NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasutan

Di sebuah apartemen mewah yang menghadap ke arah laut, tempat yang seharusnya memberikan ketenangan, suasana justru terasa seperti kawah gunung berapi yang siap meledak.

Kharel Renaud melemparkan tasnya ke dinding hingga menimbulkan bunyi dentuman keras. Napasnya memburu, wajahnya yang cantik kini memerah karena amarah yang tak terkendali.

Pemandangan di parkiran kampus tadi terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Zane yang tertawa, Zane yang membukakan pintu, dan yang paling menyakitkan, tatapan dingin Zane yang menganggapnya seolah-olah ia hanyalah debu di jalanan.

"Sialan kau, Salena! Siapa kau ? berani mengambil apa yang menjadi milikku?" teriaknya pada ruangan yang kosong.

Kharel berjalan menuju meja rias, menatap bayangannya di cermin. Ia mengambil sebuah botol parfum kaca yang berat dan nyaris melemparkannya ke arah cermin, namun ia berhenti. Sebuah seringai licik perlahan merekah di bibirnya yang dipulas lipstik merah darah.

"Kau pikir kau menang karena dia membawamu dengan mobil itu?" gumamnya dengan nada suara yang rendah dan penuh racun. "Zane tidak akan pernah menjadi milikmu jika Phoenix masih bernapas di bumi ini."

Kharel tahu persis titik lemah dalam hubungan segitiga yang rumit ini. Titik lemah itu bukan pada Zane yang keras kepala atau Salena yang sok tahu hukum, melainkan pada Phoenix Valois, pria yang mencintainya dengan cara yang menyedihkan dan merusak.

Ia meraih ponselnya, jemarinya yang lentik menari di atas layar untuk menghubungi Phoenix. Sebelum menekan tombol panggil, Kharel menarik napas dalam-dalam, mengatur suaranya agar terdengar serak dan penuh isak tangis yang meyakinkan. Begitu sambungan terhubung, Kharel tidak menunggu Phoenix menyapa.

"Phoenix... tolong aku," isaknya dengan nada yang sangat memilukan, seolah-olah ia baru saja mengalami trauma hebat.

"Kharel? Ada apa? Kau di mana?" suara Phoenix terdengar panik dari seberang sana.

"Zane... dia hampir membunuhku tadi di kampus, Phoenix," katanya dengan suara yang dibuat bergetar hebat.

"Dia membawa mobil balap itu dan mengejarku di parkiran. Dia menghinaku di depan semua orang, Phoenix. Dia bilang... dia bilang kau adalah pecundang yang menyedihkan karena masih mengharapkanku."

Hening sejenak di seberang telepon. Kharel bisa merasakan amarah Phoenix mulai menyulut melalui kebisuan itu.

"Dia bilang begitu?" tanya Phoenix dengan suara yang kini terdengar berat dan berbahaya.

"Iya, Phoenix. Dan yang lebih parah, Salena... wanita itu. Dia tertawa melihatku ketakutan. Mereka berdua sengaja memamerkan kemesraan hanya untuk membuatku, dan membuatmu, merasa terhina," ucap Kharel lagi, kali ini ia menambahkan sedikit bumbu kebencian.

"Zane bilang padaku, Katakan pada Phoenix, aku sudah mengambil semua yang berharga darinya, dan sekarang aku mengambil harga dirinya juga."

"Cukup, Kharel!" bentak Phoenix di seberang telepon. Kharel bisa mendengar suara gelas yang pecah di latar belakang, tanda bahwa Phoenix baru saja melampiaskan emosinya.

"Zane sudah keterlaluan. Aku memaafkannya karena aku pikir dia benar-benar ingin berubah, tapi dia justru menggunakan wanita itu untuk menyerang kita?" gumam Phoenix, suaranya kini dipenuhi dendam yang kembali membara.

Kharel tersenyum lebar di balik ponselnya, meski suaranya tetap terdengar seperti orang yang sedang meratap. "Aku takut, Phoenix. Mereka punya kekuatan di sini. Aku merasa tidak aman. Salena bilang dia akan menggunakan kekuasaan keluarganya untuk melenyapkanku jika aku terus berada di dekat Zane."

"Dia tidak akan menyentuhmu, Kharel. Aku bersumpah," tegas Phoenix. "Aku akan menemuinya. Aku akan membuat Zane sadar bahwa memiliki wanita baru tidak memberinya hak untuk menghinaku. Dan Salena... dia harus tahu siapa yang dia tantang sebenarnya."

"Terima kasih, Phoenix. Hanya kau yang selalu ada untukku," katanya dengan lembut sebelum mematikan sambungan telepon.

Kharel meletakkan ponselnya di atas meja dengan perasaan puas. Ia berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap lampu-lampu kota Reykjavik yang mulai menyala di kejauhan.

"Zane, kau ingin melindungi saudaramu, bukan?" gumamnya sambil menyesap sisa sampanye yang ada di gelasnya. "Mari kita lihat, seberapa kuat perlindunganmu saat saudaramu sendiri datang untuk menghancurkan kebahagiaanmu."

Kharel tahu, Phoenix yang sedang marah adalah senjata paling mematikan yang ia miliki. Dengan satu hasutan ini, ia telah memicu kembali perang antara dua sahabat yang baru saja berdamai. Dan di tengah kekacauan itu nanti, ia akan memastikan Salena Blair Ashford adalah orang pertama yang akan terbakar habis.

"Ayo kita mulai permainannya, Es Islandia," bisiknya dengan penuh kebencian.

🌷🌷🌷 Happy reading dear 🥰🥰

1
Xiao Lian Na ¿?
Aduh gaberani bacaa
falea sezi
suka deh g bertele tele g ribet q ksih hadiah
falea sezi
licik tp q suka andai feo pinter pasti dia g mati tragis sayang dia lemah entah niru siapa sifat goblok nya.. gk kayak katya yg badas
Xiao Lian Na ¿?
Baperrr😍
falea sezi
rencana sempurna
falea sezi
pdhl keluarganya zaen berpengaruh masak ngilangin benalu yg bunuh anak nya g bs lemah amat
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
Epha Yusra
ceritanya bagus... berbeda...
Vina Vina
Sedihnyaaaa...../Sob/
falea sezi
Zane sebenarnya suka Karel. gk sih Thor
Anisa Muliana
padahal keluarga Vance berpengaruh di New York masak gk ada pembalasan utk si penabrak? kenapa rasanya kayak pasrah aja gtu..dan yg bergerak utk membalas malah Katiya..😌
Anisa Muliana
ditunggu update ceritanya thor..😁
Anisa Muliana
serius ceritanya seru thor😍 dan bikin deg"an bacanya Krn gk bisa nebak alurnya kyk gmna..
Anisa Muliana
sepertinya seru ceritanya thor😊
sakura
...
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
anggita
tato yg keren😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!