NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Beberapa bulan ini aku selalu bersama dengan Ray dan kami juga jarang mengunjungi rumah utama keluarga Wilder dan aku juga sibuk menjadi model dari hasil desain mama dan tante Mia.

Kenapa akhir-akhir ini perutku nggak enak banget sih, ini sudah beberapa kali aku bolak balik toilet karena mual.

(Beb aku mau kerumah sakit dulu ya, rasanya badanku nggak enak banget). Pesanku pada Ray yang sedang kerja di kantor.

(Tunggu aku jemput). Balasnya

(Nggak usah kan kamu lagi rapat ini).

(Kamu lebih penting, tunggu aku). Balasnya lagi.

1 jam Ray baru sampai di apart dia langsung menghampiriku dan melihat keadaanku tanpa basa basi dia langsung membawaku kerumah sakit, setibanya kami dirumah sakit dia meminta kelas VIP untukku dan seorang dokter terbaik di rumah sakit ini.

"Bagaimana dok?". Tanyanya pada dokter dan perawat yang sedang memeriksaku

"Selamat bapak istri anda sedang hamil dan sudah memasukki usia 2 bulan".

Ray terdiam akupun juga kaget bahwa aku sedang hamil, karena kehamilan ini lah aku sering mual-mual dan salah satuny aku telat datang bulan.

"Mari pak saya permisi dulu". Pamit dokter pada kami.

Ray menghampiriku dan memelukku terasa basah di pundakku apa dia menangis?

"Beb?".

"Makasih ya Love, aku nggak tau harus berkata apa lagi". Tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dan menekan nomor pada ponselnya.

(Persiapkan pernikahan yang sudah aku rencanakan). Telponnya pada asistennya

(Baik tuan).

"Love kamu istirahat dengan baik ya, dengerin apa kata dokter dan perawat mengerti". Aku hanya mengangguk.

Ray pergi keluar karena ada beberapa hal yang harus dia urus dan di luar kamarku ada dua orang bodyguard jadi orang yang tidak di kenal tidak boleh masuk.

Ray segera pergi ke tempat asistennya menunggu dirinya untuk mengurus semua pernikahannya.

"Apa sudah semua?".

"Belum tuan, untuk dokumen pernikahan sudah di urus, bagian gedung juga sudah bukannya tuan ingin mengadakan pernikahan di luar ruangan ya?". Ingat asistennya

"Leana sedang hamil, dia tidak boleh kepanasan".

"Baik tuan". Asistennya tersenyum, mengingat bahwa tuannya ini adalah orang yang dingin pada orang lain, namun jika berurusan dengan Leana dia akan melunak.

Setibanya mereka di gedung pernikahan, dekorasi mewah sedang di kerjakan bahkan Ray meminta ruangannya untuk tetap dingin selama acara nanti karena dia tidak mau jika Leana kepanasan selama menggunakan gaunnya.

Dia juga sudah menghubungi keluarga Leana, betapa bahagianya mereka mendengar bahwa Leana sedang hamil dan mereka akan segera melangsungkan pernikahan.

Kenapa menikah menunggu Leana harus hamil? Karena Leana selalu menolak untuk segera menikah dengan Ray.

(Oke, perhiasan yang kamu minta juga sudah rampung. Oh akhirnya kamu benar-benar menjadi menantu kami ya). Suara mama Leana di seberang telpon Ray.

(Terimakasih ma, untuk gaun Mia bagaimana?). Tanya Ray

(Mia sudah terbang ke kota kalian suaminya juga menyusul dan mengambil cuti dadakan).

(Baiklah).

(Bagaimana keadaan Lea dan bayinya Ray).

(Mereka sehat ma, dia sekarang lagi dirumah sakit karena dehidrasi).

(Ya ampun, ya sudah jagain Lea ya Ray).

(Ya). Jawabnya singkat.

Ray kembali sibuk dengan urusannya dia juga meminta percetakkan undangan untuk mempercepat cetakannya.

Ray sudah mempersiapkan pernikahannya dari Leana pergi untuk menuntaskan masalah hatinya.

Beberapa jam kemudian Ray menerima telpon dari Mia untuk menjemputnya di bandara dan meminta Ray untuk mengantarnya ke rumah sakit tempat Leana berada.

"Cepat lah Ray aku mau ketemu Lea".

"Diam lah Mia, aku sedang fokus ini kamu tidak lihat apa kecepatanku sekarang berapa".

"Hmmmp, harusnya kamu beli yang lebih bagus lagi dari mobil ini".

"Ini urusan nanti setelah anakku lahir Mia".

"Astaga aku akan menjadi nenek".

"Ya nenek Mia". Ray tertawa terbahak-bahak.

Setibanya mereka di rumah sakit tempat Leana berada, di sana sudah ada mama Ray dan Isabella.

"Kalian ada urusan apa di sini?". Tanya Ray pada mamanya

"Tadi aku mau ajak Lea jalan, tapi dia bilang lagi dirumah sakit makanya kami di sini".

Tante mia memberi salam kepada Isabella dan mama Ray, setelahnya dia langsung memeluk diriku.

"Lea sayang, Ray sudah jahat ya sama kamu".

"Nggak tante, Ray nggak jahat kok sama aku".

"Lantas kenapa kamu ada di rumah sakit, pasti dia nggak memperlakukan kamu dengan baik kan?".

"Tante, Ray nggak begitu. Lea cuma lagi sakit aja kok".

Rasa mual itu menghampiriku lagi dan aku yang sedang di ranjang rumah sakit hanya bisa memuntahkan semua isi perutku di kasur.

Isabella dengan sigap menekan tombol pemanggil suster, tante Mia dan mama Ray langsung menghampiriku dan menyingkirkanku dari bekas muntahanku.

Hah rasanya lemas.

Tidak lama kemudian suster mengganti bedcover dan selimutku dengan yang baru, setelahnya aku kembali berbaring di kasur.

"Lea sayang, ya ampun nak kamu pucat banget". Mama Ray khawatir dengan keadaanku

"Lea baik-baik aja kok ma, wajar dia begitu".

"Wajar bagaimana kamu ini Ray, kamu gimana sih jagain Lea selama ini".

"Lea lagi hamil ma, dia hamil anakku".

Mama Ray dan Isabella terkejut dan langsung melihat ke arahku menghampiriku dan menggenggam erat tanganku.

"Lea sayang benar kata Ray?". Aku mengangguk pelan

"Ya ampun, ah aku akan melihat cucuku nanti. Bella akhirnya ada anak kecil dirumah"

Loh? Kenapa mama Ray bilang begitu, aku tau Reno bukanlah anak keluarga Wilder tapi kan dia di akui sebgai anak dan dia juga punya seorang anak laki-laki, jadi dirumahkan ada anak kecil juga.

"Ah mama harus rehab rumah ini. Mama nggak mau kalau nanti Lea naik turun tangga, bagaimana Bel?".

"Bella setuju aja kok ma, lagian nanti keponakanku kenapa-kenapa lagi".

Entah apa yang mereka fikirkan saat ini, namun aku hanya ingin fokus pada anakku saja hah begini saja rasanya lemas sekali.

"Mama, Bella pulang dulu lah kasihan Leana mau istirahat". Tegur Ray pada mama dan kakak iparnya

"Ah iya juga, ya sudah kami pulang dulu jaga Leana yang benar ya Ray". Pesan mamanya

Tante Mia menemaniku yang sedang tertidur. Begini ya rasanya hamil di perhatikan oleh semua orang, aku hanya merasa kasihan pada Melinda saat dia hamil keluarga Ray tidak ada yang seantusias saat aku yang mengalami kehamilan.

"Tante, makasih sudah temani Leana".

"Duh sayang tante ini tidak ada apa-apanya. Oh iya Ray meminta tante membuatkan gaun kamu, kamu mau model yang bagaimana?".

"Gaun untuk apa tan?".

"Gaun pernikahan kamu sama Ray dong sayang".

"Eh kok Lea nggak tau tan".

"Ah mungkin Ray lupa bilang sama kamu".

Aku mengingat kembali ucapan Ray yang dulu, ketika ku tanya bagaimana jika aku hamil dan dia bilang dia akan langsung menikahiku, ag ku fikir itu hanya kata-kata manis seorang pria saja, nyatanya dia tidak berbohong.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!