Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.
Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”
Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.
PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelemahan Nine
CHAPTER 25
Dimalam yang sama
Pertarungan Nine dan Shun masih berlangsung. Polisi dan damkar telah tiba setelah Juichi menghubungi mereka, sehingga kali ini Nightshade tidak perlu khawatir akan adanya korban warga desa akibat pertarungan tersebut. Polisi telah mengamankan para warga, sementara damkar mulai memadamkan api yang telah menyelimuti beberapa rumah.
Di medan pertempuran, Shun terlihat kesulitan menyerang Nine dan semakin kelelahan. Sementara itu, Nine yang mampu beregenerasi setiap kali menerima luka, tampak tersenyum lebar.
"Hei! Hei! Hei! Kemana semangat bertarungmu yang dulu, Shun!" teriak Nine sebelum melompat ke arah Shun.
Shun segera menghindar karena Nine mendarat tepat di atas tempatnya. Tak berhenti di situ, Nine dengan cepat melancarkan serangan horizontal dari sisi kanan. Shun berhasil menghindar namun tetap terkena goresan di sisi tubuhnya. Ia mengatur napas dan berusaha mencari celah untuk menyerang, namun Nine tidak memberinya waktu berpikir dan langsung menyerang secara berturut-turut. Shun kewalahan menangkis sehingga tubuhnya terkena banyak serangan.
Nine terus menyerang sambil tersenyum lebar, hingga akhirnya memberikan tendangan keras di sisi kanan Shun. Shun terlempar dan terbentur pohon—pohon tersebut langsung roboh setelah bersentuhan dengannya. Shun memuntahkan darah cukup banyak. Frank, Frederica, dan Yuzuriha yang menyaksikan Shun tak berdaya ingin membantu, namun selalu dihalangi oleh anggota Justice yang tampaknya dilatih langsung oleh Nine.
Nine melangkah menuju Shun yang duduk tak berdaya karena sulit bergerak akibat tendangan tadi. Sampai di depan Shun, ia menarik tangan kanannya. Menggunakan kemampuan Fix, Nine memusatkan seluruh energi ke tangan kanannya untuk memperkuat serangan.
Ia tersenyum lebar. "Satu kepala.... sepertinya akan selesai, Tuan Voda," ujarnya.
Shun terkejut mendengar bahwa Voda mengincar kepalanya. Tak lama kemudian, Nine melancarkan serangan dengan cepat—menimbulkan ledakan yang membuat Frank, Frederica, dan Yuzuriha mengira Shun telah tewas. Namun, Nine terlihat tidak puas dan berteriak marah: "Kau! Lagi! Ya! Ninjaaaaaa!"
Shun sebenarnya masih selamat, diselamatkan oleh Shinji yang datang dengan kecepatan luar biasa membawanya pergi. Shinji menempatkan Shun di tanah lalu menoleh ke Frederica. "Frederica, bawa Shun," ujarnya.
Frederica mendekat dan dengan mudah menghindari anggota Justice yang menghalangi—kacamata yang telah diaktifkan dengan Turn memungkinkannya melihat tiga detik ke masa depan. Sementara itu, Shinji mengambil pedang ninja dari punggungnya, memejamkan mata kemudian perlahan membukanya. Ia mengaktifkan Ten; energi berwarna abu-abu mengalir menyelimuti tubuhnya dan merambat ke pedang yang dipegang tangannya. Bilah pedang berubah menjadi abu-abu dan tampak sangat tajam.
"Apa kau mengincarku juga, Nine?" ucap Shinji dengan suara dingin.
Nine tampak marah besar dan menunjuknya. "Kau! Kau! Kau yang telah membunuh Deset!"
"Deset? Maaf saja, aku tidak bisa mengingat orang yang lemah," jawab Shinji sebelum berlari dengan gesit.
Nine berteriak marah karena jawaban itu, dan tak lama kemudian mereka bertemu. Shinji melompat dan menyerang secara horizontal dari sisi kiri dan kanan dengan kecepatan luar biasa. Nine masih mampu menangkis setiap serangan, namun setelah tangkisan terakhir selesai, Shinji tiba-tiba hilang dari pandangannya. Nine melihat ke sekeliling dan ke atas, namun tidak menemukan jejaknya. Saat ia hendak melihat ke bawah, dagunya tiba-tiba tertusuk pedang ninja Shinji. Tusukan itu tembus hingga ke atas, namun tidak memberikan efek apapun pada Nine.
Nine tersenyum lalu langsung mengarahkan pukulan ke arah Shinji, namun hanya mengenai tanah karena lawannya telah menghilang. Ia menarik pedang yang terjepit di kepalanya lalu melemparkannya. Shinji menghilang lagi, membuat Nine semakin frustasi karena mengira dipermainkan.
Tak lama kemudian, sejumlah kunai meluncur cepat ke arah Nine. Ia menyadari dan menggunakan tangannya untuk menghentikan kunai-kunai itu. Saat itu juga, sejumlah kunai lain datang dari sisi yang berlawanan, dan Nine kembali menghentikannya dengan tangan. Bersamaan dengan itu, Shinji dengan cepat mengambil kembali pedangnya dan langsung menyerang Nine.
Di sisi lain
Shun yang sebelumnya terbentur pohon kini merasa kondisinya membaik dan bersiap membantu teman-temannya. Ia perlahan berdiri dan mengambil kembali belatinya yang dari tadi masih aktif dengan Turn. Frederica yang melihatnya mendekat dan bertanya, "Kau sudah baik-baik saja?"
"Ya, aku siap membantu," jawab Shun dengan pandangan yang serius.
Frederica mengizinkannya, dan keduanya segera menuju ke tempat Yuzuriha dan Frank yang sedang menangani anggota Justice. Frank meninju salah satu anggota di wajah, namun tidak terjadi ledakan—ternyata ia bisa dengan mudah mengatur apakah pukulannya akan menimbulkan ledakan atau tidak.
Di belakang Frank, seorang anggota Justice berusaha menusuknya dari belakang. Saat ia hendak melancarkan serangan, tiba-tiba tergeletak tak berdaya dengan luka gores dalam akibat belati milik Shun. Frank mengucapkan terima kasih karena dilindungi, kemudian mereka kembali menangani sejumlah anggota Justice yang tersisa.
Shun menghadang musuhnya dengan cukup susah dan harus menyerang terus-menerus agar lawannya jatuh. Begitu juga dengan Yuzuriha, Frederica, dan Frank. Akhirnya Frank memutuskan menggunakan ledakan untuk mempermudah menangkap lawan—setiap pukulan yang diberikan menimbulkan ledakan satu per satu, disebabkan oleh sarung tinjunya yang bisa menimbulkan ledakan saat menyentuh benda padat maupun cairan.
Setelah semua anggota Justice berhasil ditangani, Shun mendekat ke Frank dan bertanya, "Kenapa tidak dari tadi menggunakan ledakan?"
"Menggunakan ledakan pada orang lemah itu salah!" teriak Frank dengan bangga sambil tersenyum lebar.
Mereka semua kemudian terkejut melihat bahwa pertarungan antara Nine dan Shinji masih berlangsung, bahkan terlihat Shinji yang mulai kesulitan. Shinji melompat gesit menghindari serangan-serangan Nine yang semakin membabi buta, kemungkinan karena dendam atas kematian Deset.
Shinji terpaksa mundur karena kecepatan Nine semakin meningkat. Akhirnya ia terkena pukulan telak di sisi wajahnya dan terpental. Saat masih dalam posisi jongkok, Nine sudah berada di depannya dan menyerang secara vertikal. Shinji menghindar, dan pukulan Nine membuat tanah berlubang.
Shinji mengatur napas lalu menatap Nine lama-lama. Saat Nine maju menyerang, ia kembali menghilang. Bersamaan dengan itu, tubuh Nine mulai tergores oleh pedang di berbagai bagian—tubuh, kaki, tangan, hingga kepala. Nine kebingungan dan mencari keberadaan Shinji yang tak terlihat.
Padahal Shinji bukan menghilang, melainkan bergerak lebih cepat dari kemampuan penglihatan Nine. Tiba-tiba ia muncul di belakang Nine dengan gaya elegan layaknya ninja. Saat itu juga, tubuh Nine tiba-tiba memiliki lubang besar dan menyemburkan darah deras. Nine tergeletak, dan semua anggota Nightshade mengira mereka telah menang.
Namun, perlahan-lahan Nine berdiri kembali. Shinji melompat mundur mendekat ke tempat Shun dan teman-temannya. Lubang besar di tubuh Nine perlahan menghilang dan menutup rapat. Di balik topengnya, Shinji tersenyum lalu tertawa perlahan—semua orang terheran karena baru kali ini melihat Shinji tertawa.
"Ternyata begitu ya," ucap Shinji singkat.
"Apanya? Kelemahannya?" tanya Shun.
Ternyata Shinji telah menemukan kelemahan Nine: semakin sering ia beregenerasi, prosesnya akan semakin lambat. Artinya, Nine memiliki batas dalam kemampuan regenerasinya. Namun, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana dan berapa banyak serangan yang diperlukan untuk membuat kemampuan regenerasi tersebut benar-benar habis.