NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 33

Di bagian ibu kota yang lebih tenang namun penuh dengan wibawa kuno, berdirilah sebuah kediaman megah dengan gerbang kayu cendana yang tinggi. Ini adalah kediaman Xiao Jicheng, Menteri Ritus Dinasti Shen. Sebagai pria yang memegang teguh tradisi dan tata krama kerajaan, Jicheng adalah sosok yang sangat dihormati. Namun, malam ini, wajahnya yang biasanya tenang tampak keruh, gurat kecemasan terukir jelas di dahinya.

Xu Anwei, istrinya yang anggun, melangkah mendekat sambil membawa secangkir teh krisan hangat. Ia meletakkan tangannya dengan lembut di bahu suaminya.

"Suamiku, minumlah sedikit. Kau sudah mondar-mandi sejak matahari terbenam. Kau bisa jatuh sakit jika terus membebani pikiranmu seperti ini," ucap Anwei lembut.

Jicheng menghela napas panjang, ia menyesap teh itu tanpa benar-benar merasakan aromanya. "Bagaimana aku bisa tenang, Anwei? Kabar dari istana semakin liar. Maharani dikabarkan terluka, Pangeran Kelima hilang, dan faksi Perdana Menteri mulai menekan setiap pejabat untuk memihak. Dan sekarang... lamaran itu."

Anwei terdiam, wajahnya pun berubah muram. Beberapa hari yang lalu, seorang Kasim utusan Pangeran Kedua, Shen Bo, datang membawa kotak-kotak sutra merah. Lamaran itu bukan untuk menjadikan putri kedua mereka, Xiao Qingmei, sebagai istri sah, melainkan sebagai Selir.

"Ini adalah penghinaan," desis Jicheng, suaranya bergetar karena amarah yang ditahan. "Qingmei adalah putri dari garis keturunan bangsawan murni. Menjadikannya selir bagi pria seperti Shen Bo adalah tindakan merendahkan martabat keluarga Xiao. Namun, kita tahu niat sebenarnya di balik ini. Shen Bo tidak menginginkan Qingmei, dia menginginkan Kekuatan Militer yang dimiliki keluarga kita di perbatasan utara."

"Jika kau menolak, Tuan Han Tan dan Pangeran Shen Bo akan menganggap kita musuh. Jika kau menerima, kau mengkhianati kesetiaanmu pada mendiang Kaisar dan Maharani Yuhan," Anwei menyimpulkan dengan getir.

Jicheng mengepalkan tangannya. "Aku selalu mencoba bersikap netral, hanya menjalankan urusan ritus dan upacara. Tapi serigala-serigala itu memaksa kita masuk ke medan perang mereka. Dan Qingmei... anak itu malah pergi mengasingkan diri ke kuil tua di dasar tebing saat situasi sepenting ini. Dia harus segera pulang sebelum mata-mata Shen Bo menemukannya di sana."

Jicheng memanggil salah satu pelayan pria kepercayaannya. "Cepat pergi ke Kuil Bunga Tersembunyi di dasar jurang. Beritahu Nona Kedua bahwa ayahnya memerintahkannya pulang malam ini juga. Jangan biarkan dia menunda sedetik pun!"

Di balik pilar aula yang gelap, seorang gadis kecil dengan pakaian pelayan sederhana terengah-engah. Nama gadis itu adalah Wanwan, pelayan pribadi Qingmei yang paling setia. Ia sebenarnya baru saja kembali ke kediaman untuk mengambil beberapa persediaan pakaian hangat untuk nonanya, namun ia justru secara tidak sengaja menguping pembicaraan sensitif antara Tuan Besar dan Nyonya.

Gawat! Pangeran Kedua ingin mengambil Nona sebagai selir? Itu sama saja dengan mengirim Nona ke kandang singa! batin Wanwan panik.

Tanpa membuang waktu, Wanwan menyelinap keluar melalui pintu belakang kediaman Xiao. Ia berlari menembus kegelapan malam, menyusuri jalan setapak rahasia yang biasa digunakan para pemburu untuk turun ke dasar jurang. Napasnya tersengal, kakinya lecet terkena bebatuan tajam, namun ia tidak peduli. Ia harus memperingatkan Qingmei.

Sementara itu, di dalam kuil kecil yang sunyi, aroma hio yang menenangkan masih memenuhi ruangan. Xiao Qingmei baru saja selesai membersihkan luka di lengan pria misterius yang ia temukan, pria yang tak lain adalah Mu Lian.

Qingmei menatap wajah pria itu di bawah cahaya remang lilin. "Siapa kau sebenarnya? Kenapa aura kesedihan dan kekuasaan bisa menyatu begitu kuat dalam dirimu?"

Tiba-tiba, pintu kuil digebrak dari luar. "Nona! Nona Kedua!"

Wanwan masuk dengan tubuh bersimbah keringat dan debu. Ia langsung jatuh berlutut di depan Qingmei.

"Wanwan? Ada apa denganmu? Kenapa kau kembali secepat ini?" tanya Qingmei terkejut.

"Nona... Anda harus lari! Tuan Besar mengirim orang untuk menjemput Anda pulang sekarang juga. Pangeran Kedua... dia mengirim lamaran untuk menjadikan Anda selirnya!"

Wajah Qingmei seketika memucat. "Apa? Selir? Pangeran Shen Bo?"

"Benar, Nona! Tuan Besar sangat terdesak. Jika Anda pulang, Anda mungkin tidak akan punya pilihan selain diserahkan ke istana Pangeran Kedua demi keselamatan keluarga Xiao. Anda harus pergi sejauh mungkin!"

Qingmei menoleh ke arah Mu Lian yang masih terbaring kaku di atas dipan bambu. Pria itu baru saja mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, nafasnya mulai stabil, meski ia belum membuka mata.

"Lalu bagaimana dengan dia, Wanwan? Aku tidak bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini. Dia terluka parah, dan jika aku meninggalkannya, dia akan mati kedinginan atau dimakan binatang buas," ucap Qingmei dengan nada bimbang.

Wanwan menatap pria di dipan itu, lalu kembali menatap nonanya. "Nona, keselamatan Anda adalah yang utama. Pergilah lewat jalan belakang hutan, menuju kota perbatasan di mana paman Anda berada. Biarkan pria ini di sini. Hamba berjanji... hamba akan tinggal di sini sementara waktu. Hamba akan merawatnya dan mencari tabib desa untuk mengobatinya. Hamba bersumpah akan menjaganya dengan nyawa hamba!"

Qingmei menggigit bibir bawahnya. Ini adalah pilihan yang sulit. Sebagai putri seorang menteri ritus, ia diajarkan tentang kebajikan dan kasih sayang. Namun, sebagai seorang wanita, ia tahu bahwa menjadi selir Shen Bo adalah hukuman yang lebih buruk daripada kematian.

"Baiklah, Wanwan. Aku akan pergi," Qingmei akhirnya memutuskan. Ia mengambil sebuah selendang sutra miliknya dan menyelimutkannya ke tubuh Mu Lian. Ia membungkuk sedikit, membisikkan sesuatu di dekat telinga pria yang masih pingsan itu. "Maafkan aku, Tuan. Jika takdir mengizinkan, kita akan bertemu lagi di saat yang lebih baik."

Qingmei mengambil kantong kecil berisi perak dan menyerahkannya pada Wanwan. "Jaga dia baik-baik. Jangan biarkan siapapun tahu dia ada di sini, terutama orang-orang dari istana."

Qingmei pun melangkah keluar ke kegelapan malam, menghilang di balik rimbunnya pepohonan hutan.

Di dalam kuil, Wanwan segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Ia duduk di samping Mu Lian, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang.

"Tuan, kau harus segera bangun," bisik Wanwan sambil memeras kain basah. "Nona mengorbankan segalanya untuk menyelamatkanmu. Jika kau orang besar, bangunlah dan balas budi padanya."

Tiba-tiba, tangan Mu Lian yang tergeletak di samping tubuhnya mengepal dengan kuat. Urat-urat di lehernya menonjol. Suara serak kembali keluar dari tenggorokannya, kali ini lebih jelas dan penuh dengan otoritas yang menekan.

"Yuhan... jangan... sentuh... istriku..."

Wanwan tersentak mundur hingga jatuh dari kursinya. "I-istri? Dia sudah punya istri? Dan... siapa Yuhan?"

Wanwan tidak menyadari bahwa nama yang diucapkan pria itu adalah nama Maharani yang paling ditakuti saat ini. Ia juga tidak menyadari bahwa di luar sana, pasukan pribadi pelayan Xiao Jicheng sudah mulai mendekati area kuil.

1
SENJA
lu jangan macem2 ama yuhan udah 😤
SENJA
wakakaa kalah kau kan 🤣
SENJA
sabar lan sabar 🤣
Tiara Bella
kepedean bngt sh Shen Bo ini.....
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Shen Bo kau pikir mudah mau menghancurkan Qingmei dia sekarang bukan hanya seorang anak menteri kelesss tapi sudah naik statusnya menjadi seorang Putri yang akan jadi istrinya pangeran keempat
Biyan Narendra
Dan Shenlan akan jadi pelindung Qingmei jika Shen bo berani macam macam
@Mita🥰
wah semoga qingmei gak kenapa"
Biyan Narendra
Sekarang belum..
lama2 bakalan bucin...
Tiara Bella
keputusan yg bagus Maharani aku suka ....
SENJA
puas banget kayanya wu sheng 🤣
SENJA
mau lu jadi gimana nyonyah? udah di bilang jadi isteri kok 😶
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
benar apa yang dikatakan Wu Sheng keputusan Maharani Yuhan menikahksn Qingmei sama pangeran keempat karena darah itu jadi ikatan batin klo tidak kasian nanti Qingmei
Dirman Ha
u food
Dirman Ha
ig food
Dirman Ha
ig good
Dirman Ha
ig gkpp
Dirman Ha
yd tu
Dirman Ha
td dg joon
Dirman Ha
yd dg joon
Dirman Ha
td CV oleh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!