Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. pindahan
akhirnya setelah 15 menit berkendara Mereka pun tiba di kosan Nova.
"Mbak makasih banyak ya Mbak!! sungguh kalau nggak ada mbak, Saya tidak tahu harus gimana lagi.!! badan saya sudah mati rasa semuanya gemetaran.!!" tutur drivernya penuh rasa syukur. karena dia masih diberikan kesempatan untuk melihat matahari di esok harinya.
"sama-sama bang. oh ya ini ongkosnya." ternyata sang driver malah menolaknya.
"tidak perlu dibayar Mbak!! anggap saja ini balas budi saya kepada mbak." Nova yang mendengar itu tersenyum.
"kenapa begitu bang! bukankah Abang bilang di rumah masih ada anak dan istri yang menunggu? Abang ambil saja. nggak boleh nolak rezeki." Nova langsung mengeluarkan 10 lembar lagi uang pecahan rp100.000 dan memberikannya kepada sang Abang.
"Abang sekarang sudah malam! pasti Abang trauma kan. lebih baik Abang pulang cepat dan istirahatkan diri. besok baru mulai narik lagi." driver yang memang sudah merasakan ketakutan hari ini dan memang berniat untuk pulang guna menenangkan dirinya langsung meneteskan air mata.
karena jujur, hari ini dia masih belum mengantongi uang, sementara dia harus membeli beras dan juga kebutuhan sembako lainnya untuk di rumah.
"ini beneran dek?"
"beneran bang!! nggak perlu sungkan. jarang-jarang ada orang bisa memberikan rezeki. dan kita juga jarang-jarang bertemu. kalaupun bertemu lagi, kemungkinan saya juga sudah tidak ada rezeki lagi untuk diberikan kepada Abang. jadi selagi masih ada bang, jangan ditolak." lagi-lagi Abang itu langsung meneteskan air matanya dan menerima uang itu dengan tangan yang gemetar.
karena jujur saja, walaupun dia sudah merasa aman, tapi rasa trauma dan melihat bagaimana mengerikannya orang-orang yang bertauran dengan menggunakan sejam itu, membuat nuraninya masih merasakan ketakutan.
"terima kasih banyak ya Mbak.. mudah-mudahan rezeki Mbak selalu dilancarkan oleh Yang maha kuasa." mendengar itu, Nova pun kembali tersenyum.
"Amin ya robbal alamin.."
"kalau begitu saya duluan ya mbak."
"Iya bang! hati-hati di jalan. kalau bisa jangan lewat jalan itu lagi. walaupun jalan itu ramai, tapi jalan itu mudah untuk mendapatkan kekerasan. mending lalui saja jalan yang sekiranya bisa menurunkan resiko bertemu dengan orang-orang yang bertauran seperti itu." driver itupun kembali menganggukkan kepalanya.
Nova pun langsung berlalu masuk begitu pula dengan sang driver yang juga langsung melaju meninggalkan lokasi kontrakan Nova.
Ting
"tuan rumah kembali terdeteksi melakukan transaksi sebanyak 1 juta rupiah, dan membantu membawa sang driver dengan selamat. uang cashback senilai, 50 juta telah masuk ke dalam rekening dan kembali mendapatkan hadiah sistem, yaitu 1 botol pil penyembuh."
mendengar itu, mata nova langsung berkedip-kedip. dia berkedip bukan karena mendapatkan cashback kembali, tetapi karena kembali mendapatkan hadiah sistem yang menurutnya sangat bermanfaat.
satu botol pil penyembuh tingkat tinggi, tentu saja bisa digunakan dalam kondisi apapun.
"pil penyembuh tingkat tinggi.. ? apa aku bisa menggunakan pil ini untuk membantu memperbaiki serta menyembuhkan keponakanku ?" gumamnya dengan suara pelan.
"nanti akan aku coba.." Nova pun akhirnya membuka pintu kamar kosannya. dan melihat kamar kos kecil itu sangat kosong.
Nova meletakkan tasnya dan mulai memaking barang-barangnya. besok dia akan langsung pindah. lagi pula barang-barangnya ini juga tidak terlalu banyak.
******
seperti yang telah direncanakan oleh Nova, tak lama mereka pun kembali pulang kuliah. ini dia tak lagi mempedulikan Julian, Karena sekarang dirinya sedang sibuk. Rani dan juga Leli, yang merupakan teman dekatnya Di kampus juga memiliki kesibukan masing-masing. tadi Nova sudah ingin mengajak mereka untuk mengunjungi kontrakan barunya, namun karena kedua temannya ada kesibukan, akhirnya mereka memilih untuk berkunjung di lain waktu.
"gimana bes..?" tanya Aulia.
"berangkat! kita ke kosan dulu ambil tas"
"siap!! Aku penasaran dan tidak sabar ingin melihat rumah kontrakanmu. kamu benar-benar pindahan hanya butuh waktu sehari saja. gokil banget tau nggak.!!" Nova pun tersenyum.
"ini semua juga karena dibantu Tiara. kalau nggak dibantu sama Tiara, mungkin baru 3 hari kemudian akan selesai."
"hehehe iya juga sih.." tak lama mereka pun tiba di kosan Nova. Nova langsung masuk dan mengangkut barang-barangnya, karena tidak banyak Nova tidak meminta Aulia untuk menemaninya ke dalam.
tak lama Nova pun keluar dengan satu tas jinjing besar yang sudah berisi buku dan pakaian-pakaian yang tentunya tidak banyak.
"kamu tunggu sebentar ya Au. aku pamit dulu sama yang punya kosan." Aulia pun menganggukkan kepalanya.
"siap.!" nova pun langsung bergagas mencari keberadaan ibu kosnya. dan kebetulan ibu kosnya juga sedang beraktifitas di luar.
"assalamualaikum Bu."
"waalaikumsalam.. ada apa Nova ?" tanya ibu pemilik kosnya.
"begini bu. hari ini saya pindah kosan. dan datang pamit sama ibu. kamarnya Sudah saya sapuin bu, dan juga ini kunci kosannya." tutur Nova sambil menyerahkan kunci kosan kepada Ibu pemilik kosnya.
"kenapa pindah Nova? bukannya kamu sudah membayar uang kos 2 bulan ke depan ?" ujar pemilik kos itu dengan tatapan tidak suka. karena uang kosnya tentu saja sudah dipakai olehnya.
,"oh, mengenai uang kos yang itu, tidak usah dikembalikan Bu. kalau begitu saya pamit ya Bu. makasih banyak sudah membiarkan saya ngekos di sini." mendengar itu pemilik kosnya pun sedikit memasang raut wajah lega.
"baiklah kalau begitu." tanpa mempedulikan perasaan pemilik kosnya, Nova pun langsung bergegas meninggalkan ibu kos tersebut.
dia tahu, ibu kos ini memang tidak terlalu bersahabat dengannya. mungkin karena dirinya satu-satunya yang selalu menunggak pembayaran uang kos selama ngekos di tempat ini.
sementara di sana Aulia sudah menunggunya.
"ayo berangkat Au.."
"sudah selesai urusannya..?" tanya Aulia yang langsung meletakkan handphonenya di bagian saku motornya.
"sudah beres!"
"okelah kalau begitu!" akhirnya mereka pun langsung bergegas menuju kontrakan baru Nova. tempatnya memang tidak terlalu jauh, hanya butuh 15 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan, Mereka pun tiba di kompleks di mana Nova mengontrak.
"oh ternyata beneran nggak jauh dari kontrakan Tiara dan aku ya. baguslah kalau begitu. jadi, jalan kaki pun kita masih bisa saling mengunjungi." Nova pun tersenyum.
"ayo masuk dulu.. kita tunggu Tiara di sini aja. tadi Tiara sudah ngechat." ucap Nova.
"baiklah kalau begitu bos!"
"oh ya, Kamu lapar nggak.!?" tanya Nova.
"Iya nih! kita keluar sebentar cari makanan ya." Nova pun menganggukkan kepalanya.
"aku juga mikirnya gitu."
"atau kita titip aja sama Tiara.?" usul Aulia yang merasa sedikit mager untuk keluaran.
"boleh juga!! kalau begitu aku telepon dulu ya." Aulia pun langsung menganggukkan kepalanya. sementara Nova langsung menghubungi Tiara dan meminta tolong kepadanya untuk membeli nasi pas pulang.
Tiara pun tidak keberatan, dan langsung membeli 3 bungkus nasi untuk mereka lengkap dengan kerupuk dan lalapannya. sampainya Tiara di sana, Mereka pun langsung makan siang bersama di rumahnya Nova.