NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 MELINDUNGI YANG TERPENTING

Sofia memutuskan untuk mempercayai Rohaya, setidaknya untuk sementara waktu. Ia meminta Rohaya untuk menjelaskan lebih lanjut tentang dirinya dan Alex. Rohaya menjelaskan bahwa ia dan Alex telah bekerja sama selama beberapa tahun, dan mereka memiliki tujuan yang sama untuk membantu orang-orang yang terjebak dalam situasi seperti Sofia.

Rohaya juga menjelaskan bahwa Alex memiliki latar belakang yang kompleks dan tidak bisa dipercaya sepenuhnya, tapi ia yakin bahwa Alex memiliki niat baik untuk membantu Sofia. Sofia mendengarkan dengan seksama, mencoba untuk memahami situasi dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Setelah beberapa jam berbicara dengan Rohaya, Sofia merasa sedikit lebih percaya padanya. Ia memutuskan untuk mempercayai Rohaya dan bekerja sama dengannya untuk menghadapi Jabez Ezaz dan melarikan diri dari situasinya.

Rohaya tersenyum dan mengangguk. "Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu kamu, Sofia. Kita akan bekerja sama untuk menghadapi Jabez Ezaz dan membuat kamu aman."

Sofia merasa sedikit lebih lega, ia tahu bahwa ia tidak sendirian lagi. Ia memiliki Rohaya yang bisa dipercaya, dan bersama-sama mereka bisa menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Tapi, tiba-tiba Sofia mendengar suara ponsel yang dibawanya berdering. Ia melihat nomor yang tidak dikenal di layar. "Halo?" jawab Sofia dengan hati-hati.

"Sofia, ini Alex. Saya ingin memberitahu kamu bahwa Jabez Ezaz telah menemukan lokasi kamu. Kamu harus pergi dari sana sekarang juga!" suara Alex terdengar khawatir dan mendesak.

Sofia merasa jantungnya berdegup kencang. Ia menatap Rohaya dengan mata yang lebar. "Kita harus pergi sekarang juga!" kata Sofia, dengan suara yang panik.

Rohaya mengangguk dan langsung mengambil kunci mobil. "Ayo, kita harus pergi!" kata Rohaya, sambil menarik Sofia menuju pintu.

Mereka berlari keluar dari rumah, menuju mobil yang terparkir di depan. Rohaya membuka pintu mobil dan Sofia langsung masuk ke dalamnya. Rohaya segera menghidupkan mesin dan mereka melaju dengan cepat, meninggalkan rumah di belakang.

Sofia menoleh ke belakang, melihat rumah yang mereka tinggalkan menjadi semakin kecil. Ia berharap bahwa mereka bisa melarikan diri dari Jabez Ezaz dan memulai hidup baru. Tapi, ia tahu bahwa perjuangan mereka belum berakhir. Mereka masih harus menghadapi banyak tantangan dan bahaya di depan.

Sofia dan Rohaya melaju dengan cepat melalui jalan-jalan yang sibuk, berusaha untuk menghindari pengejaran Jabez Ezaz. Mereka tidak berbicara banyak, hanya fokus pada mengemudi dan mencari jalan yang aman.

Setelah beberapa menit berkendara, Rohaya akhirnya berhenti di sebuah tempat parkir yang tersembunyi. Ia mematikan mesin dan menoleh ke arah Sofia.

"Kita harus mencari tempat yang lebih aman untuk bersembunyi," kata Rohaya. "Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia menemukan kamu."

Sofia mengangguk, masih merasa gugup dan takut. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia harus mempercayai Rohaya.

Rohaya mengeluarkan peta kota dari glove compartment dan mulai mempelajarinya. Setelah beberapa saat, ia menunjuk ke sebuah lokasi di peta.

"Aku tahu tempat yang tepat," kata Rohaya. "Ikuti aku."

Sofia mengangguk dan mengikuti Rohaya keluar dari mobil. Mereka berjalan kaki selama beberapa menit, menuju ke sebuah bangunan tua yang tampak tidak terawat.

Rohaya membuka pintu dan memberi isyarat kepada Sofia untuk masuk. Sofia ragu-ragu sejenak, tapi kemudian ia memutuskan untuk mempercayai Rohaya.

Mereka masuk ke dalam bangunan, dan Rohaya mengunci pintu di belakang mereka. Sofia melihat sekeliling, mencoba untuk membiasakan diri dengan lingkungan baru.

Bangunan itu tampak seperti gudang tua yang tidak digunakan lagi. Ada banyak barang-barang yang berserakan di sekitar, dan debu tebal menutupi segala sesuatu.

Tapi, Sofia juga melihat beberapa tanda bahwa tempat ini tidak sepenuhnya ditinggalkan. Ada beberapa peralatan yang tampak modern, dan sebuah komputer yang menyala di sudut ruangan.

Rohaya melihat Sofia melihat komputer itu dan tersenyum. "Aku punya beberapa teman yang bisa membantu kita," kata Rohaya. "Mereka bisa membantu kita mencari tahu apa yang Jabez Ezaz inginkan dari kamu."

Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih lega. Ia tahu bahwa ia masih memiliki banyak pertanyaan, tapi ia juga tahu bahwa ia berada di tangan yang tepat. Setidaknya, untuk sekarang.

Rohaya mulai bekerja pada komputer, mencoba untuk mengakses beberapa informasi yang dibutuhkan. Sofia duduk di sebelahnya, memperhatikan dengan seksama.

Setelah beberapa menit, Rohaya akhirnya berhasil mengakses beberapa file yang dibutuhkan. Ia mulai membacanya dengan cepat, mata Sofia mengikuti gerakan matanya.

"Apa itu?" tanya Sofia, penasaran.

Rohaya menoleh ke arahnya. "Ini adalah dokumen tentang Jabez Ezaz," kata Rohaya. "Dia memiliki reputasi yang sangat buruk. Dia telah terlibat dalam banyak kegiatan ilegal, termasuk perdagangan manusia dan penyelundupan senjata."

Sofia merasa bulu kuduknya berdiri. Ia tidak bisa percaya bahwa orang yang mengancamnya adalah orang yang begitu jahat.

"Tapi, apa yang dia inginkan dari aku?" tanya Sofia, penasaran.

Rohaya ragu-ragu sejenak sebelum menjawab. "Aku tidak tahu pasti," kata Rohaya. "Tapi, aku punya beberapa teori. Mungkin kamu memiliki sesuatu yang dia inginkan. Atau mungkin kamu bisa membantu dia dalam beberapa cara."

Sofia merasa semakin penasaran. Ia ingin tahu apa yang membuatnya begitu berharga bagi Jabez Ezaz.

Tiba-tiba, komputer Rohaya berbunyi. Rohaya menoleh ke arah layar dan matanya melebar.

"Apa itu?" tanya Sofia, penasaran.

Rohaya menoleh ke arahnya, wajahnya penuh dengan kekhawatiran. "Jabez Ezaz telah menemukan lokasi kita," kata Rohaya. "Kita harus pergi sekarang juga!"

Sofia merasa jantungnya berdegup kencang. Ia tahu bahwa mereka harus bertindak cepat jika ingin selamat.

Sofia merasa panik dan takut ketika Rohaya memberitahu bahwa Jabez Ezaz telah menemukan lokasi mereka. Ia tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dan sekarang Sofia memiliki sesuatu yang sangat berharga bagi Jabez Ezaz - anak mereka.

"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Sofia, suaranya bergetar.

Rohaya menatapnya dengan serius. "Kita harus melindungi kamu dan bayi itu," kata Rohaya. "Kita tidak bisa membiarkan Jabez Ezaz mendapatkan kamu."

Sofia merasa sedikit lebih lega dengan kata-kata Rohaya. Ia tahu bahwa Rohaya akan melakukan yang terbaik untuk melindunginya.

Tapi, Sofia juga tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan mudah dikalahkan. Ia memiliki kekuasaan dan sumber daya yang besar, dan Sofia tidak tahu apakah Rohaya bisa melindunginya dari dia.

Sofia meletakkan tangan di perutnya, merasakan kehadiran bayi di dalamnya. Ia tahu bahwa ia harus melakukan apa saja untuk melindungi anaknya, bahkan jika itu berarti mengorbankan dirinya sendiri.

"Aku tidak akan membiarkan dia mendapatkan anakku," kata Sofia, dengan tekad yang kuat.

Rohaya menatapnya dengan mata yang penuh dengan pengertian. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kamu dan bayi itu," kata Rohaya. "Kita akan menghadapi ini bersama-sama."

1
kalea rizuky
kn bisa panggil dokter kok goblok ai jabees
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!