NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:89.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Makan Siang Denganku (Lagi)

Bab 11

 

 

Lisa mengu4p lagi, berada di dapur duduk dengan memeluk kakinya bahkan menyandarkan kepala di lutut. Menunggu airnya panas untuk mandi. Tidak sanggup merasakan dinginnya air menyapu kulit apalagi semalam hujan lebat. Menggaruk kepala, entah bagaimana penampilannya saat ini karena saat terjaga melihat Yuli sedang memoles wajah membuatnya gegas menuju dapur.

Kantuknya seakan enggan pergi, padahal saat di Jakarta biasa terbangun pagi. Cuaca  di tempat ini membuatnya enggan move on dari bantal guling. Apalagi semalam tidurnya kurang lelap, kepikiran masalah si Kades. Kalau benar pria itu ada ketertarikan dengannya, ia harus bisa membatasi dan menjaga diri.

“Pasti becek, baru kemarin gue elap itu sepatu sekarang medok lagi.”

Keluhan Yuli sudah menjadi makanan semua anggota tim. Paling Rama yang merespon.

“Berisik Yul, masih pagi,” ujar Lisa lalu kembali mengu4p dan langsung menutup mulutnya mendapati Asoka yang keluar dari toilet.

Handuk tersampir di bahu kanan, sudah mengenakan kaos putih yang pas di badan dan celana pendek. Pakai apapun sepertinya Asoka akan terlihat keren, ditambah senyumnya yang mahal. Eh, jangan salah kayaknya pak dokter sering senyum saat bersamanya.

“Masih ngantuk?”

“Hm.”

“Cepat mandi, anak gadis nggak boleh malas.”

Demi apa, rasanya Lisa ingin terjun bebas dari kursi saat pria itu lewat tapi tangannya mengusap kepala.

“Bahaya, bisa kena serangan jantung ini mah. Cuma senyum, gombal receh sama usap kepala aja bikin hati dar der dor.” Lisa bergegas menuju toilet membawa panci berisi air panas dan dituang ke ember besar untuk dicampur dengan air biasa.

Sampai di puskes, Sapri sedang sarapan nasi kuning yang sering mangkal kalau pagi. Sebagai OB dia memang berangkat lebih awal.

“Ada apa, Bang?” tanya Lisa saat berpapasan dengan Beni yang agak tergesa.

“Ngecek mobil, tadi ada pasien kejang dan panas tinggi. Dokter Oka minta siapkan mobil, kalau nggak ada perubahan harus dirujuk.”

Lisa mengangguk, tidak ikut terlibat karena sudah ada Rama dan Asoka yang mengurus pasien itu. dia persiapkan ruangan Asoka dan meja skrining tempatnya bertugas. Sudah banyak pasien datang dan sedang proses mendaftar.

“Pagi, dok.”

Lisa menoleh, Marina datang dengan langkah sombongnya. Bahkan sapaan Ujang di depan tidak dijawab.

“Pagi, dok,” sapa Lisa saat wanita itu melewatinya. Alih-alih menjawab, Marina hanya melirik saja dan langsung memasuki ruang pemeriksaan gigi. Terjeda satu ruangan dengan ruang pemeriksaan Asoka.

Baru saja duduk dan membuka, Marina keluar dari ruangan. Rupanya mencari Asoka, bahkan tanpa mengetuk langsung membuka pintu ruang pemeriksaan.

“Dokter Asoka kemana?”

Lisa menoleh ke sekeliling. “Dokter tanya saya?”

“Ya iya, memang kamu pikir saya tanya ke siapa?”

“Oh. Lagi di IGD dok, tadi ada pasien darurat.”

Tanpa basa-basi, Marina kembali ke ruangannya.

“Ya ampun." 

Sudah hampir jam delapan, pemeriksaan pasien akan dimulai dan Asoka belum terlihat. Lisa menyusul ke IGD.

“Dok, mau di pending atau gimana?"

“Eh, tunda sepuluh menit ya,” seru Asoka saat melihat Lisa lalu meletakan gagang telepon. “Transfer pasien dulu.” Asoka menghampiri Rama. “Jalan sekarang, rumah sakit sudah oke. Kamu dampingi nanti balik bareng Bang Beni.”

“Oke, dok.”

Ambulance sudah siap di depan IGD, Beni membuka pintu belakang dan menarik brankar.

“Sa, bantu pindahin," titah Rama. Lisa memposisikan diri bersama Rama untuk memindahkan pasien. Asoka sedang bicara dengan keluarga pasien.

“Satu, dua, tiga.”

Mendorong brankar ke dalam ambulance, Rama ikut naik begitupun perwakilan dari keluarga pasien.

“Ingat, jangan mau diajak dan jangan kemana pun sendiri.”

“Iya.” Maksud Rama sudah pasti masalah Cecep si Kades. Menutup pintu ambulance, Beni sudah menempati kursi pengemudi dan menghidupkan sirine.

Rupanya Marina ikut menyusul ke IGD langsung menghampiri Asoka yang sedang menunduk di wastafel untuk mencuci tangan.

“Gimana kalau hari ini, bisa dong?”

Masih saja usaha, pikir Lisa. Ternyata Marina tipe perempuan yang agresif juga.

“Sepertinya nggak bisa,” jawab Asoka sambil melirik Lisa yang baru saja lewat.

“Atau kita temui Pak Cecep. Aku bisa nego hari praktek, jadi nggak harus tiap hari di sini.”

Ajakan Marina mencuri perhatian Asoka yang langsung menatap sambil mengernyitkan dahi. Dengan kata lain, jadwal Marina yang hanya seminggu tiga kali datang karena negosiasi dengan Cecep.

“Maksudnya?”

“Aku bisa atur jadwal kamu nggak harus full di sini. Gampang-lah itu,” seru Marina sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya.

“Dokter Marina kenal Pak Cecep?”

Marina mengedikan bahu. “Marina saja. Bisa diatur, asal kamu setuju aku bantu bicara sama dia. Pasti dikabulkan. Aku dengar kamu sedang merampungkan tesis spesialisasi, pasti butuh banyak waktu ‘kan?”

Asoka menghela nafas. Bahaya juga wanita di hadapannya ini. Bermain apa dengan Cecep yang menurut Rama termasuk berbahaya.

“Tidak perlu, saya masih bisa mengatur waktu.” Asoka meninggalkan IGD melalui pintu yang menghubungkan dengan area pemeriksaan rawat jalan. Marina mengekor langkahnya.

“Ayolah, Dok, aku kasih solusi loh.”

“Sa, kita mulai,” titah Asoka pada Lisa lalu memasuki ruangannya.

Lisa memanggil pasien pertama dan Marina berdecak kesal tidak bisa menyusul Asoka.

“Aroma pelakor kayak gitu kali ya,” gumam Lisa. Ponsel di atas meja bergetar, dari jendela pop up terlihat pesan dari Pak Dokter.

...Dokter Asoka...

Makan siang denganku lagi, tidak ada penolakan

Lisa tersenyum membaca pesan itu. Untuk apa menolak. Bukan hanya ajakannya saja yang membuat senang, tapi bahasa yang digunakan tidak lagi menyebut saya melainkan aku.

“Aku, kamu jadi kita,” ujar Lisa lalu terkekeh.

“Teh, kunaon?” tanya pasien yang sedang ditensi. (Teh, kenapa?) 

“Ah, nggak bu. Ditimbang dulu ya.” Lisa menggeleng pelan agar kembali fokus dengan tugasnya.

 

 

 

 

1
mery harwati
Inka anak tiri belagunya selangit, tabok lah Rama itu Inka pake botol infusan 😄
Iccha Risa
bapak kost langsung tlpn aja dech gosah ketak ketik
juwita
emak sm anak sama" pny penyakit hati🤣🤣🤣
Shee_👚
gass malah kesenengan asoka itu mah🤣
Shee_👚
lah staf doank juga kalau kerjanya rajin dan jujur lama-lama bisa naek jabatan. inka ini mau nya langsung di atas aja tanpa mau berproses 😒
Shee_👚
ibu sama anak sama aja pengin kaya tapi g mau kerja. kalau gitu mah cari aki-aki yang kaya tapi dah mau mati biar hartanya jadi milik sendiri🤣
Vtree Bona
hahahhaa si Rama kebakaran jenggot 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bang Beni pasti ngetiknya panjang kali lebar, gak kelar²🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² Lisa, bahaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo ngambek mah tinggal dikokop aja/Chuckle/
Septyana Kartika
Bang Ben ngetiknya berasa mau kultum, gak selesai2
mmh nengmuti
sapri panggil penghulu 🤣
Lia Kiftia Usman
suka sikapnya doni... putus...😊👍
stnk
gassss...grebek aja Ram biar langsung dikawinin...🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha ada yang senewen, ga dapat calon menantu sekaliber dokter Asoka, sudah dokter, anak pemilik rumah sakit pula. kak penulis, tolong jangan ada drama INKA menjebak dokter Asoka, supaya INKA bisa jadi istrinya, dan menyingkirkan Lisa, aku ga rela kak
Siti Dede
Lagi enak²nya baca dah habis aja🤪
Siti Dede: iya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Elia Rossa
tambah tantrum Inka tau Asoka anak direktur RS....rasain 😀
Eva Karmita
lanjut otor 🥰🥰🥰🥰
Siti Dede
Gimana reaksi Inka dan mamanya ya saat tahu calon suami Lisa anak pemilik RS?
Ranita Rani
asoka jgn macem2 cpet anter lisa plg,,,,gak usah dkokop dulu cz sekli ngrasa isa ketagihan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!