Aku belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan.
Orang yang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut.
Tetapi, mereka yang bisa menaklukkan rasa takut itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiffany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKN Desa Sumber Kantil ~ 5
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...(Cerita ini kupersembahkan untuk teman-teman ku KKN-PPM19~ nama, tempat, waktu kejadian disamarkan)...
...Happy Reading...
...----------------...
Berita kesurupan Mita pun sampai terdengar oleh keluarga Pak Kasno. Abian, selaku ketua kelompok mencoba menenangkan anggotanya agar tidak panik. Waktu mereka tinggal di sana hanya tersisa dua minggu saja. Kenapa harus diperdebatkan lagi permasalahan yang sudah selesai.
Abian berusaha menasehati teman-temannya agar tetap fokus selama berada di sana. Tidak boleh lagi merenung, melamun sendirian ataupun dalam kondisi sendirian daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Abian tidak ingin pemilik rumah memiliki kesan yang buruk tentang apa yang dialami oleh teman-temannya selama di sana.
Sore itu Fany baru saja selesai mandi dan dia terkejut melihat Mita yang pindah ke kamarnya.
"Lho, Mit, kamu mau ngapain?"tanya Fany yang bingung melihat Mita menata tempat tidurnya.
"Aku diminta Abian pindah tidur disini sama kamu fan,"ujar Mita.
"Lha terus si Merlin dan Ayu dimana?"tanya Fany kembali.
"Devi, Ayu, Merlin dan Sisil memilih tidur di ruang tamu. Kata mereka kalau aku ada apa-apa lagi masih ada kamu yang bisa langsung mengatasi. Mereka takut tidur sama aku, Fan,"ujar Mita dengan raut sedih. Fany menjadi tidak tega juga mendengarnya.
"Ya sudah kamu tidur sini saja, nggak apa-apa,"putus Fany pada akhirnya.
Namun setelah berganti baju Fany segera menemui Abian yang seenaknya saja membuat keputusan. Fany pun menemukan Abian yang sedang berada di ruang teras depan rumah.
"Ketua, aku mau bicara,"ucap Fany tegas.
Abian yang melihat dan juga mendengar suara jutek Fany seketika bisa menebak jika gadis tersebut dalam kondisi tidak baik-baik saja. Abian berusaha menghadapi Fany dengan kesabaran tingkat dewanya.
"Ada apa lagi, fan?"tanya Abian.
"Eh, apa-apaan itu kok aku tidur sekamar dengan Mita?"ujar Fany balik bertanya.
"Ya, teman-teman sekamarnya takut kalau dia belum stabil kondisinya setelah kejadian kemarin. Jadi daripada dia tidur sendirian lebih baik sama kamu saja,"ujar Abian.
"Kok bisa lebih baik sama aku sih? Nggak paham aku maksudmu ketua,"kata Fany sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Jadi begini Fany cantik, jadi kalau dia sampek kenapa-kenapa seperti kemarin, kamu lebih bisa ngehandle dia gitulah. Teman-temannya pada takut semua soalnya,"kata Abian.
"Enteng banget ketua kalau ngomong. Kalau dia tiba-tiba kumat pas aku tidur terus aku dicekik sama dia gimana dong? Tanggung jawab emang ketua kalau aku sampai kenapa-kenapa?"ujar Fany menekan si Abian.
Abian menghela napas panjang mendengar ancaman di Fany.
"Ya, enggak begitulah, Fan. Kenapa kamu mikirnya jauh kesana?"ujar Abian.
"Lha ya ketua aneh-aneh saja. Emang aku pawang setan apa??? Gila aja!"ujar Fany kesal.
"Oke-oke, begini saja ya, aku akan tidur depan kamar kamu deh buat mastiin kalau kalian baik-baik saja, bagaimana?"ujar Abian mengalah.
"Tidur depan kamar aku dan pintu kamarku harus terbuka. Aku tidak mau juga terjadi apa-apa denganku,"ujar Fany membuat kesepakatan.
"Baiklah, deal!"ujar Abian yang sepakat dengan usulan dari Fany tersebut.
......................
Waktu KKN kurang satu Minggu lagi. Selama seminggu itu tidak ada tanda-tanda aneh dari kedelapan belas mahasiswa. Mereka menganggap kejadian Mita itu sepertinya sudah kejadian ganjil yang terakhir selama mereka berada di sana. Mereka pun sudah mulai move on akan kejadian yang pernah menimpa diri mereka.
Malam itu adalah hari Kamis malam Jumat. Karena waktu mahasiswa itu tinggal sebentar lagi disana. Mereka ingin menggunakan waktu itu untuk berpamitan dengan para warga di desa Sumber Kantil. Biasanya malam Jumat ada acara tahlilan setelah sholat isya.
Abian membagi rekan-rekannya menjadi 2 kelompok. Kelompok Abian akan pergi ke masjid yang letaknya lebih jauh di atas. Sedangkan kelompok Mifta akan pergi ke mushola yang letaknya lebih dekat dengan rumah singgah mereka.
Namun, ada satu mahasiswa yang saat itu tidak bisa ikut karena dia sedang berhalangan. Dia adalah Fany. Sehingga teman-temannya meninggalkannya sendirian di rumah. Waktu menunjukkan pukul setengah 8 malam. Fany mendadak merasakan perutnya mulas.
Berangkatlah dia menuju ke kamar mandi. Saking terburu-burunya dia lupa membawa senter karena lampu di kamar mandi itu sangat temaram.
Namun, karena sudah tidak tahan lagi, Fany tidak peduli. Perutnya sudah benar-benar mulas. Baru saja dia masuk kamar mandi. Fany merasa suasana di sekitarnya begitu sepi. Entah mengapa dia kepikiran apa yang pernah menimpa diri ayu. Fany pun sempat melirik ke arah lubang angin yang sudah ditutup papan kayu tipis oleh teman-temannya. Tetapi, Fany segera menepis perasaan itu. Dia harus berpikir positif, jangan melamun, begitu batin Fany.
Tiba-tiba terdengar suara lemparan batu mengenai seng yang menutupi mulut sumur. Di depan kamar mandi itu memang terdapat sebuah sumur. Mendengar suaranya saja membuat bulu kuduk Fany berdiri.
"Astoge.....aku pengen cepet-cepet keluar deh,"gumam Fany perlahan kepada dirinya sendiri.
Fany takut dikerjai oleh makhluk tak kasat mata yang ada di sana. Tiba-tiba terdengar suara menyapa Fany dari luar.
"Siapa disana?"tanya suara yang Fany kenali sebagai suara Bu Kasno. Fany merasa lega mendengar suara itu.
"Fany, buk,"sahut Fany dari dalam.
"Mbak Fany sendirian saja?"tanya Bu Kasno kembali.
"Iya, buk,"sahut Fany.
"Semua apa ke mushola mas Feri?"tanya Bu Kasno kembali.
"Sebagian lagi ke masjid di atas buk,"sahut Fany.
"Oh, begitu, mbak Fany masih lamakah?"tanya Bu Kasno kembali.
"Masih Bu, apa ibu mau ke kamar mandi?"tanya Fany merasa tidak enak ditungguin sang pemilik rumah.
"Enggak, kalau mbak Fany masih lama. Ibu temenin ya,"sahut Bu Kasno semakin membuat Fany merasa tidak enak.
"Eh, tidak perlu Bu, saya tidak apa-apa sendirian di sini,"sahut Fany.
"Tidak apa mbak Fany, ibu juga lagi santai kok, udah tenang saja,"sahut suara Bu Kasno dari dalam.
Fany pun merasa semakin tidak enak saja karena ditungguin oleh ibu pemilik rumah. Dia mempercepat aktivitasnya di dalam kamar mandi. Sesegera mungkin Fany keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Bu Kasno menyandarkan diri di depan pintu penghubung antara kamar mandi dan juga dapur.
"Bu, terimakasih sudah menemani saya,"ucap Fany kepada Bu Kusno.
"Iya, mbak Fany sama-sama, sudah masuk saja sana,"sahut Bu Kasno.
"Iya, Bu, saya permisi lebih dulu,"sahut Fany yang terus masuk ke dalam ruangan.
Akan tetapi ketika Fany baru akan duduk di ruang tamu. Sebuah ketukan datang dari luar. Fany beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu utama.
"Ya ampun, ada mbak Fany toh di rumah, ibu kira semua pergi ke masjid dan mushola. Ibu ketok-ketok pintu sedari tadi kok tidak ada jawaban. Kata mas Abian tadi semua akan pergi ke sana."
Fany hanya berdiri mematung melihat siapa yang menyapanya dari pintu depan rumahnya.
"Bu Kasno...."ucap Fany dengan wajah memucat.
"Iya, lho ada apa toh mbak Fany ini? Kok mbak Fany tampak aneh. Apa mbak Fany sakit ya?"tanya Bu Kusno merasa bingung melihat ekspresi ketakutan dari si Fany.
"Lalu yang di dalam tadi siapa?"tanya Fany ingin menangis rasanya namun dia tidak bisa semudah itu untuk menangis.
"Siapa memangnya?"tanya Bu Kasno yang ikut bingung dengan ucapan dari si Fany tersebut.
Fany menceritakan kejadian itu kepada teman-temannya. Keesokan harinya si Fany mengalami sakit tiga hari lamanya. Dia merasa terkejut karena tidak menyangka akan bertemu dengan sosok astral yang menyerupai Bu Kasno. Namun, KKN di Desa Sumber Kantil tidak mengalami kejadian yang ekstrim. Hanya saja kejadian-kejadian yang ganjil memang mereka temui selama hampir satu setengah bulan mereka KKN di desa tersebut. Kedelapan belas mahasiswa itu berhasil pulang kembali ke kota dalam kondisi yang baik. Dan tugas KKN-PPM yang mereka emban pun berhasil diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Pihak kampus pun senang dengan apa yang mereka kerjakan selama di Desa Sumber Kantil.
...----------------...
👻 Tamat
...Dimanapun kita berada, sosok astral itu memang ada. Namun, kita harus tetap percaya akan kekuatan doa yang selalu kita panjatkan untuk Sang Maha Kuasa. Selalu lah berdoa dan fokus dengan apa yang kita kerjakan. Dengan begitu gangguan seperti apapun tidak akan menggoyahkan diri kita....
ketinggalan banyak nih
boom like dulu ya Thor
🙏🙏🙏