NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belati di Dalam Selimut

Fajar menyingsing di atas pegunungan dengan warna merah tembaga yang suram, seolah langit pun enggan menyaksikan apa yang akan terungkap di balik dinding beton mansion Moretti. Di dalam ruang kerja utama yang kedap suara, Maximilian duduk di kursi kebesarannya. Perban yang melilit perutnya terasa gatal dan panas, sebuah pengingat fisik akan pengkhianatan yang hampir merenggut nyawanya di dermaga tujuh. Di sampingnya, Rebecca berdiri tegak. Kalung safir pemberian Max berkilat di bawah lampu gantung kristal, namun kilat di matanya jauh lebih tajam dan dingin dibandingkan batu permata mana pun.

Pintu jati ruangan itu diketuk dengan ritme tiga kali yang kaku. Vargo masuk dengan langkah militer yang berat. Wajahnya yang biasanya kaku kini tampak lebih gelap, rahangnya mengeras hingga otot-piringnya menonjol. Ia meletakkan sebuah map kulit cokelat tua yang tebal dan sebuah tablet digital di atas meja jati Maximilian yang luas.

"Tuan, Nona," Vargo memberikan penghormatan singkat namun dalam. "Pembersihan di pelabuhan telah selesai sepenuhnya. Sepuluh orang Valenti tewas, sisanya dalam pengawasan. Namun, pencarian 'tikus' di dalam rumah kita sendiri baru saja membuahkan hasil yang memuakkan. Pengkhianatnya bukan dari barisan luar."

Maximilian menyipitkan mata, tangannya yang besar meremas sandaran kursi mahoninya hingga kayunya berderit. "Katakan, Vargo. Siapa yang membukakan pintu untuk anjing-anjing Valenti?"

Vargo menekan layar tablet, menampilkan rekaman kamera tersembunyi yang sangat jernih. "Teo. Asisten senior staf rumah tangga. Dia telah bekerja di sini selama lima tahun, memiliki akses ke kode keamanan cadangan. Dialah yang mematikan sistem pertahanan sektor barat saat penyerangan mansion dan memberikan koordinat GPS presisi saat Anda berada di dermaga tujuh."

Rebecca merasakan aliran es menjalar di sumsum tulang belakangnya. Teo adalah pria tua yang selalu membawakannya teh chamomile setiap sore, pria yang tampak tulus saat menanyakan kenyamanannya di rumah ini. Pengkhianatan itu bukan sekadar pelanggaran protokol; itu adalah belati yang ditusukkan tepat di jantung kepercayaannya.

"Lima tahun ..." desis Maximilian, suaranya rendah dan penuh getaran bahaya yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang mendengarnya. "Bawa dia ke ruang bawah tanah. Aku akan memastikan dia memohon untuk mati sebelum matahari mencapai puncaknya."

Maximilian mulai bangkit, namun ia mengerang kecil saat luka di perutnya menarik jahitan yang belum kering. Wajahnya memucat sesaat, keringat dingin muncul di dahinya.

"Tidak, Om Max."

Suara Rebecca memutus otoritas Maximilian dengan ketenangan yang mengejutkan. Ia melangkah maju, menghalangi jalan Maximilian dengan tubuhnya yang ramping namun kokoh. Tangannya menyentuh lengan Max, bukan untuk membelai, melainkan untuk menahan.

"Om masih terluka. Jahitan itu bisa robek dan infeksi jika Om memaksakan diri turun ke bawah tanah sekarang," ucap Rebecca dengan nada bicara yang tidak menerima bantahan. "Vargo menceritakan bagaimana Om melindungiku selama ini. Om terluka karena mencoba menjadi perisai bagi gadis yang tidak berdaya. Tapi gadis itu sudah tidak ada."

Rebecca menatap Maximilian tepat di mata, mencari pengakuan atas transformasinya. "Biarkan aku yang menyelesaikannya. Aku tidak ingin terus-menerus berlindung di bawah ketiakmu sementara kau mempertaruhkan nyawa untuk musuh-musuhku. Aku ingin menjadi tangan kananmu, Max. Aku ingin mereka tahu bahwa menyentuhmu berarti mengundang kemurkaanku juga."

Maximilian terdiam. Ia menatap Rebecca dengan intensitas yang sanggup membakar. Ia melihat sisa-sisa kepolosan Rebecca Sinclair telah terbakar habis malam itu, digantikan oleh api baja milik seorang Moretti. Ada rasa bangga yang luar biasa di dadanya, bercampur dengan rasa pedih karena ia telah menyeret gadis semurni Rebecca ke dalam kegelapan ini.

"Vargo," panggil Maximilian tanpa melepaskan pandangannya dari Rebecca. "Dampingi dia. Jangan biarkan seujung kuku pun dari dirinya terluka. Tapi ... biarkan dia melakukan apa yang menurutnya pantas dilakukan."

Ruang isolasi bawah tanah itu lembap, berbau semen basah dan ketakutan yang pekat. Teo terikat di kursi besi yang dipaku ke lantai, kepalanya tertunduk lesu. Saat pintu besi berat itu berderit terbuka, Teo mendongak dengan harapan akan melihat Maximilian yang murka—setidaknya ia tahu apa yang diharapkan dari sang Alpha. Namun, saat ia melihat Rebecca masuk dengan gaun hitam elegan dan tatapan sedingin es, tubuhnya gemetar hebat.

Rebecca berjalan perlahan mengitari kursi Teo. Sepatunya yang berhak tinggi menimbulkan suara klik yang berirama, seolah menghitung sisa waktu hidup pria tua itu. Ia tidak membawa senjata api; di tangannya hanya ada map bukti pengkhianatan dan sebuah belati kecil dengan ukiran jangkar perak Moretti di gagangnya.

"Lima tahun, Teo," suara Rebecca terdengar tenang, hampir seperti bisikan, namun bergema di ruangan yang sunyi itu. "Setiap sore kau menyajikan teh untukku. Kau melihat bagaimana aku mencoba beradaptasi di sini. Apakah kau tertawa di dalam hati saat melihatku, mengetahui bahwa kau sudah menjual lokasiku kepada Valenti?"

"Nona ... kumohon ... mereka mengancam cucuku ..." Teo merintih, air mata dan ingus membasahi wajahnya yang keriput.

"Jangan gunakan keluargamu sebagai tameng atas keserakanmu," Rebecca melemparkan map itu ke wajah Teo. Lembaran kertas itu berserakan di lantai, menampilkan transaksi bank ke rekening rahasia atas nama Teo sejak enam bulan lalu. "Kau sudah menerima bayaran jauh sebelum mereka memiliki alasan untuk mengancammu. Kau menjual Max demi beberapa batang emas."

Rebecca berhenti tepat di depan Teo. Ia mengangkat belati itu, membiarkan cahayanya terpantul di mata Teo yang ketakutan.

"Om Max ingin kau mati perlahan dengan cara yang paling brutal," lanjut Rebecca, menempelkan ujung belati yang sangat tajam itu di bawah rahang Teo, memaksa pria itu untuk mendongak. "Tapi aku punya rencana yang lebih baik. Aku ingin kau menjadi monumen hidup atas pengkhianatanmu."

Rebecca menoleh ke arah Vargo yang berdiri tegak di bayang-bayang sudut ruangan. "Vargo, cabut lidahnya agar dia tidak bisa membocorkan rahasia Moretti lagi. Patahkan jemarinya hingga dia tidak bisa menulis sepatah kata pun. Lalu, buang dia di depan gerbang mansion Enzo Valenti dengan tanda pengkhianat di dahinya."

"Nona! Ampun!" jerit Teo histeris.

Rebecca menatap Teo tanpa sedikit pun emosi di wajahnya. "Kau tidak memberikan ampun pada Max saat kau membocorkan koordinatnya di pelabuhan. Sekarang, rasakan bagaimana rasanya dibuang oleh tuan yang kau khianati, dan tidak berguna bagi tuan yang kau puja."

Rebecca berbalik dan melangkah keluar saat Vargo mulai mendekati kursi Teo dengan peralatan bedah taktis. Begitu pintu besi tertutup, suara jeritan Teo yang tertahan mulai terdengar, namun Rebecca terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.

Di lorong yang remang, ia menyandarkan punggungnya ke dinding beton yang dingin. Napasnya teratur, namun jantungnya berpacu seperti genderang perang. Ia menatap tangannya yang bersih. Ia tahu, setelah detik ini, tidak ada lagi jalan untuk kembali ke kehidupannya yang lama.

Di ujung lorong, Maximilian berdiri menunggunya, bertumpu pada tongkat kayu mahoni. Ia melihat Rebecca keluar dengan aura yang jauh lebih kuat, lebih gelap, dan penuh wibawa.

"Kau melakukannya dengan baik, Tesoro," ucap Maximilian, merentangkan satu tangannya.

Rebecca masuk ke dalam pelukan Max, menghirup aroma maskulin pria itu yang menenangkannya. "Aku tidak ingin menjadi lemah lagi, Om. Aku ingin mereka takut padaku sebanyak mereka takut padamu."

"Mereka akan takut," bisik Maximilian, mencium puncak kepala Rebecca. "Mulai hari ini, kau bukan lagi sekadar namaku. Kau adalah kekuatanku. Besok, kita akan mulai menghancurkan jalur logistik Valenti. Kita akan membalas dendam untuk setiap tetes darah yang keluar dari tubuhku ... dan untuk setiap air mata yang kau keluarkan karena mereka."

Malam itu, di bawah rembulan yang pucat, Rebecca duduk di sebelah Maximilian di ruang kerja. Mereka tidak lagi berbagi cerita tentang masa lalu, melainkan menyusun strategi perang. Rebecca menandai peta koordinat musuh dengan tinta merah, tangannya stabil, dan hatinya sekeras batu permata di lehernya. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan sang ratu mafia telah bangun dari tidurnya.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐚𝐡 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐨𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐱 😘😘😘 𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐜𝐨𝐧𝐠𝐨𝐫 𝐁𝐢𝐚𝐧𝐜𝐚 𝐥𝐠𝐬𝐧𝐠 𝐤𝐢𝐜𝐞𝐩 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐢𝐧 𝐬𝐦 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐤𝐥𝐨 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐨𝐝𝐲𝐚𝐫 𝐥𝐨 𝐛𝐢𝐚𝐧 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐛𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐨𝐤 𝟏𝐛𝐚𝐛 𝐝𝐨𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😭😭😭
EsKobok: waduh🤣
total 3 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐱😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐨𝐧𝐮𝐬 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐫𝐧 𝐡𝐫 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐩 𝟑𝐛𝐚𝐛 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐈𝐭𝐚𝐥𝐢𝐚/𝐒𝐩𝐚𝐧𝐲𝐨𝐥 𝐭𝐩 𝐒𝐩𝐚𝐧𝐲𝐨𝐥 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐫𝐤𝐧𝐥, 𝐥𝐛𝐡 𝐤𝐞 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐈𝐭𝐚𝐥𝐢𝐚 𝐬𝐢𝐡 𝐲𝐠 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐪 𝐥𝐡𝐭 𝐝𝐢 𝐟𝐢𝐥𝐦𝟐 😘😘😘🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐭𝐡𝐨𝐫 🦾🦾😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐛𝐤𝐧 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧, 𝐦𝐚𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐮 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐦𝐢𝐰𝐢𝐫 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐐 𝐤𝐬𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐬𝐚𝐦𝐚𝟐 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 😘😘😘
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐫𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐌𝐫𝐬 𝐭𝐝𝐤 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬, 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐱𝐢𝐦𝐢𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐝𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐨𝐦𝐛𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐰𝐭 𝐤𝐭𝟐 𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐩𝐫𝐧𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮, 𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐭𝐝𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐲𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐚𝐡😭😭😭

𝐥𝐞𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩 𝐬𝐝𝐡 𝐬𝐥𝐡 𝐩𝐡𝐦 𝐢𝐧𝐢 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐩 𝐣𝐠, 𝐛𝐚𝐜𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐧𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐩𝐚𝐬 😁😁😁👍👍👍
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐞𝐫𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐢𝐧𝐢 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐢𝐤𝐞 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐛𝐧𝐠𝐭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬 😁😁😁
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚😁😁😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐣𝐠𝐧 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 👍👍👍 𝐢𝐧𝐢 𝐥𝐚𝐭𝐚𝐫 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!