NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Mentari pagi menyinari kota dengan kehangatan yang menenangkan. Di kediaman Nafiza, suasana terasa begitu hidup dan penuh kebahagiaan. Meskipun akad nikah ini disepakati untuk berlangsung sederhana, sentuhan kemewahan tetap terasa berkat campur tangan keluarga Al Malik. Umi Maryam dan Zahra terlihat antusias menata riasan dan busana Nafiza, di bawah arahan MUA ternama yang khusus dipesan oleh Mommy Maya, calon mertuanya. Beberapa kerabat dekat turut membantu mempersiapkan segala keperluan akad nikah.

"Nafiza, Sayang, kamu cantik sekali," puji Umi Maryam, matanya berkaca-kaca haru melihat putrinya bisa kembali tersenyum dan kini telah menemukan tambatan hatinya, siap memasuki gerbang pernikahan. "Umi sampai pangling, kayak lihat bidadari jatuh dari surga! Maya memang nggak salah pilih MUA!" lanjut Uminya dengan senyum bangga.

Nafiza tersenyum lembut, hatinya dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan, ia akhirnya bisa memantapkan hatinya pada sosok Zayn, CEO muda yang tampan. Ia mengenakan gaun putih sederhana yang dipilihnya bersama Umi dan Zahra beberapa waktu lalu. Namun, gaun itu terasa istimewa berkat sentuhan tangan dingin sang desainer yang ditunjuk oleh Mommy Maya. Gaun itu terbuat dari bahan satin lembut dengan detail bordir bunga-bunga kecil yang dibuat dengan benang perak, menambah kesan elegan. Cadar putih menutupi wajahnya, hanya menyisakan sepasang mata indah yang berbinar-binar.

"Terima kasih, Umi. Ini semua berkat Umi, Zahra, dan Mommy Maya," balas Nafiza, menggenggam erat tangan Umi Maryam dengan senyum bahagia. "Kalau bukan karena Umi yang selalu sabar, Naf nggak mungkin bisa sampai di sini. Dan berkat Mommy Maya yang sudah mempercayakan semuanya pada ahlinya."

"Ah, sudah kewajiban Umi untuk selalu ada buat kamu, Sayang. Sekarang, tugas kamu adalah menjadi istri yang baik untuk Zayn. Jangan lupa, suami itu surgamu," ucap Umi Maryam dengan suara bergetar, lalu memeluk erat putrinya.

Zahra, yang sedari tadi sibuk memotret Nafiza dengan ponselnya, tiba-tiba nyeletuk, "Kak, nanti malam jangan lupa kirim foto-foto yang bagus ya! Zahra mau lihat Kakak malam pertama! Pasti kamarnya udah di dekor mewah sama Mommy Maya, kan?"

Nafiza langsung tersipu malu, sementara Umi Maryam hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa kecil. "Zahra, kamu ini ada-ada saja! Jangan bikin Kakakmu malu, dong!"

 

Sementara itu, di kediaman Zayn, suasana juga tidak kalah meriah. Zayn tampak gagah dengan setelan jas berwarna abu-abu yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi berwarna senada. Jas itu terlihat begitu pas di tubuhnya, berkat rancangan khusus dari desainer ternama yang menjadi langganan keluarga Al Malik. Ia berdiri di depan cermin, merapikan penampilannya dengan dibantu oleh David, sang asisten sekaligus sahabatnya itu.

"Bro, lo beneran bikin pangling hari ini! Aura pengantin baru nambah sepuluh kali lipat!" goda David, sambil menepuk pundak Zayn dengan senyum menggoda. "Gue jadi iri, deh! Kapan ya gue bisa nyusul lo? Tapi, acara lo ini bener-bener mewah, ya! Nggak heran, deh, keluarga Al Malik!"

Zayn hanya tersenyum tipis, jantungnya berdegup kencang. Ia merasa gugup sekaligus bahagia. Hari ini adalah hari yang telah lama ia impikan, hari di mana ia akan mengikat janji suci dengan wanita pilihan hatinya.

"Doain ya, Dav. Semoga semuanya lancar," ujar Zayn tulus, sambil mencoba menenangkan diri.

"Pasti, Bro! Gue yakin lo pasti bisa! Lo kan Zayn Al Malik, pria yang selalu sukses dalam segala hal," balas David, memberikan semangat. "Tapi ingat, Bro, malam ini jangan sampai grogi! Nafiza itu cantik banget, lo harus kasih yang terbaik! Apalagi, Mommy Maya pasti udah nyiapin kejutan spesial buat kalian!"

Zayn memutar bola matanya, merasa geli dengan ucapan sahabatnya itu. "David, lo ini ya! Pikiran lo selalu saja ke situ!"

"Ya, namanya juga sahabat, Bro! Gue kan cuma mengingatkan," balas David sambil tertawa terbahak-bahak.

 

Akad nikah dilangsungkan di sebuah masjid yang indah dan tenang. Masjid itu dihiasi dengan dekorasi bunga-bunga segar berwarna putih dan pastel, menciptakan suasana yang romantis dan sakral. Meskipun sederhana, dekorasi itu terlihat begitu mewah dan berkelas, berkat sentuhan tangan dingin dari Event Organizer (EO) yang disewa oleh keluarga Al Malik.

Para tamu undangan telah memenuhi masjid, duduk dengan khidmat menantikan kedatangan kedua mempelai. Di barisan depan, tampak kedua keluarga besar Zayn dan Nafiza yang duduk berdampingan, memancarkan aura kebahagiaan dan kebanggaan terhadap putra putri mereka. Mommy Maya terlihat anggun dengan balutan kebaya mewah, sesekali tersenyum ramah kepada para tamu undangan.

Detik-detik menjelang akad nikah terasa begitu mendebarkan. Zayn duduk di depan penghulu, dengan wajah yang tegang namun penuh keyakinan. Nafiza berada di ruangan terpisah, menunggu dengan sabar dan berdoa agar Allah SWT melancarkan segala urusannya.

Akhirnya, saat yang dinanti-nantikan tiba. Penghulu memulai prosesi akad nikah dengan membacakan ayat suci Al-Quran dan menyampaikan nasihat-nasihat pernikahan. Zayn mendengarkan dengan seksama, meresapi setiap kata yang diucapkan.

"Zayn Al Malik bin Narendra Malik, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Nafiza Azzahra binti Adnan Pratama dengan mas kawin berupa Sebuah Mansion mewah, 100 gram emas, 2 miliar uang tunai, dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai," ucap penghulu dengan lantang.

Dengan suara mantap dan penuh keyakinan, Zayn menjawab, "Saya terima nikah dan kawinnya Nafiza Azzahra binti Adnan Pratama dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."

Ucapan "sah" menggema di seluruh masjid, diikuti dengan sorak bahagia dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Zayn menarik napas lega, senyum lebar menghiasi wajahnya. Ia telah resmi menjadi suami dari Nafiza Azzahra.

Di dalam ruangan lain, Nafiza dengan hati yang berdebar dan haru memenuhi relung hatinya. Kini ia kembali menjadi seorang istri. Istri dari Zayn Al Malik.

Setelahnya, Nafiza keluar dari ruangan dan berjalan menuju tempat Zayn berada. Ia tampak anggun dan berseri-seri, membuat Zayn semakin terpana.

Zayn bangkit dari kursinya, siap menyambut wanita cantik dalam balutan kebaya pengantin dengan senyuman hangat, lalu membimbingnya untuk duduk di sampingnya. Ia menatap Nafiza dengan penuh cinta dan syukur, lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening istrinya.

"Alhamdulillah, sekarang kamu sudah menjadi istriku," bisik Zayn, suaranya bergetar menahan haru.

Nafiza membalas tatapan Zayn dengan senyuman manis, lalu mengangguk pelan. "Alhamdulillah, sekarang aku sudah menjadi imanku," bisiknya kembali dengan pipi merona.

Lalu acara selanjutnya pun dimulai. Zayn dan Nafiza saling bertukar cincin pernikahan, sebagai simbol cinta dan komitmen mereka. Cincin itu pun bukan cincin biasa, melainkan berlian mewah yang berkilauan, hadiah dari Mommy Maya. Setelah itu, mereka melakukan sungkem kepada kedua orang tua mereka, memohon doa restu dan meminta maaf atas segala kesalahan.

Acara akad nikah Zayn dan Nafiza berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Semua tamu undangan merasakan kebahagiaan yang terpancar dari kedua mempelai. Hari itu menjadi hari yang tak terlupakan bagi Zayn dan Nafiza, hari di mana mereka memulai babak baru dalam kehidupan mereka sebagai suami dan istri. Kemewahan dan kebahagiaan berpadu sempurna, menciptakan momen yang tak terlupakan.

 

Bersambung...

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
riniandara: sama-sama kak, terimakasih juga udah meluangkan waktunya, semoga menghibur ya kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
riniandara: pasti semangat 45 Zayn/Applaud//Applaud/
total 2 replies
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!