Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menantu Siaga
Setelah papanya berpindah ruangan, Lucas pamit sebentar ke markas karena ada rapat dengan pimpinan. Selesai rapat dia akan mengambil baju dan perlengkapannya yang sudah Joy siapkan pada tas khusus. Dan semua biaya pengobatan papa Alfons sudah diurus Joy bersama Lucas kekasihnya. Mereka mau memberikan yang terbaik buat papa.
"Sayang, mau menikah loh??? Tidak menjalankan misi kan??" Lucas langsung mencium kening Joy dan dipeluk sangat erat.
"Lihat aku sayang. Aku hanya rapat, dan sekarangkan sudah cuti buat nikah. Aku akan temani kamu disini menjaga papa bersama adek."
Kemesraan kedua kakaknya diperhatikan oleh Erick. Dia sangat senang, karena kakaknya disayang oleh laki - laki yang tepat. Erick Alfons sekarang sudah kelas sebelas. Dia sudah tahu apa yang terjadi dalam kehidupan papa dan mamanya, juga dia tahu siapa kakak Joy Debora. Mereka berbeda mama, tetapi satu papa. Dan muka - muka mereka berdua juga hampir sama.
Lucas sudah pergi ke markasnya. Sekarang di ruangan hanya ada papa dan Erick. Joy belum mandi karena Lucas belum kembali membawa perlengkapan mandi dan bajunya.
"Besok ade kakak ijinkan tidak sekolah. Tetapi setelah papa selesai operasi besoknya ade hatus sekolah. Nanti kakak minta tolong, sama ners menjaga papa, selesai jam sekolah baru ke rumah sakit. Makan siangnya adek bisa beli online, papa makan makanan di rumah sakit."
"Kakak....."Erick langsung memeluk Joy kakaknya. Joy berjanji bahwa jika dia tidak sibuk akan berada bersama adiknya.
Pukul delapan malam selesai rapat di markasnya. Lucas kembali ke rumah sakit dengan membawa pesanan kekasih hatinya. Dia langsung menanyakan keadaan papa, calon mertuanya. Kemudian dia bermain dengan Erick adik dari kekasihnya. Sementara Joy sedang memeriksa keadaan papanya dan memberi obat. Papa sudah puasa karena besok pagi akan operasi. setelah ners menganti infus papanya. Joy membersihkan dirinya. Dia baru mandi, karena VIP, jadi fasilitas air hangat ada.
Malam ini mereka semua tidur di rumah sakit karena besok pagi papa akan operasi. Joy sudah ijin kepada kepala ruanga dan direktur rumah sakit tempatnya bekerja. Erick adiknya sudah tidur. Dan seperti biasa, Joy akan tidur, dalam pelukan kekasihnya.
Papa Alfons , papanya Joy bangun melihat anak - anaknya tidur menjaganya kembali dia menangis. Ternyata Lucas belum tidur dan dia mendengar tangisan mertuanya. Dan dia langsung bangun melihat mertunya.
"Papa, ngak bisa tidur?? Apa ada yang sakit. Aku bangunkan Joy ya??"
"Tidak nak, biar mereka tidur. Kamu juga tidur ya."
"Iya papa."
"Nak , papa terima kasih ya, sudah menjaga Joy."
"Lucas sayang dan cinta kepada Joy pa. Jadi wajib, aku menjaganya."
"Terima kasih."
Akhirnya mereka semua tertidur. Joy bangun pagi - pagi. Dia menyiapkan sarapan yang sudah dia pesan. Kemudian waktu papanya bangun, Hanna mengajar Erick untuk membersihkan tubuh papa, agar siap buat operasi. Sebenarnya Joy dan Lucas mau melakukan. Namun mereka takut papanya malu. Joy langsung merapikan semua tempat tidur yang mereka gunakan. Selesai sarapan, mereka mengantar papa ke ruang operasi. Pukul sepuluh, papa dan mamanya Lucas calon mertua Joy datang menemani mereka bersama dokter Beca. Semalan Lucas memberitahukan. Papa dan mama mau malam itu juga ke rumah sakit, namun Lucas melarang.
Jangan ditanya kemana mamanya Erick semejak mengetahui penghianatan istrinya, papa sudah menjaga jarak dan mengamankan semua asetnya dan mengajukan permohonan cerai. Ini yang membuat dia pergi meninggalkan mereka, bersama kekasihnya.
Operasi papa berjalan lancar dan dokter berhasil memasang ring. Sekarang papa sudah berada di ruangan inap. Masih ada papa dan mamanya Lucas, mertuanya bersama dokter Beca dan kami makan siang bersama diruangan. Tentu papaku belum bisa karena baru selesai operasi.
"Malam ini aku masih menemani papa dengan Erick sayang. "
"Iya, nanti aku juga. Tetapi sayang aku ijin sebentar ada tugas, selesai bertugas baru aku ke rumah sakit."
"Misi lagi sayang???" Lucas hanya terdiam. Semalam itu memang mereka sedang membahas misi, di Jakarta saja. Lucas mau cerita namun dia takut Joy banyak berpikir, namun akhirnya dia tahu juga.
"Sayang??? Lucas memeluk Joy. "Nanti papa dan adek pikiran loh. Aku janji akan sehat dan menjaga diri."
"Janji sayang."
"Iya janji sayangku." Lucas langsung mencium bibir kekasihnya.
Papa sudah mulai sedikit membaik. tentu dia senang melihat, aku sayang kepada adikku.
"Nak Lucas dimana kak?"
"Ada tugas papa."
Papanya tidak tahu apa tugas yang Lucas lakukan. Sedangkan Joy sudah tahu, apalagi ketika mendengar di berita bahwa terjadi aksi teroris di ibu kota negara. Joy hanya berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya tidak mengalami hal yang tidak di inginkan.
Pagi sekali, Hanna sudah bangun, Semua sekolah di ibukota diliburkan karena ada kegiatan darurat dan himbauan dari pimpinan tentara agar masyarakat tidak berkeliaran di seputar tempat aksi tembak - menembak. adiknya di ijinkan untuk tidak sekolah. Joy sudah menjelaskan semuanya kepada Erick dan menitipkan papanya kepada ners. Tentu Joy membayar jasa itu.
Sementara Joy mendapat telepon untuk harus stand by di rumah sakit menjalankan tugasnya. Jadi Hanna meminta adiknya untuk tidak keluar rumah sakit, tetap diruangan papanya saja selama Joy bekerja. Semua makan dan jajan mereka ada di ruangan.
Dirumah sakit Joy bekerja sudah mendapat informasi bahwa mereka akan mengirim dua orang pasien aksi tembak menembak di hotel tempat dilangsungkan rapat internasional. Dan aksi teroris adalah untuk membatalkan rapat itu.
Mobil ambulans membawa dua pasien itu. Dan salah satu dari pasien itu adalah Lucas, seluruh tubuhnya penuh dengan darah. Rumah sakit tempat Joy bertugas sangat dekat dengan lokasi hotel tempat berlangsung acara internasional tersebut. Pasien tiba, pasukan khusus langsung mensterilkan ruangan dari orang - orang wartawan.
"Bangun sayang, kamu rencana buat saya menjadi janda sebelum menikah??" Joy terus berusaha memberi pertolongan pertama sambil dilorong keruangan tindakan.
"Bangun Lucas Abner Gosal." Lucas banyak kehilangan darah. Operasinya berjalan lancar. Joy bersama dokter Stev berhasil menolong Lucas. Ini kali kedua Joy dibuat begini sama kekasihnya Lucas, dia menangis selesai menjalankan operasi.
"Dasar pembohong, janji palsu." Joy masih menangis disamping Lucas yang masih tertidur karena pengaruh obat bius. Sampai Joy merasa ada yang mengusap kepalanya.
"Sayang,....."
"Kamu pembohong." Dengan sekuat tenaganya, sisa - sisa tenaga Aldy memeluk Joy membawa dia ke dalam pelukannya. Sementara di luar ada Daniel dan Isak yang sedang menjaga ruangan. Tempat Lucas di rawat.
"Maaf sayang, maaf buat kamu kuatir. Janji aku akan lebih hati - hati."
Saat itu juga, orangtua Lucas, calon mertua Joy sudah ada di rumah sakit, setelah mendapat akses melewati jalan yang memang ditutup akibat insiden tadi siang. Begitu melihat Joy sedang menangis dalam pelukan Lucas , mereka lega, namun juga kasihan. Karena Joy harus mengalami dua kali hal seperti ini, menolong kekasihnya yang sekarat.
"Joy...."
"Mama. Joy takut." Joy langsung berlari dalam pelukan calon mama mertuanya.
"Hiks, harusnya Lucas dong yang disayang. Anaknya yang mana sih??"
"Kenapa kamu cemburu??"
"Pa, lihat istrimu itu."
"Joy kalau mama punya anak laki - laki satu lagi, mama suruh kamu memutuskan hubunganmu dengan dia. Mama akan menjodohkan dengan anak laki - laki yang lain."
"Eh... dasar mama durhaka. Enak saja, tidak ada ya sayang. Kamu itu hanya punya Mayor Lucas Abner Gosal seorang."
"Oooo Bukan kah antie Beca ada cerita bahwa ada teman kalian yang suka sama kamu ya Joy . Siapa namanya??"
"Hans Wiratman."
"Pengusaha muda yang kaya itu."
"Lucas tembak mati, biar Lucas di penjara. Jangan coba - coba sayang berpaling dari aku."
"Kamu buat Joy jantungan, menangis. Ngak sayang kah?? Papanya ada dirawat di rumah sakit sebelah."
"Sayang sini, dekat aku." Lucas kembali merayu Joy untuk mendekat ke tempat tidurnya.
"Jangan sayang disini saja. Sama mama. Kamu belum makan kan?"
"Hiks...." Lucas hampir putus asa. Biar pun dia tahu, mamanya hanya sengaja. Namun dia tidak mau kehilangan Joy. Banyak cara yang sedang dia susun di otaknya. Tiba - tiba dia berakting kesakitan setelah lama berdiam, untuk mengelabui Joy dan semua orang. Otomatis sebagai dokter dan kekasih dia tidak mau pasien sekalian kekasihnya merasa kesakitan.
"Sayang apa yang sakit." Dengan sigap, tanpa berpikir luka di tubuhnya dia mengangkat Joy dan di banting disamping tempat tidurnya langsung dipeluk dan dicium Joy sangat erat. Mama dan papanya takjub melihat tenaga ekstra dari Lucas. Dia terus memeluk dan mencium kekasihnya.
"Jangan berpikir untuk melirik laki - laki lain sayang. " Akhirnya luka yang baru dijahit kembali berdarah.
"Sayang, jangan begini kamu baru selesai operasi."
"Aku tidak akan mati, hanya karena mengendongmu sayang."
"Adek berdarah badanmu nak?"
"Sayang, aku janji selesai melihat lukamu, aku akan tidur disampingmu dan memelukmu."
"Memang anakku ini tubuhnya sudah terlatih untuk menahan berbagi serangan." Papanya Lucas hanya bisa mengakui kekuatan anak laki - lakinya.
Drama itu sekarang membuat Joy tidak bisa berpindah dari Lucas. Mamanya hanya bisa mengeleng kepalanya.