Novel Noda Merah Pernikahan adalah webseries Novel Pertama yang tayang di Genflix dengan judul "Cinta Albirru" yang dibintangi oleh Michelle Joan dan Kiki Farel.
Zeya gadis yatim piatu yang terpaksa karena keadaan membuat dirinya terjun ke dunia hitam menjadi seorang wanita penghibur.
Suatu hari tanpa di duga ia bertemu dengan seorang pria yang bernama Albirru anak seorang ustad.
Tak lama berkenalan Albirru mengajak Zeya menikah, Zeya yang memang ingin bebas dari dunia hitam menerima tawaran Albirru untuk menikah dengannya walaupun hanya secara siri.
Belum genap setahun pernikahan mereka, Zeya harus menerima kenyataan jika suami yang ia harap dapat membimbingnya menjadi wanita yang lebih baik ternyata telah menikah lagi dengan jodoh dari kedua orang tuanya.
Apakah yang akan Zeya lakukan. Apakah ia bisa menerima pernikahan suaminya.
Siapkan sapu tangan dan tisu. Novel ini akan banyak menguras air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Kediaman Mami Azril.
Zeya sedang memasak buat makan malam di kediaman mami Azril. Rencananya Tante Febby dan suaminya juga akan ikut makan malam bersama.
"Masak apa, nak." Suara mami Azril membuat Zeya kaget.
"Mami .... "
"Maaf, mami kagetin kamu ya."
"Aku aja yang mungkin terlalu fokus. Ini aku masak sup ayam. Dendeng dan perkedel kentang. Apa udah cukup mami."
"Udah cukup itu. Kita makan berlima aja. Eh salah, berenam dengan anak tante Febby."
"Anak tante Febby usia berapa, mami."
"Usia sembilan tahun. Kelas empat SD. Tapi bawel. Kamu lihat aja nanti."
Azril yang baru muncul langsung mendekati mami dan Zeya. Ia memeluk tubuh maminya.
"Mami, kenapa minta Zeya yang masak. Nanti Zeya capek," bisiknya.
"Bukan mami yang minta. Kamu jangan sembarangan. Mami udah melarang tadi, tapi Zeya yang mau."
"Ada bibi kan."
"Nggak apa, mas. Aku yang ingin memasak buat makan malamnya."
"Dangar tuh Zeya ngomong, ia yang pengin masak, bukan mami yang minta."
"Tetap aja mami salah."
"Kenapa mami yang salah."
"Kenapa mami mengizinkan."
"Mami kan mau mencicipi rasa masakan Zeya. Dan ini baik buatnya. Agar memudahkan dalam melahirkan nanti.
"Alasan mami aja," gerutu Azril. Ia duduk sambil mengamati Zeya yang sedang memasak.
"Kamu tuh, belum Zeya jadi istri aja udah marah mami minta tolong masak. Gimana kalau jadi istri nanti."
"Zeya kalau udah jadi istriku hanya boleh menjaga putra putriku. Tidak ada boleh pekerjaan lain ia lakukan selain itu. "
"Posesif banget."
"Aku menjadikan Zeya istri, bukan pembantu atau pelayan bagiku."
"Kamu pegang kata-katamu itu."
"Zeya hanya boleh masak jika sesekali aku pengin merasakan masakannya."
"Tapi aku senang memasak, mas."
"Dengar itu. Kalau Zeya nya yang senang dan mau melakukan itu, bagaimana?"
"Boleh saja, tapi nggak boleh sering."
"Zeya, siapa yang menjaga toko Roti kalau kamu harus keluar seperti saat ini."
"Ibu Nur. Ia yang menawarkan diri menjaga toko roti dua hari ini."
"Kapan-kapan mami boleh main ke sana?"
"Tentu saja boleh, mi. Aku malah senang jika mami mau berkunjung."
Setelah semua hidangan selesai, Zeya masuk ke kamar tamu. Ia mandi dan melaksanakan solat magrib.
Tante Febby dan suaminya datang pukul tujuh malam. Anaknya sangat cantik dan ceria.
Gadis kecil itu langsung berlari mendekati Zeya yang duduk di dekat mami Azril. Tante Febby tersenyum dengan Zeya.
Ketika Zeya akan berdiri menyambut kedatangan tante Febby, ia melarang.
"Sudah, duduk aja." Zeya menyalami tente Febby dan suaminya.
Keisya si gadis cilik mengelus perut buncit Zeya dan meletakan telinganya di perut Zeya.
"Keisya, kamu ngapain." Tante menegur putrinya yang tampak antusias melihat perut Zeya yang besar.
"Mama, di dalam perut tante ini ada adikkan, tapi kenapa aku tak mendengar suaranya." Keisya bertanya pada mamanya dengan tangan yang masih terus mengusap perut Zeya.
"Keisya tak sopan begitu. Kamu belum kenalan dengan mbak Zeya. Udah main usap perut aja." ucap tante Febby.
"Kenalkan mbak, aku Keisya."
"Mbak Zeya," ucap Zeya bersalaman.
Azril yang keluar dari kamar, melihat tante Febby dan suaminya, menyalaminya. Ketika melihat Keisya yang mengelus perut Zeya mendekat dan menjauhkan tangan Keisya.
"Apa sih abang tua."
"Abang tua, abang tua."
"Emang tua, masa udah umur segini masih dipanggil Abang."
"Dasar bocah, minta digetok palanya nih."
"Coba aja kalau berani."
"Awas jangan pegang perut Zeya. Nanti anakku jadi bawel kayak kamu."
"Ini anak abang Azril?" tanya Keisya.
"Iyalah. Emang kamu pikir anak siapa?"
"Mbak Zeya, kenapa mau dengan abang Azril. Mbak Zeya cantik, abang jelek,"gumam Keisha
"Hei bocah, kamu sendiri aja yang bilang aku jelek? Semua orang yang mengenalku pasti mengakui kegantenganku."
"Azril, nggak malu kamu sama Zeya. Berantem terus kalau udah ketemu," ujar mami Azril.
"Sebenarnya ini acara apa. Apa pertunangan Azril dan Zeya," ucap Tante Febby.
"Tante mengada-ngada deh. Jangan mulai bercanda lagi. Nanti Zeya jadi tak betah."
"Siapa yang bercanda, tante cuma tanya."
"Mana mungkin acara pertunangan aku dan Azril, tante. Saat ini status pernikahanku terdahulu belum jelas."
"Setelah kamu melahirkan, kamu cepat selesaikan. Kasihan Azril lama menunggu. Udah nggak sabar ingin meluk kamu." Tante Febby ngeledek Azril.
"Jangan ngomong sembarangan, tante. Nanti Zeya percaya."
"Emang kamu nggak sabaran tante lihat."
"Udah ngobrolnya. Nanti disambung. Makan dulu. Mami udah lapar, tak sabar ingin mencicipi masakan Zeya." Mami berdiri agar yang lain ikutan.
Setelah mengumpul di meja makan, tampak tante Febby memandang dengan takjub.
"Astaga, ini benar kamu yang masak Zeya."
"Iya, tante. Jika tak enak tante bilang aja. Biar aku bisa mempelajarinya lagi."
"Ini pasti enak. Dari aromanya aja, tante tau."
Semua keluarga mengambil nasi berserta lauknya dan tampak lahap memakan.
"Tante nggak menyangka kamu pintar masak. Enak banget lagi masakannya?"
"Tante terlalu memuji," ucap Zeya malu.
"Benar loh, apa kita buka restoran aja setelah Zeya melahirkan. Tante yang modalin. Keuntungan kita bagi dua."
"Enak aja, tante. Jika Zeya akan membuka restoran, modalnya dari aku. Biar untungnya buat kami berdua." Azril langsung protes atas ucapan tantenya.
"Idih ... yang udah terbayang akan menikah sama Zeya. Kalau Zeya kabur, pasti kamu gila ya." Tante Febby tertawa setelah mengucapkan itu.
"Tante doanya jahat banget."
"Becanda kali, serius amat. Tante doakan kau dan Zeya berjodoh. Dan nanti rumah tangga kalian kekal selamanya."
"Aamiin. Gitu dong doanya."
Setelah makan dan berbincang sebentar tante Febby, suami dan anaknya pulang. Zeya masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya.
Perutnya bergerak, Zeya mengusapnya.
Maafkan bunda sayang, bunda menyembunyikan kehadiran kalian berdua dari ayahmu. Suatu saat bunda pasti akan mengatakan kebenarannya. Karena kalian juga berhak tau ayah kandung kalian.
Zeya mencoba memejamkan matanya. Tapi tak bisa. Ia memang tampak kesulitan ketika tidur karena perutnya yang telah membuncit.
Zeya mengambil Al-quran dan membacanya hingga matanya mengantuk.
...................
Sebulan telah berlalu.
Saat ini usia kandungan Zeya telah memasuki bulan kesembilan. Seperti rencana seminggu sebelum melahirkan Zeya telah diminta untuk ke kota, tempat Klinik milik tante Febby berada.
Hari ini Zeya berencana akan pergi ke kota, ini dilakukan agar saat ia akan melahirkan tidak ada kendala yang harus dihadapi.
Menjelang melahirkan ia menginap di hotel yang terdekat dengan klinik itu.
Bersambung
*********************
Terima kasih
Selamat Pagi pecinta novel Noda Merah Pernikahan. Kali ini mama ingin kenalkan karya teman mama. Sambil menunggu novel ini update kalian bisa mampir ke novelnya.
nasab masih ikut ibu.
Mksih yaa thor byk pembelajaran yg aku dapat dlam cerita ini...🙏🥰
mampus saja kamu, udah ga adil, baru pura2 gaa tau kesalahannya lagii...
rasanya ingin kucekik batang leher mu