NovelToon NovelToon
Romeo Love Story

Romeo Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: ryuuka20

Romeo bukanlah tokoh dalam dongeng klasik yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia hanyalah seorang pemuda biasa, anak tunggal yang hidup tenang dalam rutinitasnya. Namun, hidupnya mendadak berubah ketika sang nenek—satu-satunya keluarga yang ia miliki—mengatur sebuah perjodohan untuknya. Romeo menolak secara halus, tetapi tak mampu membantah keinginan nenek yang sangat ia hormati.

Tanpa ia sadari, gadis yang dijodohkan dengannya ternyata bukan orang asing. Ia adalah Tina—sahabat masa SMP yang dulu selalu ada di sisinya, yang bahkan pernah menyelamatkannya dari tenggelam di kolam renang sekolah. Namun waktu telah memisahkan mereka. Kini, keduanya telah tumbuh dewasa, dan pertemuan kembali ini bukan atas kehendak mereka, melainkan takdir yang disulam oleh tangan tua sang nenek.

Tapi, Romeo merasa ada yang berubah. Tina yang kini berdiri di hadapannya bukan lagi sahabat kecilnya. Dan yang lebih membingungkan, perasaannya pun mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuka20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Istri Ngambek

Romeo memperhatikan penampilannya sendiri memang ia memakai celana pendek. Tina menghentakkan kakinya lalu keluar gerbang rumahnya mereka berjalan dengan angin malam, Romeo belum menjawabnya dan segera menyusul Tina. "Tina Lo mau makan apa?" tanya Romeo pada Tina yang semakin cemberut.

Tina hanya mendengus dan tidak menjawab, masih menyimpan rasa kesal di dalam hati. Ia terus berjalan dengan langkah cepat, sementara Romeo mengikuti dari belakang dengan wajah penuh rasa bersalah.

Setelah beberapa langkah, Tina akhirnya berhenti di depan sebuah restoran sederhana dengan dekorasi yang cukup menarik. Tanpa berkata apa-apa, ia masuk langsung ke dalam. Romeo mengikuti dengan hati-hati, merasa tidak nyaman dengan penampilannya yang terlalu santai di tengah suasana restoran yang cukup mewah.

"Sini duduk," kata Tina dengan nada dingin saat menemukan meja kosong. Romeo segera duduk di hadapannya, lalu menoleh ke sekeliling dengan wajah sedikit malu melihat para tamu lain yang berpakaian rapi.

Pelayan datang membawa menu, dan Tina langsung memesan makanan tanpa menanyakan pendapat Romeo. Saat pelayan pergi, Romeo akhirnya membuka suara, "Maaf ya, Tin... gue beneran lupa soal penampilan. Tadi fokus banget sama pekerjaan sampe gak mikir apa-apa."

Tina melihatnya dengan tatapan campuran kesal dan sayang. "Gue dandan dari sore, Reo. Gue kira malam ini spesial karena kita jarang bisa keluar bareng. Tapi Lo malah kayak baru bangun aja," ujarnya pelan.

Romeo meraih tangan Tina di atas meja. "Gue tau, tapi gue minta maaf ya. Besok kita pergi lagi ya, kali ini gue dandan juga yang ganteng."

Tina menghela napas, lalu sedikit tersenyum. "Tapi janji ya, jangan sampai ada lagi alasan kerja yang bikin Lo lupa sama janji kita."

Romeo mengangguk erat. "Janji! Sekarang mari kita nikmati makan malam ini aja dulu ya, biar kamu nggak cemberut terus kayak itu," ujarnya dengan sedikit candaan, membuat Tina akhirnya tertawa kecil.

...****************...

Setelah menyelesaikan makan malam, mereka memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki karena restoran hanya berjarak dekat dari rumah. Angin malam yang sepoi-sepoi menerpa wajah, membawa kesegaran yang menghilangkan rasa lelah setelah menyantap hidangan.

Tak lama kemudian, udara menjadi lebih dingin dan menyelinap ke dalam lapisan pakaian tipis yang dikenakan Tina. Romeo menghela napas perlahan, segera membuka jaketnya dan lembut menyandarkannya di bahu istrinya. "Kan sudah bilang jangan pakai baju tipis, lihat aja rok lo yang pendek itu," ucapnya dengan nada khas yang sedikit mengkritik, meskipun ia tahu betul bahwa Tina memang menyukai celana atau rok pendek, hanya saja biasanya pada kesempatan yang tepat. Misalnya di depan Romeo.

Tina sedikit mendengus namun tetap mendekatkan tubuhnya pada Romeo, menikmati kehangatan jaket suaminya. "Ini juga gara-gara Lo... bahkan gue dandan demi Lo." jawabnya dengan nada yang sedikit membela diri.

Romeo mengernyitkan alis lalu tersenyum hangat, hatinya terasa tersentuh meskipun Tina bicara dengan nada kesal—justru sikap seperti itu yang membuatnya merasa dekat dengan istrinya. Ia menggeleng kepala perlahan dan mulai mengusap pundak Tina dengan lembut.

"Tapi lain kali ya, jangan lagi pakai pakaian tipis dan rok pendek kalau keluar malam. Kalau mau pergi kemana-mana, ingat untuk membawa jaket sendiri. Jangan suka seenaknya sama cuaca," ujarnya dengan nada yang terdengar seperti menyuruh, namun penuh dengan perhatian yang tulus.

Tina mengangguk pelan, kemudian meraih tangan Romeo yang ada di sampingnya dan menggenggamnya erat. "Lo memang suka banget ngomel... Tapi gue suka banget." ujarnya sambil menunjukkan senyum kecil yang membuat Romeo ikut tersenyum lebar.

Tanpa di sadari ada seseorang yang memotret mereka diam-diam. "Bos, lapor Romeo dan Tina kembali dekat saja seperti biasa," kata salah satu anak buah yang masuk ke ruangan tertutup dengan langkah hati-hati.

Pria itu mengambil foto yang baru saja dikirimkan, melihatnya sambil tertawa pelan dengan wajah yang menyeringai sinis. Ia mengoceh sendirian sambil menggelitik permukaan gelas whisky di depannya,"Oke lah... Romeo sekarang boleh aja seneng-seneng bareng dia. Tapi Lo jangan seneng dulu ya... Belum tau besok bakal ada apa aja yang gue siapkan buat Lo. Cukup tunggu aja, nanti Lo bakal tau kalau ngambil apa yang punya gue itu salah besar."

Sambil berkata itu, ia menoleh ke arah anak buahnya dengan tatapan yang menjijikkan, "Terus pantau mereka berdua. Jangan sampai ada satu pun gerakan mereka yang luput dari mata gue. Kita akan main perlahan-lahan, biar Romeo nggak nyadar sama sekali sampai terlambat."

...****************...

Romeo dan Tina sampai di rumah, "Ouh ya lo langsung tidur aja ya..." kata Romeo pada Tina, "Tapi temenin ya..." kata Tina lagi yang menarik tangan suaminya.

Tiba-tiba saja handphone Romeo berdering, ia menjawab telepon sebentar sambil berjalan menjauh sedikit agar suara tidak terlalu keras. Tina duduk di tepi kasur, menatapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.

Setelah beberapa saat Romeo menutup telepon dan menghadap Tina dengan wajah serius. "Kenapa?" tanya Tina dengan nada cemas.

"Tina, besok ada pertemuan penting sama klien besar dan juga meeting kantor. Malahan gue langsung disuruh buat materi presentasi sama rundown acara dari awal sampai akhir... Katanya kliennya mau lihat hasilnya besok sore," ujar Romeo dengan suara penuh kesusahan, tahu bahwa ini akan membuat Tina kecewa lagi.

"Trus?" tanya Tina dengan nada pelan tanpa menghadapkan wajahnya ke arah Romeo.

"Ya gue mau ke ruang kerja sebentar aja...." jawab Romeo yang berdiri di ambang pintu, matanya terus memperhatikan sosok istrinya yang sudah mulai berbalik badan.

Tina tak menjawabnya, sudah masuk dalam selimut dan menyembunyikan wajahnya di bantal. Romeo tahu pasti ia ngambek lagi karena harus meninggalkannya lagi. Tapi ia juga tidak punya pilihan – besok harus pagi-pagi ke kantor, dan mungkin nanti malam bisa merayu istrinya agar tidak marah terus. Dengan hati yang berat, ia perlahan menutup pintu kamar dan berjalan menuju ruang kerja di lantai bawah.

...****************...

Agus

online

Hari ini

Romeo

Sayang, maaf banget soal malam ini.

Gue nggak bisa nepatin janji kita, gue

bawain es krim coklat favorit lo, kayak

dulu.

17:56

Agus

Sayang??

17:56

Dih

17:56

Ingkar janji mulu

17:56

Apa pantas manggil gue 'sayang'?

17:57

Romeo

Lo itu istri gue yang paling cantik

17:57

Agus

Iya tau

17:57

Tapi Lo ingkar janji

17:57

Es krim coklat itu gak mempan lagi

Reo

17:57

...****************...

Agus

online

Iya tau

17:57

Tapi Lo ingkar janji

17:57

Es krim coklat itu gak mempan lagi

Reo

17:57

Mungkin kita masih lugu waktu itu

17:57

Gue nerima aja tuh es krim coklatnya

17:57

Tapi sekarang kita udah dewasa Reo

17:58

Tau apa itu kecewaaa

17:58

Apa itu di ingkari berkali-kali

17:58

Romeo

Maaf ya Tina

17:58

Agus

Gue gak bisa Nerima maaf Lo Reo

17:58

Romeo

Trus Lo mau apa?

17:58

Agus

online

Romeo

Trus Lo mau apa?

17:58

Agussayang gue minta maaf banget.

Gue tau gue udah sering ngecewain lo

akhir-akhir ini. Pekerjaan bikin gue

lupa sama hal yang lebih penting—lo

dan keluarga kecil kita. Gue nggak

mau hubungan kita rusak cuma

gara-gara gue terlalu sibuk. Tolong,

beri gue kesempatan buat benerin

semuanya. Gue bakal lebih perhatian,

lebih ada buat lo. Lo segalanya buat

gue, dan gue janji nggak akan bikin lo

kecewa lagi. Please, kita rujuk, ya.

17:59

Agus

Iya

18:00

Lupain aja

18:00

Romeo

Gue ke kamar ya

18:00

Agus

Terserah

18:00

Romeo

Peluk ya

18:00

...****************...

Romeo berjalan pelan menuju kamar, berharap bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk Tina. Namun, saat ia membuka pintu, ia melihat Tina sudah tertidur. Wajahnya yang terlihat tenang dalam tidur seolah menyembunyikan rasa kecewa dan lelah yang dirasakannya. Perasaan bersalah menyusup ke hati Romeo, mengingat semua janji yang ia buat namun belum ditepati.

Tanpa suara, Romeo berbaring di sebelah Tina. Perlahan, ia memeluk tubuhnya erat dari belakang, merasakan kehangatan istrinya yang selalu setia meski ia sering kali abai. Ia membisikkan kata-kata penuh penyesalan dan tekad ke telinga Tina, meski ia tahu Tina mungkin tak mendengarnya.

"Maafin gue, Na. Gue janji akan lebih bijak dengan waktu gue. Gue nggak mau lo merasa sendirian lagi. Mulai sekarang, gue akan lebih banyak di sini, buat lo dan buat keluarga kita."

Meski Tina tak merespons, pelukan Romeo semakin erat, seolah ingin menenangkan hatinya sendiri. Dalam keheningan malam itu, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan berubah, bahwa keluarga kecil mereka akan menjadi prioritas di atas segalanya.

1
💕кαѕу¢нαη❀ ⃟⃟ˢᵏ
ceritanya bagus, bikin baper
💕кαѕу¢нαη❀ ⃟⃟ˢᵏ
teh emang enak, apalagi sambil makan kue.. beih enak banget pasti nikmat
Ria Irawati
aaaa Zayanggg gk tuh
Panda%Sya🐼
Teh emang mantap di makan sama kue /Applaud/
Suo
Aku suka cerita Tina sama Romeo, jadi senyum senyum sendiri/Proud/
Suo
awww🥺🥺
Suo
Malam pertama kok mabok/Sob/
j_ryuka
santailah, 🤭
Kim Umai
jadi kamu mau istri kamu ngapain Romeo?
ininellya
AdUH Aku ga denger😭🙈
Hafidz Nellvers
Alurnya mengalir dengan rapi, nggak terasa dipaksakan. Transisi antar adegan juga halus. keren deh pokoknya
Hafidz Nellvers
masih muda udah oon🤣
Hafidz Nellvers
agus agus 😭
SarSari_
Ini bukan cinta pandangan pertama, tapi cinta yang tumbuh dari masa lalu. Premisnya sederhana tapi kuat banget secara emosional.

smngt kakak....
SarSari_
Adegan danau + pengakuan pelan-pelan itu dapet banget vibes sedihnya. Romeo akhirnya cerita, dan itu artinya Tina orang yang dia percaya. Tina di sini bukan cuma pendengar, tapi pegangan emosional Romeo. So sweet...😭😭
Kim Umai
awalnya kukira ini Romeo yg di cerita Disney wkwk, tapi keren kalian baca sendiri deh kalau penasaran
Kim Umai
nah kan, tiati Tina 🤣
Blueberry Solenne
iya pastinya ini kisah Romoe dan Tina, bukan sama Juliet wkwkwk
Vanillastrawberry
setiap baca tulisan Agus yang mampir di otak ku malah min yoongi BTS, agust d si kulkas berjalan 🤣🤣🤣
Vanillastrawberry
woi lah, cewek cantik di panggil Agus, bener bener lu ye roma kelapa 😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!