#KARYA ORIGINAL!!#
Update setiap hari.
Fang Tian, seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun. Saat sedang berjalan santai di tepi pantai, sebuah pesawat kecil menukik tajam kearahnya dan membunuhnya.
Tapi hal yang tidak terduga terjadi, dia menyebrang ke dunia kultivasi, di mana kekuatan adalah segalanya. Hidupnya sangat berat selama tiga bulan, hingga akhirnya dia membangkitkan sistem yang ditunggu-tunggunya. Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, menggapai puncak dengan bantuan sistem.
Tidak hanya itu, dia mendapatkan istri yang sangat cantik yang sebenarnya adalah seorang yang sudah bereinkarnasi sebanyak enam kali!!
Tanpa dia sadari, ternyata ada sebuah belenggu yang mengekangnya agar tidak bisa berkembang, memaksimalkan potensi aslinya.
Siapakah yang sebenarnya memasang belenggu pada istri Fang Tian? Apa mereka berdua dapat melepaskan belenggu itu?
Penasaran dengan cerita mereka, silahkan baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Dewa!
"slurp!...."
Fang Tian minum dengan nikmat, tidak memperdulikan Xia Yuze didepannya yang masih kebingungan.
Hening! Udara terasa berat, seolah waktu tidak bergerak. Tatapan Xia Yuze tampak gelisah, tetapi Fang Tian masih dengan santainya menikmati minumannya, seolah tidam terjadi apa-apa.
Xia Yuze tidak berani bertindak gegabah, dia belum tahu seberapa besar sebenarnya pria di depannya. Namun yang pasti, dia tidak akan mampu menang jika melawannya setelah melihat tekanan yang dikeluarkannya tadi.
Dalam kebingungan, dia hanya bisa menatap Fang Tian. Tatapannya memelas, seperti seekor anjing yang melihat tuannya.
Semakin lama dia melihat, semakin dia menyadari sesuatu. Tatapannya terpaku, detak jantungnya seolah melambat.
Déjà vu.
Hanya itu yang ada di pikirannya. Ia merasa pernah melihat atau membaca deskripsi seseorang yang sama persis seperti Fang Tian.
"Apakah anda suami Qing Lian?" tanyanya pelan, sedikit ragu.
Fang Tian tidak menjawabnya, matanya tertutup dan hanya senyum tipis terlukis di mulutnya, seolah sedang mengejek betapa lambatnya Xia Yuze menyadarinya. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mengkonfirmasi pertanyaan yang dilayangkan Xia Yuze.
Xia Yuze yang sebelumnya sudah mulai tenang mulai gelisah kembali, amarahnya tersulut lagi setelah mengetahui fakta tersebut.
"SIALAN!... BERANINYA KAU MEMPERMAINKAN AKU!.... BAJINGAN!..." Teriakannya bergemuruh, mengguncang udara, seperti ada petir yang menyambar.
Pandangannya langsung berubah liar, napasnya cepat–seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya.
Xia Yuze langsung berdiri, memegang erat pedang besarnya yang hanya tinggal setengah dan langsung menerjang kedepan.
Whush!....
Energi spiritual yang sangat kuat meledak dari tubuh Xia Yuze, menyelimuti sekujur tubuhnya dalam aura merah yang berkilau, seperti kobaran api.
Pedangnya yang patah bergetar hebat. Bilahnya yang patah bersinar terang, sebelum akhirnya kembali utuh–ditambal dengan energi spiritual.
Semua energi spiritual telah terkondensasi, menyempurnakan pedangnya. Energi spiritual di pusatkan pada pedang dan lengannya untuk menambah daya ledaknya.
Setelah satu tarikan napas, Xia Yuze sudah tepat berada di depan Fang Tian dengan pedang yang sudah di genggam erat menggunakan kedua tangannya. Ekspresinya menunjukkan kebencian yang begitu besar, seperti sedang melihat musuh bebuyutannya.
Slash!....
Xia Yuze mengayunkan pedangnya secara vertikal sekuat tenaga. Kecepatan dan kekuatannya begitu luar biasa.
Dam!...
Clang!....
Namun yang tidak terduga adalah pedangnya tidak dapat melukai Fang Tian, bahkan mengenainya saja tidak. Seolah ada sebuah penghalang yang tidak terlihat berada didepannya.
Pedang Xia Yuze terpental kebelakang, matanya terbuka lebar dalam ketidakpercayaan, "apa?!.... Mustahil!.... Apa yang barusan terjadi?!..."
Fang Tian masih dengan sikap santainya, mengangkat gelasnya dengan anggun dan meneguk minumannya. Ekspresinya terlihat dingin, tidak peduli sedikitpun.
Di matanya, Xia Yuze hanyalah seperti seekor anjing yang sedang menggonggong, tidak perlu dipikirkan!
Kemudian, kakinya sedikit terangkat dan mengetukkan kakinya ke tanah. Ia melakukannya dengan santai, ini bahkan terlalu malas untuk disebut sebagai serangan.
"Yap!..."
Ledakan energi tak kasat mata menyebar dari kaki Fang Tian. Xia Yuze tidak memiliki waktu untuk bereaksi.
Boom!
Tubuhnya terpental ke belakang, seperti boneka yang dilemparkan dengan kasar.
Jelas, Xia Yuze sangat terkejut dengan itu. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tiba-tiba terpental saja, "apa itu? Bagaimana dia melakukannya?.."
"Uhuk... Uhuk..." Xia Yuze terbatuk, darah merembes dari sudut bibirnya.
Tubuhnya gemetar hebat, bukan karena ketakutan, melainkan kemarahan atas betapa lemahnya dia dan ketidakberdayaannya dalam situasi seperti ini.
Namun, ini belum membuatnya untuk membalaskan dendam putrinya–Xia Lan.
Ia tak peduli. Tak peduli betapa lemahnya dia. Tak peduli betapa kecil persentase kemenangannya. Hanya ada satu tujuannya saat ini, yaitu balas dendam!
Memang benar... Amarah akan menghancurkan segalanya. Saat amarah yang mengendalikan, manusia tidak bisa berpikir jernih dan hanya akan mengikuti naluri dan kemarahannya.
Kali ini dia tidak langsung menerjang, dia seperti mempersiapkan sesuatu. Angin panas berputar di sekelilingnya, pedang besarnya terangkat tinggi.
Di atas bilahnya, api berkumpul, menggeliat seperti naga yang akan menghancurkan segalanya. Udara bergetar, tanaman terbakar dan tanah mengering oleh panas yang merambat.
Panas semakin meningkat. Api menyelimuti pedangnya yang terasa begitu menekan, seperti sebuah matahari yang berada tepat didepannya.
Api yang berkumpul di bilah pedangnya berdenyut, seperti jantung yang berdetak cepat. Pedangnya sekarang bukan sembarang pedang, tetapi sebuah manifestasi kehancuran itu sendiri.
Xia Yuze merendahkan tubuhnya sedikit, membuat kuda-kuda yang tepat. Pandangannya tajam, menatap Fang Tian seperti akan memakannya hidup-hidup. Posisi serangannya sempurna, tidak ada celah.
"Blazing Judgment!...."
Dalam satu tarikan napas, Xia Yuze mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa, terlihat sangat mustahil untuk senjata sebesar itu dapat bergerak secepat itu.
Slash!....
BLAAARRR!!!
Tebasan itu seperti sebuah cahaya yang membelah kegelapan. Api meledak ke depan, menciptakan gelombang panas yang menghancurkan segalanya yang ada di jalurnya.
Udara mendesir. Tanah terbelah, menganga besar cekungan panjang. Tumbuhan tidak hanya terbakar, melainkan menjadi debu dalam sekejap.
Namun, Fang Tian masih tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Tidak ada reaksi, hanya ada senyum tipis di bibirnya, seolah ini hanyalah atraksi kecil untuk tontonan.
Xia Yuze tersenyum lebar, "sekuat apapun kamu, tidak mungkin dapat menahan ini!... hahahaha..."
Boom....
Ledakan besar terjadi dan menyebar, membentuk gelombang kejut panas yang menghancurkan segalanya. Nyala api begitu besar, seperti sedang berhadapan dengan matahari itu sendiri.
"Hahahahaha...."
Xia Yuze tertawa puas, melihat pemandangan didepannya. Dia pikir tidak mungkin bagi Fang Tian untuk dapat bertahan dari serangannya, tapi perkiraannya salah besar!
Satu menit kemudian.
Nyala api mulai mengecil, udara panas perlahan menghilang, meninggalkan jejak kehancuran di sana. Namun yang tidak terduga adalah bahwa masih ada seorang pemuda yang masih duduk santai dan tidak terluka sedikitpun.
Di sekitar Fang Tian, semuanya hancur, membentuk cekungan besar. Tanah menjadi hitam dengan retakan merah membara, kecuali di mana Fang Tian berada yang masih bagus seperti tidak terjadi apa-apa.
Bentuknya lingkaran, mengelilingi Fang Tian. Seperti ada sebuah kubah yang melindunginya dari segala macam serangan dan dari segala arah.
Senyum puas Xia Yuze langsung menghilang dalam sekejap, wajahnya menjadi jelek bercampur dengan rasa tidak percaya dan kengerian.
"Ti-tidak mungkin!.... Bagaimana bisa kamu masih baik-baik saja setelah menerima serangan terkuat ku?!...."
Giginya saling beradu, tangannya gemetar dan napasnya tersengal. Dia menolak untuk percaya.
"Tidak mungkin!"
Selama ini, tidak pernah ada yang berhasil menahan tekniknya, apalagi selamat tanpa menerima luka sedikitpun. Ini terlihat sangat mustahil baginya.
Xia Yuze benar-benar sudah putus asa.
Dalam keputusasaan, dia melangkah maju, mengayunkan pedangnya dengan brutal. Serangannya sangat berantakan, seperti orang gila yang mengamuk.
Clang!... Clang!...
"Mati!... Mati!... Mati!.... Matilah!....." teriaknya putus asa sambil menebaskan pedangnya ke arah Fang Tian walau tau itu tidak berguna.
Dia terus menebas dan menebas, tapi seberapa besar usahanya, tidak pernah ada satupun serangannya yang berhasil mengenai Fang Tian. Setiap tebasannya seperti menghantam tembok yang tidak terlihat.
Sama seperti sebelumnya, Fang Tian tidak bergerak sedikitpun. Seolah Xia Yuze hanyalah seekor serangga yang tidak pantas mengusiknya.
"Hah...."
Fang Tian menghela napas, dia mulai merasa bosan. Bahkan dia menguap sangking bosannya.
DUUUAARRR!!!!
Fang Tian mengeluarkan auranya yang sangat besar hingga membuat tunduk Xia Yuze. Dia tersungkur, pundaknya seperti dihantam gunung yang beratnya ribuan ton.
Aura Fang Tian begitu pekat, hingga terasa seperti di dalam air, sangat sulit bernapas. Xia Yuze tidak menyerah untuk tunduk, dia berusaha sekuat mungkin untuk bangkit.
"AAAGGGGGHHHHHHH!!!!......"
Dengan susah payah, dia berhasil mengangkat tubuhnya, tapi belum mampu untuk berdiri. Dia bertekuk lutut, napasnya berat dan keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.
"hah... hah.... hah..."
Boom....
Tekanan semakin meningkat, membuatnya tersungkur kembali. Tangannya gemetar hebat, berusaha keras mengangkat kepalanya.
Crak!....
Tulang di tangannya remuk ketika mencoba mengangkat tubuhnya.
"ARRRGGGGGHHHH!!!!...."
Dia mengangkat kepalanya, menatap Fang Tian dengan penuh kebencian. Matanya terbuka lebar sesaat setelah melihatnya.
Langit seakan bergetar.
Di hadapannya, sosok Fang Tian berdiri. Tidak! Bukan sekedar berdiri–ia menjulang tinggi seperti gunung abadi, seakan dunia ini hanyalah panggung kecil bagi keberadaannya.
Angin tak berani bergerak di sekelilingnya, udara terasa begitu berat, seolah semua yang ada di dunia tunduk padanya.
Xia Yuze hanya bisa terbaring lemas dengan tubuh gemetar hebat. Napasnya terasa sulit, seakan udara enggan mengizinkannya untuk bernapas di hadapan keberadaannya.
Matanya berusaha menangkap Fang Tian, semakin ia mencoba, semakin ia merasa kecil, seperti seekor semut yang menatap langit, menatap dewa yang melangkah di cakrawala.
Satu tatapan!
Hanya dalam satu tatapan, seluruh tubuhnya membeku. Seperti ada lengat tidak terlihat yang menangkapnya, membuatnya tidak bisa bergerak ataupun berpikir.
"Dewa!..."
Satu kata yang diucapkannya.
Dia begitu ketakutan, ini bukan ketakutan biasa. Ini adalah perasaan yang muncul ketika sesuatu yang fana dihadapkan dengan sesuatu yang tidak terjangkau, tidak tersentuh dan tidak tertandingi.
Ia tahu, jika Fang Tian menginginkannya mati, tidak perlu serangan. Hanya niat saja sudah cukup untuk menghapus keberadaannya dari dunia ini, seakan tidak pernah ada di dunia ini.
Jantungnya berdegup kencang, dingin menjalar di sekujur tubuhnya.
Di hadapannya.....
Seorang dewa di dunia manusia!
selalu nunggu update