Zayna Almeera adalah badai yang dipaksa berhenti di sebuah desa tenang. Terbiasa dengan gemerlap kota, ia merasa dunianya runtuh saat harus menukar kehidupan mewahnya dengan ubin pesantren yang dingin. Ia datang membawa duri, siap menusuk siapa pun yang mencoba menjinakkan kebebasannya.
Di sana, ia bertemu Gus Haidar. Pemuda itu seperti telaga luas yang tak terusik; bicaranya tenang, tatapannya terjaga, dan dunianya hanya berisi pengabdian. Bagi Zayna, Haidar adalah teka-teki silang yang menyebalkan. Namun bagi Haidar, Zayna adalah kebisingan yang tiba-tiba membuat kesunyiannya terasa lebih lengkap.
Antara keras kepalanya Zayna dan sabarnya Haidar, ada sebuah cerita tentang bagaimana rasa pahit harus dibiarkan mengendap agar manisnya bisa dinikmati. Zayna ingin lari, tapi hatinya justru perlahan tertambat pada ketenangan yang tak pernah ia temukan di riuhnya kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sajadah di antara hutan beton
Jakarta tidak lagi terasa seperti rumah bagi Zayna, melainkan seperti medan perang yang penuh dengan ranjau. Namun, ia bukan lagi Zayna yang dulu melarikan diri ke dalam bisingnya musik dan gelapnya malam. Ia kini adalah sebuah pedang yang telah ditempa di dalam sunyinya pesantren.
Rumah mewah keluarga Almeera terasa dingin, seperti sebuah monumen kejayaan yang sedang menunggu waktu untuk runtuh. Di ruang kerja Ayah, tumpukan berkas penyitaan aset berserakan di atas meja jati. Ayah duduk dengan kepala tertumpu pada tangannya, sementara Bunda sibuk dengan telepon yang tak henti-hentinya berdering dari pihak bank dan kerabat yang tiba-tiba menjauh.
"Zayna, kamu sudah baca berkasnya?" tanya Ayah dengan suara serak. "Geral benar-benar licin. Dia menggunakan video lama itu untuk memicu kepanikan investor. Saham Almeera Group anjlok ke titik terendah dalam sepuluh tahun."
Zayna mengambil berkas itu, membacanya dengan teliti. "Ayah, Bunda... jangan takut. Kita mungkin kehilangan angka di rekening, tapi kita tidak boleh kehilangan marwah. Besok, Zayna yang akan datang ke rapat umum pemegang saham."
Bunda menatap Zayna dengan cemas. "Tapi Sayang, mereka akan menyerangmu. Mereka akan menghujatmu soal masa lalu itu."
Zayna tersenyum, sebuah senyuman yang membawa keteduhan Pesantren Al-Fatih ke tengah ruang kerja yang tegang itu. "Biarkan mereka menyerang, Bunda. Gunung tidak akan runtuh hanya karena dilempari kerikil. Zayna punya strategi yang tidak dimiliki Geral: kejujuran."
Keesokan paginya, Zayna melangkah memasuki gedung pencakar langit milik keluarganya. Ia mengenakan setelan blazer berwarna sand yang sangat profesional, namun tetap dengan hijab panjang yang menutup dada dengan sempurna. Penampilannya adalah perpaduan antara kecerdasan kota dan ketenangan santri.
Di dalam ruang rapat, para direksi dan pemegang saham sudah menunggu dengan wajah-wajah yang haus akan kejatuhan Pak Almeera. Geral duduk di ujung meja, menyeringai sombong.
"Wah, selamat datang, 'Ustadzah' Zayna," sindir Geral, memancing tawa dari beberapa direksi yang pro padanya. "Mau membacakan doa penutup perusahaan ini, ya?"
Zayna duduk dengan tenang. Ia meletakkan buku catatan dari Gus Haidar di depannya—sebuah pengingat akan kekuatan doa.
"Saya di sini untuk menawarkan solusi, bukan doa penutup," suara Zayna jernih, bergema di ruangan yang kedap suara itu. "Investasi adalah soal kepercayaan. Dan kepercayaan tidak dibangun di atas video masa lalu seseorang, melainkan di atas integritas masa kini."
Zayna mulai memaparkan rencananya: restrukturisasi utang dengan jaminan aset pribadinya yang selama ini ia foya-foyakan, serta kerja sama baru dengan jaringan bisnis halal yang ia pelajari dari koneksi Kyai Sepuh.
"Geral," Zayna menatap mantannya itu dengan pandangan yang kosong dari kebencian, namun penuh wibawa. "Kamu mencoba menghancurkan keluargaku dengan foto-foto itu. Tapi kamu lupa, di dunia bisnis yang sekarang, transparansi dan perubahan karakter adalah nilai jual yang tinggi. Saya mengakui masa lalu saya, dan itulah yang membuat saya lebih bisa dipercaya daripada seseorang yang menyembunyikan niat busuk di balik jas mahalnya."
Para direksi mulai saling berbisik. Mereka terkesima. Zayna yang dulu mereka kenal sebagai gadis manja, kini bicara dengan data dan ketenangan yang luar biasa.
Malam harinya, setelah perjuangan panjang di kantor, Zayna menemukan Bunda sedang duduk di sajadah di dalam kamarnya. Bunda tampak mencoba mengikuti gerakan salat yang tadi sore Zayna ajarkan kembali.
"Zayna..." panggil Bunda lirih. "Ajarin Bunda lagi. Bunda merasa sangat tenang saat sujud, meski Bunda tahu besok mungkin rumah ini disita."
Zayna memeluk Bunda dari belakang. "Bunda, meski rumah ini disita, langit Allah masih sangat luas untuk kita. Allah tidak sedang menghukum kita, Bunda. Allah sedang membersihkan harta Ayah dan Bunda agar lebih berkah."
Ayah berdiri di ambang pintu, melihat istri dan anaknya yang kini lebih banyak bicara soal Tuhan daripada soal angka. Air mata Ayah jatuh. Ia menyadari, kebangkrutan ini adalah berkat tersembunyi yang mengembalikan jiwanya yang sempat hilang.
Sebelum tidur, Zayna membuka pesan singkat dari Gus Haidar.
"Zayna, mawar tetaplah mawar meski tumbuh di antara aspal yang panas. Jangan biarkan bisingnya kota merusak irama zikirmu. Saya baru saja menanam pohon tanjung baru di depan perpustakaan. Ia akan tumbuh seiring dengan perjuanganmu di sana. Cepatlah pulang, makmumku."
Zayna menangis bahagia. Di tengah hutan beton Jakarta yang kejam, ia merasa separuh hatinya sedang dipeluk oleh doa-doa dari kejauhan.
Happy reading sayang...
Baca juga cerita bebu yang lain...
Annyeong love...
dari sekian banyaknya novel yg aku baca Cuma In yg Membuat Aku pangling Dan kagum Banget dengan Stiap Untaian katanya, Aplgi sangat Puitis banget
yg Lainnya Nanti Dluu hehehehhe,
yang Lain Tentang Apa Thor Law tentang percintaan Aku mau baca 🤭🤭🤭?
udah banyak Up Hari in
Pdhal aku bruu sja mendapatkan kesenangan Mlah Di BKIN Tak Karuan lgii
sring2 yaa Thor up 3 bab Biar Aku tambah smngat Bacanya
bercanda Thor mksih Thor Udah BKIN Novel SE kece In, Smangat Thor up nya law bisa 3 bab pun gpp