Lin Chen seorang Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga telah kembali.
Terlahir dengan kondisi tubuh khusus membuat Lin Chen tidak dapat berkultivasi, hingga suatu keberuntungan mengubah hidupnya menjadi seorang kultivator.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 52. Pertempuran Di Klan Cu
Lin Chen, Leluhur Cu dan Patriak Cu Gang segera bergerak keluar dari dalam goa.
" Kita akan segera bergabung bersama yang lainnya. Ingat apa yang sebelumnya aku katakan, Leluhur Cu akan menjadi kartu truf kita." Ucap Lin Chen dengan serius.
" Baik tuan muda." Jawab keduanya bersamaan.
Lin Chen segera melesat menuju Klan Cu yang di ikuti oleh kedua nya. Tidak lupa Lin Chen menekan kekuatannya hingga berada pada pendekar Kaisar tingkat awal.
" Penyamaran yang sangat luar biasa, bahkan aku tidak dapat merasakan kebocoran aura dari tubuhnya." Batin Leluhur Cu yang bergerak di belakang Lin Chen.
**********
Di hutan pinggiran Klan Cu.
Manajer restoran yang bernama Rou Dan masih duduk dengan tenang, tetapi tidak dengan pasukan yang dia bawa.
Terlihat raut wajah penuh kekhawatiran dari mereka. Mereka semua merasa khawatir dengan penyerangan kali ini, bagaimana tidak, mereka mengenal Klan Cu sebagai Klan terkuat di kota Giok saat ini.
" Tuan Rou Dan, kapan kita akan melakukan penyerangan?" Tanya salah satu pasukan.
" Kita tunggu tuan muda tiba, setelah itu kita akan langsung menyerang Klan Cu." Jawab Rou Dan dengan santai.
Pasukan itu sendiri berjumlah sekitar lima ratus pendekar yang berada pada tingkat pendekar Raja hingga Kaisar.
Dengan kekuatan pasukan itu sendiri, mereka semau berfikir akan sangat mustahil untuk menghancurkan Klan Cu.
Tetapi yang tidak mereka ketahui, jika ketiga orang yang akan bergabung bersama mereka dalam penyerangan kali ini memiliki kemampuan yang terbilang cukup tinggi.
Saat mereka semua sedang saling berbincang kecil, tiba-tiba angin di sekitarnya berhembus dengan kencang.
Hingga tidak lama kemudian, terlihat dua orang pria paruh baya bersama seorang pemuda tampan yang berada di tengah-tengah di antara kedua pria paruh baya itu.
Rou Dan segera bangkit dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah ketiganya.
" Tuan muda." Sapa Rou Dan dengan hormat. Lalu melakukan hal yang sama kepada Leluhur Cu dan Patriak Cu Gang, namun Rou Dan hanya menyapa sekedarnya saja.
Lin Chen menganggukkan kepala, lalu segera meminta mereka semua untuk segera bersiap.
Setelah semua orang berada pada posisinya, Lin Chen segera memimpin pasukan itu menuju Klan Cu.
" Swusshh...."
" Swusshh...."
Kilatan cahaya di bawah rembulan malam melesat dengan cepat di udara.
Setelah tiba di dekat gerbang, Rou Dan segera melepaskan serangan yang di ikuti oleh kelima ratus pendekar di belakang nya.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr....."
Ledakan keras terdengar, tempat yang sebelumnya tenang kini mulai mencekam dengan ledakan yang terjadi.
***********
Di Aula klan.
Patriak Cu Pou dan Tetua Agung yang sedang membicarakan penyelidikan, tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan beberapa murid yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
" Lancang!" Teriak Tetua Agung menatap murid dengan marah.
" Tetua Ag-.."
" Sejak kapan kalian berani-..."
" Tetua Agung, biarkan mereka menjelaskan kepada kita terlebih dulu. Sepertinya ada hal penting yang akan di sampaikan." Patriak Cu Pou menenangkan Tetua Agung Klan Cu.
Tetua Agung terdiam, dia hanya mampu menahan kekesalan nya itu.
" Katakan dengan jelas..."
" Patriak dan Tetua Agung, saat ini Klan sedang di serang."
" Apa!" Ucap Patriak Cu Pou dan Tetua Agung yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Benar Patriak, bahkan gerbang klan sudah di hancurkan."
Patriak Cu Pou dan Tetua Agung saling menatap satu sama lain.
" Segera bersiap dan kumpulkan semua pasukan. Kita sambut semut yang telah dengan lancang mengganggu Klan Cu!." Perintah Patriak Cu Pou, yang kemudian segera meninggalkan Aula Klan bersama Tetua Agung.
Dalam waktu singkat, ribuan murid serta para tetua Klan Cu mulai berdatangan. Mereka membuat kelompok dan langsung masuk ke dalam pertempuran yang terjadi.
" Kepa*rat! Siapa yang begitu berani menyerang Klan kita." Ucap salah satu Tetua dengan terus bergerak ke arah pertempuran.
Hingga saat mereka baru saja tiba, tampak wajah penuh keterkejutan dari para tetua itu.
" Patriak Cu Gang! Sejak kapan dia terbebas dari penjara bawah tanah."
Patriak Cu Gang yang melihat kedatangan mereka hanya tersenyum tipis. Lalu segera melesat ke atas langit dengan melepaskan aura pendekar Dewa tingkat awal.
" Semuanya, dengarkan aku. Aku Cu Gang, Patriak kalian sebelumnya yang telah di khianati oleh orang-orangnya sendiri. Aku perintahkan kepada kalian yang tidak ingin mati konyol di tempat ini, untuk segera menyingkir dari pertempuran yang sedang terjadi." Ucap Patriak Cu Gang yang suaranya menggema ke seluruh Klan Cu.
Semua orang terdiam saat mendengar suara itu.
" Apa patriak masih hidup!" Ucap para murid yang masih setia dengan Patriak sebelumnya.
" Benar, itu suara patriak." Yang lainnya menimpali.
" Apa kita akan pergi meninggalkan pertempuran, atau membantu patriak?"
" Sebaiknya kalian meninggalkan pertempuran ini, dengan kekuatan yang kalian miliki hanya akan menjadi bongkahan daging yang tidak berguna." Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di dekat mereka.
" Saudara, siapa anda?" Tanya salah satu murid.
" Segera tinggalkan pertempuran ini, atau kesempatan yang kalian miliki akan hilang." Ucap sosok itu yang tidak lain Lin Chen.
Mereka yang mendengar perintah dari pemuda itu segera melesat pergi meninggalkan pertempuran. Anggota Klan Cu sendiri masih banyak yang setia dengan Patriak sebelumnya, hanya karena paksaan dan darah klan Cu yang mereka miliki, membuat mereka mau tidak mau harus mematuhi patriak Cu Pou.
Hingga satu persatu murid Klan Cu mulai meninggalkan pertempuran. Lin Chen tersenyum melihat hal itu.
Namun, tiba-tiba langit bergetar dengan angin yang berhembus kencang.
Terlihat tiga sosok yang melayang di udara dengan pandangan mata menyapu tempat pertempuran.
Lin Chen menatap ketiga nya dengan tenang.
" Akhirnya mereka datang." Ucap Lin Chen yang segera bergerak menuju Patriak Cu Gang.
" Swusshh...." Lin Chen melayang di samping Patriak Cu Gang.
" Cu Gang! Cukup hebat juga kau bisa pergi dari penjara bawah tanah." Ucap Patriak Cu Pou dengan tersenyum remeh.
" Namun kau terlalu naif dan menganggap diri terlalu tinggi. Dengan kemampuan yang kau milik, kau telah salah mengambil langkah untuk menyerang kita." Patriak Cu Pou melanjutkan dengan tertawa kecil.
Sedangkan pria bertopeng yang bersama Patriak Cu Pou dan Tetua Agung masih terdiam, pandangan nya terus terfokus pada sosok Lin Chen yang masih berdiri dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun.
" Pemuda yang luar biasa. Jika aku mampu membawanya, tuan pasti akan sangat senang." Batin pria bertopeng dengan tersenyum di balik topeng nya.
Patriak Cu Pou dan Tetua Agung segera melepaskan kekuatan milik mereka.
" Wushhh..." Udara di sekitarnya menjadi lebih mencekam, membuat para pendekar tingkat rendah tertekan dan jatuh ke bawah tanah.
" Aura Dewa Naga." Lin Chen segera melepaskan aura dewa naga untuk melindungi pasukannya.
Berhenti tengah jalan...