa tersentuh dengan cara Rohman menghargainya.

​"Jadi," lanjut Rohman sambil mendekatkan wajahnya sedikit ke arah Rina, "kalau kamu memang belum mau memberikannya setelah akad nanti, saya tidak akan memaksa. Saya bisa menunggu. Saya sudah menunggu kamu setahun di aplikasi itu tanpa melihat wajahmu, masa cuma menunggu hatimu siap saya tidak bisa?"

​Rina menoleh perlahan, matanya bertemu dengan mata Rohman yang tulus. "Beneran? Kamu nggak akan marah? Kamu nggak akan cari 'jajan' di luar?"

​Rohman terkekeh, lalu menyentil dahi Rina pelan. "Pikiranmu itu terlalu banyak nonton drama. Sudah saya bilang kan, satu Rina saja sudah bikin saya pusing setengah mati, mana sempat saya cari yang lain?"

​Rina akhirnya tersenyum kecil, lalu ia memukul lengan Rohman pelan. "Ya sudah! Tapi awas ya kalau nanti kamu maksa-maksa! Aku laporin ke Ayah biar kamu di-RT-kan!"

​"Di-RT-kan? Maksudnya?"

​"Diusir secara tidak hormat dari wilayah kekuasaan Bapak RT!" seloroh Rina sambil tertawa lepas.

​"Ada-ada saja," pungkas Rohman sambil membuka pintu mobil. "Ayo turun. Kita pilih baju pengantin. Dan tolong, di dalam nanti jangan bicara soal keperawanan atau haid lagi, saya tidak mau pemilik butiknya pingsan mendengar kejujuranmu yang kelewat batas itu."

​Rina menjulurkan lidahnya, lalu melompat turun dari mobil dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Di balik sikap "ajaibnya", Rina sebenarnya hanya ingin memastikan bahwa ia dicintai bukan karena fisiknya semata, dan Rohman baru saja membuktikannya.

...*****...

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!