NovelToon NovelToon
Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sekretaris
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

" Tinggalkan saja pacarmu itu. Tampangnya saja seperti tukang galon"

"OHH tidak boleh menghina manusia begitu pak. Biar seperti tukang galon, tapi cinta saya melebihi samudra"

"Halah paling juga nanti kamu nyesal"

Haruna Kojima gadis keturunan Jepang yang biasa di panggil Nana. Setiap hari harus mendengarkan mulut judes bos nya. Siap lagi kalo bukan Abian Pangestu, pria bermulut pedas tidak pandang bulu laki-laki maupun perempuan dimatanya sama. Tapi untungnya Nana punya kesabaran setebal skripsi anak teknik. Jadi ucapan judes sang bos hanya seliweran angin lewat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dinner at Abian's house

Karena Davin dan Davina belum juga bisa dihubungi mungkin terlalu asyik menikmati waktu berdua Abian tidak punya pilihan selain membawa asisten pribadinya ikut serta.

Di sepanjang perjalanan, suasana mobil sangat tenang. Nana duduk di bangku belakang sambil menggendong Karel yang sudah tertidur pulas di pelukannya. Kepala kecil Karel bersandar nyaman di bahu Nana, sementara tangan Nana sesekali menepuk pelan punggung bocah itu agar tidak terbangun karena guncangan mobil.

Begitu sampai di kediaman besar keluarga Abian, mereka disambut oleh Mommy Lauren yang sedang bersantai di ruang tamu.

Lauren seketika berdiri, matanya membelalak melihat pemandangan di depannya. "Loh... Karel kok sama kalian?" tanya Lauren heran, bergantian menatap putra bungsunya dan asisten cantik di belakangnya.

"Kak Davin belum pulang, mom?" tanya Abian sambil meletakkan kunci mobil di atas meja.

"Belum, katanya masih ada urusan sampai malam," jawab Lauren.

"Sore, Tante," sapa Nana lembut.

Melihat betapa telatennya Nana menggendong cucunya, wajah Lauren langsung berbinar hangat.

"Ya ampun sayang... Kamu pasti capek ya jagain anak nakal ini seharian?" Lauren mendekat dan mengusap rambut Karel yang sedang bermimpi.

"Ayok ikut mommy pindahin dulu Karel ya ke kamarnya. Pulas banget itu," ucap Lauren, sambil menuntun Nana ke kamar Karel di lantai atas.

"Kok saya yang merasa ditinggal ya?" gumam Abian pelan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Beberapa menit kemudian, Nana turun bersama Mommy Lauren dari lantai atas. Mereka tampak asyik mengobrol, bahkan Lauren merangkul bahu Nana dengan akrab seolah sudah kenal bertahun-tahun.

Abian yang sudah siap dengan kunci mobil di tangannya langsung berdiri.

"Sudah selesai? Ayo Na, biar saya antar pulang. Sudah malam, kamu butuh istirahat," ajak Abian dengan nada kaku andalannya.

"Loh, kok langsung pulang? Nana makan malam di sini dulu ya," potong Lauren.

"Nana harus pulang, Mom. Dia sudah seharian di kantor, ditambah lagi ngurusin Karel. Dia pasti mau pulang ke kosannya."

"Harus makan malam di sini! Kasihan Nana udah capek jagain cucu Mommy. Masak cuma disuruh kerja terus diantar pulang gitu aja? Kamu ini nggak ada sopan-sopannya sama perempuan."

"Tapi Mom..." Abian mencoba memprotes lagi.

"Nggak ada tapi-tapi, Abian!" Lauren kemudian menoleh ke Nana dengan wajah manis. "Ya kan, Nana sayang? Kamu makan di sini ya? Tante sudah masak makanan enak."

Nana melirik Abian yang wajahnya sudah tertekuk, lalu kembali menatap Lauren. "Emm... sebenarnya saya nggak enak, Tante. Takut ngerepotin."

"Ayolah Mom!" seru Abian frustrasi. "Dia itu asistenku, bukan tamu undangan."

Lauren mendengus. "Justru karena dia asisten kamu yang hebat, dia harus diperlakukan istimewa di rumah ini. Sudah, kamu duduk sana, Bi! Nana, ayo ikut Tante ke meja makan."

Abian hanya bisa mengembuskan napas panjang dan melempar kunci mobilnya kembali ke meja. Ia terpaksa mengikuti mereka ke ruang makan, merasa kalah telak oleh kekuatan mutlak sang ibu.

Mommy Lauren terus-menerus mengambilkan lauk ke piring Nana, membuat gunungan nasi yang membuat Nana hanya bisa tersenyum pasrah.

Abian duduk di hadapan mereka, makan dalam diam, namun telinganya terpasang lebar-lebar.

"Nana, Tante perhatiin kamu telaten banget ya pegang Karel," buka Mommy Lauren sambil menyesap tehnya.

"Cantik, pinter kerja, sayang anak kecil lagi. Pasti yang antre jadi pacar kamu panjang ya?"

Abian langsung menghentikan gerakan sendoknya sesaat, lalu lanjut mengunyah dengan gerakan lambat.

"Nggak juga kok, Tante," jawab Nana merendah.

"Ah, masa sih? Perempuan kayak kamu nggak mungkin jomblo lama-lama," desak Lauren sambil melirik Abian dengan maksud tertentu. "Nana sudah punya pacar?"

Tepat saat itu, Abian sedang menenggak air putihnya.

"Ekhm! Uhuk! Uhuk!" Abian tiba-tiba tersedak sampai wajahnya memerah. Ia segera menaruh gelasnya dengan sedikit kasar dan berusaha meredam batuknya menggunakan tisu.

"Kamu ini kenapa sih, Bi? Minum itu pelan-pelan," tegur Lauren heran, lalu kembali menatap Nana penuh rasa ingin tahu.

"Belum pacaran sih Tante, tapi... lagi dekat dengan seseorang."

Ruang makan itu seketika hening. Abian yang tadinya sudah mulai tenang kembali menegang. Tangannya yang memegang garpu sedikit mengeras. Pikirannya langsung melayang ke buket mawar merah dari Naufal semalam.

"Oh ya? Orang mana? Atau klien Abian?" tanya Lauren bersemangat.

Nana tersenyum tipis, matanya melirik jahil ke arah Abian yang kini menatapnya dengan pandangan tajam yang tak terbaca. "Bukan Tante. Dia orangnya... agak kaku sih, terus sering bikin kesal. Tapi ya gitu, kadang-kadang perhatiannya nggak terduga."

"Kaku? Sering bikin kesal? Apa dia beneran maksudnya si Naufal? Tapi Naufal kan nggak kaku," batin Abian berkecamuk.

Selesai makan malam, suasana yang tadinya tenang tiba-tiba berubah saat suara guruh menggelegar di langit. Tak lama kemudian, hujan turun dengan sangat deras.

Bersamaan dengan itu, pintu depan terbuka. Davin dan Davina akhirnya datang dengan wajah segar dan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan.

"Halo semuanya! Kami kembali!" seru Davin riang sambil merangkul pinggang Davina.

Begitu melihat Nana dan Abian masih di ruang makan, Davina langsung menghampiri Nana.

"Nana, aduh maaf yaa. Terima kasih banyak ya sudah menjaga Karel. Pasti dia merepotkan sekali hari ini."

"Sama-sama, Kak. Karel pinter kok, cuma tadi sempat rewel sedikit," jawab Nana sopan sambil tersenyum.

Abian berdiri dari kursinya, melipat tangan di dada dengan wajah yang terlihat sangat kesal. "Lama amat sih datangnya? Kalian tahu nggak, saya sampai harus tunda rapat dan urusan kantor gara-gara anak kalian."

Davin mendekati adiknya, lalu menyenggol bahu Abian dengan jahil. Melihat wajah Abian yang ditekuk, Davin mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Santai, Bi. Berduaan sama istri menikmati surga duniawi itu butuh waktu lama. Nanti kalau kamu sudah nikah sama Nana, juga bakal tahu rasanya gimana," bisik Davin sambil mengedipkan sebelah mata.

"Jangan ngaco lo!" sentak Abian pelan, namun Davin malah tertawa terbahak-bahak.

1
Mundri Astuti
wayuluhhhhh keder dah si abi...pantes Nana fasih bhs jepang, lah bapaknya org jepang taunya.

author... author...up lagi bisa ta..🤭
penasaran 😄❤️
Mundri Astuti
yeee masa bos besar ga bisa cari tau, anak buahnya kemana
partini
aduh kerja Ampe lupa ibu,,itu ga baik tapi udah ga ada mau gimana lagi so sad ini
Asyatun 1
lanjut
Mundri Astuti
lah si Abi gengsi di gedein, suka bilang aja, digaet yg lain baru tau nanti
Fbian Danish
up LG Thor....💪
Asyatun 1
lanjut
partini
cemburu dah
Asyatun 1
lanjut
partini
wah ternyata gang jobles jomblo ngenes 🤣🤣,,
ig: denaa_127
Covernya ngga sesuai ih🤣
Asyatun 1
lanjut
partini
siapa itu ,,semoga temen nya pak Bian biar ga sengaja ketemu di kantor
Nina Malik
seru banget sih bahasa nya lucu,tidak membosankan dan bikin gereget🥰🥰🥰
Asyatun 1
lanjut
partini
good story
partini
darting Mulu masa,,
Nana ga ada teman laki Thor kayanya asik deh kalau satu tempat kerja ketemu teman lama
Ani
gede gengsi
Fbian Danish
lanjut kak author.. ceritanya bagus,seru... lucu.❤️❤️❤️❤️
partini
KA Bali pakai paspor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!