Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Masa Lalu
Enam tahun yang lalu saat Kahfi dan Alika akhirnya memutuskan untuk menikah setelah mereka berpacaran sekitar enam bulan tapi dengan waktu yang terbilang singkat Kahfi sudah merasa yakin untuk menikahi Alika apalagi karena rayuan Alika akhirnya hal yang tak seharusnya terjadi pun telah terjadi di antara mereka berdua.
" saya terima nikah dan kawinnya Alika binti Hasan dengan mas kawin uang sebesar sepuluh juta di bayar tunai " ucap Kahfi penuh keyakinan apalagi cintanya pada Alika saat itu masih sangat besar.
" bagaimana saksi, sah ?" tanya penghulu pada para saksi dan juga seluruh orang yang hadir menyaksikan pernikahan Kahfi dan Alika.
Ucapan sah pun terdengar serentak di ruangan akad membuat Kahfi menarik nafas lega sambil menggenggam Alika kekasih yang kini sudah menjadi istrinya dan yang juga sangat iya cintai.
Setelah pernikahan itu semuanya berjalan lancar dan kehamilan Alika pun tak memiliki hambatan yang berarti sampai akhirnya tepat delapan bulan setelah akad nikah itu terjadi Kahfi melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Alika sedang berpelukan dengan laki laki yang tak Kahfi kenal.
" Alika !"
" apa yang kamu lakukan ?" tanya Kahfi yang tak bisa lagi menahan amarahnya saat melihat istri yang sangat iya cintai berpelukan dengan laki laki lain apalagi saat ini Alika sedang hamil besar membuat Kahfi tak bisa lagi membendung rasa cemburunya.
" kami hanya sedang berpelukan, apa ada yang salah dengan itu ?" tanya laki laki itu santai.
" karena yang anda peluk itu istri ku dan saat ini dia sedang mengandung anak ku !" ucap Kahfi yang masih mencoba mengatur nada bicaranya meski hatinya benar benar tak bisa menerima apa yang di lakukan Alika dan laki laki itu.
" benarkah ?" tanya laki laki itu yang dengan sangat lancang menatap Kahfi dari ujung kaki ke ujung kepala.
" apa anak yang kamu kandung itu anak nya, Alika ?" tanya laki laki itu yang bahkan tak memperkenalkan diri pada Kahfi begitu juga dengan Alika yang bahkan tak memperkenalkan siapa laki laki yang baru saja memeluknya.
" kenapa kamu bertanya seperti itu pada Alika ?"
" dia itu istri ku dan otomatis anak yang sedang Alika kandung pun anak kami " ucap Kahfi yang entah kenapa pikirannya mulai goyah apalagi saat melihat Alika yang tak berusaha menjelaskan siapa sebenarnya laki laki itu.
" bagaimana jika anak itu bukan anak mu ?" tanya laki laki itu lagi.
" sudah lah, jangan di bahas lagi "
" ayo kita pulang " ajak Alika sambil menarik tangan Kahfi seolah Alika tak ingin menjelaskan apapun pada Kahfi.
" kita pasti akan pulang tapi katakan pada laki laki itu jika anak yang sedang kamu kandung itu memang anak ku !" ucap Kahfi yang tak bisa mempertaruhkan harga dirinya di hadapan laki laki lain.
" aku tak ingin menjelaskan apapun " ucap Alika sambil menghempaskan genggaman tangan Kahfi yang masih menahannya di sini.
Tapi siapa sangka apa yang Alika lakukan malah membuatnya terjatuh dan hal itu mengakibatkan pendarahan hebat pada kehamilannya.
" auuhh "
" mas tolong aku mas, ini sakit " ucap Alika sambil memegang perutnya yang tiba tiba saja mengalami kontraksi hebat akibat pendarahan yang terjadi saat ini.
" kita ke rumah sakit sekarang " ucap Kahfi sambil menggendong Alika menuju mobilnya dan Kahfi pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang terdekat dari posisinya saat ini.
" kamu dan anak kita pasti akan baik baik saja " ucap Kahfi yang sudah melupakan apa yang sudah Alika lakukan tadi.
Dan tak butuh waktu lama mobil yang Kahfi kemudikan pun sampai di rumah sakit dan Alika pun langsung mendapatkan penanganan karena memang Alika harus melahirkan sesegera mungkin jika bukan hanya membahayakan bayinya tapi juga ibu nya.
" dok, boleh saya berbicara dengan suami saya sebelum saya menjalani operasi ?" tanya Alika.
" tentu saja, silahkan " ucap dokter yang langsung memanggil Kahfi dan memberi ruang untuk keduanya berbicara berdua seperti yang Alika inginkan.
" sayang, kamu tenang saja semuanya akan baik baik saja " ucap Kahfi memberikan kekuatan pada Alika yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
" mas, aku ingin mengatakan sesuatu " ucap Alika yang sudah yakin untuk menceritakan semuanya saat ini.
" mas pasti akan mendengarkan semuanya tapi nanti setelah kamu selesai menjalani operasi " ucap Kahfi.
" mas, maafkan aku " ucap Alika yang tak bisa menyembunyikan semua ini dari Kahfi lagi.
" kenapa kamu minta maaf " Ucap Kahfi sambil menggenggam tangan Alika yang terasa dingin.
" apa kamu bisa berjanji padaku ?" tanya Alika sambil menatap ke arah Kahfi yang juga menatap ke arahnya.
" apapun yang terjadi jaga lah anak ini " ucap Alika sambil menggenggam tangan kahfi.
" kenapa kamu berkata seperti itu ?"
" kita akan sama sama menjaga anak ini " ucap Kahfi yang mulai berpikir yang tidak tidak.
" kamu akan menjaga anak ini sekalipun anak ini bukanlah anak mu " ucap Alika yang berhasil membuat Kahfi melepaskan genggaman tangannya dari Alika.
" sayang, apa yang kamu katakan ?" tanya Kahfi.
" akan ku jelaskan nanti setelah anak ini lagi tapi berjanjilah padaku jika kamu akan menjaga anak ini " ucap Alika yang ternyata mulai mengantuk karena pengaruh obat bius.
Berbagai pertanyaan terus bermunculan dalam pikirannya ditambah saat ini Alika sedang menjalani operasi sesar membuat pikiran Kahfi tak tentu arah.
" sebenarnya apa yang Alika katakan ?"
" bagaimana bisa anak itu bukan anak ku " ucap Kahfi pada dirinya sendiri.
Dan setelah hampir empat jam berlalu, terhitung dari saat Alika mulai tak sadarkan diri sampai akhirnya kembali sadar membuat Kahfi benar benar merasa lega meski pikirannya masih terbelenggu dengan apa yang sempat Alika ucapkan sebelum tak sadarkan diri.
" sayang, syukurlah kamu sudah kembali sadarkan diri " ucap Kahfi sambil menggenggam tangan Alika.
" terima kasih karena kamu mau menikahi ku dan menjadi ayah dari anak yang aku kandung" ucap Alika yang membuat Kahfi bingung dengan apa yang Alika katakan.
" sayang, kenapa kamu berkata seperti itu ?"
" aku ingin mengakui sesuatu " ucap Alika yang bahkan tak memperdulikan rasa sakit akibat operasi yang baru saja iya jalankan.
" sayang, kamu bisa mengakui apapun tapi tunggu sampai kamu benar benar pulih " ucap Kahfi mencoba menghentikan Alika saat ini.
" tidak, aku tak bisa menunggu lebih lama lagi "
" anak itu "
" anak itu bukanlah anak mu " ucap Alika yang berhasil membuat Kahfi terpaku dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Alika.
" ya, anak itu adalah anak dari laki laki yang memelukku tadi " ucap Alika tanpa rasa bersalah.
" tunggu "
" jika laki laki tadi memanglah ayah dari anak itu lalu kenapa kamu menikah dengan ku ?"
✍🏻✍🏻✍🏻 penjelasan apa yang akan Alika katakan sampai sampai Kahfi menganggap Alika sudah mati baik bagi dirinya maupun bagi Caca ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘