Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.
Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?
Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.
Temukan kisah mereka hanya di sini:
"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.
"Selamat siang, Pak Darrel," suara seorang pria terdengar formal dari seberang. "Kami dari kepolisian ingin memberitahukan bahwa kami telah menerima laporan terkait aplikasi KopiKeliling Anda."
Jantung Darrel berdegup kencang. "Laporan? Maksudnya laporan apa ya, Pak?" tanyanya dengan rasa khawatir.
"Seseorang telah melaporkan adanya dugaan pelanggaran hak cipta dan plagiarisme," jawab pria itu tegas. "Kami meminta Anda untuk segera memberikan klarifikasi terkait hal ini."
"Tapi... tapi itu tidak benar!" Darrel membantah dengan panik. "Aplikasi kami tidak melanggar aturan apapun."
"Kami hanya menyampaikan informasi yang kami terima," balas pria itu. "Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut. Mohon kerjasama Anda."
Panggilan terputus. Darrel menghela napas berat. Dia berusaha menenangkan diri, tidak ingin kedua anaknya melihatnya panik.
"Papa, kenapa?" tanya Zoey polos.
"Nggak apa-apa, Sayang. Hanya ada sedikit masalah," jawab Darrel sambil tersenyum.
"Tapi, kita jadi pergi kan, Pa?" tanya Zayn ganti.
"Iya, jadi. Kalian tenang saja, ya." Darrel mencoba meyakinkan anak-anaknya.
Zayn dan Zoey mengangguk antusias. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat pameran UKM.
Darrel kemudian menghubungi Lucky. "Halo, Ky!" sapanya berusaha merendahkan suara agar tidak terdengar oleh Zayn dan Zoey.
"Baru saja aku mendapat telepon dari kepolisian. Mereka bilang ada pihak yang melaporkan aplikasi KopiKeliling atas dugaan pelanggaran hak cipta dan plagiarisme," kata Darrel.
"Sial! Ini pasti ulah mereka karena kita menolak investasi mereka!" desis Lucky geram.
"Aku juga yakin itu mereka! Tapi, hari ini aku harus tetap pergi ke pameran itu, nggak enak sama panitia," ucap Darrel.
"Bisakah kamu dan Zeya yang urus masalah ini?" tanyanya kemudian.
"Tenang, Rel. Kamu fokus saja ke pameran itu. Biar aku yang mengurus masalah ini. Aku akan cari tahu siapa pihak yang membuat laporan itu dan apa motifnya," jawab Lucky.
"Thanks banget ya, Ky. Aku percaya kamu bisa mengatasi masalah ini," kata Darrel lega, kemudian mematikan telepon dan menarik napas dalam-dalam.
"Ayo, Sayang. Kita berangkat sekarang," kata Darrel sambil menggandeng tangan Zayn dan Zoey mengajaknya keluar dari rumah. Mereka menggunakan jasa taksi online menuju ke tempat tersebut.
.
Sementara itu, di tempat lain, Lucky sudah tiba di kantor polisi. Dia mengenakan setelan jas rapi, menunjukkan bahwa dia hadir sebagai pengacara Darrel. Kemudian dia menghadap seorang perwira polisi yang berjaga bernama Kompol Ridwan.
"Selamat siang, Kompol Ridwan," sapa Lucky dengan sopan. "Saya Lucky Kurniawan, pengacara dari Saudara Darrel, pemilik aplikasi KopiKeliling."
"Selamat siang, Pak Lucky. Silakan, duduk," ucap Komplo Ridwan.
"Terima kasih. Saya datang ke sini untuk mengklarifikasi mengenai laporan yang diterima oleh pihak kepolisian terkait aplikasi KopiKeliling," ujar Lucky dengan tenang.
"Benar, kami menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran hak cipta dan plagiarisme yang dilakukan oleh terlapor," jawab Kompol Ridwan tegas.
"Kami membantah semua tuduhan tersebut," tegas Lucky dengan berani. "Aplikasi KopiKeliling adalah hasil dari pemikiran klien kami setelah gerobak kopinya disita oleh Satpol PP beberapa waktu lalu. Kemudian tercetuslah ide untuk menciptakan aplikasi yang bisa membantu para pedagang kopi kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka,"
"Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran laporan tersebut," ujar Kompol Ridwan menanggapi perkataan Lucky.
"Justru itu, Kompol. Kami juga ingin melaporkan balik pihak yang telah melaporkan klien kami," kata Lucky.
"Kami menduga bahwa laporan ini adalah bentuk fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pesaing bisnis klien kami," lanjutnya menegaskan.
"Apakah Bapak memiliki bukti untuk mendukung tuduhan tersebut?" tanya Kompol Ridwan.
"Tentu saja. Kami memiliki bukti-bukti yang menunjukkan adanya indikasi persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh PT Mitra Inovasi Nusantara. Kami menduga bahwa mereka sengaja membuat laporan palsu untuk menjatuhkan aplikasi KopiKeliling."
"Kalau begitu, silakan serahkan semua bukti yang Anda miliki," pinta Komplo Ridwan. "Kami akan menindaklanjuti laporan Anda sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku."
Lucky kemudian menyerahkan semua bukti yang telah dia kumpulkan kepada Kompol Ridwan. Dirinya berharap, dengan melaporkan balik pihak yang telah memfitnah aplikasi KopiKeliling, kebenaran akan segera terungkap.
.
Acara pameran UKM
Darrel tiba di acara pameran UKM sejam kemudian. Dia berusaha tersenyum dan bersikap profesional, meskipun hatinya diliputi kekhawatiran. Zayn dan Zoey tampak senang melihat berbagai macam stan dan jajanan yang ada di pameran tersebut. Dia berusaha fokus pada acara, tetapi pikirannya terus memikirkan tentang laporan yang diterima oleh pihak kepolisian dan apa yang mungkin terjadi pada aplikasi KopiKeliling
Darrel berusaha bersikap ramah ketika berinteraksi dengan para pengunjung pameran. Dia menjelaskan tentang manfaat aplikasi KopiKeliling dan bagaimana aplikasi tersebut dapat membantu para pedagang kopi kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Tiba-tiba, seorang wartawan menghampiri Darrel.
"Selamat siang, Pak Darrel. Kami dari "Nusa Media". Kami ingin bertanya mengenai laporan yang diterima oleh pihak kepolisian terkait aplikasi KopiKeliling Anda," kata wartawan tersebut sambil mengarahkan alat perekam suara ke arah Darrel.
Darrel terkejut. Dia tidak menyangka berita tentang laporan tersebut akan menyebar begitu cepat.
"Maaf, saya tidak bisa memberikan komentar mengenai hal itu," tolaknya dengan halus sambil mengangkat kedua tangannya.
"Apakah benar bahwa aplikasi KopiKeliling Anda melanggar hak cipta dan plagiarisme?" tanya sang wartawan tidak menyerah.
"Itu tidak benar!" tegas Darrel. "Aplikasi KopiKeliling adalah ide orisinil saya sendiri setelah beberapa waktu lalu gerobak kopi saya disita oleh Satpol PP. Lalu saya mulai menciptakan aplikasi KopiKeliling bersama dengan adik saya." Darrel menjelaskan dengan gamblang.
"Lalu, apa tanggapan Anda mengenai laporan tersebut?" tanya wartawan dengan keingintahuannya.
"Saya menduga bahwa laporan ini adalah bentuk fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pesaing bisnis kami," terang Darrel.
"Kami akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang telah melaporkan kami," lanjutnya menegaskan.
Wartawan itu terus mencecar Darrel dengan berbagai macam pertanyaan. Pria itu berusaha menjawab dengan tenang dan profesional di depan wartawan dan para pengunjung pameran, walaupun sebenarnya dia merasa semakin tertekan. Dia tidak akan membiarkan masalah ini menghancurkan reputasi aplikasi KopiKeliling.
Namun, apakah dia bisa mempertahankan reputasi aplikasi KopiKeliling di tengah badai fitnah ini? Dan apakah Lucky berhasil membuktikan bahwa PT Mitra Inovasi Nusantara berada di balik semua ini?