NovelToon NovelToon
Mr. Costra

Mr. Costra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Enrico Costra yang tampan dan kaya merasa hidupnya tidak lengkap. Melihat teman sekaligus rekan bisnisnya berbahagia bersama istri dan anak-anak, membuat ia merasa hidupnya kurang. Rasa sepinya bertambah ketika gadis perwaliannya dibawa pergi oleh suami yang menikahinya. Ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa kata 'pernikahan' adalah hal yang menarik, lalu memutuskan ia juga menginginkan hal itu.


Vivianne Margue datang ke Mansion Costra mencari sepupunya yang bekerja sebagai asisten kepercayaan pemilik perkebunan Costra Land. Ia datang bersama neneknya, membawa masalah yang akan menentukan hidup Vivianne di masa depan.


Pertemuan pertama dengan Vivianne membuat Enrico terkesima ... gadis itu ... sama sekali tidak tertarik kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Olivia plan 3

"Ini tempatnya." Enrico mendorong sebuah pintu dan menarik Vivi masuk. Mereka tiba di satu ruangan yang tidak terlalu besar. Ada satu set sofa yang diletakkan di tengah ruangan. Musik yang sedang mengalun dari arah dalam terdengar makin jelas. Bau harum roti atau apapun penganan yang sedang di panggang di dalam oven menggoda indera penciuman Vivi.

Vivi tampak menghidu bau itu sambil tersenyum. Rico menatapnya dan juga ikut tersenyum.

"Ruangan ini dekat dengan dapur Alona. Dari bau ini aku tahu siapa yang ada di dapur. Kurasa Barbara dan Candy benar-benar bereksperimen dengan keterampilan mereka memanggang roti di dapur Alona malam ini."

"Barbara? Candy?"

"Kau belum pernah singgah ke Barb Bakery?" tanya Rico dengan alis terangkat.

Vivianne menggelengkan kepalanya.

"Ya ampun. Berarti kau belum mencicipi karya Barb dan Candy yang paling terkenal di sini. Ingatkan aku Vivi, aku berutang padamu dan Arabella untuk mengajak berkeliling. Kau pertama kali kemari dan belum pernah kemana-mana. Datang ke Desa Costra Land dan perkebunan anggurku tapi cuma lewat saja."

Vivi tersenyum lalu menyadari kalau tangannya masih ada dalam genggaman Rico, ia melirik dan menatap langsung ke mata atasan sepupunya itu, yang rupanya juga tengah menatap matanya.

"Mmm ... maaf, Tuan. Anda sudah bisa melepaskan tangan saya," ucap Vivi. Rona merah melintas di pipinya yang putih. Vivi segera menundukkan wajahnya.

"Ah ...." Seketika Rico melepas genggaman tangannya pada Vivianne, lalu memasukkan kedua tangannya kembali ke dalam kantong celana.

"Aku akan menyediakan waktu untukmu dan Arabella besok. Bagaimana?" tanya Enrico. Tidak mau melepas kesempatan mengajak Vivi berkeliling. Ia bersyukur ada Arabella yang akan membuat ajakannya tidak menjadi canggung. Bila menunggu Alan, ia tidak akan punya kesempatan, karena entah kapan bocah kecil itu akan pulang.

Gelengan kepala Vivianne membuat kening Enrico berkerut.

"Tidak. Saya dan Nenek tidak akan membuat Anda repot dengan kami berdua. Sejak pulang Anda sibuk sekali, saya tidak mungkin mengganggu waktu Anda bekerja."

"Tidak, Vivi. Aku tidak terganggu."

Vivi kembali menggeleng. " Tidak, Tuan. Saya tahu pekerjaan Anda banyak sekali. Apalagi sejak Sepupu Frederic tidak ada di sini untuk membantu Anda."

"Karena Fred tidak ada di sini, aku berkewajiban memperlihatkan tanah ini padamu dan Arabella, anggap itu sambutanku sebagai atasan Frederic. Lagipula, bila Fred ada di sini, ia pasti akan melakukannya."

Vivianne tetap saja menggelengkan kepalanya. Membuat Enrico mengembuskan napas panjang.

"Kau keras kepala," bisiknya pelan. Namun masih bisa terdengar oleh Vivianne. Gadis itu hanya tersenyum meminta maaf.

Suara alunan musik berganti dari irama klasik yang tadi mengiringi dansa, sekarang irama cepat dimainkan. Beberapa saat kemudian terdengar hentakan kaki dan suara tawa dari para wanita yang sepertinya sangat bersenang-senang.

Rico memberi kode pada Vivianne agar mengikutinya. Ia mendorong sedikit sebuah pintu dan mengintip lewat celah kecil di sana.

"Astaga Lori," bisik Enrico.

"Apakah Lori sedang menari? Boleh aku melihatnya?"

Enrico bergeser, lalu membiarkan Vivianne mengintip lewat celah. Di aula tengah kedai Alona yang lumayan luas, beberapa pasang wanita sedang menari sambil tertawa, salah satu wanita itu adalah Loraina atau Lori yang bergoyang lincah bersama seorang wanita lain yang menjadi pasangannya. Turban di kepala Lori tampak bergoyang, wanita itu tertawa kencang sambil menggoyangkan pinggulnya tak kalah dari para wanita lain yang ada di sana.

Vivianne terdengar terkikik geli. "Kurasa Lori sangat menikmatinya."

"Tentu saja, sudah kubilang mereka akan bersenang-senang."

Enrico ikut mengintip dari belakang Vivianne, Tubuhnya yang tinggi membuatnya mudah melihat melalui celah tanpa terganggu oleh Vivi yang ada di depannya. Keduanya menikmati menatap ke tengah aula sambil tersenyum melihat keceriaan para wanita itu. Vivi tanpa sadar ikut mengetukkan jarinya yang bertumpu di dinding, mengikuti irama cepat musik yang mengalun.

Lima menit setelahnya musik pun berakhir. Olivia terlihat datang ke tengah aula dengan sebuah nampan penuh berisi roti yang baru saja ia bawa dari dapur, disusul oleh Alona dan dua orang wanita lainnya. Mereka berkeliling dan menawarkan pada setiap wanita sebelum meletakkannya ke sebuah meja panjang yang sudah berisi berbagai macam makanan. Bibi Enrico tersebut terlihat sangat bersemangat.

Alona sang pemilik kedai tahu bahwa tadi Pedro ada di ruangan kecil di sudut aula, melihat keseluruhan acara mereka dari sana. Ruangan itu di sediakan oleh Alona bagi tamunya yang ingin privasi, seperti Tuan Enrico yang sering menggunakannya ketika datang kemari bersama mandor perkebunannya, mereka akan menggunakan ruangan itu untuk bicara agar tidak terganggu oleh lalu lalang para pengunjung lain, sebelum kemudian ikut bergabung dengan para pekerja yang menikmati minum di aula kedai.

Alona mengangkat nampan dan bermaksud membawanya ke arah pintu di sudut aula, ingin memberikan makanan pada Pedro. Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok yang mengintip lewat celah kecil dibalik pintu itu.

"Astaga ... itu bukan Pedro," bisik Alona. Ia segera berbalik dan berpura-pura tidak melihat. Segera ia mencari sosok Olivia di antara keramaian wanita yang ada di sana.

Setelah melihat Olivia, Alona berjalan cepat dan memberi kode dengan mengedipkan matanya. olivia menaikkan kedua alis dan kemudian mendekat.

"Ada apa?" tanya Olivia.

"Nyonya, aku melihat satu hal aneh. Tapi jangan melihat ke sana ketika aku memberi tahu Anda," bisik Alona di telinga Olivia.

"Maksudmu?" Olivia mengernyit tidak mengerti.

"Kurasa ada yang mengintip dan memata-matai acara Anda," bisik Alona lagi sambil terkikik geli.

"Apa!? Siapa!?" tanya Olivia sambil menoleh dan menatap ke arah Alona, sehingga Alona tidak bisa berbisik langsung ke telinganya seperti tadi.

"Anda tahu ... di sudut aula ini, ada sebuah pintu. Tidak, tidak, tidak! Jangan lihat! Dengarkan saja aku!" perintah Alona sambil menahan ujung dagu Olivia yang baru saja akan menoleh ke arah yang pintu yang dimaksud oleh Alona.

"Tadi di sana ada Pedro. Aku bermaksud ke sana memberi roti. Tapi sekarang di sana bukan lagi Pedro!"

"Siapa!?" tanya Olivia dengan mata menyipit.

"Kurasa ... aku melihat Tuan Enrico ... tapi, sepertinya ada orang lain juga," ucap Alona dengan senyum lebar.

Olivia menaikkan kedua alisnya tinggi-tinggi.

Mau apa Anak Nakal itu kemari? Aku sudah memberinya kesempatan makan malam berdua saja dengan Vivi agar dia punya kesempatan menarik perhatian gadis itu. Tapi dia malah kemari? Apa dia kemari bersama Vivi?

"Apa yang akan kita lakukan?" Suara Alona tampak sangat gembira, wanita paruh baya itu seolah berharap ada kejadian menyenangkan lainnya yang akan terjadi karena kehadiran tuan tanah perkebunan mereka di sana.

"Hmmm ... berpura-puralah tidak tahu, Alona. Mainkan terus musiknya dan biarkan mereka berdansa. Apa ada pintu lain menuju ruangan itu tanpa harus ketahuan oleh mereka?" tanya Olivia.

Alona mengangguk. "Lewat samping. Kita dapat datang lewat luar. Kurasa mereka masuk dari sana."

Olivia mengangguk. "Sebentar lagi kita ke sana," ucap Olivia sambil mengedipkan mata.

"Berikan kesempatan padaku untuk mengejutkan Tuan Enrico, Nyonya Oliv," pinta Alona sambil terkekeh.

"Oh, kita dapat melakukannya bersama Alona." Olivia ikut terkekeh.

**********

From Author,

Maafkan bila up lama ya Readers, tapi akan tetap author up terus meski lelet. Semangat dan mood menulis author kembali bila tahu ada yang menanti kisah Costra selanjutnya. Tapi kadang kehidupan real life minta diprioritaskan duluan. Semoga maklum😁😁😁

Yang lupa kisahnya, yuk baca lagi yuk😂😂😂 jangan lupa klik like ,vote, komentar, dan bintang lima serta favorite ya. Jadi penambah semangat author.

Terimakasih banyak.

Salam hangat, DIANAZ.

1
MoonChild7
entah kebarapa kali baca Mr.Costra dan selalu jatuh cinta sm playboy yg satu ini 😍😍😍
Tikus Tikus
engga bosen bacanya...sudah berulang kali bacanya ...
MPit Mpit MPit
aku mau seneng novel kaya ginih sat set sat set gak belibed..tp maniiiiis ih dr awal
MPit Mpit MPit
manissss ih
MPit Mpit MPit
kok maniiiis amat yah bab inih 😄
destiana
Luar biasa
Puspa Ayundari
hhhhhhh gue suka gaya loe ,tuan rico...
Ran Aulia
Luar biasa, te o pe banged kak , berasa nonton film romance ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih ya kak Diana 😍😍😍😍
Kios Flio
omo omo...😅🤣🤣🤣🤣 ngakak thorr....
Qiao Jingjing
Dari banyaknya novel, menurutku novel ini sangat pantas diberi rating bintang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Tata bahasa baku,rapi,lain dari pada yang lain.
YuWie
agak2 bingung dengan nama2nya
Besse Sulfiani
Kapan ada karya barunya kk. aku udh bolak balik bacanya. udh gk terhitung. jatuh cinta dengan semua ceritanya yang berlatar LN. semoga sehat, semangat dan dimudahkan rejekinya 🤲
posutara ramli ramli
Luar biasa
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
kk dianaz,kenapa karya ngak ada lagi,ada dilapak lainnya,ini udah kesekian kalinya aku baca yg ini kk,kayak nya udah lama aku ninggalin lapak ini,pertama buka maka nama dianaz di klik, berharap ada karya yang baru,tapi Taka ada😚😚😚
Yuli Yuliana
Kecewa
Ummu Shezan
Luar biasa
guest1053764442
udah baca yg k 2 kali 🤗🤗
🥑⃟вуυηgαяι
ah rsany blm pen brhenti baca 😩😩 ada kh sekuelny😅🙈
🥑⃟вуυηgαяι
ah manizzzz kek gula2
🥑⃟вуυηgαяι
asli bkin ngekek 😅😅🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!