NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pagi yang cerah

POV AUTHOR....

"Ah, sial! Kenapa aku salah mengirim pesan!" Liliana merutuk. Ia buru-buru menghapus pesan gambar miliknya. Pesan yang harusnya terkirim ke nomor Iban, tetapi terkirim ke nomor Juna. Ia kurang konsentrasi dan ceroboh.

Liliana buru-buru menghapusnya. Sayang, pesan sudah terlanjur dibaca. Tapi tak apa-apa. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Pesan pun menghilang.

Aneh, Juna tak mengirim pesan apapun. Bukankah harusnya ia bertanya? Apa maksud pesan yang baru saja? Mengapa kemudian dihapus begitu saja?

Perasaan Liliana tak mengenakkan. Tetapi kemudian ia abaikan. Ia sibuk mengirim pesan itu kembali. Kali ini benar-benar ke nomor Iban.

Liliana mengulum senyum. Pesan terlihat telah dibaca oleh laki-laki yang satu profesi dengannya tersebut. Bahkan kini Iban terlihat mengetik.

Pesan pun muncul. Liliana membacanya.

[Jangan chat. Aku udah berbaikan dengan Istriku. Aku tak mau dia sampai membaca pesanmu. Aku tak mau dia salah paham.]

Senyum Liliana berangsur-angsur menghilang. Malah di kedua matanya tersirat kesedihan yang tak bisa ia luapkan. Harapannya kembali menghilang seperti sebelum-sebelumnya.

[Oke. Maaf ya.] Liliana membalasnya dengan kalimat singkat.

***

POV JUNA

Aku melangkah meninggalkan bangunan rumah. Berjalan menuju ke klinik yang letaknya lebih

menjorok ke depan. Aku masuk, langsung mendapati Rini yang sedang membereskan ruangan. Menata dengan rapi kursi-kursi tunggu yang nanti akan dipakai oleh para pasien-pasienku yang datang.

"Pagi, Dok!" sapa wanita berkacamata tersebut.

"Pagi." Jawabanku hanya seperti itu. Sambil kububuhi senyuman kecil. Tapi masih terkesan hambar.

Hari ini aku tak begitu bersemangat. Moodku hancur. Pesan Liliana yang tadi sangat menggangguku. Langkahku terus berlanjut. Masuk ke ruanganku.

"Pagi Pak Dokter!"

Sapaan kembali terdengar. Bukan dari Rini. Tapi dari sosok yang sedang berada di ruanganku.

Aku terkejut. Alana, dengan wajah ceria seperti biasanya, ia menyambut kedatanganku.

Ada yang membuatku lebih terkejut. Penampilannya. Tak ada yang salah. Alana mengenakan kemeja dipadu dengan rok dengan warna yang senada. Namun, pakaiannya tersebut sungguh melekat sempurna di tubuhnya. Hingga lekuk tubuh itu, semakin terlihat menonjol.

Tanpa sadar mataku terus memperhatikannya. Dari ujung rambut, ke ujung kaki. Tak henti-hentinya aku menelan ludah.

"Kok, nggak dijawab sapaanku?" Ucapan Alana membuyarkan perbuatanku.

"P-pagi." Aku membalasnya. Senyuman Alana pun merekah.

"K-kenapa kamu di sini?"

"Lho, kan katanya aku disuruh kerja di sini. Bantu-bantu Pak Dokter. Iya, kan?"

"Maksudnya, kenapa di ruangan Mas?"

"Ini. Aku lagi bersihin ruangannya Pak Dokter." Alana memperlihatkan kemoceng di tangannya.

"Kok, panggil Pak Dokter?"

Aku aneh dengan panggilannya.

"Kan, Mas Juna emang Pak Dokter."

"Tapi kan biasanya kamu panggil aku, Mas, bukan Pak Dokter."

"Itu kalau di rumah. Kalau lagi di sini, dan pas lagi kerja, aku harus panggil Pak Dokter. Biar terlihat profesional. Hehehe...."

Aku tak bisa berkata-kata menanggapi alasannya.

"Yaudah terserah kamu." Akhirnya aku membiarkannya.

Aku berjalan menuju ke kursi kerjaku. Kuletakkan tas yang sedari tadi kubawa. Aku menata peralatanku di atas meja.

Alana mendekat. Ia membawakan jas putihku yang semula tersimpan rapi di dalam almari.

"Ini Pak Dokter dipakai dulu." Alana hampir membantuku memakainya. Layaknya seorang Istri yang sedang melayani suami. Aku sungkan. Aku pun merebutnya.

"Mas bisa pakai sendiri." Aku buru-buru memakainya. Langsung terpasang.

"Wah, Pak Dokter jadi semakin keren kalau pakai jas putih kayak gini."

Aku tersenyum kecil menanggapi pujian Alana. Sekuat tenaga aku tak boleh terlihat nervous. Aku duduk di kursi kerjaku. Menghidupkan komputer. Aku harus mempersiapkan semuanya sebelum jam praktekku berlangsung.

Alana sibuk dengan kegiatannya sendiri. Membersikan perabot yang ada di ruanganku ini.

"Hmmm... Hmmm ... Hmmm ...." Alana bersenandung kecil. Aku yang semula tak begitu memperhatikannya, jadi terpaku ke arahnya. Dia yang berdiri membelakangiku.

Menggerakkan kemoceng, membersikan rak yang ada di ruangan ini. Lagi-lagi seperti tadi, aku fokus dengan pakaiannya. Pakaian ketat yang semakin memperjelas lekuk tubuhnya.

Kali ini tatapanku lebih mengarah ke bokongnya yang terlihat besar dan sempurna.

Kencang. Andai aku bisa memegangnya, pasti rasanya...

'Shittt!' Aku mengumpat di dalam hati. Pikiranku sudah terlampau liar.

Settttt....

Alana sedikit menunduk.

Bokongnya yang sedari tadi menjadi pusat perhatianku semakin mengacaukan pikiranku.

Rok mininya jadi terangkat ke atas. Pahanya yang mulus jadi semakin terlihat. Sedikit lagi. Mungkin aku bisa melihat sesuatu yang ada di dalam sana. Bisa jadi ia mengenakan kain segitiga bewarna cerah, atau bisa juga bewarna gelap. Aku penasaran. Dan rasa penasaranku membuat aku melakukan hal konyol.

Kepalaku refleks merunduk ke samping. Seakan jika aku melakukan hal tersebut, aku bisa melihat isi di dalam rok Alana.

Naasnya...Alana tiba-tiba

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!