terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
Bila pamit ke kamar mandi, awalnya Gama ingin mengikuti tapi di cegah oleh Bila dan kakek mengajaknya mengobrol, saat Bila telah selesai dengan urusannya dia sedang bercermin dan tampak seseorang membuka pintu kamar mandi di sampingnya ternyata dia Misha " kau Bila kan" Bila melirik kesamping, jengah. Bagaimana bisa aku bertemu sosok menyebalkan ini di sini "kau bersama siapa kemari? Oh yah aku tahu kau sudah menjerat om om berduit kan dengan tampang jelekmu itu, setelah menjerat Refan kau menggaet om om, ups" Misha memang baru datang bersama orang tuanya sebagai kolega kakek Beni, dia tidak mengetahui bahwa Bila cucu menantu kakek. " kau masih saja seperti itu! Suka seenaknya, ku fikir semakin dewasa pemikiran mu juga berkembang ternyata masih begitu begitu saja. Apa kau sudah menikah dengan Refan?" Misha mendelik, ternyata Bila masih berani menantangnya.
Misha mendorong Bila hingga tangannya terbentur wastafel berdarah, tapi Bila langsung bangkit dan menampar Misha. Bila langsung beranjak keluar kamar mandi Misha menarik gaun Bila hingga Bila terbentur pintu yang terbuka, " apa yang kau lakukan pada istriku?" dengan suara dingin, Gama mencekal tangan Misha dan mendorongnya hingga jatuh tersungkur. Bila langsung memeluk Gama, takut Gama melakukan hal yang lebih berbahaya, karena Bila baru melihat Gama semarah ini. Setelah sedikit berbincang dengan kakek, Gama memang langsung menyusul Bila di kamar mandi. " istri?" Misha menganga, dia tidak menyangka Bila menikah dengan Gama. Saat Gama menikah keluarga Misha memang tidak hadir, "iya dia istriku, berani beraninya tangan kotormu menyentuhnya" Misha langsung berlutut memohon maaf, mengingat pengaruh Gama sangat besar bagi keberlangsungan hidup perusahaan orang tuanya. Misha mengatupkan tangannya,menangis " maafkan saya tuan, maaf". Bila meringis kesakitan saat tangannya bergesekan dengan jas Gama, Gama langsung berpaling dan menggendong Bila membawa Bila ke rumah sakit. Sekretaris Seth langsung ikut berlari ketika melihat Gama dan Bila, menyiapkan mobil dan mengirim pesan darurat ke rumah sakit.
Suasana rumah sakit langsung riuh ketika mendapat kabar darurat dari pemilik rumah sakit, tampak dokter pribadi Gama yang bernama Bian mondar mandir takut terjadi suatu hal pada Gama. Gama dan Bian cukup dekat, walau ada perbedaan usia beberapa tahun tapi saat dia mengenyam pendidikan kedokteran dia sempat mengalami kesulitan biaya, walaupun dia pintar dan cepat menguasai bidangnya dia sempat akan di berhentikan, saat saat terakhirnya akan berhenti dia sempat berjalan jalan di rumah sakit, dan bertemu dengan Gama yang masih menggunakan seragam sekolah duduk di taman, diam dengan tatapan kosong. Saat itu kakeknya sempat drop, dan dia seakan kehilangan arah. Bian pun mendekati dan menghiburnya. Dan setelah kepulangan kakek, Gama yang mengetahui kondisi Bian dan menyuruh sekretaris kakek untuk membantunya. Saat Bian tahu bahwa Gama yang membantunya dia mendatangi kediaman kakek untuk berterima kasih. Dan kakek menyambutnya hangat malah kakek merasa senang Bian mau menemani Gama saat dia sendirian. Bian bertekad untuk membalas setiap kebaikan kakek dan Gama, setelah dia mendapatkan gelarnya dia bekerja di rumah sakit milik keluarga Gama dan menjadi dokter pribadinya.
Gama keluar mobil dan membawa Bila di gendongannya para suster dan dokter telah bersiaga dengan bed nya, Gama meletakkan Bila di bed dengan hati hati, Bian dan suster langsung mendorong bed menuju ruangan khusus. Gama tampak khawatir dan was was di depan pintu. Sekretaris Seth menyerahkan minum, " kau sudah memeriksanya Seth?" Seth mengangguk dan menyerahkan segala penyelidikannya akan Misha dan keluarganya, Dia juga menyerahkan rekaman cctv di luar kamar mandi.
" saya tidak apa apa kan dok?" dokter Bian mengangguk dan tersenyum "iya anda tidak apa apa nona namun tetap saja jika tidak langsung di tangani bisa infeksi, tapi terdapat memar di punggung nona yang bisa hilang dalam dua atau tiga hari", Bila tersenyum " terimakasih dokter", "baiklah, minum obatnya, dan beristirahatlah" Bian keluar pintu dan langsung di berondong pertanyaan" bagaimana Bila? Apa dia baik baik saja? Apa ada banyak luka?" Gama tampak frustasi, Bian menyuruhnya tenang dan duduk " tenanglah istrimu baik baik saja, dia sudah di tangani, luka di tangannya dan memar di punggungnya akan sembuh dalam beberapa hari". Gama masih tampak gusar, dan Bian baru melihat Gama sekhawatir ini terhadap seseorang dia tidak tampak seperti Gama yang biasanya. Anda sudah bisa masuk dan menemani nona, Bian menepuk pundak sekretaris Seth dan berlalu.