NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.24

Malam itu, Sekte Awan Putih tidak lagi putih. Gunung itu telah menjadi obor raksasa yang menerangi langit dengan warna oranye kemerahan.

Shen Yu berlari menembus Hutan Kabut di belakang gunung, menggendong Su Ling di punggungnya. Napas Su Ling terdengar lemah dan putus-putus; asap kebakaran telah merusak paru-parunya yang rapuh.

"Bertahanlah," bisik Shen Yu, kakinya bergerak secepat angin. "Kita hampir sampai."

Tujuannya adalah gua tersembunyi di balik air terjun sungai bawah tanah tempat yang sama di mana ia membunuh Han Hu. Itu adalah satu-satunya jalur keluar yang tidak diketahui banyak orang.

Suara ledakan dan teriakan perang perlahan menjauh di belakang mereka.

Shen Yu menyibakkan tirai tanaman rambat yang menutupi mulut gua. Gelap dan lembap. Bau lumut menyambut hidung mereka.

Namun, baru lima langkah ia masuk ke dalam kegelapan, instingnya menjerit.

Wuuuung!

Sebuah kilatan ungu melesat dari dalam gua, mengarah tepat ke lehernya.

Shen Yu bereaksi cepat. Ia memutar tubuhnya ke samping, melindungi Su Ling. Tangan kanannya yang bersarung hitam menepis serangan itu.

Tring!

Percikan listrik meletup. Shen Yu terdorong mundur dua langkah, kakinya menancap di tanah berlumpur.

Di depannya, diterangi oleh cahaya Batu Iluminasi yang redup, berdiri sepuluh orang murid elit. Mereka semua memegang senjata, wajah mereka tegang dan penuh ketakutan.

Dan di tengah-tengah mereka, berdiri seorang pemuda berjubah putih yang ujung pedangnya masih memercikkan petir ungu.

Bai Jianfei.

"Kau..." Bai Jianfei menyipitkan matanya, mengenali sosok berdarah yang baru masuk. "Shen Yu?"

Suasana di dalam gua menegang seketika.

Para murid elit itu kebanyakan murid dalam Tahap 4 hingga 6 menatap Shen Yu dengan horor. Penampilan Shen Yu mengerikan jubah murid luarnya compang-camping, tubuhnya bermandikan darah yang bukan miliknya, dan aura pembunuh yang pekat masih menempel di kulitnya seperti bau busuk.

"Dia berdarah-darah..." bisik seorang murid perempuan ketakutan. "Apa dia membunuh teman kita?"

"Dia pasti mata-mata Sekte Darah Besi!" tuduh murid laki-laki lain, mengarahkan panahnya ke Shen Yu.

Shen Yu tidak menurunkan kewaspadaannya. Ia bisa merasakan sisa energi dari Bunga Bulan Ungu di dalam tubuhnya bergejolak, ingin meledak.

"Minggir," ucap Shen Yu dingin. "Aku tidak punya urusan dengan kalian."

"Tunggu," Bai Jianfei melangkah maju, pedangnya masih terarah ke dada Shen Yu. Wajah "Jenius Nomor Satu" itu tampak lelah, ada luka gores di pipinya, tapi matanya tetap tajam dan berwibawa.

"Jelaskan dirimu," tuntut Bai Jianfei. "Kenapa kau penuh darah? Dan siapa gadis itu?"

"Dia teman. Dia terluka," jawab Shen Yu singkat. "Dan darah ini? Darah musuh. Sekarang minggir, atau aku akan membuat darah kalian ikut menempel di bajuku."

Ancaman itu membuat para murid elit marah.

"Berani sekali murid luar rendahan mengancam kami!" "Kak Bai! Bunuh saja dia! Dia mencurigakan!"

Bai Jianfei mengangkat tangan kirinya, menyuruh mereka diam. Ia menatap Shen Yu dalam-dalam. Sebagai pemilik Akar Roh Petir tingkat tinggi, intuisinya sangat tajam. Ia bisa merasakan sesuatu yang gelap dan purba bersembunyi di balik tatapan Shen Yu. Sesuatu yang berbahaya.

Tapi ia juga melihat bagaimana tangan Shen Yu menopang gadis di punggungnya dengan sangat hati-hati.

"Letakkan senjatamu," perintah Bai Jianfei pada teman-temannya.

"Tapi Kak Bai!"

"Kubilang turunkan!" bentak Bai Jianfei, aura petirnya menyambar, membuat gua bergetar. Murid-murid lain segera patuh, meski dengan wajah masam.

Bai Jianfei menyarungkan pedangnya, tapi tangannya tetap di gagang. "Ada ruang kosong di sudut sana. Letakkan temanmu. Tapi jika kau membuat satu gerakan mencurigakan, kepalamu akan menggelinding sebelum kau sempat berkedip."

Shen Yu tidak menjawab. Ia berjalan melewati Bai Jianfei tanpa menoleh, seolah pedang petir itu tidak ada.

Ia membaringkan Su Ling di atas tumpukan jerami kering di sudut gua yang gelap. Ia segera mengeluarkan botol air dan membersihkan wajah gadis itu.

"Su Ling... kau bisa mendengarku?"

Su Ling terbatuk pelan. "Suara petir... Berisik sekali..."

Shen Yu menghela napas lega. Dia masih sadar.

Di sisi lain gua, para murid elit berkumpul mengelilingi api unggun kecil. Mereka berbisik-bisik sambil melirik sinis ke arah Shen Yu.

"Kenapa Kak Bai membiarkan sampah itu bergabung? Dia cuma beban." "Kudengar dia menang turnamen murid luar dengan trik licik." "Bau darahnya bikin mual."

Shen Yu mendengar semuanya, tapi ia tidak peduli. Ia duduk bersandar di dinding batu, memejamkan mata, mencoba menenangkan Giok Retak yang kembali lapar karena kedekatannya dengan banyak kultivator di ruang sempit.

"Kau membunuh mereka, kan?"

Suara Bai Jianfei terdengar dekat. Shen Yu membuka mata. Bai Jianfei berdiri di depannya, menyodorkan sebotol arak obat.

"Membunuh siapa?" tanya Shen Yu datar, tidak mengambil botol itu.

"Siapa pun yang menghalangimu," Bai Jianfei duduk di batu di seberang Shen Yu. "Aku melihat caramu menatap leher murid-murid tadi. Itu tatapan pembunuh yang sedang mengukur di mana harus memotong."

Shen Yu menyeringai sinis. "Di dunia ini, kau bisa jadi domba atau tukang jagal. Aku lelah jadi domba. Bagaimana denganmu, Tuan Muda Jenius? Berapa banyak yang kau selamatkan hari ini dengan pedang sucimu?"

Wajah Bai Jianfei mengeras. Pertanyaan itu menusuk tepat di lukanya. Dia memimpin 30 orang saat lari dari sekte. Sekarang hanya tersisa 10. Sisanya mati melindunginya.

"Aku melakukan apa yang harus kulakukan," jawab Bai Jianfei kaku. "Kebenaran butuh pengorbanan."

"Kebenaran..." Shen Yu tertawa kecil, tawa yang hampa. "Kebenaran itu mainan orang kaya. Orang sepertiku hanya punya 'Bertahan Hidup'."

Ketegangan ideologis membentang di antara mereka. Bai Jianfei adalah pahlawan yang percaya pada aturan dan kehormatan. Shen Yu adalah anti pahlawan yang percaya pada hasil dan pragmatisme.

"Kami sedang menunggu air sungai surut," Bai Jianfei mengubah topik, mencoba bersikap diplomatis. "Jalur air di ujung gua ini terhubung ke sungai luar. Tapi sekarang arusnya terlalu deras karena hujan badai. Kita harus menunggu sampai fajar."

"Dan berharap Sekte Darah Besi tidak menemukan kita sebelum itu?" tanya Shen Yu skeptis.

"Aku sudah memasang Formasi Penyembunyi di mulut gua. Aman," kata Bai Jianfei percaya diri.

BOOOM!

Baru saja kalimat itu selesai, dinding gua bergetar hebat. Debu dan kerikil jatuh dari langit-langit.

Para murid elit berteriak panik. "Gempa?!"

"Bukan!" Shen Yu melompat berdiri, matanya menatap pintu masuk gua. "Itu suara formasi yang dihancurkan paksa!"

Bai Jianfei menghunus pedangnya, wajahnya pucat. "Bagaimana bisa? Formasiku tingkat tinggi!"

Dari kegelapan mulut gua, terdengar suara langkah kaki yang menyeret dan desisan basah.

"Khekhekhe... Formasi tingkat tinggi? Di hadapan Boneka Mayat Pelacak, tidak ada tempat bersembunyi."

Sesosok makhluk bungkuk masuk. Itu adalah mayat yang dijahit kasar dari berbagai potongan tubuh, matanya dijahit tertutup, hidungnya besar dan berlubang empat. Di belakangnya, berjalan seorang pria tua berjubah merah dengan tongkat tengkorak.

Dan di belakang pria tua itu, berdiri Tetua Mo.

Shen Yu membeku.

Tetua Mo menatap ke dalam gua, matanya menyapu para murid elit, lalu berhenti tepat di wajah Shen Yu. Senyum tipis terukir di bibirnya.

"Ah, tikus kecilku ada di sini," kata Tetua Mo santai. "Dan dia membawa teman-teman jenius bersamanya. Panen besar."

"Tetua Mo!" seru Bai Jianfei kaget. "Apa artinya ini?! Anda membawa musuh ke sini?!"

"Aku tidak membawa musuh, Nak," Tetua Mo merentangkan tangannya. "Aku membawa masa depan. Sekte Awan Putih sudah tamat. Aku hanya memilih sisi pemenang."

Para murid elit gemetar putus asa. Tetua Mo adalah kultivator Pondasi Awal (Foundation Establishment). Ditambah pengendali mayat dari Sekte Darah Besi. Mereka semua tamat.

Tetua Mo menatap Shen Yu. "Shen Yu, kemarilah. Serahkan gadis buta itu dan Giok di dadamu. Aku akan membiarkanmu hidup sebagai anjing peliharaanku. Kau punya bakat untuk menjadi pembunuh yang hebat."

Semua mata tertuju pada Shen Yu. Apakah dia akan berkhianat demi nyawanya sendiri?

Shen Yu menatap Tetua Mo, lalu menatap Su Ling yang terbaring lemah di belakangnya.

Ia menarik napas panjang. Aura merah kembali merembes keluar dari pori-porinya, kali ini bercampur dengan warna hitam pekat dari Sarung Tangan Sutra Bayangan.

"Tetua Mo," ucap Shen Yu pelan.

"Ya? Apa kau akan menyerah?"

"Pergilah ke neraka."

Wajah Tetua Mo berubah dingin. "Sayang sekali. Bunuh mereka semua."

Boneka Mayat itu meraung dan menerjang.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🐉⚔️
saniscara patriawuha.
gassssdd pollllllll...
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!