NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Andai saja tatapan bisa membunuh, mungkin Junior sudah lama terkapar di lantai Luxe Lane dengan kapas putih menyembul dari hidungnya.

Alyssa berdiri di dekat pintu masuk Studio B, kedua lengannya bersedekap di dada. Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam menusuk ke arah mantan suaminya, seolah keberadaan pria itu sama sekali tidak berarti apa-apa baginya.

Padahal, dari sisi Junior, ia sama sekali tidak berniat bertemu Alyssa hari ini. Ia juga tak menyangka mantan istrinya akan berada di tempat yang sama. Ia hanya datang untuk berbicara kembali dengan Friska dan melakukan pengukuran jas.

Tanpa calon pengantinnya.

Namun entah mengapa bagi Alyssa, semua kesialan di dunia seolah menumpuk di hari yang sama. Dari sekian banyak orang yang bisa ia temui, kenapa justru mantan suaminya?

Sial. Astaga.

"Masih sempat-sempatnya sok manis," gumam Alyssa kesal sambil terus menatap Junior dengan tatapan tidak bersahabat.

Tak lama kemudian, seorang perempuan mendekati Junior. Usianya tak jauh berbeda dari Alyssa, dari penampilannya jelas ia seorang asisten. Alis Alyssa langsung terangkat.

Junior terlihat tenang, rapi, bahkan tersenyum ramah saat berbicara dengan perempuan itu. Seolah-olah ia bukan pria yang pernah mengusir, mengkhianati, dan mengabaikan istrinya sendiri. Asisten itu pun tampak kikuk nyaris berbinar.

Dibawanya juga ke sini bahan godaannya. Dasar penipu. Bodoh pula.

Ganteng, tapi otaknya kosong.

Alyssa mendengus keras. Kamu benar-benar tergoda dengan pria seperti itu, Nona? Coba kenali dulu sifatnya.

"Tidak apa-apa?" suara seseorang menyadarkannya.

Alyssa menoleh cepat ke samping.

"Masih marah pada Tuan Junior?"

"Aku baik-baik saja. Dan aku tidak punya urusan apa pun dengannya," jawab Alyssa dingin.

Friska tampak belum sepenuhnya yakin, tetapi memilih tidak mengorek lebih jauh.

"Tuan Junior, Saya sangat ingin mengerjakan jas Anda!" ucap Friska dengan nada hampir melengking.

Alis Alyssa makin bertaut.

"Argh!" Alyssa menggerutu. Seharusnya ia tidak datang ke sini hari ini.

Ia memejamkan mata, berusaha menenangkan diri.

"Luxe Lane adalah salah satu standar saya. Dan saya tahu para desainer di sini bekerja detail dan unik," jawab Junior datar.

Cari perhatian.

Alyssa melangkah mendekat. Setiap langkahnya terasa berat, menggema di studio yang mendadak hening.

"Apa sebenarnya yang kamu lakukan di sini?!"

Suaranya memecah suasana, cukup keras, sarat emosi, penuh kejengkelan. Alyssa tak lagi menahan diri.

Aktivitas di sekitar mereka langsung terhenti. Senyum-senyum lenyap, tergantikan wajah tegang dan cemas. Terutama Friska.

Satu kata saja dari keluarga Brixton, dan fashion house ini bisa ditutup seketika.

Asisten yang tadi berbicara dengan Junior pun terdiam, bingung apakah harus bicara atau mundur.

Semua mata tertuju pada Alyssa.

Alih-alih gentar, Alyssa justru makin kesal. Ia berkacak pinggang, tatapannya tak lepas dari Junior.

Namun Junior tetap tenang. Seolah tak terjadi apa-apa. Ia hanya menoleh sedikit, wajahnya datar, terbiasa menghadapi adegan seperti ini.

Pandangan mereka sempat bertaut. Alyssa menaikkan alisnya lebih tinggi.

"Apa menurutmu aku sedang apa?" tanya Junior balik, suaranya dingin dengan sentuhan ejekan halus.

Alyssa menyipitkan mata.

"Kenapa harus di sini? Dan sejak kapan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan dianggap sopan?"

Junior menghela napas dalam.

"Ini fashion house yang kupilih untuk pernikahanku," katanya lurus. "Masalahnya apa? Ini milikmu? Kamu pemiliknya?"

Alyssa terdiam.

Ia melirik Friska yang hanya mengamati dengan wajah cemas.

Sial.

Junior adalah klien. VIP.

Dan dirinya? Baru bergabung. Karyawan.

Sebelum Alyssa sempat menjawab, Junior kembali bicara, nadanya lebih rendah, sorot matanya mengandung geli.

"Sekarang bagaimana?" katanya pelan. "Ini bukan tentang kamu, Alyssa. Aku ke sini bukan untuk menarik perhatianmu. Aku ke sini untuk jas pengantinku. Untuk pernikahanku."

Dadanya terasa berdegup keras. Entah karena malu, marah, atau perasaan lain yang tak mau ia akui.

Bisa tidak sih dia berhenti mengumbar soal pernikahannya?

Alyssa mundur selangkah, pipinya memanas.

Dan lihatlah,bia bahkan bangga dengan pernikahan itu. Padahal calon istrinya… ah, pantas saja mereka berjodoh.

Junior mengamati setiap reaksi Alyssa. Wajahnya tetap dingin, sulit ditebak. Namun di dalam hati, ia tersenyum.

Alyssa masih semudah itu terpancing.

Alyssa memalingkan wajah.

Tenang, Alyssa. Dia cuma klien. Cuma klien.

"Maafkan sikap Alyssa, Tuan Junior" kata Friska cepat.

Alyssa tetap berkacak pinggang, tatapannya tajam.

Bibir Junior melengkung membentuk senyum mengejek.

"Akan saya lupakan sikapnya," katanya santai, "asal dia yang menjadi desainer saya."

Alyssa menatapnya dari ujung rambut sampai kaki.

Apa-apaan ini?

"Dan dia juga yang akan mengukur saya."

"Apa?!" Alyssa nyaris melompat. "Tidak! Kamu tidak akan jadi klienku. Tidak pernah!"

Junior mengangkat alis.

"Kalau begitu, selamat tinggal, Luxe Lane."

"T-Tidak! Tunggu, Tuan Brixton!" seru Friska panik.

Ia segera menarik Alyssa menjauh.

"Tolong, Alyssa. Terima saja. Fashion house ini hidupku. Semua kerja keras kami bisa hancur."

Alyssa menahan diri, rahangnya mengeras.

"Aku tahu kalian punya masa lalu," lanjut Friska lembut namun putus asa. "Tapi itu sudah lama. Apa kamu mau mengorbankan masa depan kami?"

Alyssa nyaris tak mendengar kata-kata terakhir itu.

"Dia memang ingin kamu karena hasil kerjamu luar biasa," tambah Friska pelan.

Sebelum Alyssa bisa membantah, Friska sudah berkata cepat,

"Tuan Junior, dia setuju."

Sebuah pita ukur diselipkan ke tangan Alyssa. Asisten tadi ditarik menjauh.

Kini hanya mereka berdua.

Junior tersenyum kecil, senyum kemenangan.

"Kamu benar-benar menyebalkan," geram Alyssa sambil menarik jas Junior untuk mengukurnya. "Mengancam Friska seperti itu? Hebat."

Junior justru tersenyum lebih lebar.

"Kamu tahu tak ada yang bisa menyentuhku," katanya sombong. "Lagipula, masuk akal kalau kamu yang mengerjakan ini."

Ia mendekat sedikit.

"Kamu pernah jadi istriku. Kamu tahu setiap lekuk tubuhku."

Alyssa terperanjat.

"Diam! Kamu gila!"

"Aduh!" Junior mengeluh saat pita ukur ditekan keras ke lehernya.

"Kalau sampai Maureen tahu--" Alyssa menggeram.

"Dia tidak di sini," potong Junior.

"Dasar sinting!"

"Friska--"

"Sudah! Aku kerjakan!" potong Alyssa cepat.

"Kerjakan dengan baik," kata Junior tenang. "Semua detail ada di map. Sayang."

"Berani-beraninya kamu memanggilku begitu."

Alyssa membuka pita ukur dengan kasar. Tatapannya terasa menempel di tubuh Junior.

"Jangan menatap! Canggung!" bentaknya.

Ia tersadar pakaiannya terlalu terbuka.

"Kurang ajar!"

Junior menggigit bibirnya, mengangkat tangan seolah tak bersalah, namun senyumnya nakal.

"Salahku kamu berpakaian begitu?"

"Berhenti melihat! Dasar mesum!"

"Oke, oke," katanya tertawa kecil. "Aku kangen--"

"Apa?" Alyssa menoleh.

"Tidak ada," jawab Junior santai. "Lanjutkan. Aku tak akan mengganggumu lagi."

"Syukurlah. Atau aku cekik kamu pakai pita ukur ini."

"Kamu lucu saat marah."

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!