Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Sam tampak melewati lorong kampus, ia baru saja pamit duluan pada kedua sahabat nya, Nick dan Jimy. Hari ini ia akan menjemput Khaira sekaligus mengajak nya berbelanja.
Sam memacu mobil nya ke tempat acara para istri pengusaha mengadakan acara bakti sosial. Setelah sampai, Sam pun bertemu dengan Bram yang juga akan menjemput Mikha.
" Mau jemput juga?" Sam membawa tas kecilnya dari dalam mobil.
"Iya"
Keduanya melenggang masuk ke dalam gedung tempat di adakan nya acara tersebut.
Bram dan Sam melihat ke sekeliling untuk mencari istri-istrinya.
Bram menangkap pandangan mata indah milik Khaira, kedua nya saling menatap sejenak, seketika Bram membuang mukanya.
"Itu mereka, ayo" ajak Sam pada kakaknya.
Bram mengikuti langkah adiknya itu.
"Eh udah pada dateng, acara sebentar lagi selesai" ucap Meilani kepada kedua anak nya.
Bram dan Sam ikut duduk menyaksikan sambil menunggu acara selesai. Mikha terlihat begitu manja kepada Bram, ia terlihat beberapa kali menyenderkan kepalanya ke arah bahu milik Bram, membuat Khaira yang melihat nya meradang.
"Mam boleh izin ke toilet?" tanya Khaira.
"Iya nak" jawab Meilani.
Kemudian Khaira pergi, tak lama Bram pun meminta izin sebentar untuk menelepon asistennya. Padahal itu hanya alasan Bram saja, karena ingin menemui Khaira.
Khaira sebenar nya tidak ke toilet, ia ingin menyendiri sejenak di taman belakang gedung. Khaira tersenyum memandangi bunga-bunga indah yang berwarna warni.
Hahhhh.
Khaira terlihat berusaha melepaskan udara di dalam rongga dada nya yang terasa begitu sesak. Tiba-tiba ada tangan melingkar di perut nya, Khaira menoleh ke belakang.
"Lepas" kata Khaira dingin, terlihat Bram yang tengah memeluk nya dari belakang.
"Kenapa?" tanya Bram.
"Kenapa kakak bilang, kamu menyuruh ku untuk tidak menerima sentuhan suamiku sendiri. Sedangkan kakak bersenang-senang dengan istri mu sendiri, kamu licik kak" kata Khaira dengan nada penuh penekanan.
Bram menarik tangan nya kembali, kemudian ia berdiri di samping Khaira.
"Maaf, Dia yang menggoda ku terlebih dahulu" Bram mengecup puncak kepalanya.
"Kita jalani pernikahan kita masing-masing kak, lupakan semuanya yang sudah terjadi di antara kita" Khaira menangis, ia menyesal.
Bram menggeleng.
"Setelah anak itu lahir, bercerai lah dengan Sam"
Khaira menatap sinis.
"Lantas aku akan di jadikan istri kedua?" tanya Khaira menatap tak suka.
Bram terdiam.
Ehem.
Suara seseorang membuyarkan lamunan keduanya, lantas Khaira dan Bram menoleh ke belakang.
"Kak Sam"
"Jadi, mungkin wanita yang berada di mobil waktu itu adalah kamu Khaira, Bram aku melihat mobil mu keluar dari parkiran hotel" Sam berusaha tenang menyikapi yang terjadi di hadapan nya.
Flashback.
Sam terlihat beberapa kali melirik ke arah belakang, meskipun ia dan Khaira belum berbaikan saat pertengkaran kemarin namun ia masih memberikan perhatian pada istri nya itu. Ia tampak gelisah karena sejak tadi Khaira belum juga kembali dari toilet, beberapa kali Sam melihat arloji di tangan nya. Ia kemudian menuju toilet, namun saat sudah sampai di depan toilet Sam tidak menemukan Khaira.
Sam mencari Khaira mencoba menyisir tempat-tempat yang sekiranya akan di datangi istrinya, ia khawatir dengan keadaan nya, apalagi Khaira tengah mengandung.
Tiba di parkiran jikalau Khaira sudah sudah menunggu di mobil, berusaha mencari keberadaan Khaira, namun nihil tidak ada tanda-tanda sama sekali.
Mata Sam tertuju pada taman yang terletak di belakang gedung ini, mungkinkah Khaira berada di sana?.
Kaki nya mengajak untuk melangkah, mata nya menangkap dua sosok yang begitu ia kenali.
"Khaira dan Kak Bram, sedang apa mereka?" monolog Sam dalam hati.
Perlahan Sam mendekati kedua nya, awal nya ia ingin langsung menegur Khaira dan Kak Bram namun mata nya seketika melotot melihat Bram, kakaknya itu memeluk Khaira dari belakang. Sam memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka, ia ingin tahu ada apa antara istri dan kakaknya.
*
Bram dan Khaira saling terdiam, apa yang harus mereka katakan pada Sam.