kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Setelah menikmati makan siang yang terlambat, sang ayah dan anaknya pergi ke kamar mandi umum untuk membilas sekalian membersihkan badan. si ibu membereskan barang barang dan melipat tikar yang di gunakan tadi.
pada saat azam mandi dia teringat dengan kerang yang ia temukan tadi. azam merogoh sakunya lalu mengambil kerang tersebut dan di taruh di atas bak mandi.
setelah bersih dari mandinya dan sudah berpakaian lagi, azam tak lupa mengambil kerangnya. lalu keluar menuju ke tempat sang ibu yang sudah membereskan semua.
" sudah semua kan,,ayok kita pulang biar gak macet di jalan " ucap Fathir
" iya yah,,,tolong bawa ini ya yah,,,tangan ibu udah penuh bawaan ini " kata Wati
sang ayah pun membawa sebagian barang bawaannya, mereka menuju ke mobil yang terparkir yang tidak jauh dari tempat mereka.
pada saat mereka berjalan, tidak jauh dari sana si Juber melihat ke arah mereka dan pandangannya fokus ke Azam yang sambil memegang kerang emas itu.
" lahh itu kan benda yang di pegang bocah itu, benda yang di cari cari mbah,,,wah harus lapor ini " gumam Juber
Juber kemudian berlari dengan semangat sampai sampai tersandung kelapa busuk yang ada di pasir pantai.
gedebughh,,,
hadeuhhhh,,,
si mbah dan tandil pun menoleh ke arah suara tersebut dan mendapati Juber sudah telungkup di bawah.
" woiii Juber ngapain kamu di situ ! malah asik main main lagi,,,cepet cari lagi sana " geram mbah Pono
" kamu ngapain sih Ber,,,malah main pasir lagi " timpal Tandil
Juber yang sudah kesakitan jadi kesal lalu membalas perkataan Tandil tapi tidak berani membalas perkataan mbah.
" mata mu itu lagi main pasir ! ,aku tadi kesandung waktu mau menghampiri mbah " kata Juber
" ppfftttt,,,iya maaf Ber kan gak tau aku " sambil menahan tawa Tandil
" emang ada apa Ber mau menemuin mbah ? ,apa kamu udah dapat bendanya ? " tanya Mbah Pono
" puih,,puih ( sambil membuang pasir di dalam mulutnya) gini mbah aku belum dapat, tapi aku ada lihat benda yang mbah cari " jelas Juber
" seriusss kamu Ber ? terus mana bendanya ? kamu lihat dimana ? kenapa gak kamu ambil ? " ucap Mbah Pono
" itu mbah aku lihat ada bocah yang lagi pegang benda itu,,,di sana mbah " kata Juber sambil menunjuk arah
" kenapa kamu diam aja Berr ! kenapa gak ambil aja itu barang ! terus ngapain kamu kesini kenapa gak kejar aja kesana " ucap Mbah Pono
" dia sama orang tuanya mbah,,,masa main ambil aja,,,mereka kayaknya mau pulang mbah,,aku lihat mereka ke mobil untuk pulang " kata Juber
mendengar penjelasan Juber, Mbah Pono menahan kemarahannya. tidak kuasa menahan amarahnya, dia langsung memaki si Juber.
" guoobblokkkk !! kenapa kamu malah kemari ? kenapa gak kamu ikutin aja dulu kemana mereka pulang !! ,isshhh makan hati aku liat kamu lama lama juberrrr " maki Mbah Pono
mendengar makian mbah Pono si Juber langsung kesal, dan membatin " nih si Mbah macam pintar aja dia, masih untung ku kasih tau. kalo gak ku kasih tau sampe monyet betelor pun gak bakalan ketemu kamu Mbah "
" terus kenapa masih diam aja disini ? mau tunggu pembagian BLT ?! cepet kejar itu bocah jangan sampe hilang jejaknya !! " ucap Mbah Pono
" ii,,ii,,iya Mbah ni mau kejar, sabar napa mbah marah marah melulu, setruk nanti tau gak " kata Juber
" pppffttt,,,siap mbah " menahan ketawa dengar percakapan mbah dan juber
mereka pun berlari menuju arah dimana azam tadi pergi ke mobil bersama keluarganya.
" punya anggota kok gini amatt lahh,,,huuhhh sabar sabar " sambil mengelus dada melihat kelakuan anggotanya.
setelah sudah sampai dimana tadi Juber melihat azam, mereka celingukan mencari dimana keberadaan keluarga azam.
" Ber, dimana kamu lihatnya ? terus ini kok gak ada siapa siapa " tanya Tandil
" tadi disini aku lihat Ndil, mobilnya tadi di sini. ,lah kemana perginya ?! " kata Juber sambil menggarukan kepalanya
kini keluarga azam sudah jalan keluar dari lokasi wisata. mereka mengendarai mobil dengan kecepatan standar. azam yang duduk di belakang sambil memandangi kerangnya yg ia temukan.
" ini kerang bagus banget, tapi kok terasa aneh ya kalau di pegang lama lama,,malah makin betah aku liatnya " gumam azam
orang tua azam tidak tahu kalau sang anak menemukan barang bagus. mungkin kalau tahu di pikir mereka bisa di jual karna emang mirip emas asli. azam juga tumben gak ngomong sama orang tuanya, biasanya kan pasti ngomong kalau ada yang aneh aneh.
Juber dan Tandil kemudian sama sama mencari dan hasilnya pun nihil. mereka tidak menemukan dimana arah tujuan keberadaan keluarga azam.
sampailah mbah Pono menghampiri mereka. " udah ketemu belum ? dimana mereka ?"
" belum mbah,,ni kita lagi cari,,tapi udah gak ada lagi mbah " kata Juber
" iya mbah,,,kami udah keliling cari,,tapi gak ketemu juga mbah " timpal Tandil
Mbah Pono mengerut kan dahinya, si Juber dan Tandil kini udah gak enak perasaan. " hmm mulai ni keluar tanduk lagi si mbah,," batin juber yang udah siap dengan makian si mbah.
" kenapa bisa gak ketemu haah ? makanya kalian tuh cari pakek mata jangan pakek mulut ! cepat cari lagi, aku gak mau tahu kalian harus bisa menemukannya. kalu perlu alamatnya kalian harus dapat. kalian gak boleh pulang sebelum menemukan bocah itu, paham kalian !!! " maki mbah Pono kepada anggotanya panjang lebar.
mendengar makian mbah Pono, dalam hati Juber auto berbicara " kan bener udah keluar tanduknya,,,untung belum keluar ekornya "
" siap mbah, kami pasti cari sampe ketemu " jawab Tandil. sedangkan Juber diam saja karna udah malas jawabnya.
" kek pejabat aja kalian pake janji, kerja tuh yang nyata " jawab Mbah sambil membalikan badan dan pergi.
" ngapain kamu balas ucapannya,,,gak ada gunanya ngomong sama Mbah itu " ucap Juber
" biar cepet selesai si Mbah marahnya Ber, yang ada panjang nanti " kata Tandil
" kalo aku sih ogah,,,benar aja salah apa lagi salah,,huuhh " ucap Juber
" udah lah mending kita cari lagi sampe ketemu " kata Tandil
" yok lah, dari pada liat tuh Mbah emosian. bikin gemes aja tau gak, ku gigit juga tuh nanti kupingnya " ucap Juber
" hahahah,,,udah udah kamu sama aja kayak si Mbah,,,emosian juga " kata Tandil yang tertawa
berikutnya mereka kembali lagi untuk mencari keberadaan keluarga tadi yang entah kemana pergi. sambil mencari, mereka juga sampe bertanya sama pengunjung di sana. mana tahu ada yang melihat ke mana arah tujuan mereka.
sampai sore hari mereka belum juga mendapatkan info sama sekali. Tandil dan Juber berhenti mencari dan duduk di warung sambil memikirkan kemana lagi mereka mencari.
" kemana lagi ni kita cari,,,pegel ni kaki " keluh Tandil
" hhuffftt,,,gini amat nasib kita,,," timpal Juber yang juga mengeluh. lalu Juber yang lagi melamun tiba tiba terpikirkan sesuatu yang cemerlang.