.
" bunda aku najwa melihat ayah bawa tante seksi masuk kamar kemarin. " cerita najwa pada bunda nya naura.
naura terkejut dengan ucapan sang putri, anak yang berumur 4 tahun itu menceritakan apa yang dia lihat.
" terus apa yang mereka lakukan di sana sayang. " tanya naura.
" najwa melihat ayah naik di tubuh tante itu mereka tidak menggunakan baju bunda. " kata najwa.
" waktu tante itu datang siapa aja di rumah. " tanya Naura dengan lembut.
" semua orang ada kok bunda.. tapi nenek dan kakek tidak marah liat ayah bawa tante itu di bawa masuk kamar sama ayah. " cerita najwa kembali.
ternyata benar yang di ucap kan teman-teman nya kalau suaminya berhianat pada nya..
" astaghfirullah aku tidak menyangka mas Bram tega menghianati aku padahal selama ini aku sudah setia dengan nya. " batin Naura..
Di balik senyum cantik nya itu banyak hal yang naura simpan baik tentang jati dirinya maupun yang lain. akan kah banyak rahasia yang terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 27
Ayok silahkan masuk dokter Naura dan suster Lina. Ini kamar yang akan kalian tempati" ucap salah satu dokter yang sudah lama bertugas.
Kamar itu tidak terlalu besar tapi cukup untuk 2 orang dan di lengkapi dengan kamar mandi juga.
"Terimakasih buk dokter" ucap Naura.
"Perkenalkan nama saya Wenda, semoga kalian berdua betah di sini".
" apakah suara tembakan seperti ini sudah biasa buk dokter " tanya Lina.
"Gak juga sih tapi lumayan sering,, awal-awal pasti kalian akan terganggu tapi lama kelamaan akan terbiasa kok dan tidak perlu takut karena kita pasti aman di sini selama kapten Bagaskara ada" jelas wenda.
"Syukurlah kalau begitu" Lina bernafas lega.
"Kalian berdua silahkan istirahat saja dulu.. Kalau butuh apa-apa langsung temui saya. Kamar kita bersebelahan" Wenda pun keluar dari kamar yang di tempati Naura dan Lina.
Setelah kepergian Wenda, Naura dan Lina langsung membuka koper nya dan merapikan pakaian dan barang-barang lainnya ke lemari.
"Lin kenapa kamu memutuskan ikut kesini, apa kamu tidak takut berpisah lama dengan keluarga mu" tanya Naura.
"Aku lebih nyaman tinggal jauh dari mereka semua buk dokter".
"Kok gitu, emang kenapa?".
"Dari dulu aku tidak pernah di anggap oleh orang tuaku. Mereka tidak berlaku adil.. Kalau adik dan kakak ku mereka di manja tapi tidak dengan ku. Dari kecil tinggal dengan nenek dan kakek ku tapi semenjak mereka tiada aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan memilih ngekos" cerita Lina.
"Terus siapa yang biayai kamu kuliah" tanya Naura lagi.
"Biaya sendiri lah buk dokter.. Aku kuliah sambil kerja dan kakek kasih aku tabungan nya semasa hidupnya.. Aku tidak menyangka mereka memikirkan masa depan ku".
"Aku kagum dengan mu Lina.. Kamu bisa sukses dengan kerja kerasmu sendiri dan buktikan sama orang yang tidak Menganggap itu kalau kamu bisa sukses tanpa mereka.. Tidak semua orang bisa seperti mu termasuk aku" Naura kagum dengan Lina.
"Sampai sekarang kamu masih ngekos" tanya naura.
"Masih dok".
" kalau kita pulang dari sini selamat, kamu tinggal di rumah aku aja ya. Biar gajimu bisa kamu tabung".
"Apa itu tidak merepotkan dokter".
" tidak sama sekali,, aku justru senang rumah ku jadi tambah rame.. Kamu jangan tidak enak hati. Aku tinggal di rumah sendiri kok bukan dengan orang tua" ucap Naura.
"Terimakasih buk dokter" Lina memeluk Naura.
Naura memang sangat baik hati,, dia tidak segan-segan menolong orang di sekitarnya.. Meskipun dia sudah hidup mewah dari lahir tapi dia tidak jadi orang yang sombong malah dia rendah hati.
_______
Waktu makan siang pun tiba, Wenda mengajak Naura dan Lina ke tempat makan.
"Hai perkenalkan aku sita salah satu suster di sini juga, aku satu kamar dengan dokter Wenda".
" hai sita perkenalkan aku dokter Naura dan ini suster Lina" ucap Naura.
Mereka langsung akrab aja,, Wenda sangat senang punya rekan yang asik dan bisa di jadikan teman bercanda.
Tiba di tempat makan mereka langsung melihat drama yang tidak menyenangkan.
"Kapten kapan datang nya, aku kangen loh" seorang perempuan yang berpakaian dokter pun memeluk Bagaskara.
"Mulai deh si ratu drama, sepet aku lihat" ketus sita.
"Perempuan itu siapa tau, pacar nya kapten kah" tanya Lina dengan berbisik.
"Bukan dia itu dokter Rosa yang sok kecantikan, dia selama goda kapten dan mengklaim kapten pacar nya" bisik sita.
"Ohh" ucap Lina.
"Dia itu dokter Rosa nau, sikapnya memang nyebelin.. Aku dan sita tidak pernah bisa akur dengan nya.. Kamu bisa nilai sendiri lah" bisik Wenda.
"Aku jijik lihat tingkah nya" ucap Naura.
Bagaskara melepaskan pelukan Rosa dengan sangat begitu kasar.
"Sudah berapa kali aku bilang, kamu jangan pernah peluk aku sembarangan" tegur Bagaskara.
"Aku berhak dong, kan kapten pacar aku".
"Jangan terlalu berkhayal dokter Rosa, jangan buat gosip yang gak-gak. Kita gak pacaran dan cuma teman saja" jelas Bagaskara.
Bagaskara melihat kedatangan Naura pun langsung mengalihkan pembicaraan.
"Silahkan dokter Naura ambil makanan" ucap Bagaskara.
"Terimakasih kapten".
Rosa menatap Naura dengan sangat tajam, dia yakin pasti itu dokter baru yang di bawa sama Bagaskara.
"Silahkan buk dokter"
"Terimakasih" ucap Naura dengan senyum yang manis.
Para tentara memperlakukan Naura dengan sangat baik.. Mereka sangat senang karena dokter cantik itu sangat ramah tidak seperti Rosa yang angkuh dan sombong.
**********
Waktu makan siang pun tiba, Wenda mengajak Naura dan Lina ke tempat makan.
"Hai perkenalkan aku sita salah satu suster di sini juga, aku satu kamar dengan dokter Wenda".
" hai sita perkenalkan aku dokter Naura dan ini suster Lina" ucap Naura.
Mereka langsung akrab aja,, Wenda sangat senang punya rekan yang asik dan bisa di jadikan teman bercanda.
Tiba di tempat makan mereka langsung melihat drama yang tidak menyenangkan.
"Kapten kapan datang nya, aku kangen loh" seorang perempuan yang berpakaian dokter pun memeluk Bagaskara.
"Mulai deh si ratu drama, sepet aku lihat" ketus sita.
"Perempuan itu siapa tau, pacar nya kapten kah" tanya Lina dengan berbisik.
"Bukan dia itu dokter Rosa yang sok kecantikan, dia selama goda kapten dan mengklaim kapten pacar nya" bisik sita.
"Ohh" ucap Lina.
"Dia itu dokter Rosa nau, sikapnya memang nyebelin.. Aku dan sita tidak pernah bisa akur dengan nya.. Kamu bisa nilai sendiri lah" bisik Wenda.
"Aku jijik lihat tingkah nya" ucap Naura.
Bagaskara melepaskan pelukan Rosa dengan sangat begitu kasar.
"Sudah berapa kali aku bilang, kamu jangan pernah peluk aku sembarangan" tegur Bagaskara.
"Aku berhak dong, kan kapten pacar aku".
"Jangan terlalu berkhayal dokter Rosa, jangan buat gosip yang gak-gak. Kita gak pacaran dan cuma teman saja" jelas Bagaskara.
Bagaskara melihat kedatangan Naura pun langsung mengalihkan pembicaraan.
"Silahkan dokter Naura ambil makanan" ucap Bagaskara.
"Terimakasih kapten".
Rosa menatap Naura dengan sangat tajam, dia yakin pasti itu dokter baru yang di bawa sama Bagaskara.
"Silahkan buk dokter"
"Terimakasih" ucap Naura dengan senyum yang manis.
Para tentara memperlakukan Naura dengan sangat baik.. Mereka sangat senang karena dokter cantik itu sangat ramah tidak seperti Rosa yang angkuh dan sombong.
Di saat mereka semua telah terlelap para penyusup datang dengan membawa senjata tajam.. Mereka melukai para tentara yang sedang tidur nyenyak sedangkan tentara yang berjaga mereka kasih obat tidur.
Kapten Bagaskara yang habis dari kamar mandi mendengar teriakan anak buahnya yang kesakitan, dia langsung ke basecamp.
"Dasar pecundang, berani lukai orang saat tidak nyeyak" teriak Bagaskara.. Dia pun langsung menembak penyusup itu. Tim yang belum di lukai pun terbangun dan langsung membantu sang kapten.
"Salah satu di antara kalian cepat panggil dokter untuk mengobati yang lain" perintah Bagaskara.
Shaka pun segera menuju tempat tinggal para dokter dengan berlari kencang.. Shaka langsung mengetuk pintu kamar ketiga dokter itu.
"Buk dokter cepat ke basecamp untuk obati yang lain.. Di sana ada penyusup yang datang" teriak shaka kemudian menuju kamar para tim medis yang lain..
Dokter cuma tiga tapi kalau perawatan dan tim medis yang lain cukup banyak. Naura dan Wenda pun segera menuju basecamp.
Dengan cepat kedua dokter cantik itu mengobati para tentara yang terluka akibat di tusuk. Sedangkan dokter Rosa sampai sekarang tidak muncul.
"Terimakasih dokter Naura, dengan kehadiran mu ada yang bantu aku nanganin mereka" ucap wenda setelah selesai mengobati mereka semua.
"Emang selama ini" Naura tidak melanjutkan ucapan nya.
"Dokter Wenda pasti kewalahan sendirian dokter, karena dokter Rosa itu mana pernah ikut turun tangan" jelas sita.
"Terus dia ngapain di sini kalau begitu" tanya Lina.
"Hanya menggoda kapten saja. Entah dari mana dia dapat gelar dokter" lanjut sita.
Naura menatap Wenda untuk menjelaskan maksud sita.
"Apa yang di katakan sita benar Naura,, Rosa tidak pernah turun tangan sedikit pun.. Semua tim medis juga sudah tidak suka dengan nya.. Dia akan datang setelah semuanya beres dengan alasan yang basi" ucap Wenda.
"Kenapa kapten tidak menegurnya".
" sudah kok, dia juga sudah di suruh pulang tapi tetap tidak mau.. Kata tim medis yang lain papanya orang yang terpandang dan di hormati semua orang makanya sampai sekarang masih bertahan di sini".
"Mungkin gelar dokter dia beli, makanya dia seperti itu.. kalau dia beneran dokter pasti dia tidak ingkar janji dengan sumpah nya" ujar Lina.
..
apa lg kluarga mrstui....