NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Kehangatan di Tengah Kegelapan

Gua yang terletak di pinggiran Hutan Qirwood itu tidak pernah merasakan ketenangan sebesar ini. Bau anyir darah dan kotoran yang biasanya melekat di dinding-dinding batu kini perlahan tersamarkan oleh aroma makanan hangat yang baru saja dimasak.

Di sudut paling aman dari gua tersebut-sebuah ruangan kecil yang telah disulap menjadi tempat tinggal yang layak-Lyra duduk bersandar pada tumpukan selimut tebal.

Gadis berusia delapan belas tahun itu menatap mangkuk kayu di tangannya dengan tatapan kosong. Di dalamnya berisi beggar's chicken-ayam panggang utuh yang dibungkus daun khusus dan dipanggang dengan rempah-rempah pilihan. Aromanya begitu menggugah selera, jauh melampaui standar makanan mewah yang biasa disajikan oleh koki istana di kediaman ayahnya.

Yang membuat Lyra semakin terkejut adalah kenyataan bahwa makanan ini dimasak dan disajikan langsung oleh Altair.

Makhluk yang berstatus sebagai "Kaisar Goblin" itu tampak duduk di tepi tempat tidur, mengawasi setiap gerakannya dengan mata merah rubi yang memancarkan ketenangan aneh. Tidak ada bentakan, tidak ada cakar yang merobek, dan tidak ada kekejaman yang lazim dibayangkan oleh para bangsawan tentang sarang monster.

"Makanlah," suara Altair memecah keheningan. Nada bicaranya lembut, nyaris menyerupai seorang bangsawan yang sedang menjamu tamu terhormatnya di ruang makan istana. "Kau membutuhkan energi. Tubuhmu harus tetap bugar di tempat ini."

Lyra menelan ludahnya. Bibirnya yang pucat bergetar pelan. Ia mengangkat pandangannya, menatap wajah Altair yang begitu memukau-rambut pirang keemasan, kulit seputih porselen, dan telinga runcing yang mengonfirmasi bahwa sosok di hadapannya memiliki garis keturunan Elf yang agung.

Baginya, kontras antara wujud Altair dan para monster hijau di luar sana begitu kontras. Tinggal di tempat ini dan dilayani secara pribadi oleh seorang makhluk berwajah Elf membuat ketakutan di hati Lyra perlahan-lahan mencair, digantikan oleh kebingungan yang mendalam.

Jika dia adalah bagian dari ras Elf yang mulia... kenapa dia memimpin para goblin jijik itu? batin Lyra.

Namun, rasa laparnya yang hebat tidak bisa berbohong. Aroma ayam panggang itu meruntuhkan pertahanannya. Dengan jemari lentiknya yang masih sedikit gemetar, Lyra mulai merobek daging ayam tersebut dan melahapnya.

"Enak...?" tanya Altair pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang mempesona.

Lyra mengangguk pelan, pipinya merona merah karena malu kedapatan makan dengan lahap. "Ini... ini jauh lebih lezat daripada makanan di istana ayahku," bisiknya pelan, suaranya terdengar serak karena terlalu banyak menangis hari sebelumnya.

Melihat Lyra yang mulai makan dengan lahap, Altair merasa puas. Sistem biologis goblin memang membutuhkan nutrisi besar untuk reproduksi, tetapi menjaga kesehatan fisik sang inang adalah prioritas utama agar janin generasi pertama dapat tumbuh tanpa cacat.

Setelah makan malam yang tenang itu selesai, Altair dengan telaten membantu Lyra membersihkan sisa makanan di sudut bibirnya menggunakan sehelai kain bersih. Sentuhan itu begitu natural, membuat jantung sang putri bangsawan berdegup kencang di luar kendali.

"Waktunya beristirahat," kata Altair singkat seraya merapikan selimut Lyra.

"Eh? Tunggu..." Lyra mendadak panik saat Altair mengangkat tubuhnya dengan mudah untuk dibaringkan dengan benar di atas ranjang. "Apa yang... apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"

Altair menatap mata Lyra lekat-lekat. Tidak ada keraguan di dalam manik merah rubi itu.

"Waktunya telah tiba, Lyra. Takdir kita dimulai malam ini."

"Ah? Tapi aku... aku belum siap secara mental, aku..."

Protes gadis itu teredam oleh keheningan malam gua. Di balik selimut tebal yang meredam suara, benteng pertahanan terakhir seorang putri bangsawan runtuh. Keperawanan Lyra direnggut bukan oleh cakar kotor monster buas, melainkan oleh pelukan sang Kaisar anomali yang memperlakukannya dengan perpaduan antara dominasi mutlak dan kelembutan yang membingungkan.

Di tengah rasa sakit dan air mata yang mengalir di sudut matanya, Lyra mendapati dirinya justru menemukan sebersit kenyamanan dalam pelukan makhluk berdarah Elf tersebut.

Sesaat setelah malam penyerahan itu berlalu, sebuah notifikasi tak kasat mata berkedip di hadapan Altair:

[Nilai Harapan Lyra Rejerson: Turun menjadi 23]

Altair membelai rambut hitam panjang Lyra yang basah oleh keringat, menenangkan napas gadis itu yang masih tersengal-sengal di dalam dekapannya.

"Apakah... apakah kita benar-benar bisa keluar dari tempat ini suatu hari nanti?" bisik Lyra lirih, jemari kecilnya mencengkeram erat ujung jubah Altair.

"Ya," jawab Altair mantap, menatap lurus ke dalam mata sang gadis. "Aku akan mewujudkannya."

Mendengar janji itu, beban di dada Lyra sedikit terangkat. Di dunia yang kejam ini, monster bermuka Elf inilah satu-satunya perlindungan yang ia miliki.

Namun, kedamaian di dalam ruangan itu tidak berlangsung lama.

Menjelang siang keesokan harinya, sesosok goblin pengintai berlari tergesa-gesa menerobos masuk ke dalam gua, membawa kabar yang mengubah situasi secara drastis: Pasukan manusia dari luar telah menginjakkan kaki di Hutan Misti (Misty Forest). Mereka sedang merayap maju, memburu sarang tempat Lyra disekap.

Altair melirik sekilas ke arah ruangan tempat Lyra beristirahat, lalu bangkit berdiri dengan tatapan tajam. Otoritas seorang Kaisar terpancar dari seluruh tubuhnya.

"Jika mereka ingin datang..." Altair menyeringai dingin, memanggil para komandan goblin di sekitarnya. "Kalau begitu sambutlah mereka dengan lautan api dan darah!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!