NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 26: SEPENGGAL KISAH DARI MASA LALU

Menjadi sandera di Nanyu…

Mei Zhiyi terdiam. Sama sekali tidak terlintas dalam benaknya kalau Liu Yan, seorang kaisar agung ini pernah menjadi seorang sandera di wilayah musuh yang jauh dari rumahnya. Dia jadi penasaran bagaimana Liu Yan bisa kembali pulang dan mewarisi takhtanya.

“Kaisar adalah putra sulung Ibu Suri. Tapi meski begitu, hidupnya tidaklah mudah. Bahkan jauh dari kata bahagia. Yang aku tahu, dia menanggung banyak sekali rasa sakit.”

Feng Yuzhen pun mulai menceritakan bagaimana kisah Liu Yan dan bagaimana mereka bisa bertemu. Dia menarik napas, menyiapkan hati dan pikirannya.

Menceritakan ini sama dengan mengorek luka lama Liu Yan dan dirinya. Tapi jika tidak diceritakan, perlahan orang-orang akan lupa bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan merangkak dari jurang neraka yang menyiksa.

Dahulu, Ibu Suri hamil di usia enam belas tahun, sebuah usia yang tergolong masih sangat muda. Fisik dan mentalnya belum siap sepenuhnya.

Ditambah lagi dia menikah dengan seorang penguasa yang lebih tua darinya, membuatnya merasakan tekanan yang begitu besar. Karena menikah bukan dengan orang yang dicintai dan dilandasi dengan keterpaksaan, semuanya jadi terasa sulit.

Sepanjang kehamilan, Ibu Suri sering mengalami depresi. Tidak jarang dia mengabaikan pemeriksaan rutin.

Ibu Suri seakan kehilangan setengah jiwanya, merasa bahwa hidupnya hanya dapat dijalani sebagai pion. Bahkan ketika melahirkan pun, dia mengalami perdarahan hebat yang hampir saja merenggut nyawanya.

Dia masih beruntung karena selamat dari jurang maut. Namun, kejadian itu semakin membuatnya depresi dan meninggalkan trauma yang tak dapat disembuhkan.

Sejak melahirkan Liu Yan, dia tidak pernah memberinya kasih sayang yang tulus. Liu Yan dibesarkan oleh para pengasuh, melewati pertumbuhan tanpa dampingan seorang ibu.

Lambat laun, keterasingan terbentuk menjadi sebuah tembok besar yang sulit diruntuhkan. Ibu Suri tidak pernah menyayangi Liu Yan. Karena setiap kali dia melihatnya, dia akan teringat pada rasa sakit di masa lalunya.

Liu Yan, yang hanya seorang anak tak berdosa menjadi korban. Orang-orang di istana menganggapnya pangeran yang tidak diinginkan. Ibunya mencampakannya, sementara ayahnya tidak memedulikannya.

Dia ditindas di sana-sini. Jika tidak ada perlindungan mendiang Janda Permaisuri, Liu Yan mungkin tidak akan bisa hidup sampai lima tahun.

Di istana yang dapat memakan orang tanpa memuntahkan tulang ini, Liu Yan kecil hanya seorang anak yang menginginkan kehangatan keluarga. Dia melakukan segala yang ia bisa untuk menyenangkan ibu kandungnya, berharap suatu saat ibunya akan melihatnya dan membuatnya yakin bahwa dia ada.

Dia pernah berlatih menulis kaligrafi sampai tangannya bergetar dan tidak pernah bisa lagi memegang pena dengan erat. Dia pernah berlutut di tengah badai salju demi mempersembahkan sutra bakti sampai kedua tempurung lututnya membeku dan hampir lumpuh.

"Namun di mata Ibu Suri, keberadaan Liu Yan adalah sebuah luka. Tidak peduli sekeras apapun Liu Yan berjuang, dia hanya akan menjadi bahan pembanding yang bahkan tidak sebanding dengan seujung kuku jari Liu Cheng. Liu Yan bahkan sering bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia sungguh orang yang tidak diinginkan?"

Sampai kemudian saat usia Liu Yan lima tahun, Daqi kalah berperang melawan Nanyu. Daqi kemudian mengajukan perjanjian damai dengan Nanyu. Nanyu menyetujuinya dengan meminta syarat bahwa Daqi harus mengirimkan seorang pangeran untuk dijadikan sandera di Nanyu.

Saat itu, hanya ada dua pangeran yang namanya tercatat dalam silsilah keluarga kekaisaran. Liu Yan sebagai Pangeran Pertama dan Liu Cheng sebagai Pangeran Kedua.

Mantan Kaisar dan Ibu Suri kemudian menempuh cara paling dingin dan paling kejam untuk memecahkan permasalahan dan memutus kebingungan. Demi sesuatu yang disebut dengan kedamaian, mereka rela menyerahkan darah daging mereka sendiri.

Liu Yan dinobatkan sebagai Putra Mahkota. Namun, itu bukan sebuah anugerah, melainkan sesuatu yang harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Liu Yan dikirim ke Nanyu sebagai sandera, dan Liu Cheng tentu menjadi satu-satunya pangeran yang menerima segala limpahan kasih sayang dan cinta dari orang tua mereka.

Nanyu bukan tempat yang bagus. Sebagai sandera, Liu Yan tak pernah menerima perlakuan baik dari keluarga kekaisaran Nanyu. Bahkan dia diperlakukan lebih buruk dari binatang.

Liu Yan, sebagai Putra Mahkota Daqi justru harus menjadi seorang sandera. Kenyataan itulah yang membuat para pangeran dan putri Nanyu menghinanya, memakinya, menjadikannya mainan masa kecil untuk mengejek Daqi.

Liu Yan hidup dalam kegelapan. Dicambuk, dipukul, dicaci maki, direndahkan, dan dihina sudah menjadi bagian kehidupannya. Lebih pahit dari sebuah pil dan lebih buruk dari sebuah kematian.

Hanya Feng Yuzhen yang bersedia bersikap baik padanya.

“Ibuku adalah seorang pelayan yang dilecehkan oleh Kaisar Nanyu. Dia meninggal setelah melahirkanku. Aku besar di Istana Dingin, menjalani hari yang lebih buruk dari pelayan. Tapi meski begitu, putra-putri Kaisar Nanyu tidak berhenti menggangguku. Mereka selalu datang untuk menghinaku dan menindasku.”

Ada senyum pahit di wajah Feng Yuzhen. Kala itu, hidupnya benar-benar sulit.

“Kaisar juga ditempatkan di Istana Dingin. Jika ada roti mantou, kami membaginya menjadi dua. Sepanjang tahun hidup dalam kegelapan, bertanya-tanya apakah hari esok masih bisa melihat matahari terbit atau tidak.”

Mei Zhiyi entah kenapa merasa hatinya ikut sakit. Ternyata, nasib menjadi seorang yatim piatu sepertinya jauh lebih beruntung daripada Liu Yan dan Feng Yuzhen, yang meskipun punya orang tua, tapi tidak pernah merasakan apa yang disebut dengan kasih sayang dan cinta ayah dan ibu.

“Kaisar orang yang tangguh. Meski dipukuli, dia tidak menangis. Ketika berhasil berbalik melawan, luka yang didapatnya malah semakin parah. Benar-benar membuat orang sakit hati dan kasihan jika melihatnya saat itu.”

Feng Yuzhen kembali tersenyum pahit. Dalam hidup mereka, meski punya darah bangsawan, hidup mereka tidak lebih buruk dari binatang.

Dari sanalah mereka sadar bahwa kekuasaan dapat mengendalikan segalanya. Mereka belajar untuk menyembunyikan diri, tidak terlihat menonjol meski menanggung hinaan.

Lima tahun setelahnya, Nanyu mengalami guncangan karena konflik internal. Para bangsawan Daqi yang masih setia kepada negara dan masih mengingat ada seorang pangeran mereka disandera kemudian memanfaatkan momen untuk menjemput membali Putra Mahkota mereka pulang ke Daqi.

Tepat pada saat itu, mantan Kaisar wafat. Para pejabat ingin menobatkan Liu Cheng sebagai kaisar baru.

Ibu Suri juga berhasil menyingkirkan semua pesaing yang mungkin akan mempengaruhi jalan Liu Cheng menuju takhta. Namun, Liu Yan justru berhasil kembali dalam keadaan hidup.

Legitimasi seorang Kaisar tidak dapat diubah meski sudah wafat. Dekrit yang sudah turun tidak dapat dibatalkan apalagi ditarik kembali.

Walau mereka sangat ingin memilih Liu Cheng, mereka tidak dapat melanggar aturan karena sebelumnya Putra Mahkota telah ditetapkan.

Begitulah cara Liu Yan naik takhta dengan sah. Liu Yan yang telah diam-diam menyusun kekuatan pun tidak tinggal diam.

Di tahun pertama dia naik takhta, dia telah berhasil menyingkirkan setidaknya belasan pejabat korup yang membentuk faksi. Dua tahun setelahnya, dia memimpin pasukan secara langsung dan menyerang Nanyu sampai Nanyu kalah.

Nanyu lalu mengirimkan seorang puteri untuk dijadikan sandera. Yang mereka pilih adalah Nanhe Feng Li yang ketika tiba di Daqi namanya diubah oleh Liu Yan menjadi Feng Yuzhen.

“Sebelum kembali ke Daqi, Kaisar pernah berjanji padaku kalau dia akan mengeluarkanku dari sangkar dingin itu. Aku tak menyangka dia bisa menepati janjinya, dan aku lebih tidak menyangka dia malah menjadikanku selirnya. Caranya ini benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata.”

Ada tawa kecil yang terselip ketika Feng Yuzhen menceritakan bagaimana konyolnya situasi saat Liu Yan tiba-tiba saja mengangkatnya menjadi selir dan membuatnya jadi sasaran kemarahan selir-selir di harem.

Tapi untungnya Liu Yan memberinya segala fasilitas, membiarkannya mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang mekanisme dan peralatan. Dia juga jadi tidak bosan.

“Tapi meski dia sudah terbebas dari menjadi sandera dan pulang lalu naik takhta, kepahitan di masa lalu sudah membekas dan terukir dalam tulangnya. Kadangkala dalam beberapa waktu, dia akan kehilangan kendali saat gejolak emosinya tidak dapat ditahan.”

“Seperti malam itu?”

“Ya. Seperti malam itu. Untungnya kau membantunya tidur lebih cepat.”

Mei Zhiyi akhirnya tahu dari mana semua kebencian dalam hati Liu Yan berasal. Kebencian itu tidak tumbuh dalam waktu singkat, melainkan tertanam dalam hatinya sedikit demi sedikit, tahun demi tahun.

Mei Zhiyi yakin, Liu Yan tentu masih mengingat jelas semua orang yang telah menyakitinya. Hanya saja dia menahannya dan temperamennya perlahan berubah menjadi tak tersentuh.

“Jangan lihat dia yang bersikap dingin dan selalu mengerutkan dahi sepanjang hari. Kaisar sebenarnya punya hati yang lembut. Hanya saja luka di masa lalu membuat dia terpisah dari kehangatan dunia.”

Mei Zhiyi agak tidak percaya pada ucapan ini. Menurutnya, Liu Yan itu suka membalas dendam. Hatinya juga tidak sabaran. Setiap hari hanya suka menindasnya dengan mengancam potong gaji dan hukum cambuk.

“Mei Zhiyi, aku tahu kau adalah orang yang layak dipercaya. Kelak tolong bantu aku menjaga orang gila itu. Jangan biarkan dia menjadi iblis yang tidak punya belas kasih.”

“Selir Feng, kau terlalu memandang tinggi diriku. Aku seorang pelayan, mana mungkin memiliki kemampuan sehebat itu.”

“Kau bukan pelayan biasa baginya.”

Bagian ini Mei Zhiyi tidak mengerti. Tapi dalam hatinya, dia merasakan kekaguman. Liu Yan menjadi Putra Mahkota di usia lima tahun, lalu menjadi sandera di Nanyu selama lima tahun.

Dia naik takhta saat usia sepuluh tahun, kemudian memimpin pasukan militer berperang mengalahkan Nanyu pada usia tiga belas tahun. Sebuah prestasi hidup besar yang luar biasa dan layak untuk diingat. Dalam hal ini, Mei Zhiyi memang kalah jauh darinya.

“Sudah, jangan bicara soal masa lalu lagi. Yang ingin kau ketahui sudah aku katakan. Kelak jauhi saja Ibu Suri saat kau bertemu dengannya. Jika bisa, hindari bertemu dengannya. Sekarang bantu aku melihat apa yang kurang dari rancanganku. Kaisar berhati sempit, dia hanya memberiku izin setengah hari untuk meminjammu darinya.”

Mereka menyudahi sesi nostalgia masa lalu yang menyedihkan itu. Dalam setengah hari itu, Feng Yuzhen menarik Mei Zhiyi ke sana kemari untuk melihat rancangan yang akan ia kembangkan. Benar-benar lebih melelahkan daripada melatih tentara.

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!