NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepercayaan

CHAPTER 27

Neir dan Fin mulai mendekat ke arah Shun dan yang lainnya. Frederica langsung menelpon Juichi untuk menjemput mereka.

Saat mereka masih menunggu, tiba-tiba tanah bergetar dan seseorang muncul dengan kecepatan tinggi mengincar Neir.

Orang itu sudah dekat, Neir tidak sempat menghindar. Saat hampir mengenai Neir, Frank dengan cepat mendorongnya dan menahan serangan orang tersebut menggunakan sarung tinju besinya.

Percikan api terlihat tebal akibat benturan kedua senjata mereka. Frank terdorong mundur cukup jauh, sedangkan orang yang menyerang itu mendarat dengan perlahan di tanah.

Di tangannya terlihat sebuah benda seperti cakar yang menyelimuti semua jarinya, kemudian berubah menjadi sarung tangan biasa.

Saat orang itu mengangkat kepalanya, Yuzuriha terlihat terkejut dan mulai terbawa amarah.

Orang itu tersenyum dan perlahan melihat ke arah Yuzuriha.

"Oh... Kau, kalau tidak salah—"

Yuzuriha langsung menerobos dan menyerangnya.

Orang itu menghindar dengan mudah, dan saat hendak membalas serangan, Shinji dengan cepat menarik Yuzuriha dan berbisik,

"Kendalikan dirimu..."

Yuzuriha perlahan mengendalikan diri agar tidak terbawa emosi.

Orang itu mulai memperkenalkan diri, membungkuk.

"Salam kenal, Nightshade.... Aku adalah Three," katanya dengan senyum lembut.

"T-Three, untuk apa dia kesini... apa jangan-jangan ingin membalaskan kematian Nine?" pikir Shun.

Shun juga berpikir bahwa Three pasti berkaitan dengan masa lalu Yuzuriha.

Ternyata Three berada di sana bukan karena Nine, melainkan ingin memastikan apakah Nine sudah benar-benar mati. Three juga hanya bercanda mengenai serangan tiba-tiba terhadap Nine.

"Tapi...." Tatapan Three menjadi tajam. "Kalian hebat juga bisa menghancurkannya tepat waktu."

Saat Three sedang berbicara, mobil Juichi tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Shun dan yang lainnya.

Mereka dengan cepat naik ke dalam mobil dan berangkat menuju kediaman Nightshade.

Terlihat Three tersenyum tipis dan bergumam, "Kita bertemu lagi ya, gadis kecil."

Tak lama kemudian, warga dan polisi datang untuk melihat cahaya ungu yang mereka lihat saat itu.

Di dalam mobil, Juichi bertanya-tanya mengapa Three berada di sana. Akhirnya semua terdiam, dan Shun mendapatkan kesempatan untuk bertanya.

"Hei, Neir.... Bukannya kau tidak ikut misi?" tanya Shun.

"Fin.... Jelaskan...." ucap Neir pelan.

"Kenapa harus aku?" Fin menghela napas.

Namun, Fin tetap menceritakan. Singkatnya, Neir berada di sana untuk melihat kemajuan latihan Shun dan khawatir Shun akan terbawa emosi amarah saat melawan Nine.

Fin juga menjelaskan mengapa tombak Neir melaju sangat cepat—ternyata Fin membantu mendorongnya menggunakan peluru khusus untuk mempercepat lajunya.

Setelah itu, di tengah perjalanan Shun sangat ingin menanyakan tentang Three kepada Yuzuriha, namun ia membatalkan niatnya karena melihat Yuzuriha yang hanya diam dan terlihat tidak seperti biasanya.

Akhirnya Shun tertidur karena kelelahan setelah bertarung.

Beberapa jam kemudian, di dalam ruangan Kai, terlihat Fin, Shinji, dan Riot bersama-sama. Mereka sepertinya tidak percaya dengan laporan yang diberikan Shinji—yaitu tentang apa yang terjadi dengan Nine. Tak lama kemudian Fin, Shinji, dan Riot keluar dari ruangan.

Kai tiba-tiba memukul mejanya dengan keras dan bergumam,

"Voda sialan... Mengubah bawahan sendiri menjadi monster! Bahkan ingin meledakkan mereka sendiri!" napasnya terdengar berat.

Di sore hari, Shun terbangun dan melihat bahwa punggungnya sudah sembuh, kemungkinan besar Dr. Wero yang menyembuhkannya saat ia tertidur.

Shun berjalan ke ruang pelatihan dan bertemu Riot yang sudah menunggu. Anehnya, kali ini Riot tidak langsung menyerang Shun.

Sebaliknya, ia mengajak Shun untuk duduk terlebih dahulu dan menceritakan tentang Nine. Shun menyetujuinya karena masih heran mengapa Nine tiba-tiba menjadi aneh saat kemampuan regenerasinya habis.

Riot mulai menceritakan. Ternyata Nine seharusnya menjadi monster, namun Voda menahannya dengan cara menanamkan energinya dan membuat Nine menjadi setengah monster. Energi Voda yang menahan itu juga menjadi alasan mengapa Nine bisa beregenerasi. Saat energi Voda di dalam tubuh Nine habis, tubuhnya terkejut akibat perubahan spontan di dalamnya yang membuatnya tampak aneh. Karena tubuh Nine tidak mampu menahan perubahan tiba-tiba itu, akhirnya ia akan meledak dalam hitungan delapan detik.

Shun sangat terkejut.

"A-apa..."

"Dan juga..... Sepertinya Voda tidak memberitahu hal itu kepada Nine," lanjut Riot.

Shun sedikit geram dan menyimpulkan bahwa Voda memang berniat menyingkirkan Nine, meskipun ia tidak tahu alasan di baliknya.

Namun, saat Shun masih berpikir, seperti biasanya Riot secara tiba-tiba mengambil sabit sawahnya dan menyerang Shun. Shun masih bisa menghindar karena telah menduga hal itu akan terjadi.

Di sisi lain, di sebuah ruangan yang hanya diterangi lampu pada sekeliling tahta seorang raja—markas besar Organisasi Justice—terlihat Voda dengan tenang duduk di atas tahtanya. Di depannya ada Three yang membungkuk hormat.

"Begitu ya, Nine mati..." Voda tampak tersenyum tipis. "Kasihan sekali ya."

"Ya, Tuan Voda.... Sekarang kita hanya memiliki delapan orang terkuat termasuk hamba, yang tentunya siap menerima perintah apa pun untuk memuaskan Anda!" ucap Three dengan tenang sambil tersenyum.

Voda tersenyum tipis.

"Nanti saja, kekuatan ku belum pulih sepenuhnya."

Three kemudian pergi dari ruangan setelah selesai memberi laporan. Tanpa diketahui oleh Nightshade, kekuatan Ten Voda saat ini sedang melemah, namun penyebabnya masih belum diketahui.

Beberapa waktu telah berlalu.

Di ruang pelatihan terlihat beberapa bagian tanah hancur. Shun terduduk kehabisan stamina dengan bajunya robek-robek akibat sayatan dari senjata kama milik Riot.

Riot tersenyum lebar dan mendekati Shun.

"Kau... Masih.... Terlalu.... Lemah!" ucap Riot seolah-olah mengejeknya.

"Berisik! Master sialan!" Shun mengalihkan pandangan.

Tak lama kemudian mereka beristirahat di pinggiran dan bersandar pada bebatuan. Shun bertanya kepada Riot tentang masa lalu Yuzuriha, namun Riot tidak memberitahunya dan menyuruh Shun untuk menanyakannya langsung kepada orang yang bersangkutan. Shun merasa tidak berani untuk melakukannya dan memutuskan untuk menunggu sampai Yuzuriha sendiri yang menceritakan masa lalunya.

"Hahahaha!... Percaya diri banget, emangnya dia mau menceritakan kepada orang yang lemah, Hahahahaha!" Riot tertawa mendengar ucapan Shun.

"Haaa! Pasti mau lah! Dasar master sialan!"

Riot terus tertawa. Akhirnya mereka pergi ke dapur untuk makan karena lapar setelah berlatih.

Kemudian mereka berdua keluar dari kediaman dan duduk di taman di sebelahnya. Mereka bersantai sambil melihat bulan yang baru muncul.

Saat melihat bulan, Shun kembali teringat saat kecil melihat bulan bersama ibunya. Ia sangat bahagia hingga pernah mengatakan ingin menikahi ibunya saat dewasa nanti. Tentu saja ibunya hanya tertawa dan menyuruh Shun untuk mencari wanita yang lebih baik darinya saat dewasa.

Sambil memikirkan hal itu, Shun merasa ingin menangis. Saat air matanya mulai keluar, ia dengan cepat menyembunyikannya karena tiba-tiba dipanggil Riot.

Tak lama kemudian Shun memutuskan untuk mencari pembunuh keluarganya dengan sungguh-sungguh. Ia menoleh ke arah Riot.

"Master.... Latih aku sampai bisa menemukan pembunuh itu."

"Hah! Apa-apaan it—" Riot menoleh ke arah Shun dan tiba-tiba terdiam.

Riot terkejut melihat tatapan serius Shun yang disertai air mata yang mengalir. Ia tersenyum dan berkata,

"Tentu saja!" sambil memukul punggung Shun berkali-kali.

"Dan juga, air mata mu itu lap dulu," ucap Riot sambil tertawa.

Baru kali ini Shun merasa aman saat bersama Riot. Tanpa disadarinya, Riot adalah orang yang paling dipercayainya—bahkan mungkin melebihi pemimpinnya sendiri.

1
Pencinta Novel
Alurnya bagus, karakter bagus, gada karakter yang kayak robot semuanya ada kepribadian masing-masing, world building lumayan. Novel ini bisa populer menurut ku ya, semangat thorrr😁✌
Bisquit Kairifz: Mantap ni yee😄👍
total 1 replies
Pencinta Novel
kece bet Kai🤣
Feni sang penulis novel
hello kak izin komen ya aku sudah ngebaca Noval kakak yang aku suka semuanya dengan alur cerita kakak yang bagus dan juga alurnya berjalan dengan mulus izin ya kak aku ingin memberikan 5 bintang oh ya sebelum aku ngasih bintang 5 sama kakak aku pun sudah mempunyai novel yang baru saja 21 yang berjudul sang mafia wanita cantik tolong like ya semuanya kak ke-21 babnya semoga kakak suka kalau tidak suka gak apa-apa yang penting tetap semangat untuk kakaknya😍💪
Bisquit Kairifz: terimakasih udah baca👍
total 1 replies
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Panda: oh oke makasih infonya kak
total 2 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
Bisquit Kairifz: mantap bro👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!