NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Diatas Sandiwara

Ponsel Agashtya berdering seketika karena panggilan masuk dari Alex yang kebingungan mencari kedua tuannya yang tidak ada lagi di kantor.

"Halo, kenapa Lex?" Agashtya menjawab sambil keluar dari kamar tamu bu Siti

Alex terdengar panik di seberang, "Mas boss Agashtya, anda di mana mas boss Bintang juga gak ada? Nona Kaniya juga sudah gak ada di kantor, dan saya gak bisa menghubungi kalian dari tadi..."

Agashtya tersenyum, "Tenang, Lex. Aku sama Kaniya ada di rumah Kaniya, kalau Bintang aku gak tahu dia kemana. Ada apa?"

Alex mengembuskan napas lega, "Oh, ok kalau gitu. Ada jadwal meeting penting dengan investor, tuan. Tapi Anda dan tuan Bintang gak jawab panggilanku..."

Agashtya berpikir sejenak, "Ok, Lex. Aku akan kabari Bintang buat ngewakilin aku soalnya aku lagi jagain Kaniya. Tunda meetingnya 30 menit lagi kalau gak meeting cancel aja ganti jadwalnya besok pagi..."

Alex pun menjawab, "Ok bosss..."

Agashtya pun menutup panggilan teleponnya dan memandang ke arah Kaniya yang kini terlelap dengan wajah yang pucat pasi dan dihiasi oleh butiran keringat yang membasahi wajahnya yang cantik. Agashtya diam-diam mengecup kening Kaniya dengan lembut, tanpa sadar hal itu di lihat oleh bu Siti dari balik hordeng pintu.

Bu Siti yang akan masuk pun menjadi menahan senyum dengan tangannya menutupi mulut, "Hmm, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta disini?" katanya sambil melirik Agashtya yang masih memandang Kaniya dengan lembut usai mengecup kening Kaniya diam-diam

Agashtya langsung tersadar dan menoleh ke arah Bu Siti, "Bu...eh, gak kok, bu. Kami...."

Bu Siti tersenyum geli, "Gak apa-apa, Agas. Ibu senang melihatnya. Semoga kalian bahagia terus ya..."

Bu Siti mengajak Agashtya untuk mengobrol santai di ruang tamu.

"Nak Agas, mari kita ngobrol di depan. Ibu mau tanya, kamu dan Kaniya ini sebenarnya bagaimana?"

Agashtya sedikit ragu, "Maksud ibu?"

Bu Siti tersenyum dan menghela nafasnya dalam-dalam, "Ibu tahu kamu suka sama dia, Agas. Tapi apa kamu sudah bilang ke dia?"

Agashtya menghela napas, "Sudah, Bu. Saya belum tahu bagaimana perasaannya terhadap saya, saya masih menunggu jawaban darinya bu..."

Bu Siti menepuk bahu Agashtya, "Agas, kamu harus sabar. Kaniya itu anak baik, dan aku tahu dia juga suka sama kamu. Tapi ada satu hal yang ingin ibu tanyakan kepadamu, nak..."

Bu Siti menanyakan satu hal yang harus dijawab jujur oleh Agashtya, "Agas, apa kamu siap menerima Kaniya apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya? Tentu kamu tahu keunikannya, bukan? Tapi ini bukan mengenai hal itu..."

Agashtya menatap Bu Siti, "Bu, saya...saya siap. Saya suka dia apa adanya..."

Bu Siti menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai membahas mengenai dugaannya mengenai Kaniya yang kemungkinan sedang hamil muda.

"Agas, ibu ada satu hal lagi yang ingin ibu bicarakan denganmu. Ibu curiga...sepertinya Kaniya mungkin saja hamil..."

Agashtya terkejut, "Hamil?! Bu, apa yang membuat ibu curiga?"

Bu Siti menjawab, "Aku lihat dia beberapa kali ke kamar mandi muntah-muntah, dan dia terlihat pucat. Aku khawatir, Agas. Ayahnya sangat tegas, ibu khawatir jika saja...."

Agashtya memegang kedua telapak tangan Bu Siti dan menciumnya berkali-kali, kemudian menangis tanpa alasan dan hanya mengatakan, "Bu, maafkan saya,bu... ini semua salah saya..."

Bu Siti terkejut, "Agas, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?"

Agashtya hanya mengulang, "Maaf, bu... maaf...pukul saja saya bu..."

Bu Siti pun akhirnya mengerti bahwa Agashtya dan Kaniya sudah lebih dari sekedar teman bahkan juga sekedar bos dan bawahan, dan Agashtya merasa sangat ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Bu Siti menarik napas dalam-dalam, "Agas, tenang. Kita bicarakan ini baik-baik. Apa yang terjadi dengan kamu dan Kaniya?"

Agashtya masih menangis, "Bu...saya salah,bu. Saya janji bu saya akan bertanggungjawab besok saya akan membawa keluarga saya menemui ibu..."

Agashtya berjanji pada Bu Siti bahwa besok dia akan membawa keluarganya menemui Bu Siti untuk membahas mengenai hal ini. Bu Siti mengangguk.

"Baik, Agas. Ibu tunggu besok..."

Tapi disaat Agashtya memandang Bu Siti dengan derai air mata yang membasahi pipinya, Bu Siti kembali berkata, "Agas, ada satu hal yang harus kamu tahu tentang Kaniya..."

Agashtya menoleh, "Apa itu, bu?"

Bu Siti menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar ke udara, "Kaniya...dia tidak seperti yang kamu pikir. Rumah yang kamu lihat ini bukan miliknya, dan dia bukanlah putriku..."

Agashtya terkejut, "Apa?! Bu, apa maksud ibu sebenarnya?"

Disaat Bu Siti akan menjelaskannya, tiba-tiba saja Kaniya keluar dari kamar dan memotong ucapan Bu Siti, "Bu, Pak Agashtya, aku mau ajak kalian makan bersama, yyuk"

Agashtya dan Bu Siti terkejut, "Kaniya, kamu... kamu dengar apa yang kami bicarakan?"

Kaniya tersenyum, "Enggak, enggak ada aku denger apapun yang kalian obrolin, aku...aja baru bangun. Aku cuma pengen makan bersama, oke?"

Bu Siti dan Agashtya saling pandang, merasa ada yang tidak beres.

Agashtya masih penasaran tentang apa yang ingin dikatakan oleh Bu Siti padanya sebenarnya, "Kaniya, tunggu. Bu, apa yang ibu mau bilang tadi?"

Bu Siti ragu, "Ah, gak ada apa-apa, Agas. Sebaiknya kita makan dulu aja ya..."

Kaniya menarik Agashtya, "Ayuk, Pak Agashtya. Makan dulu sebelum pulang, yah ya..."

Agashtya masih terlihat tidak puas, tapi akhirnya mengikuti Kaniya.

Agashtya masih membatin, 'Apa sih yang bu Siti mau bilang? Kenapa Kaniya seperti menyembunyikan sesuatu dariku?' sambil terus mengikuti Kaniya ke arah meja makan

Kaniya sibuk menata makanan, "Ayuk, Pak Agashtya, duduk! Ibu, ayuk..."

Bu Siti tersenyum, "Terima kasih, nak..."

Agashtya masih terlihat penasaran, tapi akhirnya duduk juga.

Mereka pun akhirnya makan bersama dengan isi pikiran masing-masing.

Bu Siti dalam hatinya berkata "Sepertinya Kaniya ingin aku tetap bersandiwara..."

Sedangkan Kaniya dalam hatinya berkata "Hampir aja gue ketahuan, eh...tapi apa tadi gue? Hamil? Ah...yang bener aja, ngaco banget mereka..."

Dan Agashtya dalam hati masih penasaran mengenai apa yang ingin dikatakan oleh Bu Siti tadi. Suasana makan jadi agak canggung, tapi mereka tetap berusaha untuk membuat obrolan ringan.

"Masakan ibu ini enak banget, ya?" puji Agashtya mencoba mencairkan suasana

Kaniya tersenyum, "Ya, gitulah masakan ibu aku ini memang paling top..."

Mereka akhirnya makan dengan tenang, barulah Bu Siti memberikan rujak mangga muda pada Kaniya. Disaat itulah, Kaniya memakannya dengan lahap. Padahal menurut Bu Siti dan Agashtya, rujak itu terasa sangat asam.

"Wah, Kan, kok bisa kamu makan rujak yang asem banget ini?" tanya Agashtya heran

Kaniya tersenyum, "Hmm, asem? Mana ada asem, enak banget, gini dikata asem! Ayuk makan lagi cobain ya nih aku suapin yang agak gedean dikit..."

Bu Siti dan Agashtya saling pandang, "Hmm, aneh..."

Kaniya menyuap Agashtya dengan rujak mangga yang potongannya paling besar, Agashtya pun merasa keasaman.

"Hiks... asem banget, Kan, gila kamu mau bunuh aku hah!" ucap Agashtya sembari menyipitkan matanya dengan ekspresi keasaman

Kaniya tertawa, "Hahaha, kamu gak kuat, ya pak? Ah...cemen masa kalah sama aku..."

Bu Siti hanya bisa tersenyum melihat tingkah dua anak muda di hadapannya itu, "Aduh, kalian berdua..."

...****************...

Disisi lain, Bintang akhirnya berpamitan pulang dengan Bu Anindika dan Shanaya, "Tante, saya pulang dulu, ya. Terima kasih atas jamuanjamuannya..."

Bu Anindika tersenyum hangat, "Iya sama-sama nak, Bintang. Hati-hati dijalan ya, salam sama mommy kamu ya..."

Shanaya pun melambaikan tangannya saat Bintang berjalan keluar dari ruang tamu keluarga Prasetya, "Bye, Bintang. Sampai jumpa di lain waktu..."

Bintang membalas lambaian tangan Sahanaya dengan hangat, "Bye, Shan. Sampai jumpa juga..."

Disaat memasuki mobilnya, Bintang masih melihat mobil Agashtya masih terparkir di halaman depan rumah Bu Siti, dia pun berpikir "Apa sebenarnya yang dilakukan bhaiya dirumah itu? Kenapa Kaniya gak pulang kerumahnya?"

Bintang menggelakkan kepala, "Aah, bukan urusanku. yang penting bhaiya mah bebas asal jangan kebablasan aja deh..."

Mobilnya mulai melaju, meninggalkan rumah keluarga Prasetya dan dengan ribuan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

Disaat mobil Bintang mulai menghilang dari pandangan Bu Anindika menyipitkan matanya karena melihat mobil mewah keluaran terbaru milik Agashtya tengah terparkir di halaman depan rumah bu Siti.

Bu Anindika pun berkata, "Itu mobil siapa ya, apa mungkin mas Yogi anaknya Bu Siti atau cucu Bu Siti yang datang bertandang ya, ahh...coba aku cek deh..."

Tiba-tiba saja Lastri memanggil Bu Anindika dari arah dapur, "Nyonya...nya...ada telepon penting nya..."

Bu Anindika terganggu, "Ah, siapa sih ganggu aja. Aku datang, bi Lastri..."

Dia pun berbalik arah menuju dapur, meninggalkan rasa penasaran tentang mobil mewah keluaran terbaru itu.

Bu Anindika bertanya pada Lastri, "Siapa, sih, yang telepon?"

Lastri menjawab, "Bu Camelia, Nya. Katanya ada yang mau dibicarakan soal arisan besok sore..."

Bu Anindika mengangguk, "Ah, iya. Aku lupa. Tolong sambungkan ke ruang tamu, ya bi Las..."

Mereka membahas mengenai persiapan arisan besok sore di rumah Bu Anindika, "Lastri, tolong cek lagi deh, hidangan apa saja yang perlu disiapkan besok..."

Lastri mengangguk, "Baik, Nya. Saya cek dulu..."

Bu Anindika pun terlena dengan obrolan melalui telepon dengan Bu Camelia, "Iya, jeng, besok sore jam 3 tepat, ya? Aku sudah siapkan hidangan yang jeng Camelia minta..."

Bu Camelia menjawab, "Iya, jeng. Aku juga sudah siap dengan kue bolu pandan yang kamu suka. Apa perlu aku bawa sesuatu lagi?"

Bu Anindika berpikir sejenak, "Hmm, gak perlu, jeng. Aku sudah siap semua. Terima kasih, ya jeng sebelumnya..."

Bu Camelia tersenyum, "Senang bisa membantu, jeng Anin. Sampai besok, ya..."

Bu Anindika mengakhiri panggilan, "Sampai besok juga jeng. Terima kasih..."

Stelah menutup sambungan telepon, Bu Anindika kembali ingin mengecek rumah Bu Siti, namun mobil mewah keluaran terbaru milik Agashtya sudah tak lagi terparkir di halaman rumah Bu Siti. Tapi, disaat Bu Anindika datang kerumah Bu Siti yang belum ditutup dan tak mendengar suara panggilan dari bu Anindika akhirnya bu Anindika memutuskan untuk langsung masuk ke dalam rumah bu Siti yang terlihat kembali sepi.

Netranya terkejut saat mendapati Kaniya dan Bu Siti tengah duduk berdua di ruang makan. Bu Anindika pun bertanya.

"Kaniya, apa yang kamu lakukan dirumah Bu Siti? Kenapa gak pulang kerumah?"

Kaniya tersenyum, "Aku cuma diajak makan bareng sama Bu Siti, Mah. Aku mau pulang, sih, tapi..."

Bu Siti ikut menjawab, "Iya, Bu Anindika. Kaniya saya undang untuk makan bersamaku. Aku minta dia mampir dulu tadi..."

Bu Anindika mengangguk, "Oh, gitu. Aku pikir ada apa, nih..."

Bu Anindika pun menanyakan tentang siapa pemilik mobil yang terparkir di halaman Bu Siti tadi, "Oh, iya. Tadi mama lihat mobil mewah terparkir di sini tadi. Siapa, sih, pemiliknya? Jangan bilang kamu kerja yang aneh-aneh ya diluar sana Kaniya!"

Bu Siti menjawab, "Oh, itu mobil nak Agashtya, Bu. Anak langganan batikku. Dia mampir sebentar tadi untuk ambil pesanan ibunya..."

Bu Anindika pandangannya pun menatap Kaniya anaknya itu dengan pandangan mengintimidasi, "Agashtya? Kenapa dia ke sini?"

Kaniya merasa sedikit tidak nyaman, "Mah, udah jangan berlebihan..."

Bu Anindika memotong, "Kita pulang, Kaniya. Sekarang..."

Kaniya pun berpamitan dengan santun dan berterimakasih pada Bu Siti, "Makasih banyak ya, Bu Siti, sudah ngajak aku makan bareng dan udah ngerokin aku. Aku pulang dulu ya, bu..."

Bu Siti tersenyum, "Iya nak sama-sama dengan senang hati, nak. Jangan lupa istirahat ya nak..."

Kaniya mengangguk dan mengikuti Bu Anindika keluar dari rumah Bu Siti, masih merasa tidak nyaman dengan pandangan Bu Anindika tadi.

Bu Anindika sebagai mama Kaniya pun mengomeli Kaniya, "Kaniya, kamu sakit kenapa nggak bilang-bilang? Kenapa harus Bu Siti yang tahu duluan? Kamu ini ya makin hari makin aneh aja tingkah kamu, kalau malam pulang kerja lari-larian gak jelas kayak dikejar setan, kalau pagi pas sarapan diajak ngobrol susah banget, sekarang pulang lebih awal bukannya langsung pulang kerumah malah bikin repot orang lain, kan kalau dirumah ada mama sama bik Lastri..." ucapnya sewot di setiap langkahnya

Kaniya membungkuk, "Maaf, Ma. Aku gak bakal ulangin lagi..."

Bu Anindika hanya memutar bola matanya jengah mendengarkan kalimat rayuan putri sulungnya itu yang baginya makin hari makin aneh dan benar-benar diluar prediksi BMKG menurutnya.

Shanaya yang tengah bersantai di ruang tamu sembari membaca sebuah novel yang baru saja dibelinya tampak heran saat melihat mamanya berjalan memasuki rumah sembari mengomel-ngomel diikuti oleh Kaniya yang tampak kacau.

"Ma, ada apa, sih? Kenapa mama ngomel-ngomel kayak gitu?"

Bu Anindika masih mengomel, "Kaniya sakit, nggak bilang-bilang. Baru ketahuan sama Bu Siti, bikin repot orang aja sukanya..."

Shanaya menatap Kaniya, "Kak, kamu sakit? Apa yang kakak rasain?"

Kaniya hanya menggelakkan kepala, masih merasa tidak enak badan.

Kaniya menjawab, "Aku cuma kecapekan aja, Shan. Cuma masuk angin biasa kok..."

Shanaya tersenyum, "Hmm, kalo gitu, mungkin kakak butuh dokter spesialis, kak. Cowokku dokter, lho, barang kali kakak mau berobat sama dia?"

Kaniya memukul ringan lengan Shanaya, "Shan, jangan gitu, deh..."

Bu Anindika masih mengomel, "Kaniya, kamu jangan main-main, ya. Kalau sakit, harus bilang sama mama..."

Shanaya ikut campur, "Iya, Kak. Mama bener. Kamu harus jaga kesehatan, lho..."

Kaniya hanya mengiyakan mereka berdua karena tidak ingin terus berdebat dengan mereka, terlebih kepalanya yang masih terasa berputar-putar saat ini.

Bersambooo...

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!