Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter seventeen
An masih memikirkan tentang ucapan sang ayah. sampai Annchi kembali dari kios dan dia pun langsung mendekati sang ibu
"Ibu apa atu telbuat dali teligu?" tanya An. Annchi yang meletakkan barang belanjaan pelangsung menatap putrinya dengan tatapan bingung
"Eh... siapa yang bilang? masa putri ibu yang lucu ini terbuat dari tepung terigu" ucap Annchi sambil menatap binggung putrinya
"Ayah bilang mau minta buatin Adit bayi dali teligu Bu, apa atu telbuat dali teligu?" ucap An
"Eh... ngga gitu konsep nya sayang" Jawa Annchi dengan terkekeh. dia juga binggung suaminya juga asal jawab tanpa memikirkan akibat nya
***
Annchi dan keluarga semakin makmur. pembangunan rumah nya pun sudah selesai hari ini, Huwa Ming terkejut saat mendengar berita pencarian dirinya
Ya Raja Ming murka saat kembali tak mendapat putri kesayangan nya, begitu juga dengan para Gegenya. dia kembali dari perguruan dan perjalanan dengan ayahnya adik nya telah hilang
Para pelayan yang sering menyiksa Huwa Ming pun mendapatkan hukuman cambuk dan di jual ke rumah budak, Raja Ming pun marah kepada para selir nya. tak lupa selir kehormatan pun mendapatkan imbas dari kemarahan Raja Ming, selir kehormatan yang membuang Huwa Ming itu, mendapatkan balasan yang tak terkira
Selir kehormatan tak menyangka kalau dirinya akan ketahuan oleh Raja Ming karena sudah membuang Putri kesayangannya itu. awalnya raja Ming yang tidak mengetahui bahwa selir kehormatan yang sering dia tunjuk untuk mengurus putrinya itu ternyata begitu jahat. tapi setelah pelayan pribadi selir kehormatan berkata jujur kalau dia sudah diperintahkan untuk membuang Putri Huwa Ming kejurang
Para menteri yang putrinya dihukum pun tak menerima berbondong-bondong datang ke istana dan meminta keadilan kepada raja Ming
"Kalian meminta keadilan karena putri kalian mendapatkan hukuman? lalu bagaimana keadilan untuk putriku yang mendapatkan hinaan dari putri-putri kalian yang sudah aku angkat menjadi selir? keadilan apa yang akan kalian berikan kepada putriku?" teriak Raja Ming. para menteri menunduk mendengar pertanyaan Raja mereka sedangkan selir kehormatan masih menjunjung tinggi kalau dia akan terus tinggal di kerajaan tersebut, dia tidak tahu kalau Raja Ming akan membuat hidup selir kehormatan seperti putrinya dulu
"Kalian tahu dimana sekarang putriku?" tanya raja Ming kepada pelayan pribadi selir kehormatan
"Yang mulia putri bungsu tinggal dengan satu keluarga rakyat biasa yang mulia... hamba sudah menyembunyikan tuan putri, di salah satu desa yang dekat gunung Hu" jawab pelayan yang sekarang menjadi bawahan Annchi
"Kenapa kau menyembunyikan putriku disana?" tanya raja Ming
"Kalau hamba tidak menyembunyikan Tuan Putri pasti selir kehormatan akan menyuruh pelayan lain untuk mencelakai tuan putri" jawab tegas bibi pelayan. raja Ming pun mengangguk. dia pun mengajak kedua putranya untuk menjemput Putri kesayangannya Sedangkan untuk para orang-orang yang sudah membuat putrinya terluka sudah dihukum dan diusir dari kerajaan tersebut
"Jie jie... apa jie jie tidak ingin ikut denganku? aku sudah terlalu nyaman tinggal dengan keluarga jie jie" ucap lirih Huwa Ming. yah memang dia sudah terlalu nyaman dengan keluarga Annchi, dia juga sudah merasakan kasih sayang yang keluarga Annchi berikan
"Hei... kau masih bisa datang kesini, rumah ini masih menyambut kedatanganmu saat ingin tinggal ataupun menginap di rumah ini, kamu juga sudah jie jie anggap sebagai adiknya. jadi tidak perlu sungkan untuk tinggal di rumah ini" jawab Annchi. Huwa Ming pun memeluk Annchi
"Terima kasih jie jie... aku akan sering pulang ke rumah ini" jawab Huwa Ming sambil menangis, rasanya berat untuk meninggalkan rumah yang memberikannya kasih sayang yang tulus dan kehidupan yang sederhana. apalagi keluarga Sin juga sudah sangat dekat dan merangkul Huwa Ming
"Hiks... aku seperti mendapatkan kasih sayang dari pendiam ibuku yang tidak pernah aku rasakan jie jie, terima kasih" ucap Huwa Ming. sambil terus memeluk Annchi
"Jie jie Hua... itu ibu Atu" teriak An. yang baru kembali dari pasar dengan sang ayah
"Hais... kau ini menganggu saja, tidak bisa kakak membiarkan aku memeluk jie jie ku sebentar?" ucap Huwa Ming
"Hehehe tidat boleh.... hanya Atu yang boleh pelut ibu" jawab An sambil menjulurkan lidah. begitu lah selama sebulan ini Huwa Ming dan An selalu, berebut Annchi
"Sudah-sudah kalian ini... An'er apa barang yang ibu minta sudah kamu belikan?" tanya Annchi
"Tentu saja... cemua yang Ibu pecan, cudah dibelitan oleh ayah... Ibu tenang caja ibu tinggal mengolah cemuanya menjadi matanan enat, tentu Atu yang manic ini ciap untuk menyicipi nya" jawab An. Annchi hanya bisa menggelengkan kepala nya. ya hari ini Annchi membuat acara kios baru nya, yang baru di buka lagi
"Oya... baiklah tapi kau juga harus bantu ibu, jangan hanya tau nya makan saja" ucap Annchi sambil tersenyum pada An
"Tentu caja... Atu juga bantu" jawab An. hari ini aji ingin membuka kios makanan manis yang belum ada di dunia dinasti ini
"Lao gong aku bisa minta tolong?" tanya Annchi. Bao-yo pun langsung menatap sang istri
"Apa yang harus aku bantu Lao po?" tanya balik Bao-yo. Annchi tersenyum manis pada sang suami
"Berikan aku vitamin Ci" ucap Annchi. Bao-yo mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan sang istri
"Vitamin C? bentuk nya seperti apa? Lao po apa seperti kue atau semacam nya?" tanya binggung Bao-yo
"Vitamin Cinta mu Lao gong" ucap Annchi. demi nenek gayung rambut pink Bao-yo di buat tak berkutik oleh istrinya apa lagi melihat wajah wanita yang membuat nya tak bisa tidur nyenyak itu
Bao-yo pun mendekati sang istri dan tanpa berkata-kata lagi dia menarik tubuh Annchi dan
Kedua mata Annchi membulat sempurna, dia tak menyangka kalau suaminya bisa seberani ini, yang awalnya kedua matanya membulat sempurna pun langsung memejamkan mata karena merasakan lumatkan dari sang suami
"Sudahkan? aku sudah memberikan vitamin C nya langsung di bibir mu" ucap Bao-yo yang langsung pergi meninggalkan sang istri yang mematung
Wajah Bao-yo benar-benar memerah dan dia pun pergi ke kebun dengan tergesa-gesa, dia juga tak menyangka kalau dirinya begitu berani mencium sang istri
"Astaga... apa yang sudah kau lakukan? hais... semoga istri mu tak marah karena kau mencium nya dengan mendadak seperti itu" gumam Bao-yo sambil tersenyum, dia benar-benar tidak tahan dengan perasaan yang semakin kuat
Sedangkan Annchi. Yang mematung pun tersadar, dia pun langsung mengerjapkan matanya seolah dia berpikir
"Aku di tinggalkan begitu saja? Lao po.... kenapa sebentar, tidak ada acara saling balas dulu ini" teriak Annchi. Bao-yo yang mendengar teriakan istrinya pun semakin memerah
"Kenapa wajahnya ayah begitu merah? apa Ayah sedang demam?" tanya Bai. yang melihat wajah ayahnya
"Ti tidak... ayah hanya kepanasan, tadi kan kita baru kembali dari pasar, jadi ayah cukup kepanasan" jawab Bao-yo
***
Pembukaan kios baru Annchi pun akan di buka sore hari, kue manis yang Annchi buat dan di bantu oleh beberapa wanita muda yang akan berkerja di kios itu pun selesai
Kue Cake yang membuat para wanita jaman kuno. itu akan menggemparkan kerajaan Ming, Huwa Ming juga ikut membantu. Huwa Ming meminta izin Annchi untuk menjual nya di kota Ming
Tentu saja Annchi mengizinkan nya, bukan itu saja Annchi juga mengajarkan beberapa cemilan yang akan Huwa Ming jual nantinya
Keluarga Bao-yo sekarang memiliki penghasilan yang melimpah, rumah yang di inginkan Annchi pun selesai. kebun buah dan sayur di halaman depan pun tumbuh subur
Tidak hanya halaman depan tapi halaman belakang rumah Bao-yo pun begitu tumbuh subur sayur dan buah. Annchi menyiram tanaman dengan air kehidupan
Banyak para tetangga yang iri dengan tumbuh subur sayur dan buah milik Annchi. apa lagi Annchi juga memberikan beberapa bibit pada keluarga Sin, tentu saja Keluarga Sin juga memiliki kebun yang membuat mata tetangga iri
"Apa.... kurang ajar, Bao-yo semakin tidak tahu diri
BERSAMBUNG.......