NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kirima vidio

Laluna meluncur pulang, Dandy melajukan mobilnya dengan santai, kantuknya sudah sedikit berkurang karena ketika Luna mati matian melawan penjahat bukannya menolong dia malah tertidur.

Sesampainya di rumah tepat pukul dua dini hari, ketika membuka pintu Laluna heran karena pintu terkunci dari dalam, Laluna memencet bel dan pintu terbuka ternyata Najwa dengan mata sembabnya menyambut mereka, Dandy yang tahu sepupu nya ada disitu telpon Emak nya untuk nginep di rumah Laluna.

"Keburu capek mi, sudah jam berapa ini tidur sebentar sudah bangun lagi untuk berangkat kerja". Alasan Dandy pada Emaknya, dan ketika Bu Nurmala mengetahui keponakannya ada disitu maka beliau mengizinkan Dandy menginap.

"Cih lagian siapa juga yang mau ngapa ngapain si Luna, cewek macam preman begitu". Dandy menggerutu tapi Bu Nurmala tetap tak mengizinkan dia nginep di rumah sahabatnya itu jika hanya berdua saja.

"gimana besti, ada apa? Pasti sesuatu telah terjadi padamu!" tanya Luna.

" Selingkuhannya si kemal bunting". jawab Najwa singkat, Luna membuka mata dan mulutnya ber barengan dan kemudian menutup dengan telapak tangannya.

"Hah, kok bisa?" ucapnya ambigu.

"Ya bisa lah orang tiap hari ngen**t ya pasti hamil". Jawab Najwa yang merasa pertanyaan Luna seperti pertanyaan orang bodoh.

"Terus bagaimana kelanjutannya?" tanya Luna kembali.

"Dia tetap tak mau ceraikan aku tetapi ingin membesarkan anak haramnya bersamaku dan berjanji meninggalkan Widia ". Jawab Najwa yang ternyata nama selingkuhan suaminya itu adalah Widia.

"Gila gila gila, dia pikir kamu manekin apa, punya body yahud tapi tak punya otak dan perasaan?" Luna emosi tingkat dewa.

"Ada apa Lun". Tanya Dandy yang baru mandi masih mengenakan handuk di lilitkan di pinggangnya, sungguh di Dandy ini tak tahu malu sama sekali.

" Itu lakinya Mpok lu nge buntingin suster di tempatnya bekerja". jawab Luna, Dandy terkejut hampir saja handuknya terjatuh karena melompat, untung dengan sigap dia menahannya kalau tidak pasti belalai gajahnya sudah nongol.

"Terus bagaimana kelanjutannya, kak lu mau di madu?" tanya Dandy.

"Sembarangan, ya pasti tidak mau lah. emang dia siapa? Dewa amour?" jawab Najwa sambil melotot.

"Ih melototnya kok ke aku?" protes Dandy.

"Habis kamu nyebelin". Jawab Najwa melampiaskan emosinya, pada siapa kalau tidak ke Dandy, biar dia lega marahnya terlampiaskan walaupun tak tepat sasaran.

"Bagaimana ya Mbak selanjutnya, apa kita sewa pengacara saja untuk menuntaskan masalah ini, soalnya ini masalah rumit apalagi kemal kan ayahnya seorang pengacara ternama, saya yakin ayah si kemal akan bela dia mati matian meskipun tahu anaknya yang salah". Luna berusaha memberi solusi tapi dia sendiri bingung apa yang akan di lakukan, dan tiba tiba Najwa ingat, Hasan pernah berucap jika ada sesuatu yang menyangkut hukum mintalah tolong sama dia , di perusahaan milik keluarga Aslan mempunyai seorang pengacara yang sangat handal.

Najwa mengutarakan pernyataan Hasan dan akhirnya mereka memutuskan akan minta pendapat asisten pribadi dari bos Fadli itu untuk mencarikan solusi terbaik esok harinya.

"sekarang kita tidur dulu barang sejam dua jam, biar otak restart kembali, puyeng banget aku hari ini hampir terbunuh". Ajak Luna, sementara si Dandy tidur di kamar sebelah dan Najwa tidur seranjang dengan Luna.

"Ada apa Luna, apa yang terjadi?" tanya Najwa penasaran.

" besuk aja lah ceritanya, aku beneran capek Mbak". Jawab Luna yang sekian detik kemudian sudah terdengar dengkuran halus dari mulutnya.

Sementara Najwa tak bisa tidur dia hanya miring kanan miring kiri, mata pedih tapi tak mau di pejamkan, karena takut mengganggu tidurnya Luna, akhirnya Najwa keluar kamar dan malah menyeduh kopi di dapur, Loh?

Ketika dia berada di dapur, HP nya berbunyi tanda notifikasi dari sebuah aplikasi hijau, seseorang telah mengirim kan vidio , Najwa segera membuka vidio kiriman dari nomor asing yang tak di save dalam ponsel nya itu.

Sebuah vidio tak senonoh suami bersama selingkuhannya berdurasi tiga menit itu membuat hati Najwa seperti di sayat sembilu di bubuhi garam, perih tak terhingga, Najwa ambil nafas dalam lalu istigfar berkali kali, sampai air yang di rebus buat menyeduh kopi bergolak dan membunyikan alarm, Najwa baru tersadar dari lamunannya, dia segera menyeduh kopi hitam itu dan di bawa ke ruang makan, di situ dia menikmati kopi di jam tiga pagi bersama cake brownies yang ada di kulkas Laluna.

"Rupanya kamu ingin menggali kuburan mu sendiri, dasar bodoh akan ku buat kalian keluar dari rumah tanpa membawa apa apa" gumam Najwa setelah yakin bahwa si pengirim vidio tersebut adalah si Widia gundik sang suami ,Najwa membaca caption di bawah vidio tersebut dengan tulisan. "Hai dokter Najwa, akhirnya aku yang menang dan aku yang bakal bersanding dengan dokter kemal di kemudian hari". Caption nya.

Dokter Najwa tak membalas, sia sia menghabiskan emosi, melawan orang licik dan bodoh seperti itu cukup dengan diam, diam tapi bertindak mengumpulkan bukti dan selanjut nya menge'Kick' mereka jauh ,dan memastikan kemal pergi dari rumah tanpa harta sepeserpun, tidak ada gono gini ,rumah sudah sertifikat atas nama Najwa, mobil juga atas nama istrinya begitu juga aset simpanan bersama di bank sudah Najwa pindah ke rekening pribadinya tanpa sepengetahuan suami bodohnya itu, mau menuntut? Tinggal putar saja vidio perselingkuhan keduanya kalau perlu di viral kan biar kena sanksi sosial, dan di pecat dari anggota kedokteran nya.

Adzan subuh Laluna terbangun, sudah terbiasa jika mendengar suara adzan dia akan terbangun meski itu suara alarm dari handphone nya, dia mencari Najwa di sisinya tapi tak di temui nya, dia singkap selimutnya panik, takut sekali dia jika Najwa karena terlalu sakit hati dan nekat mengakhiri hidup nya.

"Mbak Najwa". teriaknya.

"Halo Luna selamat pagi". jawabnya dari balik tembok dan masih tetap duduk di kursi makan, Laluna menghela nafas lega.

"Ku kira pergi dan nyemplung sungai". ledek Luna.

"Gila apa, memang sepenting itu punya suami, nggak punya suami juga nggak akan mati". Jawab Najwa lalu memberikan hape nya untuk melihat vidio yang di kirim kan oleh gundik suaminya barusan.

"Apa ini?" tanya Luna.

"Coba lihat menurut mu pantas nggak vidio seperti itu di kirim ke saya, kan kentara sekali kelihatan oon nya?" Najwa sungguh tak faham dengan kebodohan hakiki suster Widia.

Laluna menyaksikan vidio itu, hei dia lajang dan di umurnya yang ke dua puluh lima demi Tuhan dia belum pernah di sentuh laki laki kecuali berkelahi, mana ada dia merasakan indahnya bersentuhan dengan lawan jenis.

"Ih bodoh, jorok jijik". gerutu nya sambil mengembalikan hape tersebut pada yang punya.

"Makanya ku bilang apa tadi, bodoh yang tak terselamatkan, ini malah menguntungkan bagiku". Ucap dokter Najwa kemudian menceritakan rencananya pada Laluna, setelah berbincang beberapa menit keduanya lalu sholat subuh berjamaah, jangan tanya Dandy karena dia jika tidur seperti orang mati, ada rudal balistik saja tak akan terbangun.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!