NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

"Kalau bukan untuk Melin, lalu buat siapa ma. Lagian kak Asa dan Isabel punya rumah sendiri, buat apa mama bikin ruangan sebesar ini". Protes Melinda.

"Tentu saja buat Ray dan Leana".

"Saya nggak mau menantu saya punya kamar yang biasa aja, bisa-bisa nggak betah nanti dia di sini".

"Loh, leana mau nikah sama Ray, jangan ma Leana itu pembawa masalah".

"Masalah? Yang ada Ray itu beruntung dapat dia".

"Beruntung gimana sih ma, lagian asal usul dia juga nggak jelas".

"Duh Melin ngelawak kamu ya". Tawa nyonya Wilder

Wajah Melinda memerah karena tawa ibu mertuanya itu.

Suatu kebetulan Adrian yang berada di kamarnya sedang menangis, bibi dirumah Wilder dengan sigap menghampiri Adrian.

"Kenapa bibi yang ngurus anak kamu? Apa pekerjaannya sudah selesai?".

"Aku yang meminta bibi untuk mengurus anakku ma". Melinda duduk santai di ruang santai.

"Apa? Lalu yang bayar bibi untuk pekerjaan ekstra begitu siapa, Reno?".

"Beliau ikhlas kok ma jagain Adrian".

Nyonya Wilder merasa heran, apa ada orang yang ikhlas tanpa di bayar untuk menjaga seorang bayi? Dia juga bertanya-tanya apa Melinda belum tau bahwa Ray bukanlah anaknya.

Ray datang kerumah utama dengan membawa undangan pernikahannya dengan Leana untuk di serahkan kepada mamanya.

"Ini ma".

"Ada berapa ini Ray",

"1.000 undangan kan?".

"Ya ya ya, persiapannya bagaimana Ray".

"Sudah ma, oh iya kamar kami bagaimana?".

"Harusnya selesai dengan cepat, tapi ada yang mengacaukannya".

Nyonya Wilder melirik ke arah Melinda yang sedang asik menikmati cemilannya sambil sesekali melirik ke arah Ray.

"Ganteng banget sih". Batin Melinda

"Tapi kamu tenang aja bakal selesai kok ini sebelum pernikahan kamu sama Lea".

"Ya sudah ma, aku pamit ke kantor dulu ya".

"Iya hati-hati".

Leana akan melangsungkan pernikahannya dengan Ray, tapi Melinda merasa was-was karena mereka akan sering bertemu.

"Melin ini undanglah orang tuamu". Nyonya Wilder memberikan undangan pernikahan Ray dan Lea yang akan berlangsung hari minggu nanti.

"Iya ma, Melin akan kasih ke orang tua Melin, oh iya ma apa nggak ada baju keluarga begitu? Ku lihat pernikahannya di gedung mewah".

"Ada, Isabella yang menyiapkannya".

"Cih, aku nikah aja nggak ada acara baju-baju keluarga apa lagi undangannya dan tempatnya mewah begini, kenapa Leana lebih spesial dari pada aku? Kan aku yang mengandung duluan cucu keluarga ini". Kesal Melinda dalam benaknya.

(Sayang, kamu tau nggak Lea akan menikah dengan kakak kamu Ray?). Pesan Melinda pada Reno

(Sudah, di kantor ayah lagi heboh membahas pernikahan mereka). Balasnya

(Hah kok heboh, perasaan kita menikah dulu nggak begitu).

(Nggak tau, udah aku mau kerja lagi).

Bosan karena tidak ada kerjaan Melinda kembali kekamarnya.

"Kenapa Adrian bu?". Tananya pada sang ibu terlihat ada ruam di tangannya.

"Eh ini tadi dia kebentur".

"Duh kok bisa sih bu, apa kata Reno nanti".

Meliat keadaan Adrian yang mengalami ruam seperti habis terbentuk benda keras, apa ini pengebab Adrian tadi menangis sangat keras.

Sementara itu di kantor tuan Wilder.

Para karyawan sibuk membicarakan pernikahan Ray dan Leana yang begitu mewah bahkan saat pernikahan Asael dan Reno tidak semewah itu.

"Reno bukannya Leana itu katamu mantanmu ya? Kok sekarang dia nikah sama kakak keduamu, katamu dia cuma main-main kok jadi serius".

Tanya teman kerja Reno

"Mana ku tau, lagian buru-buru banget mereka menikah".

"Kalau sudah jodoh mau bagaimana?".

"Alen, jangan bahas mereka".

"Kenapa cemburu kamu mantan nikah sama kakak kamu?". Goda Alen

"Istriku lebih cantik dari dia". Bela Reno

"Oh ya, antara aku dan istri kamu siapa yang lebih cantik?". Tanya Alen

Reno terdiam sejenak, teman sekantornya ini memang lumayan manis, walaupun tidak secantik Leana ataupun Melinda.

Alen yang baru masuk di kantor sering mendekati Reno dengan alasan pekerjaan.

"Ren, mau makan siang bareng tidak".

"Yang kemarin lagi".

"Ih bukan, ada toko baru, ya".

"Ya udah".

"Nah gitu dong, dari pada cemberut terus kamunya nanti hilang loh gantengnya". Goda Alen lagi.

Gadis muda fressguard, pintar, bahkan memiliki wajah manis berambut panjang hitam pekat, memiliki tutur kata yang manis dan sopan, dia juga mudah berteman.

Reno dan Alen pergi makan siang di sebuah restoran baru di dekat Mall, Alen memilih tempat yang agak jauh dari kantor agar tidak menjadi bahan gosip orang-orang kantor tentangnya yang mendekati suami orang.

Alen mendekati Reno agar semua pekerjaany di kantor dapat cepat selesai dan ternyata Reno mudah dia dekati hanya bermodalkan kata-kata manis dan sedikit menggoda.

"Gimana Ren enakkan".

"Hmmm enak Len, kamu tau dari mana ada resto baru ini".

"Dari temanku. Setelah ini kita kemana? Masih ada waktu 1 jam lagi nih".

"Kamu maunya kemana?". Tanya Reno pada Alen

"Keliling-keliling kota yuk, nanti aku yang isi bensin kamu".

"Ya udah".

Keluar dari Resto keduanya memasukki mobil dan pergi jalan-jalan sekedar menghilangkan penat pekerjaan mereka.

"Kamu nggak punya pacar Len?". Tanya Reno pada Alen

"Pacar ya, nggak sih aku masih single".

"Masa cewe kayak kamu belum punya pacar".

"Dulu punya sekarang udah putus".

"Putus kenapa nih". Tanya Reno penasaran

"Dia selingkuh, tapi ya udah lah aku males bahas dia".

"Masa sih cewe secantik kamu di selingkuhin".

"Buktinya dia selingkuh".

"Iya iya". Reno mengusap kepala Alen.

Melihat body Alen Reno jadi salah tingkah sendiri. Gadis muda memang lebih menggoda iman dirinya.

Mereka mampir di sebuah taman tapi Alen enggan untuk turun.

"Kenapa nggak turun Len".

"Panas, mending di dalam aja".

"Ya ampun".

"Mas Ren, kita berdua begini apa nggak di marahin istri kamu?".

Reno merasa heran dengan panggilan Alen padanya.

"Aku juga sudah bosan sama dia, tiap hari yang dia bahas hanya masalah uang, katanya dia anak orang kaya tapi orang tuanya aja nggak pernah datang mengunjungi dia".

"Apa mungkin dia bohong mas?". Alen mendekatkan dirinya pada Reno

"Aku juga sedang menyelidikinya, tapi Len tolong jangan dekat-dekat".

"Ah maaf mas, habisnya aku kepo banget".

"Mana dia nggak ngapa-ngapain dirumah, perawatan dia juga mahal banget, sedangkan kamu tahu sendiri kan gaji kita ini berapa".

"Iya mas, duh kasihan banget sih kamu punya istri begitu".

Alen mulai bergelayut manja di lengan Reno mencoba menenangkan lelaki itu, karena perlakuan ini Reno sampai lupa bahwa dia punya istri dan anak dirumahnya.

"Ya ampun Alen, kenapa kamu begini".

"Mas Reno".

"Ya Len".

Tiba-tiba Alen mencium Reno tanpa basa basi Reno membalas ciuman Alen seperti perasaan yang menggebu dan hasratnya sebagai lelaki memuncak membuatnya tidak bisa mengendalikan diri.

"Ih mas Reno nakal".

"Kamu sendiri yang memulai", peluknya pada Alen.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!