Sin liong yg terkenal pendekar pedang naga langit,terluka akibat ingin menyelamatkan anak ajaib yg di perebutkan oleh dunia persilatan, anak yg istimewa dengan kekuatan besar di dalam tubuhnya..
Menjadi perebutan para pendekar di dunia persilatan, akhirnya sin liong berhasil menyelamatkan anak itu, dan mengasingkan diri ke pulau yg tidak berpenghuni, di pulau es..
Sin liong jg menemukan sebuah mayat yg masih utuh dan sebuah kitab, yg sudah berusia ratusan tahun.
Ikuti kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BilQis Natasya Putriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMBUNYI
para gadis itu tidak menyadari kalau sepasang mata sedang memperhatikan mereka yg sedang lagi mandi di danau itu.
jantung cia tong lay berdebar debar, dia lalu mengalihkan perahatian ke arah lain. saat dia mengalihkan pandanganya, di situlah seorang dari wanita itu mengetahui kalau selain mereka berdua ada seorang lelaki yg sedang di sebuah pohon sambil memperhatikan mereka.
" yin cici ada orang yg mengintip."
" apa??"
dia pun menoleh kearah adik pohon yg di tunjuk oleh adik seperguruanya.
" mati aku sebaiknya aku harus pergi dari sini."
saat cia tong lay ingin pergi, dia menyadari kalu semua pakainya masih di jemur.
dan dia hanya memakai celana pendek saja.
saat cia tong lay sedang kebingungan, sebuah ranting meluncur dengan cepat kearah dia cia tong lay sangat terkejut membuat keseimbangan tubuhnya goyah, sehingga dia pun terjatuh dari atas pohon.
tetapi dengan ilmu ginkang yg sangat tinggi, walaupun dia masih dalam terkejut, dia pun berhasil salto dan kakinya mendarat ke tanah tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
" yin cici, dia terjatuh dan terkena lemparan yin cici."
" entahlah cin moy, mari kita lihat kesana. siapa orang yg berani mengintip kita lagi mandi biar kita laporkan pada subo kalau asrama pria berani masuk ke daerah asrama wanita."
" tapi yin cici, bukankah kita juga di larang untuk datang ke tempat ini? bagaimana kalau subo tahu kita sudah melanggar peraturan juga hukuman pasti akan di jatuhkan kepada kita yin cici."
" tapi.. cin moy?"
ciu yin tidak melanjutkan kata katanya, dia hanya bisa menggeram kepada orang yg telah berani mengintip mereka.
" cin moy , mari kita buat perhitungan kepada orang itu."
mereka pun mencari lelaki yg sudah berani mengintip mereka. tetapi ketika mereka telah sampai di pohon tempat lalaki itu terjatuh, mereka hanya menemukan rumput dan ranting yg tadi di lemparkan oleh ciu yin.
" yin cici, kemanakah lelaki itu menghilang, dia tidak meninggalkan jejak kakinya."
" entahlah cin moy, mari kita cari manusia yg tak tau malu itu."
mereka pun, mencari cia tong lay yg sudah bersembunyi di sebuah pohon
jantung cia tong lay sangat berdebar, bisa saja dia meninggalkan tempat itu dengan mudah, tetapi karena dia hanya memakai celana pendek dan pakaianya masih di jemur di pinggir danau dia hanya pasrah dan bersembunyi di balik sebuah pohon.
" yin cici..kemarilah.."
" ada apa cin moy, apakah kamu sudah menemukan lelaki biadap itu??"
ciu yin pun mendekati tao cin.
" lihatlah yin cici."
sambil menunjuk bebrapa pakain yg di jemur dan hampir mengering.
" pakaian siapakah itu cin moy?"
" entahlah yin cici, apakah itu pakaian lelaki itu."
" mari kita periksa cin moy."
mereka pun mendekati pakaian cia tong lay, dan memeriksanya."
" lihatlah yin cici benar ini mungkin pakaian dari lelaki itu."
mereka menemukan, sebuah golok yg ujungnya berbentuk kepala naga dengan ukiranya naga di sarung golok itu juga sangat indah.
" ini golok pusaka cin moy."
" mungkin yin cici disini juga ada sebuah kitab, yin cici."
tao cin menemukan dua buah kitab tidak jauh dari golok itu.
tao cin lalu membuka isi kitab itu, tetapi dia tidak mengerti tulisan kuno yg terdapat di dalam kitab itu.
ciu yin pun mendekati tao cin, lalu dia melihat isi kitab itu.
" jurus pedang sakti??"
ciu yin hampir saja terjatuh, saat membaca judul dari buku itu.