NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

Perbatasan Hutan Tulang Putih - Senja.

Matahari terbenam di ufuk barat, mewarnai langit dengan semburat jingga yang tampak seperti luka bakar. Shen Yu dan Su Ling baru saja melangkah keluar dari area gravitasi terbalik hutan itu.

Suasana hati Shen Yu sedang buruk. Sangat buruk.

Peringatan Roh Pelayan tadi masih terngiang di telinganya: "Takdir kalian akan terpotong... Kalian akan berpisah..."

Shen Yu membenci gagasan bahwa ada sesuatu di atas sananentah itu Langit, Takdir, atau Dewa yang merasa berhak mengatur hidupnya.

"Berhenti di sana, Pencuri!"

Suara bentakan yang angkuh memecah kesunyian.

Dua sosok melayang turun dari langit, menghalangi jalan mereka. Mereka mengenakan jubah emas dan perak yang berkilauan, dengan lambang Matahari & Bulan di dada mereka.

Aura mereka kuat dan menekan. Keduanya berada di ranah Nascent Soul Puncak (Peak Nascent Soul).

Ini adalah Dua Utusan Langit (Heavenly Envoys) dari Benua Tengah yang sedang berpatroli. Mereka merasakan gelombang energi dari Cermin Bulan yang baru saja diambil Shen Yu.

"Kalian membawa aura Harta Langit," kata Utusan Jubah Emas dengan dagu terangkat. "Serahkan artefak itu sekarang, dan bersujudlah memohon ampun. Mungkin kami akan membiarkan mayat kalian utuh."

Utusan Jubah Perak menambahkan sambil melirik Su Ling dengan tatapan menjijikkan. "Dan wanita itu... energinya kotor. Mata terkutuk. Dia harus dimusnahkan."

Shen Yu berhenti berjalan. Dia melepaskan genggaman tangannya dari Su Ling perlahan.

"Su Ling, tunggu sebentar," kata Shen Yu lembut.

"Shen Yu..." Su Ling ingin mencegahnya, tapi dia melihat punggung Shen Yu yang menegang.

Shen Yu berbalik menghadap kedua utusan itu. Dia tidak mengeluarkan pedang. Dia tidak mengeluarkan aura. Dia hanya berjalan mendekat dengan langkah santai namun mematikan.

"Kalian bilang wanita ini harus dimusnahkan?" tanya Shen Yu datar.

"Benar! Dia adalah aib bag—"

WUSH.

Shen Yu menghilang.

Detik berikutnya, dia muncul tepat di depan Utusan Jubah Emas. Jarak wajah mereka hanya satu jengkal.

"Kalian datang di waktu yang tepat," bisik Shen Yu. Matanya yang hitam kelam menatap langsung ke dalam jiwa utusan itu. "Aku sedang butuh samsak tinju untuk memaki Langit."

GRAB.

Tangan Shen Yu mencengkeram wajah Utusan Jubah Emas.

"Apa—?!"

KRAK!

Shen Yu meremas. Kepala Utusan Emas itu meledak seperti semangka busuk. Darah dan otak menciprat ke jubah perak temannya.

Tanpa jeda, Shen Yu menarik Nascent Soul (jiwa kecil) yang mencoba kabur dari tubuh mayat itu.

"Mau kemana?"

Shen Yu meremas jiwa itu di tangannya hingga hancur menjadi butiran cahaya, memusnahkannya dari siklus reinkarnasi selamanya.

"KAU... KAU MEMBUNUH UTUSAN LANGIT?!" Utusan Jubah Perak mundur ketakutan, wajahnya pucat pasi. "Kami dilindungi oleh Hukum Benua Tengah! Kau menyatakan perang pada—"

Shen Yu tidak membiarkannya bicara. Dia menendang perut utusan itu.

BUKK!

Utusan Perak itu terlempar, menabrak pohon tulang hingga hancur, lalu jatuh ke tanah sambil memuntahkan isi perutnya.

Shen Yu berjalan mendekat, menginjak dada utusan itu.

"Hukum?" Shen Yu tertawa, tapi tidak ada humor di sana. Hanya ada kekejaman murni.

"Katakan pada Tuanmu di atas sana. Hukum mereka tidak berlaku di hadapanku."

Shen Yu mengangkat kakinya tinggi-tinggi, lalu menghentakkannya turun.

SPLAT.

Dada Utusan Perak itu hancur rata dengan tanah.

Shen Yu berdiri diam di atas dua mayat itu selama beberapa saat, membiarkan bau darah menenangkan gejolak amarah di hatinya. Dia baru saja membantai dua elit puncak seolah-olah menginjak semut.

"Shen Yu..." panggil Su Ling pelan.

Shen Yu menarik napas panjang, membersihkan darah di tangannya dengan Qi, lalu berbalik. Wajah iblisnya menghilang, digantikan oleh senyum tipis untuk kekasihnya.

"Ayo pergi. Di sini bau sampah."

Malam Hari - Di Dalam Gua Alami.

Mereka memutuskan untuk berkemah di sebuah gua kering di kaki tebing, sepuluh mil dari lokasi pembantaian. Shen Yu menyalakan api unggun menggunakan kayu roh agar tidak berasap.

Namun, udara malam itu aneh. Suhunya turun drastis, jauh di bawah titik beku.

Di sudut gua, Su Ling duduk meringkuk dengan selimut tebal. Bibirnya membiru, dan butiran es kristal mulai terbentuk di ujung bulu matanya.

Ini adalah efek samping Cermin Bulan Kuno. Artefak itu menyerap Yin Ekstrem dari alam untuk menenangkan Mata Iblis Su Ling, tapi tubuh fisik Su Ling tidak kuat menahan dinginnya.

"D-Dingin..." gigi Su Ling gemerutuk. "Rasanya seperti darahku membeku..."

Shen Yu segera duduk di sebelahnya. Dia menyentuh tangan Su Ling. Dingin sekali, seperti menyentuh mayat.

"Cermin itu terlalu kuat," kata Shen Yu cemas. "Tubuhmu kelebihan Yin. Kau butuh Yang untuk menyeimbangkannya."

Shen Yu mencoba menyalurkan Qi nya. Tapi itu tidak cukup. Dingin itu datang dari sumsum tulang.

Shen Yu mematikan api unggun (karena api biasa tidak berguna), lalu dia membuka jubah luarnya.

"Su Ling, kemarilah."

Shen Yu menarik Su Ling ke dalam pelukannya. Dia menyelimuti tubuh mungil Su Ling dengan jubah besarnya, lalu memeluknya erat, kulit bertemu kulit sebanyak mungkin.

Shen Yu mengaktifkan Jantung Iblis nya, tapi kali ini dia membalikkan alirannya. Dia membakar esensi darahnya sendiri untuk menciptakan Api Kehidupan (Vitality Fire) yang hangat dan lembut, bukan api penghancur.

Tubuh Shen Yu menjadi seperti tungku manusia yang nyaman.

"Lebih baik?" bisik Shen Yu, dagunya bertumpu di atas kepala Su Ling.

Su Ling membenamkan wajahnya di dada Shen Yu, mencari sumber panas itu. Napasnya yang dingin perlahan menjadi hangat.

"Hmm..." gumam Su Ling, matanya terpejam nyaman. "Hangat... Jantungmu berdetak kencang sekali."

"Karena kau di sini," jawab Shen Yu jujur.

Mereka duduk dalam diam selama beberapa jam, hanya ditemani suara angin di luar gua. Posisi mereka begitu intim, namun tidak ada nafsu di sana. Hanya ada kebutuhan mendalam untuk saling melindungi.

"Shen Yu," bisik Su Ling, suaranya parau.

"Ya?"

"Roh nenek itu bilang... kita akan berpisah."

Shen Yu mengeratkan pelukannya. "Dia salah."

"Tapi bagaimana jika dia benar?" Su Ling mendongak, menatap wajah Shen Yu dengan mata indahnya yang kini tenang berkat cermin.

"Jika suatu hari aku harus pergi... atau mati..."

"Jangan bicara omong kosong," potong Shen Yu tajam.

"Dengarkan aku," Su Ling menyentuh pipi Shen Yu dengan tangannya yang mulai hangat. "Jika itu terjadi... berjanjilah satu hal."

"Jangan hancurkan dirimu sendiri. Jangan menjadi monster yang kesepian seperti di cermin itu."

Shen Yu menatap mata Su Ling dalam-dalam. Dia melihat ketulusan dan ketakutan di sana. Ketakutan bukan akan kematiannya sendiri, tapi ketakutan akan apa yang terjadi pada Shen Yu jika dia tiada.

Shen Yu tidak bisa berjanji. Dia tahu, jika Su Ling mati, dia akan membakar dunia ini sampai jadi abu.

Jadi, Shen Yu melakukan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan untuk membungkam mulut Su Ling.

Dia menunduk dan mencium bibir Su Ling.

Ciuman itu lembut, dalam, dan penuh rasa kepemilikan. Sebuah ciuman yang mengatakan: Kau milikku, dan maut pun harus melangkahiku dulu untuk mengambilmu.

Su Ling tertegun sejenak, lalu memejamkan mata dan membalas ciuman itu, melingkarkan lengannya di leher Shen Yu.

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!