NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekacauan Raka

Pintu kamarnya di ketuk, Nella tidak tahu masuk kamar siapa, ini kamar Javier ia masuk sarang berbahaya yang tanpa sadar ia masuki dan ia menangis diatas tempat tidur merasa kalo ia tidak mau mencintai atau mengakui kalo ia jatuh cinta, logikanya memaksa hati untuk berhenti berbicara kalo Nella sudah jatuh cinta pada Javier.

Siapa yang tidak menyukai pria tampan seperti Javier, Wanita tak normal pun akan mengakui Javier tampan dan Nella muak dengan perasaan ini ia harus mandi.

Suara shower dan suara Geraman gemas. Javier akan menunggunya. Lebih baik ia bicara dengan baik tanpa ada kejar-kejaran.

Setelah selesai mandi Nella seperti biasa akan hanya menggunakan pakaian dalam dan celana pendek tubuh rampingnya dan rambut basahnya ia tak sadar kalo ini kamar Javier dan ia menggunakan kamar mandi Javier, ya shamponya apapun Nella tak masalah tapi, ia merasa berbahaya sejak mandi tadi dan sekarang bahaya itu didepan matanya dan ia hanya memakai pakaian dalam dan handuk di kepala dan handuk di tangannya.

"Tidak, jangan! Jangan melihat kemari. Putar balik matamu putar!" Bukan Javier yang memutar kepalanya tapi, malah Nella yang berputar memakai handuknya padah Javier sudah menikmati cukup lama bahkan ia menikmati kalo Nella berpikir bersajan seperti ini kamar miliknya tak ada siapapun, Javier tersenyum geli karena Nella seperti di lihat orang asing di kamar suaminya, yang sejak tadi melihatnya itu Javier.

Sudahlah. Javier bergerak mendekat mengangkat Nella dan mendudukkannya di kursi dan Javier dibtepi kasur.

"Pertama kamu panik itu sangat aneh. Kedua ini kamarku?" Nella melihat sekeliling dan menelan ludahnya.

"Aku pindah kamar!" Di tarik Javier lagi hendak berdiri dari duduknya dan kembali duduk Nella panik merapatkan paha dan menutup belahan dadanya dengan tangannya.

"Kamu mau bicara apa aku mau pake baju dulu."

"Tidak bisa... Sudah terlanjur."

"Oh yaa, kau mulai berpikiran kotor."

"Heii tidak ada berpikiran kotor pada istrinya sendiri, ini aku menikmatinya sendirian, kenapa?"

Menarik kursinya mendekat. Kedua paha Nella yang lembab itu ada di tengah, diantara paha Javier.

"Aku mau tanya saja apa ada kata-kata ku yang kasar...."

"Tuan... Anda harus keluar sekarang!"

Mengumpat kesal, Javier akan menghabisi Seam yang berteriak didepan pintu sambil terus mengendornya.

"Pakai baju mu masuk ke kamarmu ambil bajumu... Aku akan urus itu sebentar."

Nella melihat Javier marah ia sangat menyeramkan jika kesal. Lebih baik pergi ke pintu yang Javier bilang.

Di depan suara keras terdengar mengejutkan Nella yang sibuk mengeringkan rambut dengan alat pengeringnya.

Merasa penasaran dan ia benar-benar ingin tahu siapa yang datang. Javier didepan membanting seseorang ke kaca depan mobil keras sekali sampai pecah kaca itu.

Daman Shinta dan Seam disana hanya diam.

Nella keluar tanpa sadar ia membuat suasana tambah kacau, yah sikap bodohnya muncul di saat tidak tepat.

"Javier!" Teriak Nella saat tinjunya sudah melayang mengenai lawannya.

"Kakak!" Nella mendekat dan melihat abangnya berusaha bangun dan Javier menjilat sudut bibir bawah yang terluka dan bagian dalamnya yang berdarah. Gigi putih Javier sudah berwarna darah di tambah mereka semua berantakan.

"Apa ini!"

"Nella kita pulang, ayo!"

Berdiri masih sedikit sempoyongan Raka mengulurkan tangannya, Nella hanya diam melihatnya. Angin malam ini agak dingin dan Javier diam disana mundur dua langkah sambil terus membuang ludah merah.

"Kakak gak mau bela Nella saat Nella butuh dan untuk apa Kakak kemari dan bawa mereka semua!"

Semuanya diam tidak ada yang menunduk walaupun Nella membentak marah menatap mereka semua termasuk Raka.

"Dek, Kakak cuman gak mau kamu tambah kurang ajar sama mama atau papa, kita pulang, kakak udah bayar semua kerugiannya." Memohon memegang tangan Nella yang tidak mau mengambil uluran tangannya.

Nella kembali diam ia hanya melihat tangan lecet dan berdarah lalu Javier yang diam berdiri sok keren padahal badannya terluka wajahnya berdarah-darah, ludahnya merah dan wajahnya menatap lain arah bukan ke Nella.

"Masuk Javier!" Menatap Nella Javier mendekat mengambil tangan Nella dari tangan Raka tapi, di tahan membuat ketiganya berhadapan.

"Kenapa?" Tanya Raka tidak terima.

"Lepas!" Bentaknya.

Nella mendorong tangan Raka menjauh dari tangannya dan beberapa anak buah Raka mendesah kesal karena kembali tanpa hasil mereka sudah di beri kalimat jika adik Raka tak mungkin tak mau kembali karena Raka yang jemput pasti mau kembali pulang.

"Pergi kak, aku sudah bersama Javier jangan datang atau jangan anggap aku adik lagi."

Seluruh badan Raka rasanya sakit kenapa ia ingin menangis disini. Langkah Raka di percepat masuk ke mobilnya dan pergi begitu saja perlahan semua kekacauan berhenti dan semuanya pergi kecuali orang-orang Javier yang Nella curigai mereka bukan orang biasa juga.

"Daman Seam kau juga Shinta pergi obatin luka mereka. Javier biar aku urus."

Di kamar kini, duduk diatas lantai dengan luka yang begitu banyak Nella membuka jasnya Javier dan juga kemejanya bahkan juga membantu membuka celananya. Javier menahannya.

"Bagian atas saja, biar aku urus bagian bawah."

Nella memaksanya ia tetap bergerak membukanya dan benar saja luka besar dan lebam. Nella mengambil handuk yang tadi ia pakai untuk mengeringkan rambut menutup bagian Javier.

Setelah mengobati luka kecil lalu luka besarnya, Nella juga menjahitnya dan menutupnya dengan plester anti air tak lupa ia juga meriksa bagian kepala.

"Kenapa kalian berkelahi, kenapa kamu gak bilang kalo abangku yang datang."

"Aku tidak mau.

Nella menatapnya memperhatikan wajah marahnya.

"Kenapa harus sampai begini kalo sudah begini kamu harus nya lebih mementingkan dirimu dari pada emosi mu."

"Kalo aku sudah bilang kamu tidak mau dan aku sudah bilang aku tidak mau memberikannya abangmu maksa Nella, dia ngancem bunuh aku apapun caranya kalo gak bisa bawa kamu pergi tapi, kamu muncul... Aku pikir kamu beneran jawab setuju."

Nella diam mendengar juga merasakan kalo Javier bergantung hidupnya pada dirinya bahkan Javier tidak mau dirinya pergi memilih mempertahankan apa yang ia miliki.

"Ayo kamar mandi aku bantu..."

"Mandi bersama?" Pertanyaan Javier mulai tidak jelas Nella pergi dari depannya masuk kamar mandi duluan. Setelah keluar kamar mandi Javier yang mengekor di tarik duduk Nella cara kasar.

"Diam aku ambil senter sebentar." Nella belum melihat luka di mulut Javier.

Menahannya untuk tidak pergi.

"Kamu sibuk terus dengan luka ku, aku cepat sembuh ini tidak seberapa, tenang saja."

"Aku hanya takut kamu merasakan sakit nanti aku ini perawat seharunya aku merawat pasienku dengan benar."

Javier memeluknya mencium bahu Nella, Nella membahasnya menepuk bahu dan mengusap dan mencium pucuk kepala Javier.

"Jangan terluka parah aku tidak suka, milikku rusak."

Semakin erat Javier memeluknya.

"Keceng, gak bisa nafas vier!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!