kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Di kampung salur sedang lagi heboh pasalnya ada kejadian aneh yang menimpa kampung tersebut.
para warga berkerumun di rumah kepala desa. mereka ingin membicarakan kejadian aneh yang terjadi baru baru ini.
di kabarkan ada sosok pocong yang berkeliling kampung. pocong tersebut mendatangi setiap rumah rumah di wilayah kampung salur.
" kepala desa bagaimana ini, kampung kita sekarang udah gak aman " ucap para warga
" iya kepala desa kami semua terganggu dengan adanya pocong yang selalu berkeliling di kampung kita " sahut warga lainnya
" tenang bapak bapak kita akan diskusikan mengenai masalah ini, saya akan mencoba memanggil orang pintar untuk mengusir mahkluk itu dari kampung kita ini " kata kepala desa
" kenapa gak pak ustadz Ali aja pak kades, kenapa harus panggil orang pintar " warga lain yang protes
" saya sudah menghubungi pak ustadz, pak ustadz masih di pesantren luar kota, kalau mau menunggu pak ustadz ya gak apa apa kita tunggu aja " kata pak kades
para warga menolak untuk menunggu pak ustadz Ali karena mereka udah gak tahan setiap malam selalu di teror.
dari hasil kesepakatan semua warga, pak kades akan memanggil orang pintar untuk mengusir pocong tersebut.
" Azammm,, main yuk " panggil Rendi
" Ren, tunggu sebentar ya, aku mau minta izin dulu sama ibu " ucap Azam yang keluar sebentar
" oke zam " kata Rendi
setelah meminta izin dan mendapat izin dari ibunya Azam keluar bersama Rendi.
" Zam, tadi aku dengar dari orang orang, kampung kita ini lagi gak aman " ucap Rendi
" maksudnya Ren, gak aman gimana ? " penasaran Azam
" kampung kita lagi di teror hantu pocong zam " jelas Rendi
Azam kaget kalau di kampungnya di teror oleh sosok pocong.
" jadi semua orang gak ada lagi yang berani keluar malam takut di datangi pocong Zam " sambung Rendi
" hmmm gitu ya " jawab Azam
" Zam, kita bantu usir pocong itu yuk " usul Rendi
" kita mana di kasih keluar malam malam sama orang tua kita Ren, ada ada aja kamu Ren " kata Azam
setiap warga selalu membicarakan tentang teror itu. sehingga menjadi topik trending di kampung salur.
di rumah pak kades kini kedatangan pria dari kampung sebelah yang di ketahui adalah orang pintar di kampung tersebut.
" silakan masuk ki Ambar " mempersilahkan Pak Kades
" iya pak kades terima kasih " kata Ki Ambar lalu masuk ke dalam rumah dan duduk
" jadi gini Ki, di kampung kami udah banyak warga yang resah dengan adanya teror pocong itu. Maka dari itu saya mau minta bantuan sama Ki Ambar untuk membereskan kekacauan di kampung kami ini " jelas Pak Kades
" baik pak kades saya akan membantu warga kampung ini untuk mecoba mengusir pocong itu " kata Ki Ambar meyakinkan
" jadi kapan rencana Ki Ambar untuk mulai mengusirnya ? " tanya Pak Kades
" saya akan mulai malam ini untuk proses ritual pengusirannya Pak Kades " kata Ki Ambar mantap
Pak Kades dan Ki Ambar akan memulai proses pengusiran nanti malam dan ada beberapa warga lainnya yang ikut.
Ki Ambar meminta segala keperluan untuk proses pengusiran. Pak Kades langsung menyuruh perangkat desa untuk memenuhi keperluan yang di butuhkan Ki Ambar.
Di tempat lain, Azam dan Rendi sudah di lapangan tempat biasa anak anak kampung bermain. pada saat bermain mereka di datangi rombongan Roy cs.
" widihhh, orang orang aneh lagi main nih " ledek Roy
" kamu tuh yang aneh, suka banget gangguin orang lain " kesal Rendi
" udah berani juga kamu ya sama aku, nantangin aku kamu " marah Roy
" hajar aja Roy, si Rendi udah mulai berani dia sama kamu " bisik Iwan
teman teman Roy yang lain juga ikut memprovokasi Roy agar dia terpancing emosinya.
" udah Ren, jangan di ladenin orang yang begitu, mending kita pindah aja mainnya " ucap Azam
" iya zam kita pindah aja, males juga liat mereka " kata Rendi
Azam dan Rendi kemudian meninggalkan rombongan Roy cs tapi Roy malah mencegat Azam dan Rendi.
" eittt tunggu dulu, mau kemana kalian ? main pergi pergi aja " ucap Roy
" minggir kamu Roy, kami gak mau berurusan sama kamu. kami mau pergi ke tempat lain " kata Azam
Roy jadi semakin emosi ketika Azam menyuruhnya minggir. menurutnya Azam meremehkan dirinya.
" anak aneh ! kamu udah mulai berani ya sekarang, kamu ikut nantangin aku juga " marah Roy
tiba tiba...
pletak,,,
ternyata ada Jaka yang geplak kepala Roy dari belakang mereka. " kalian ini masih kecil suka sekali mengganggu orang ! mau jadi preman kalian di sini ?! "
Roy dan teman temanya cengengesan karena ada Jaka yang datang. Jaka memang sering memperingati rombongan Roy cs kalau melakukan sesuatu yang membuat rusuh.
" eh bang Jaka, gak bang kami gak ganggu mereka kok, kami cuma mau ajak main aja ya kan teman teman " kata Roy beralasan sambil nyengir
teman teman Jaka hanya mengiyakan saja, mereka takut kena geplak lagi sama Jaka.
" gak usah bohong kalian ! aku udah liat dari tadi kalian mau ganggu Azam sama Rendi kan ? sekarang kalian pergi dari sini jangan pernah ganggu Azam sama Rendi lagi " tegur Jaka dan memperingati
Roy cs lalu pergi meninggalkan Azam dan Rendi. mereka terpaksa pergi karena sudah di peringati Jaka.
" kalian gak apa apa kan ? mereka ada mukulin kalian gak ? " tanya jaka
" kami gak apa apa bang, aman kok gak di pukulin mereka juga " kata Rendi
" terima kasih ya bang udah bantu kami " timpal Azam
" santai aja, lagian abang juga udah kesel liat bocah bocah bandel seperti mereka " ucap Jaka
Jaka kemudian pergi meninggalkan Azam dan Rendi setelah tidak terjadi apa apa kepada mereka berdua. sedangkan Azam dan Rendi melanjutkan mainnya.
" sialan, kenapa bisa Bang Jaka datang tadi. kalau gak udah aku pukulin itu mereka " geram Jaka
" iya Roy, ada aja yang melindungi orang aneh itu " kata Iwan
" awas aja nanti kalau ketemu mereka lagi " ucap Roy yang masih kesal
Azam dan Rendi sudah pulang dari bermainnya. kini azam sudah di rumahnya
" zam, kamu udah dengar belum kabar kampung kita ini ? kamu jangan coba coba cari tau soal kabar di kampung kita ini " ucap Wati dan mewanti wanti anaknya
" udah Bu, iya Bu Azam gak cari cari, azam di rumah aja " kata Azam
" serem juga ya zam, di kampung kita di teror pocong, entah kenapa pocong itu menggangu warga " ucap Wati yang heran
Azam hanya mendengar saja, Azam juga tidak mau ikut campur kecuali dia di minta untuk membantu.
Rahma kemudian pulang dari kampusnya dan duduk bersama Ibu Wati. Dia kemudian duduk dan langsung membicarakan sesuatu.
" tadi aku dengar para warga sedang membicarakan tentang teror, emang teror apa mbak ? " ucap Rahma dan bertanya
" barusan aja kami bahas soal itu Rahma. itu ada teror pocong yang keliling kampung " kata Wati
" ihh serem banget mbak sampe segitunya pocong itu datang kerumah rumah warga " merinding Rahma
" pokoknya nanti malam kalau ada yang gedor gedor pintu jangan di bukain, takutnya itu pocong " wanti wanti Wati
" iya mbak, aku juga gak berani kalau malam malam ada yang gedor pintu, jangankan bukain pintu lihat jendela aja aku gak berani mbak " kata Rahma
mereka terus membahas masalah teror pocong itu, lain halnya Azam yang gak terlalu menanggapi kehadiran pocong di kampung mereka.