NovelToon NovelToon
Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Bagi Fahreza Amry, hinaan dan cemoohan ayah mertuanya, menjadi cambuk baginya untuk lebih semangat lagi membahagiakan keluarga kecilnya. Karena itulah ia rela pergi merantau, agar bisa memiliki penghasilan yang lebih baik lagi.

Namun, pengorbanan Reza justru tak menuai hasil membahagiakan sesuai angan-angan, karena Rinjani justru sengaja bermain api di belakangnya.

Rinjani dengan tega mengajukan gugatan perceraian tanpa alasan yang jelas.

Apakah Reza akan menerima keputusan Rinjani begitu saja?

Atau di tengah perjalanannya mencari nafkah, Reza justru bertemu dengan sosok wanita yang pernah ia idamkan saat remaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Terjebak?

Siang itu Rinjani mendatangi rumah Bu Haryani dengan membawa rantang berisi lauk-pauk yang dimasaknya untuk makan siang Farhan. Namun, wanita itu tampak mengernyit kala mendapati rumah Bu Haryani dalam keadaan sepi.

"Mas... Mas Farhan!" panggil Rinjani dengan suaranya yang agak keras.

Rinjani masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci itu, lalu membuka kamar Farhan dan Bu Haryani tetapi tak menemukan satu orang pun.

"Di mana mereka?" gumamnya pelan.

Seorang tetangga Bu Haryani menghampiri Rinjani dan berdiri di ambang pintu. "Jam segini Budhe Haryani masih di sawah, Jan. Mungkin sebentar lagi pulang. Kalau si Farhan sih, pagi-pagi sudah berangkat bekerja," beritahu orang tersebut.

Rinjani hanya diam dan menoleh sekejap, tak berniat menanggapi sehingga orang itupun langsung pergi begitu saja dengan muka masam, menyesal karena ucapannya tak mendapatkan tanggapan.

"Uhh...dasar sombong! Dikasih tahu bukannya jawab gimana gitu, ini diem bae. Emang nggak punya mulut apa," gerutunya seraya menutup pintu rumahnya dengan kencang.

Rinjani meletakkan rantang di atas meja yang biasa Bu Haryani menaruh makanan, lantas Rinjani berniat untuk pulang. Namun, niatnya tersebut terhenti karena Bu Haryani tiba-tiba datang.

"Lhoh, kamu ada di sini, Jan? Sejak kapan kamu datang?" tegur Bu Haryani pada Rinjani.

"Baru beberapa menit yang lalu, Bu," jawab Rinjani. "Ini Jani bawa lauk dan sayur, Bu. Barangkali Ibu mau makan," tawar Rinjani sambil menunjuk rantang di atas meja.

"Walah, kamu kok, repot-repot to, Jan. Tapi makasih loh, yo," kata Bu Haryani langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lalu duduk di kursi di dekat meja.

"Kamu sudah makan? Ayo, makan bareng sekalian," ajak Bu Haryani dan Rinjani pun tak menolak. Ia lantas mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, setelahnya ia duduk di samping Bu Haryani.

"Memangnya Mas Farhan sudah kerja lagi ya, Bu?" tanya Rinjani disela-sela makannya.

"Iya, kan sekarang susah ijinnya, Jan. Bisa-bisa langsung SP tiga kalau sering bolos kerja. Lagian sepertinya Farhan nggak pulang lagi malam ini," jelas Bu Haryani.

Rinjani tampak terkejut. "Emmm... sebenarnya ada yang ingin Jani bicarakan dengan Mas Farhan, Bu," ucapnya sambil tertunduk.

"Apa to, Jan. Ngomong saja, nanti ibu sampaikan sama Farhan," sahut Bu Haryani dengan lembut.

"Begini, Bu. Jani ingin Mas Farhan segera menikahi Jani, Bu," tutur Rinjani pelan. "Nggak apa-apa jika pernikahannya sederhana saja yang penting sah di mata agama dan hukum," lanjutnya seraya menatap Bu Haryani penuh harap.

Ruangan mendadak sunyi. Ucapan Rinjani yang tiba-tiba membuat Bu Haryani terperanjat. Ia bahkan seperti kesulitan menelan nasinya dan buru-buru minum, lalu menepuk-nepuk dadanya perlahan.

"Tolong Ibu bujuk Mas Farhan ya, Bu. Rumah tangga Jani dengan Mas Reza sudah hancur, itu karena Jani lebih memilih Mas Farhan, tapi sepertinya dia seolah menarik ulur Jani, Bu," Rinjani berkata dengan sedih seakan menahan air mata yang ingin jatuh.

Rinjani menunduk, suaranya bergetar. "Jani merasa tidak berharga. Jani hanya ingin memiliki kehidupan yang bahagia bersama Mas Farhan, Bu. Seperti janjinya dulu pada Jani."

Bu Haryani menghela napas, ekspresi wajahnya menunjukkan rasa empati. "Baiklah, Jani. Ibu akan berbicara dengan Farhan dan mencoba membujuknya."

*

Sementara Farhan sendiri tengah berada di salah satu kamar motel bersama Fitri. Mereka menggunakan kesempatan waktu istirahat sebaik mungkin untuk bersenang-senang.

Farhan seolah tidak merasa terbebani sama sekali dengan masalah dirinya yang telah menanam benih di rahim anak orang. Dia bahkan seperti tidak memikirkan bagaimana cara bertanggungjawab malah masih saja tersesat.

Fitri tersenyum puas karena hasratnya telah terpenuhi. "Aku akan mentransfer dua kali lipat bila kamu mau menemaniku setiap malam jika suamiku sedang dinas," ucapnya manja seraya mengusap dada bidang Farhan.

"Oke, setuju." sahut Farhan membuat Fitri tersenyum senang.

Meskipun wajah Farhan masih terlihat sedikit memar, tetapi Fitri seolah tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting baginya Farhan bisa memanjakannya dan membuatnya terbang ke nirwana.

Selesai melakukan aktivitas yang menguras keringat, keduanya memesan makanan untuk mengisi perutnya. Setelah selesai makan seperti biasa mereka keluar kamar secara terpisah.

Ponsel Farhan berdering, tetapi dia mengabaikannya, tak berniat mengangkatnya. Farhan terus berkendara menuju kantornya dan bersikap normal seperti biasanya ketika telah sampai di kantor.

Baru saja dia duduk di kursinya, dua orang temannya datang menghampiri. " Waahh...romannya seger bener, Han? Habis darimana, nih?" celetuk salah satu dari mereka.

"Cuaca panas begini gerah rasanya, jadi aku mandi saja tadi di SPBU," jawab Farhan yang tidak sepenuhnya berbohong karena cuaca memang sangat panas siang itu.

"Ehhh, ngomong-ngomong muka kamu kenapa bisa memar begitu, Han?" tanya yang satunya menimpali.

"Ini, pas hujan kemarin itu motorku tergelincir dan aku terjatuh," Dengan lancar Farhan berbohong untuk menutupi kebusukannya. Akan tetapi, sepandai-pandai tupai melompat pasti suatu saat akan terjatuh juga, bukan?

*

Malam ini Reza berniat untuk memindahkan kamera pengintainya ke tempat yang aman, dan tidak mudah terjangkau oleh orang lain. Untuk itu dia saat ini tengah bersiap-siap, tetapi entah mengapa sejak sore tadi perasaannya tidak nyaman dan dadanya berdebar-debar.

"Tidak biasanya aku seperti ini. Apa malam ini aku tidak usah berangkat saja?" Reza dilanda kebimbangan. Pikirannya resah dan gelisah seolah sesuatu akan terjadi.

Reza berusaha menepis pikiran-pikiran buruk itu. Dia menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. "Bismillah, semoga tidak terjadi sesuatu malam ini, tetap aman seperti malam-malam sebelumnya. Aamiin."

Reza kemudian berjalan menyelinap ke dalam gelapnya malam. Menyusuri jalan setapak yang luput dari cahaya lampu jalanan. Sesampainya di tempat yang di tuju dia segera menurunkan kamera pengintainya dari tempat sebelumnya dan memasangnya di tempat yang lebih aman dan strategis.

Dengan hati-hati, Reza memastikan bahwa kamera tersebut terpasang dengan baik dan tidak akan terlihat oleh orang lain. Setelah selesai, dia mengambil napas lega dan berpikir bahwa malam ini akan berjalan dengan lancar seperti biasanya. Namun, tiba-tiba...

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini dr cu patkai jomblo patah hati sm dik cang e, sampe nyelesain perjalanan kitab suci ke barat masih tetep jomblo eh si farhan udah nikah cerai ada 3 kali kayaknya 😂🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
KAPOK KAPOK 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh pantesan tega tega aja pas si farhan nikung reza 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bocah gemblung emang 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jahat gasih kalo berharap perempuan2 yg udah di ninaninu hamil anak dia semua biar kapok nya ngapok banget 🤣🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku pernah banget tau orang modelan gini, telp orang di jam2 istirahat yg jujur ga wajar (jam 3 pagi) trus cara dia ngelabrak rani dengan dateng ke rumah rani malem2 kayak gatau aturan, sumpah muak banget sama manusia modelan gini kayak ini jenis ape sih npd final ape manipulatif ?! normalisasi jauhin kalo ada orang begini, walopun keluarga sendiri sumpah annoying nya annoying banget slnya 🧘‍♀️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si rani sepupunya anjani bukan sih? kan dia sekantor kan sm si farhan 🙄
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk berasa liat anak nganter makan siang kiriman ibu nya buat ayah di ladang 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaan, isi otak mu udah kebaca kampring, untung aja abang nya pinter 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya minta sama farhan dong bude, orang kok ga ada isin nya minta duit ke anak yg di dzolimin, minta sono ke anak yg kamu belain perselingkuhannya 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah sono bangun rumah dah buat anjani cintamu itu 🤭😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kapoook 🤣🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini ibu tiri apa gimane sih, kok bisa ibu nya nyuruh ngalah perkara rumah tangga, ngebela anak yg justru selingkuh sm istri abang nya 🙄
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua kalo jd reza gua bakar tu rumah, bodo amat di bilang rugi, duit yg buat renov duit gua suka2 gua mau gua bakar kek mau gua ratain kek 😜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dirobohin😂
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kan emang gt konsep nya, orang yg bisa ngasih tuduhan sebenernya dia sendiri yg begitu🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
adeknya si reza? 😲😦😧
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kirain di bayarin sama selingkuhannya, tau nya pake duit suami, bener2 ya lu jan 🙂 biasa perempuan tu selingkuh cari yg duit nya lebih banyak dr laki nya ini kok malah dapet selingkuhan mokondo 😩
Naufal hanifah
cerita nya menarik,seru mantap thoor/Rose//Rose//Rose/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya🫰🫶
total 1 replies
Ros Sita
Marisa yang di gombalin aku yang senyum" ga jelas nya ini 🤣🤣 mana tengah malam lagi😄
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭, gak papa, gak dilarang kok senyum-senyum sendiri
total 1 replies
Ros Sita
emak durhaka kamu haryani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!