Lahir dari keluarga islami, dituntut untuk selalu taat, memiliki saudara perempuan dan ternyata menjadi bahan perbandingan. Aluna gadis 20 tahun yang baru saja lulus kuliah dan memiliki banyak cita-cita harus menerima takdirnya saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang tidak dia kenal.
Aluna tetap pada keputusannya untuk mengejar karirnya, membuat Aluna harus meninggalkan pernikahannya untuk memenuhi janji kepada seseorang yang telah menunggunya.
Tetapi siapa sangka ternyata Aluna justru mendapatkan penghianatan dengan penuh kebohongan. Aluna harus menerima takdirnya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.
Setelah beberapa tahun meninggalkan pernikahannya. Aluna kembali terjerat dengan pria yang harus dia nikahi beberapa tahun yang lalu.
Bagaimana kelanjutan hubungan Aluna? apakah pria yang harusnya menikah dengannya membencinya dan ingin membalasnya?"
Jangan lupa untuk terus mengikut novel ini.
follow Ig ainunharahap12.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 Masih Menginginkan.
Aluna berada di Mall yang terlihat berada di salah satu tokoh perlengkapan alat tulis untuk kantornya. Aluna memasukkan ke dalam keranjang yang sejak tadi dia tenteng.
"Aluna!" Aluna menoleh ke arah suara yang menegurnya.
"Tante Risma?" sapa Aluna.
"Hey kita bertemu di sini, kamu sedang apa?" tanya Risma.
"Hmmm, hanya membeli beberapa perlengkapan saja," jawabnya.
"Begitu," sahut Risma tersenyum dan merasa begitu sangat senang bertemu dengan Aluna.
Mereka bukan hanya bertemu dan saling menyapa ternyata Risma juga mengajak Aluna untuk makan siang bersama.
Awalnya Aluna menolak untuk diajak makan dan merasa tidak enak, tetapi karena Risma begitu baik akhirnya Aluna tidak bisa menolak permintaan itu.
"Tante Ada yang ingin Aluna tanyakan kepada Tante," ucap Aluna.
"Katakan sayang, kamu ingin menanyakan apa?" tanya Risma.
"Apa Tante melupakan kejadian 3 tahun yang lalu. Saat pertama kali bertemu dengan Aluna. Aluna benar-benar takut dan siap jika harus dimaki-maki. Tetapi kenapa Tante tidak marah sama sekali dan bahkan tidak mengungkit permasalahan itu?" tanya Aluna akhirnya memberanikan diri untuk mengungkit masalah yang pernah dia lakukan.
"Bukan Tante tidak marah, hanya saja Tante bukan anak kecil yang harus mengungkit-ngungkit hal yang sudah terjadi," jawab Risma.
"Meski masalah itu sudah begitu lama, tetapi Aluna belum meminta maaf kepada Tante dan juga keluarga besar apa yang akan terjadi. Aluna benar-benar malu dan sungguh meminta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Aluna dipenuhi dengan rasa bersalah membuat Risma tersenyum.
"Apa Tante akan memaafkan Aluna?" tanyanya sekali lagi.
"Tante sudah memaafkan kamu jauh-jauh hari, tetapi tidak tahu bagaimana dengan keluarga Tante lainnya dan juga putra Tante," jawab Risma.
"Aluna ingin meminta maaf kepada mereka. Aluna sungguh menyesali semuanya dan jika ada sesuatu yang harus Aluna lakukan untuk membayar semuanya maka Aluna bersedia," ucap Aluna.
"Kamu jangan mengatakan hal seperti itu Aluna. Tante bisa saja meminta sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan," ucap Risma.
"Aluna akan berusaha. Karena kesalahan Aluna sangat besar dan tidak pantas dimaafkan begitu saja," ucap Aluna terlihat tampak menyesal.
"Bagaimana jika Tante meminta kamu kembali menikah dengan anak Tante," ucap Risma secara blak-blakan membuat Aluna langsung terdiam.
Risma menghela nafas dengan tersenyum melihat reaksi gadis di depannya itu tampak begitu lucu dengan wajah kagetnya, tetapi kecantikan dan keanggunannya tidak luntur sama sekali membuat Risma benar-benar jatuh hati kepada wanita itu.
"Aluna Tante akan sangat bahagia jika kamu bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan 3 tahun lalu. Tante akan menganggap jika kepergian kamu dan meninggalkan pernikahan itu 3 tahun lalu karena kamu benar-benar belum siap dan usia kamu masih muda. Sekarang juga usia kamu masih muda, tetapi Tante yakin pikiran kamu sudah semakin dewasa,"
"Mungkin jika pernikahan itu kembali terjadi dan pasti masalah yang terjadi waktu itu bisa dilupakan dan menjadikan semua itu sebagai pelajaran yang berharga," ucap Risma membuat Aluna sejak tadi terdiam.
Justru dia benar-benar terjebak dengan tawaran yang diajukan sendiri dan siapa sangka jika Risma menginginkan dia kembali untuk menjadi bagian dari keluarga Risma.
*****
Aluna bersama dengan keluarganya sedang berada di ruang tamu.
"Abi tidak ingin banyak bicara dengan kamu. Abi tidak bisa melihat kamu setiap hari keluar dari rumah ini dengan alasan bekerja. Abi tidak bisa menghentikan kamu dan bagaimanapun semua dosa yang kamu lakukan masih menjadi tanggungan Abi. Jika kamu sayang kepada kedua orang tua kamu, maka berubah lah Aluna!" tegas Abraham.
"Berubah untuk menjadi seperti apa? Apa menurut Abi, wanita yang memakai hijab adalah wanita yang suci dan tidak penuh dengan dosa. Kenapa Abi mengukur keimanan seseorang hanya berdasarkan penampilan di luar saja," ucap Aluna seperti biasa jika tidak berdebat dengan Abinya maka dia tidak akan puas.
"Aluna bisa tidak jika Abi menasehati kamu dan kamu jangan menasehati kembali. Abi melakukan semua ini demi kebaikan kamu dan Abi tidak bisa melarang kamu maka Abi akan menikahkan kamu!" tegas Abraham.
"Dengan pria yang sudah beristri?" tanya Aluna.
"Aluna apa yang salah jika menikah dengan Firman. Nabi saja memiliki lebih dari beberapa istri dan kehidupan mereka tetap rukun karena yang dicari dalam pernikahan bukanlah dunia tetapi surga dalam pernikahan," sahut Jiya.
"Tetapi sayangnya Firman bukan Nabi, tidak ada satupun perbuatan yang pernah dia lakukan mencontohkan seperti perbuatan Nabi. Jadi jangan menyamakan orang seperti dia sama dengan Nabi!" tegas Aluna membuat Jiya terdiam.
"Jika tidak menikah dengan Firman. Maka kamu akan menikah kembali dengan laki-laki yang kamu tinggalkan," sahut Abi.
Jiya kaget mendengar pernyataan itu dan Aluna juga sama kagetnya.
"Apa maksud Abi?" tanya Aluna.
"Aluna Tante Risma kembali datang ke rumah ini dan ingin menjadikan kamu sebagai menantu mereka kembali, mereka hanya akan memaafkan keluarga kita, jika kamu kembali menikah dengan putra mereka," sahut Umi.
"Aku padahal belum mengatakan apapun kepada Tante Risma dan beliau sudah menyampaikan semua kepada Umi dan Abi," batin Aluna tidak menyangka jika Risma benar-benar gercep.
"Kamu masih ingin menolak, masih ingin bertingkah dan mempermalukan keluarga ini untuk kesekian kalinya. Aluna rumah ini dan keluarga ini bukan hanya semua harus tentang kamu!" tegas Abi.
"Abi benar-benar tidak akan menganggap kamu sebagai anak, jika kamu tidak menuruti permintaan Abi. Abi sudah cukup sabar menghadapi kamu!" tegas Abraham dan kemudian berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruang tamu.
Aluna masih terlihat shock tidak percaya bahwa dia akan menikah kembali dengan laki-laki tersebut dan pilihannya benar-benar sangat rumit.
"Umi, bagaimanapun Aluna hanya harus menikah dengan Firman. Jiya tidak bisa menjadikan wanita lain sebagai madu Jiya," sahut Jiya tetap mendesak adiknya untuk menikah dengan suaminya.
Aluna langsung melihat serius ke arah kakaknya itu. Aluna tiba-tiba saja mengingat perkataan temannya yang menilai bagaimana kepribadian Jiya seperti memiliki tujuan sesuatu yang tidak beres.
Kelembutan dan kemanisan yang selama ini ditunjukkan Jiya sebagai anak yang bertakwa kepada kedua orang tuanya sepertinya bertolak belakang dengan isi hatinya.
*****
Kediaman Ravindra.
"Mama berhenti membicarakan masalah pernikahan. Aku sudah berapa kali mengatakan jangan dulu membahas tentang pernikahan ini!" tegas Ravindra saat ingin memasuki kamarnya dan baru saja pulang kerja sudah ditahan oleh ibunya dan langsung membahas keinginannya.
"Kali ini Mama serahkan semua kepada kamu. Mama tidak akan memaksa kamu dan paling tidak bertemu dulu dengan Aluna, kalian mengobrol dulu agar hal yang sudah terjadi tidak terulang kembali, kalian bisa memikirkan masing-masing setuju atau tidak. Mama tetap tidak memaksa kalian berdua!" tegas Risma.
Ravindra menghela nafas, entah mau bagaimana lagi berbicara dengan ibunya itu. Mata Ravindra tiba-tiba saja melihat ke atas meja dan terdapat satu foto kecil yang membuatnya mengerutkan dahi.
"Ravindra, Mama tahu bagaimana perasaan kamu 3 tahun lalu. Mama tetap menyerahkan semua kepada kalian dan ini hanya perkenalan saja dan keputusan tetap ada pada kamu dan juga Aluna," ucap Risma.
"Apa ini Aluna yang Mama maksud?" tanya Ravindra mengambil foto tersebut dan itu ternyata benar-benar foto Aluna dan sama dengan foto karyawannya.
Bersambung....