Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Xavier Adalah Bayangan Kayanya
Kayana tiba di negara S, dia berada i balkon kamarnya, berdiri menatap halaman rumahnya, angin menyapu wajahnya, rasa sejuk di wajahmu terasa begitu nyata. Tetapi dia merasakan perasaan yang tidak enak, dia merasakan ada sesuatu yang ganjil yang dia rasakan. Namun dia belum menemukan titik terang dari perasaan yang dia rasakan.
Kayana tidak tahu, dunianya yang terlihat hening, ada sebuah pergeseran tak kasat mata namun nyata, seperti roda gigi raksasa yang menemukan porosnya. Dia tidak tahu langkah yang dia ambil akan tambah mengubah alur dan arah hidupkan selamanya, terikat oleh pangeran xavier yang berkuasa.
"Kenapa perasaan ku tidak tenang ya? seakan-akan ada yang mengganjal di hati. Melarikan diri kan supaya tenang dan bebas. Tetapi kok aku merasa---." Ucapnya terhenti. Dia melihat pemandangan langit di depannya.
Alih-alih merasa lega, bisa melarikan diri. Kayana merasa ada kesunyian yang dipaksakan untuknya. Kayana teringat bisikan pangeran xavier. Kemanapun kamu melangkah, aku adalah bayangan mu." Kayana bergidik ngeri merasakannya.
"Tidak, aku yakin hidupku sekarang sudah tenang, aku tahu sifat pangeran xavier. karena aku membuat obsesi di dalam novel itu tidak terlalu besar sama kekasihnya. Aku yakin dia sekarang bersama aluna cintanya." Gumamnya mencoba bersemangat.
Sedangkan di sebuah mansion.
Aruna sedang menahan amarahnya, melihat layar ponselnya yang mulai meredup, menyisihkan wajahnya yang mulai mengeras. puluhan panggilan tak terjawab dan puluhan rentetan pesan yang berakhir dengan tanda centang satu berwarna abu-abu. Dia meremas ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih.
Hening adalah jawaban menyakitkan yang dia terima. Setiap detik yang berlalu tanpa balasan adalah tamparan bagi harga dirinya. Rasa kecewa itu hanya bertahan sedetik, sebelum berubah menjadi kemarahan yang dingin dan terhitung. Seakan ada petir yang menyambar matanya, selaras dengan badai amarah yang mulai membakarnya.
Dia melempar ponselnya diatas kasur dan bangkit dari kasurnya berjalan menuju cermin riasnya. Dia menatap dirinya dir cermin, sebuah rencana telah tersusun di kepalanya. Jika perhatian lembut tidak bisa meruntuhkan benteng pangeran xavier, maka godaan yang mematikan yang meruntuhkannya. Dia akan menggunakan kecantikan dan tubuhnya untuk menjerat pangeran xavier.
"Pangeran xavier, kamu pikir bisa mengabaikan ku??" Bisiknya sambil memoles lipstik merah menyala di bibirnya. "Hmm, aku akan menggoda mu pangeran xavier, hingga kamu lupa cara bernapas dan di matamu hanya ada Aruna. Aruna milik xavier dan xavier milik aruna." bisiknya pada ketenangan kamarnya.
Sedangkan di tempat berbeda lainnya.
Seorang pria meremas ponselnya, mengetahui kayana pergi dari negara S. Amarahnya mendidih di dalam dadanya, namun bukannya meledak, amarah itu justru membeku menjadi ketenangan yang mengerikan. Perlahan, seringai liar muncul di wajahnya. "Baby, kamu pikir dunia ini cukup luas untuk menyembunyikan kamu dariku, kamu milik Arlo baby. Aku akan menangkap mu baby sebelum xavier." bisiknya pada kesunyian. Dia langsung menghubungi seseorang.
"Tuan muda." Sapa Brian.
"Brian, cari calon istriku dimana dia sekarang." Perintahnya dengan nada dingin.
"Baik tuan muda." Jawabnya dengan nada cepat.
Arlo langsung memencet icon berwarna merah. "Hmm, ini semakin menarik sayang. Aku pastikan aku akan menemukan mu terlebih dulu." Gumamnya dengan seringai mematikan.
Sedangkan di sebuah kamar mewah.
Seorang pria menatap pantulan dirinya di cermin besar. Senyuman bak predator menghiasi wajah tampannya. Dia mengambil ponselnya dari saku celananya. Dan melihat titik merah yang berkedip. "Permainan petak umpet yang manis sayang, sekarang saatnya aku memulai permainan ini." ucapnya pelan sambil memperbaiki kerah kemejanya. "Kita mulai sekarang, sayang." Bisiknya pelan namun penuh ancaman.
Sedangkan kayana sedang berada di ruang makan, dia sedang makan dengan lahapnya.
"Sayang, bunda sudah memasukkan kamu ke sekolah yang baru. Nama mu sekarang lizzie." Ucap bunda dengan nada lembutnya.
"Apa besok, aku mulai sekolahnya bunda?" Tanyanya dengan nada penasarannya.
"Iya sayang besok kamu mulai masuk sekolah dan kamu tidak usah berpakaian pria lagi." Ucap bunda tersenyum tipis.
"Iya, aku akan menyamar menggunakan rambut palsu sebahu ini saja, untuk mata aku tidak akan menutupinya bunda." Ucapnya dengan nada semangat.
"Iya sayang, sayang kamu sangat cantik berdandan seperti ini. Bunda yakin di sekolah barumu, kamu akan jadi pusat perhatian." Ucap bunda tersenyum hangat.
Kayana tersenyum tipis. "Bunda bisa saja." Jawabnya dengan nada malu. "Bunda, kayana sudah selesai makannya." Ucapnya tersenyum.
"Pergilah nak ke kamar mu, istirahat lah sayang, besok kamu masuk sekolah, ini biar bunda yang bereskan." Ucapnya dengan nada lembutnya.
"Siap bunda, terimakasih banyak." Jawabnya mengecup pipi bundanya lalu berjalan pergi ke kamarnya.
Bunda lita menatap punggung kayana. "Sayang, sepertinya kita telah melakukan hal yang salah, ternyata pangeran xavier, kekuasaannya lebih besar dari raja Gabriel sayang. Dan bunda tahu sebenarnya kamu masih berada di sangkar emasnya dia, hingga dia menemui mu dan bunda kawatir, dia tidak akan memberikan kamu pintu keluar setelah ini." Gumamnya dengan nada bingung.
Sedangkan pangeran xavier telah berada di pesawat jet pribadinya. Dia berada di kamar tidurnya. Duduk di sofa beludru dengan bathrobe hitamnya. "Hmm, sayang aku tidak sabar, jika kamu melihat aku tiba-tiba berada di hadapan mu. Bagaimana reaksi mu. Rasanya aku tidak sabar ingin membawamu dan mengukung kamu di bawah ku, akan aku tanamkan benih ku sebanyak-banyaknya, hingga kamu pingsan dan tidak bisa melarikan diri dariku. Akan aku tanam benih ku berkali-kali, agar menjadi xavier mini atau kayana mini." Gumamnya sambil menyesap anggurnya.
Kayana tersenyum bahagia melihat pemandangan indah dari balkon kamarnya. "Dunia novel ini indah, sangat indah. Aku menyukai negara ini. Mudah-mudahan besok awal yang terbaik untuk ku. Hidup didunia novel ini membuat jantungku hampir salto karena pangeran xavier." Gumamnya kecil menatap hamparan bintang yang begitu indah. "Tetapi sepertinya pangeran xavier itu terobsesi dengan tubuh ku, karena melihat ku, pandangannya penuh hasrat membara. Untungnya aku sudah lari darinya." Gumamnya tersenyum senang menatap bintang. "Sudah malam, lebih baik tidur." Gumamnya tersenyum kecil.
Di istana.
"Raja Gabriel, kayana melarikan diri dari istana, sepertinya dia tidak berminat menjadi istri dari anak kita." Ucap ratu Renata dengan tatapan dinginnya.
Raja Gabriel menatap ratu renata yang sedang menggunakan handbody di kulit tangannya. "Kamu tidak perlu khawatir, xavier lebih berkuasa dari pada aku yang sang raja, aku yakin dia tidak akan tinggal diam. sekarang dia sedang menyusul calon istrinya. berdoa saja dia pulang, kita mendengar kabar baik datangnya xavier mini atau kayana mini." Jawabnya dengan nada santai namun dingin.
Ratu Renata tersenyum tipis. "Benar, karena hasratnya sangat besar ketika menatap kayana, itu dia berusaha tahan. Dan aku yakin bertemunya kayana dengan pangeran xavier. Kayana akan memohon sampai pingsan. Dia terlihat lebih buas dari kamu raja gabriel." Sambungnya dengan senyuman tipis.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪