NovelToon NovelToon
Bucin Dari Kecil

Bucin Dari Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: kisss

Berkisah tentang seorang laki-laki yang begitu mencintai sosok kekasih masa kecilnya yang tak lain adalah Humairah Aarin Ashab Lemos dan laki-laki itu bernama Brayen Pahlevi Rahmat Lubis.

Keduanya sama-sama berasal dari keluarga Sultan!

"Aku lelah memperjuangkan hubungan kita. Selama ini hanya aku yang kegirangan saat kita menghabiskan waktu bersama. Sedangkan kamu? Kamu menganggap aku tak lebih dari parasit yang melekat padamu! Jadi mari akhiri semua ini." Brayen berucap lirih di iringi butiran kristal membasahi pipinya.

***

"Jika dulu Brayen yang mengejar ku. Maka sekarang aku yang akan mengejarnya. Akan aku pastikan Brayen kembali ke dalam pelukan ku! Meski itu membutuhkan waktu yang lama." Aarin berucap dengan semangat berapi-api.



STOP PLATGIAT ✋✋ INI MURNI KARYA AUTHOR

JANGAN LUPA TAP FAVORIT, LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 😘😘 AGAR KARYA INI SEMAKIN BERSINAR 🤭🥰🤗🥳🥳

YANG SUKA KOMEDI BISA LANGSUNG STAY DI SINI🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Brayen VS Angkasa

Aarin mencicipi beberapa makanan lezat yang di suguhi oleh pihak sekolah. Gadis itu tersenyum senang karena banyak cake vanila kesukaan nya. Aarin tetaplah Aarin, tak sekalipun gadis itu anggun meski pakaian yang di pakainya anggun. Dia makan dengan lahap tanpa memperdulikan orang-orang menatap aneh dirinya.

Bayangkan saja penampilan Aarin yang cantik seperti Dewi khayangan sangat bertolak belakang dengan kelakuannya yang barbar dan terkesan bodoh amat dengan penilaian orang-orang terhadapnya.

Melakukan apa yang Ia sukai dan menjadi dirinya sendiri itulah Aarin. Gadis itu lebih mementingkan kenyamana dirinya. Bagaimana penampilan nya dan bagaimana penilaian orang-orang tidak pernah Ia pikirkan.

"Hemm .. cake ini sangat enak! Nanti aku akan menyuruh mommy untuk membuatkan nya untuk ku. Tapi saat keadaan mommy benar-benar pulih. Hihihi .. malam ini aku akan makan banyak!" Aarin tersenyum ceria menatap piringnya yang sudah di isi penuh dengan berbagai macam cake.

"Ar .." Panggil Cika yang baru saja tiba dengan pakaian cantiknya. Aarin tersenyum senang melihat Cika yang terlihat berbeda dan semakin cantik tanpa kacamatanya.

"Waw .. kamu sangat cantik, Cik!" puji Aarin mengangkat dua jempolnya.

"Hehe .. aku cantik juga karena dress pemberian kamu!" Cika menunduk malu dengan pipi merona. Yang di katakan Cika itu benar karena dress yang di pakainya merupakan hadiah ulang tahun dari Aarin.

"Dan sekarang dress-nya menjadi milik kamu!" Aarin mengajak Cika duduk di sampingnya.

"Gila .. kamu makannya banyak banget. Udah kaya orang gak makan seminggu. Yakin bakal habis kamu makan!" Cika menelan ludahnya melihat porsi makanan Aarin.

"Kalau gak habis nanti sisanya aku bawa pulang!" jawab Aarin santai lalu kembali mencicipi kuenya.

"Makanan itu di makan bukan di lihatin aja!" ucap Aarin pada Cika yang masih mematung menatap piring Aarin.

"Iya-iya .. aku cicipi deh!" Cika mencicipi cake vanila di piring Aarin.

"Hemmm .. enak banget! Aku juga mau Ar." Mereka berdua pun memakan cake tersebut bersama-sama. Cika yang melihat mulut Aarin belepotan pun membersihkan nya dengan tisu. Begitu juga dengan Aarin yang membersihkan noda di sudut bibir Cika.

"Brayen kemana sih?" tanya Cika penasaran karena tak melihat Brayen di sisi Aarin.

"Ke toilet .. tapi ini sudah setengah jam kenapa belum balik juga, ya!" Aarin mengerutkan keningnya. Gadis itu menaruh piring kotor atas meja karena nanti akan ada petugas kebersihan yang mengambilnya.

Saat kedua gadis itu sedang celingukan mencari Brayen. Tiba-tiba seseorang memanggil Aarin.

"Aarin." Panggil orang itu membuat Aarin dan Cika menoleh ke belakang. Mata keduanya membulat sempurna melihat seorang pria tampan berbalut jas berwarna navy. Pria itu terlihat begitu tampan.

"Wah .. kak Angkasa satu tahun menghilang. Tiba-tiba datang dengan wajah yang semakin tampan aja!" Cika berucap tanpa sadar saat melihat penampilan Angkasa yang semakin menawan.

Angkasa yang mendengarnya pun hanya memasang wajah datar tak begitu memperdulikan pujian yang terlontar dari mulut Cika. Karena tujuan pria itu hanya satu yaitu Aarin yang terlihat cantik.

"Ada apa, Kak?" tanya Aarin datar menaikkan alisnya sebelah.

"Kamu mau berdansa dengan ku!" Angkasa berlutut di depan Aarin membuat semua orang menatap ke arahnya. Aarin terkejut dengan tingkah impulsif Angkasa. Gadis itu ingin menolak namun takut menjatuhkan harga diri Angkasa karena orang-orang memandang mereka.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya lalu menoleh kiri kanan berharap Brayen datang menyelamatkan diri nya. Namun sang kesatria yang selalu melindungi dirinya dari laki-laki kini tak kunjung datang juga.

Sudah lima menit Angkasa masih berlutut di depan Aarin membuat semua orang terutama para gadis menatap tajam Aarin. Angkasa merupakan idola mereka.dan bila Aarin mempermalukan idola mereka pastilah gadis itu aka. Mendapatkan masalah.

Aku harap Brayen tidak salah paham nantinya batin Aarin.

Aarin menyambut uluran tangan Angkasa membuat pria itu tersenyum lebar. Sedangkan Cika yang melihatnya pun tersenyum penuh ironi. 

"Terima kasih." Angkasa bangkit lalu segera merangkul pinggang Aarin. Di letakkan nya tangan kiri Aarin di bahunya sedangkan tangan kanan Aarin di genggam erat olehnya.

Musik romantis pun di putar. Para gadis muda pun ikut berdansa bersama pasangannya masing-masing. Hanya Cika yang memilih menyendiri di pojokan sembari meminum minuman yang terasa asing di lidahnya.

"Rasanya pahit tapi kenapa nagih di lidah ya!" gumam Cika menatap minuman yang di pegang nya.

"Aku dengar kamu mendapatkan nilai sains tertinggi di tahun ini?" tanya Angkasa lembut menatap dalam mata Aarin.

"Iya." Aarin menundukkan wajahnya tak berani menatap wajah Angkasa yang berjarak dekat dengannya.

"Apa kamu mau melanjutkan kuliah di universitas yang sama dengan ku. Di sana benar-benar nyaman untuk orang-orang Asia. Dan dosennya juga ramah." Angkasa pun menceritakan tentang universitas nya yang berada di Jerman.

Mereka mengobrol sembari berdansa. Aarin terlihat begitu senang dan sesekali tertawa saat Angkasa menceritakan tantang culture shock nya saat berada di Jerman. Aarin merasa nyaman dan menyukai obrolannya dengan Angkasa yang membahas tentang ilmu kedokteran.

Satu fakta yang Aarin tahu bahwa Angkasa sudah memiliki gelar Dokter karena kejeniusan yang di miliki noleh Angkasa.

Awalnya Aarin begitu risih berdansa dengan Angkasa namun saat pria tampan di depannya ini menceritakan tentang ilmu kedokteran pun Aarin merasa nyaman dan tertarik.

Banyak pertanyaan yang di ajukan oleh Aarin seputar ilmu kedokteran dan perkuliahan pada Angkasa. Dan di jelaskan secara terperinci oleh Angkasa.

Saat sedang asik berbicara dan bercanda dengan Angkasa. Aarin di kejutkan dengan kehadiran Brayen yang tiba-tiba menarik tangan Angkasa lalu meninju rahang pria itu.

"Brayen!" Aarin menutup mulutnya tak percaya bahwa Brayen akan memukul Angkasa di depan umum.

"Sudah pernah aku peringatkan untuk tidak menyentuh dan mendekati lagi wanita ku! Tapi sepertinya peringatan ku tidak kau indahkan." Brayen menghajar Angkasa habis-habisan. Dan kali ini Angkasa pun tidak tinggal diam. Pria itu membalas pukulan Brayen dengan ganas.

Suara riuh teriakan para gadis terdengar memekakkan telinga. Sedangkan para pria memilih merekam perkelahian hebat itu. Brayen yang pandai berkelahi sedangkan Angkasa yang mempunyai latar belakang misterius membuat dirinya menjadi lawan yang tepat untuk Brayen.

"Brayen stop!! Kak Angkasa hentikan! Jangan berantem lagi!" Aarin menjerit berusaha memisahkan kedua pria yang sedang di selimuti amarah itu.

"Menjauh, Ar!" teriak Brayen menatap tajam seolah-olah ingin mencabik Aarin hidup-hidup.

"Jangan naikkan nada suara mu pada wanita sialan!" Angkasa menendang perut Brayen hingga membuat Brayen terdorong ke belakang.

Saat Brayen ingin membalas Aarin lebih dulu merentangkan tangannya di depan Brayen guna menghentikan perkelahian tersebut.

"Minggir, Ar!" sentak Brayen dengan nafas memburu.

"Enggak .. kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik!" Aarin menggelengkan kepalanya tak mau pindah.

BERSAMBUNG.

Duh .. duh ..

Panas panas ini .. api cemburu Brayen lebih panas dari kebakaran hutan🔥🔥🔥🔥

Mau lanjut? Vote!!

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰

1
komalia komalia
kisah diego sama.davit sama tari udah baca semua,tinggal kisah angkasa karena belum tamat jadi baru baca beberapa ban aja
komalia komalia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
komalia komalia
datang si bianh kerok leo 🤣🤣🤣🤣
komalia komalia
nagi sama aku aja hartamu bilqis
komalia komalia
bilqis somplak dasar
komalia komalia
siapa yang nolongin
komalia komalia
wah ada paman nya
komalia komalia
mantan nya kah
komalia komalia
waduh aaron kamu bakal kena hukuman dari mertua mu
komalia komalia
u lala visual nya top markotop
komalia komalia
waduh bryan parah
komalia komalia
apaaaaaj
komalia komalia
si leo asik kena tampol aja tuh kepala
komalia komalia
belum tau aja kamu clara calon mama mertua mu orang paling kaya tapi baju nya aja baju murahan yang di pake
komalia komalia
😭😭😭😭😭😭
komalia komalia
jadi ingat lagu roma
komalia komalia
engga ada basa basi nya kamu bary
komalia komalia
aku penasaran sama bebeqyu nya daging sapi dia di apain tuh,sayang kalau engga habis takut nya busuk,aku mau. minta jauh minta nya 🤣🤣🤣
komalia komalia
ooh berarti bryan sadar toh
komalia komalia
mana ofa jimi sama mama luna nya mmaah nya arka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!