NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:423.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Hendra mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13

Ningsih meletakkan kacamata bacanya di atas nakas. Ia membetulkan posisi selimut bermotif kartun milik Luna, memastikan putri kecilnya itu tertidur dengan nyaman dan hangat.

Setelah mengecup kening Luna dengan penuh kasih sayang, Ningsih melangkah pelan keluar dari kamar.

Tujuan Ningsih malam ini adalah kamar utamanya. Ia harus mengambil sisa berkas penting mengenai aset perusahaan yang sengaja ia sembunyikan di laci rahasia dalam lemari pakaian.

Begitu Ningsih sampai di depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka karena tidak tertutup rapat, langkahnya mendadak terkunci. Atmosfer di sekitarnya seketika mendingin. Dari celah pintu yang terbuka beberapa sentimeter itu, samar-samar terdengar suara erangan manja seorang wanita yang bersahutan dengan napas memburu seorang pria.

"Ah... Mas Hendra... pelan-pelan, Mas. Nanti kalau istri mu itu bangun gimana?" bisik sebuah suara wanita yang sangat Ningsih kenali.

Arumi.

"Abaikan saja dia, Sayang. Ningsih sudah tidur di kamar putriku," balas suara Hendra, terdengar serak penuh gairah yang menjijikkan. "Kamu luar biasa, Arumi... Kamu menjepit milikku."

Deg!

Ningsih mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di sisi tubuh hingga buku jarinya memutih. Dadanya bergemuruh hebat, dihantam gelombang kemarahan yang nyaris membuat napasnya putus.

Ningsih memang sudah menduga sejak awal bahwa kedua manusia tidak tahu malu itu akan berbuat nekat, tapi yang paling membuat hati Ningsih meradang dan benci adalah lokasi tempat mereka melakukannya.

Kenapa harus di sini? Di dalam kamarnya? Di atas ranjang tempat ia dan Hendra membesarkan Luna selama bertahun-tahun?

Kenapa mereka tidak melakukannya di hotel murahan saja di luar sana?

"Menjijikkan kalian... Benar-benar binatang!" gumam Ningsih dengan suara yang teramat lirih, menahan gemetar di bibirnya.

Amarah yang membakar dada membuat ego Ningsih berteriak untuk mendobrak pintu itu sekarang juga, menjambak rambut Arumi, dan menampar wajah Hendra di depan ibu Arumi yang tidur di bawah.

Tetapi, akal sehat Ningsih bergerak lebih cepat. Menangkap basah mereka sekarang hanya akan memicu keributan tanpa bukti hukum yang sah untuk menendang Hendra ke jalanan tanpa sepeser pun harta.

Ningsih menarik napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang menggila. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia merogoh saku bajunya, mengeluarkan ponsel, lalu mengaktifkan mode perekam video.

Perlahan dan tanpa suara, Ningsih mengarahkan kamera ponselnya tepat ke celah pintu yang terbuka. Di layar ponsel, ia bisa melihat dengan jelas siluet tubuh suaminya dan wanita simpanannya yang sedang larut dalam perbuatan nista di bawah lampu kamar. Ningsih merekam semuanya selama beberapa menit, mengunci setiap desahan dan pergerakan mereka sebagai senjata pemungkas yang akan menghancurkan hidup mereka besok pagi.

Setelah dirasa cukup, Ningsih mematikan rekaman tersebut. Sembari memejamkan matanya erat-erat untuk menghalau rasa mual yang mendera isi perutnya, ia menarik kembali gagang pintu kamar itu hingga tertutup rapat tanpa menimbulkan kecurigaan.

Ningsih bersandar pada dinding. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya lolos satu tetes, melewati pipinya yang mendadak terasa dingin.

"Dosa apa yang sudah aku lakukan di masa lalu, ya Tuhan... Kenapa Engkau menghukum aku sekejam ini?" batin Ningsih merintih pilu.

Pikiran Ningsih melayang pada masa lalu. Saat Hendra masih menjadi pria miskin yang bahkan tidak mampu membeli sepasang sepatu layak pakai untuk melamar kerja.

Dulu, Hendra begitu mencintainya, berlutut di hadapannya sambil menangis dan berjanji demi nama Tuhan tidak akan pernah menduakan cintanya.

Mengapa setelah semua kekayaan berada di genggaman tangannya, Hendra bisa berubah menjadi monster yang begitu tega? Apakah harta benar-benar bisa mencuci otak dan hati nurani seorang manusia?

Ningsih segera menghapus air matanya dengan kasar. Meratapi nasib dan menangisi pria brengsek seperti Hendra sekarang sudah menjadi hal yang sangat percuma dan membuang waktu.

Ningsih menegakkan tubuhnya kembali, sorot matanya yang tadinya rapuh kini berubah menjadi setajam silet. Ia memiliki prinsip hidup yang sangat kokoh, sekali dikhianati, maka pintu maaf telah tertutup rapat, dan ia tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua bagi seorang pengkhianat.

"Bersenang-senanglah sampai puas mas!"

Ningsih tersenyum dingin menatap pintu kamarnya yang kembali tertutup rapat. Air mata yang sempat mengalir kini telah mengering, digantikan oleh kilat amarah yang terukur. Tanpa membuang waktu, ia melangkah menjauh dan merogoh ponselnya.

Panggilan itu hanya berdering sekali sebelum suara berat di seberang sana menjawab dengan nada penuh hormat.

"Halo, selamat malam, Nyonya Ningsih. Ada yang bisa saya bantu?"

"Pak Roni, cabut seluruh saham kita di PT Buana sekarang juga! Jangan tersisa satu persen pun!"

Pak Roni di seberang telepon sempat tertegun. "Maksud Nyonya... perusahaan milik pak Hendra? Tapi Nyonya, pencabutan saham secara mendadak bisa membuat perusahaan itu kolaps dalam hitungan hari."

Ningsih terkekeh sinis, tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya.

"Memang itu tujuanku, Pak Roni. Katakan pada publik dan dewan komisaris bahwa PT Adiwangsa tidak akan pernah lagi bekerja sama dengan tikus seperti dia!"

"Baik, Nyonya. Segera saya proses malam ini juga untuk persiapan rilis besok pagi," jawab Pak Roni patuh.

"Satu lagi," potong Ningsih cepat sebelum orang kepercayaannya itu menutup telepon. "Ajukan tuntutan hukum pidana dan perdata kepada PT Buana. Aku punya bukti valid bahwa mereka sengaja mengoplos dan menurunkan kualitas bahan material properti yang dikirim ke proyek PT Adiwangsa demi meraup keuntungan pribadi. Mereka pikir bisa membodohi ku?"

Pak Roni menarik napas dalam, takjub dengan ketegasan sang nyonya besar.

"Luar biasa. Bukti itu sudah lebih dari cukup untuk menyeret pak Hendra ke jeruji besi, Nyonya. Berkas tuntutan akan siap besok pagi."

"Bagus. Terima kasih, Pak Roni," ucap Ningsih menuntaskan panggilan.

Ningsih menurunkan ponselnya, lalu menatap layar yang menampilkan rekaman video nista suaminya beberapa menit lalu.

"Kamu salah memilih lawan, mas Hendra. Kamu pikir aku ini istri rumahan yang lemah? Kita lihat, apakah selingkuhanmu itu masih sudi mendampingi mu saat kamu miskin nanti!" batin Ningsih.

1
Kembarr Kembaarr
apem bosok di tawak2ne. ngono ko yoo enek seng gelem . tp seng gelem biasane podo bosok'e
Kembarr Kembaarr
lanangan nek wes diwei apem bosok lali anak bojo.
Kembarr Kembaarr
jngn terlalu bodoh ningsih. dn jngn terlalu banyak bicara buktikn kemampuanmu dn tunjukn pd laki2 gak guna itu
Kembarr Kembaarr
lepas saja ningsih laki macam itu. gak guna. dari pd stres sendiri punya suami tak tau diri
merry
ko ning msh ksh krjaan le selingkuhan mntn laki ya 🤔🤔🤔pdhl Hendra rela keluarin uang bnyk demi arumi bli tas mewah
arniya
luar biasa kak
Elina thea
semakin lama semakin menjengkelkan sich iklan2 ini...datang gak di jemput tapi pulang harus di antar....ngeselin bangettt,lagi enak2 baca juga....
Senja: Banyk iklan skrg ya kak? kok tumben yah ntoon iklan bejibun, coba di pengaturan hapenya
total 1 replies
Lesmana
makan noh yeni kelakuan lu tuh.. elu nolak cucu dr hendra , diksh dobel ama Tuhan..skalian keturunan elu putus sampai di nawang aja..😄😄😄
Lesmana
sadis gila nih nenek lampir😡😡 hendra cacat jg gara2 nolongin nawang anak elu sndr.. astagaa nyawa gak berharga amat yah dimata nih nenek lampir😭😭
Setiawan
loh td kan udah liat2an sama ningsih & satria..kog skrng nanya mana ningsih ??🙄🙄
Dewa Nara
baru mampir Thor
Lesmana
kirain rmh mamanya pun pny satria , secara satria kan prnh ngaku sama ningsih kalo dulu msh jaman sekolah , satria msh susah ekonominya..
Lesmana
mending janda ketauan gak perawan skalian , hilang perawan nya jg jelas.. drpd gadis tp gak perawan , gak jelas siapa yg merawanin😄😄😄
Setiawan
hendra keliatan nya sdh insyaf.. tp kog aneh yah , wkt mertua nya yudha serangan jantung , katanya krn dgr alasan hendra yg ribut dgn yeni , mamanya nawang.. hendra suruh yeni jualan rmh warisan kakek nawang utk nutupin hutang hendra.. kog gak dibahas lg yah wkt yudha sembuh ?? bukannya hendra cm korupsi 10M di ktr yudha doang yah ?? masa sih hendra ada hutang juga diluaran ?? 🙄🙄🙄
Setiawan
nih si nawang yah.. dulu hendra msh calon suami aja , dia cemburu sama ningsih , gak mau lelaki miliknya diganggu cwe lain.. eh eh eh skrng dia sndr yg gangguin lelaki org.. emang wataknya ulet bulu nih cwe.. emak nya aja yg mantan ulet bulu jd ikut malu liat kelakuan anaknya😄😄😄😄
Lesmana
author sadis🤣🤣🤣 udah ky ditampol bulak balik , pake sendal jepit pula🤣🤣🤣
Lesmana
kan kan si bloon🤣🤣 jelas2 lg hamil , jatuh pula😄😄😄
Lesmana
krn ningsih mau terima satria walopun dlm keadaan lumpuh.. nah elu ?? yg ada menghina satria cacat.. ente sombong pisan euyy 🤣🤣
Lesmana
elu emang sial , hendra...dimata elu , mantan slalu dah lbh indah.. pdhl arumi cm OB , msh aja di blng lbh modis , konslet emang otak si hendra kynya nih🤣🤣🤣
Lesmana
perasaan td satria ksh nya bunga matahari , gak sebut ada bunga mawar nya🙄🙄
Senja: blm kurevisi 🤣🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!