Kevin, seorang pemuda tampan dan mapan terpaksa menikah dengan tante mungilnya, Wulan. Awalnya dia tidak menginginkan pernikahan itu, karna ia hanya menganggap Wulan sebagai adiknya dan hanya sebatas itu tidak lebih.
Wulan pengusaha muda itu, menyukai Kevin sedari mereka kecil, hingga ia nekat melamar Kevin.
Bagaimanakah perjuangan Wulan menaklukan hati Kevin yang biasa dia panggil Kak Shine itu??
Yuk baca dan lepaskan rasa penasaranmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titangnia E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Tinggalkan Aku 2
Kevin membantu Wulan berdiri dari kursinya. Setelah menggendong tasnya dan tas Wulan, ia menggenggam tangan Wulan, "Kita pulang ya" Katanya lembut yang dijawab anggukan oleh Wulan. Namun ketika ia melangkah, Wulan yang masih lemah kembali terduduk di kursi tadi.
Kevin berjongkok membelakangi Wulan di depannya. "Naiklah Tan" "Emm, Kakak seriusan mau gendong aku?" "Berat loh" "Tenang saja Tan aku kuat kok, hehe" Wulan naik ke atas punggung Kevin yang lebar dengan nyaman dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Seandainya bukan karena kesialan yang terjadi pada Wulan, mungkin ini akan menjadi momen yang berharga untuknya.
Ternyata, satpam yang menjaga tadi sudah pergi, Kevin membantu Wulan untuk naik keatas motornya dan memakaikan helmnya. Kemudian, ia kembali untuk menarik gerbang sekolah tersebut sesuai janjinya.
Setelah itu, ia menyalakan mesin motornya dan membawa ia dan Wulan pergi dari sana. Kevin membiarkan Wulan melingkarkan kedua tangannya di pinggangnya dan menyandarkan kepalanya di punggungnya.
10 menit kemudian, mereka sampai ke rumah mereka. "Tan, kita dah sampai." Kata Kevin yang tidak di gubris oleh Wulan. "Tan.." Kok gak ada respon ya Ia melihat kebelakang sekilas Udah tidur ya, pasti lelah dengan kejadian hari ini.
Kevin dengan telatennya turun dengan tetap mempertahankan posisi Wulan di atas motornya, kemudian menggendongnya ke kamar Wulan.
Ia melepaskan jaket yang ia berikan tadi, kemudian melepas sepatu dan kaos kaki Wulan. Ia mengambil baskom kecil dan mengelap wajah dan tangan tantenya itu.
Ketika ia beranjak keluar dari kamar itu, tepat saat itu Wulan memegang tangannya. "Jangan tinggalin aku Kak, aku takut" Kevin memalingkan wajahnya kearah pemilik suara. Ngigau ternyata.
Kevin melepas tangan Wulan, dan menggenggam tangan itu kembali dan meletakkannya di samping badan Wulan. "Aku ada disini Tan" Tanpa sadar ia mencium kening Wulan lembut.
Tak lama, kantuk melandanya dan tertidur di samping Wulan sambil memegang tangannya.
Matahari pagi itu cukup terik untuk mampu menembus celah dari jendela kamar itu. Wulan terbangun dan mendapati dirinya tertidur dan Kevin berada disampingnya
Apa ini akan terus terjadi kalau kita sudah menikah nanti Kak? Sekilas ia memandangi wajah Kevin dan tersenyum sendu, "Mungkin Kakak tidak akan ada disini kalau kejadian semalam tidak ada"
Matanya terhenti ketika Kevin menggenggam tangannya
Entah kenapa air matanya terjatuh. Aku mencintai Kakak, sangat batinnya.
"Tante, kenapa menangis. Apa ada yang sakit?" Ia terbangun dari tidurnya dan mengambil posisi duduk yang disusul oleh Wulan. "Gak ada kok Kak"
Kevin melihat memar di pipi Wulan bekas tamparan Bani. "Apa ini perbuatan si brengsek itu" Tatapnya tak suka dan kembali di selimuti amarah "Udah mendingan Kak. Gak usah dilanjutin ya. Aku gak mau masalah ini diperpanjang" "Tapi Tan " "Dan juga Kak, tolong jangan ceritain kejadian semalam kesiapapun ya" Kata nya dengan memohon
"Baiklah." Jawab Kevin mengalah "Tapi, kita harus mengopres luka Tante dulu. Takutnya nanti makin parah dan berbekas"
Kevin mengambil kantung es batu, dan dengan perlahan ia menempelkannya dipipi merah Wulan.
"Kok pipi Tante malah tambah merah ya? serisusan gak sakit lagi, kita kerumah sakit aja ya?" "Aku serius kok Kak" "Tapi, makin kesini wajah Tante makin merah. Sebelah kiri juga gitu, padahal tadi gak ada"
Kevin mulai panik. Aduh, ya kali aku bilang karna malu dekat dengan wajah Kak Shine sih? "Kak, aku begini karna... karna malu deket sama Kak Shiine seperti sekarang" Jawabnya dengan polos
"Apa?" Tanya Kevin kembali berusaha mencerna. Dan memang benar jarak wajahnya dan Wulan sekarang cukup dekat karena ia harus memperhatikan bagian yang harud di kompres diwajah gadis itu.
Sontak ia menarik kembali wajhanya dan duduk tegap di kursinya disamping kasur Wulan. Entah kenapa, bukan hanya Wulan, wajah Kevin pun ikutan memerah.
Titangnia E.
authornya lupa 🙈🙈
-AKU BUKAN LESBIAN.
Dapet dalam dari
" Bidadari Sang Gus "
Ditunggu vote , like dan komen katanya ..
Silahkan mampir juga ya....!!!!
kita saling dukung
Oke .....