Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
"Jadi, dia adalah putri Tuan Shawn?"
Kellano sedikit terkejut saat mengetahui identitas Azelva yang sesungguhnya. Walaupun sebenarnya Kellano tidak heran jika Azel memanglah seorang Nona muda, terlihat dari auranya yang berbeda dengan wanita pada umumnya.
Namun ia tidak menyangka jika Azelva adalah putri dari Shawn Alfred, pengusaha terkaya di negeri ini.
"Azelva Raquel Shawn," gumam Kellano.
Kellano mengenal Azelva saat keduanya sama-sama kuliah di Harvard University, Amerika Serikat. Keduanya juga berada dalam fakultas yang sama, fakultas bisnis manajemen. Keduanya juga cukup dekat, bisa di bilang memiliki hubungan yang spesial kala itu.
Namun selama itu, ia tidak pernah tahu identitas Azelva yang sesungguhnya. Wanita itu mengaku jika dia hanyalah gadis biasa yang terlahir dari keluarga sederhana. Azelva berkuliah di Amerika karena beruntung ada orang baik yang memberinya beasiswa.
"Cih, dasar pembohong!"
Pria itu mendengus kesal saat membaca informasi detail tentang Azelva, banyak sekali yang wanita itu sembunyikan darinya. Padahal hubungan keduanya sangat dekat kala itu, namun Kellano tidak menyangka ternyata Azelva membohonginya.
"Pantas saja, dia selalu menolak saat aku ingin mengunjunginya."
Saat cuti kuliah, tak jarang keduanya sama-sama pulang ke tanah air. Namun Azelva selalu menolak saat Kellano ingin berkunjung ke rumahnya. Azelva selalu beralasan sibuk membantu orang tuanya di rumah.
Kellano tiba-tiba saja membelalakkan matanya saat membaca informasi lainnya tentang Azelva.
"Kurang ajar!" Rahang Kellano mengeras, tangannya terkepal. Dadanya bergemuruh saat mengetahui fakta jika Azelva sudah menikah. Dan yang membuatnya terkejut adalah, tanggal pernikahan Azelva berdekatan dengan tanggal pernikahannya dengan Regita. Kebetulan macam apa itu?
Namun bukan pernikahan Azelva yang membuat Kellano marah. Walaupun Kellano tidak menampik, ada rasa sesak di hatinya saat mengetahui Azelva sudah menikah.
Namun, yang membuat Kellano murka adalah, fakta tentang suami Azelva yang berkhianat di saat Azelva tengah hamil besar, sampai akhirnya Azelva harus kehilangan bayinya.
Tidak hanya itu saja, Kellano juga mengutuk perbuatan suami Azelva yang dengan tidak tahu malunya mengambil semua harta peninggalan orang tua Azelva. Sungguh tindakan Zidan itu sangat mempermalukan harga diri seorang pria.
"Kenapa Tuan Shawn harus menjodohkan Azel dengan pria seperti itu?" Geram Kellano.
Pertanyaan yang tidak pernah Kellano temukan jawabannya. Hanya Azelva yang bisa menjawab rasa penasarannya. Namun, tidak mungkin Kellano tiba-tiba menanyakan masalah itu pada Azelva. Dia bukan lagi siapa-siapa dalam hidup Azelva.
"Saya juga tidak tahu, Tuan."
Kellano mendelik saat asistennya itu menyahuti ucapannya.
"Kalau begitu, itu tugas Kamu untuk mencari tahunya."
Zola memukul pelan mulutnya sendiri yang selalu menjadi sumber masalahnya.
"Bagaimana caranya, Tuan?"
"Jangan tanya padaku, tanyakan pada Tuan Shawn biar jawabannya lebih akurat," ucap Kellano.
Zola mencebikkan bibirnya, pria itu merutuki kebodohannya karena sudah bertanya pada Kellano. Sudah tahu Tuannya itu selalu memberikan jawaban di luar nalar, dan juga selalu membuatnya naik darah.
Ooeekkk.... oeeekkk...
Tangisan Arlend berhasil menghentikan perdebatan kedua pria dewasa itu.
Zola memutuskan untuk pergi dari ruangan itu, sementara Kellano menghampiri bayinya yang semakin menangis kencang.
"Kamu pasti haus ya, Sayang?"
Kellano menggendong bayinya yang semakin menjerit. Ia bingung harus melakukan apa, sementara ia tidak ingin membangunkan Mommynya yang baru saja terlelap setelah seharian menjaga Arlend.
"Lan, coba Kamu minta tolong Azel. Dia wanita baik, pasti mau menolong kita," ucap Mommy Yumna. Wanita paruh baya itu terbangun karena lengkingan tangis Arlend.
"Tapi Mom---"
"Mommy Kamu benar. Daddy juga yakin, Azel tidak akan menolak," tambah Daddy Arjuna.
Azelva memang wanita baik, hanya saja, apakah dia mau menolong Kellano setelah apa yang Kellano perbuat pada Azelva di masa lalu?
...----------------...
"Mas, dulu Daddy nya yang sudah melenyapkan bayi kita. Sekarang gara-gara Azelva, aku harus keguguran. Apa salahku, Mas? Kenapa mereka tega sekali sama aku?"
Venya meraung dalam dekapan Zidan. Wanita itu bertingkah seperti wanita yang paling tersakiti. Padahal niat awalnya Venya ingin membohongi Zidan tentang kondisinya, namun rencananya itu gagal karena dokter kandungannya yang tidak ingin bekerja sama dengannya.
Walaupun begitu Venya akhirnya menemukan cara lain untuk menjauhkan Zidan dari Azelva dan juga membuat Zidan selalu berada di sampingnya. Bahkan kali ini Venya yakin pria itu akan membenci Azelva seumur hidupnya.
"Kamu tenang saja, mas akan memberi pelajaran pada Azelva, mas janji akan membuat dia menyesali perbuatannya," ucap Zidan penuh penekanan.
Zidan menyalahkan Azelva atas semua yang terjadi pada Venya. Walaupun saat itu dokter mengatakan jika penyebab Venya keguguran itu karena tindakan aborsinya dulu.
Namun, pernyataan Venya yang mengklaim jika Shawn Alfred yang menyuruhnya melakukan aborsi, memicu kebencian Zidan pada Azelva.
Venya diam-diam menyunggingkan senyumnya, wanita itu sangat puas karena kali ini rencananya berjalan sesuai harapannya.
Tidak sia-sia aku menghabisi wanita itu. Dengan begitu, selamanya Mas Zidan akan menganggapku sebagai wanita itu, batin Venya.
Venya pura-pura terisak saat Zidan mulai merenggangkan dekapannya. Pria itu menangkup wajah Venya lalu mengusap air mata yang membasahi pipi wanitanya itu.
"Jangan menangis lagi, mas janji akan selalu berada di sampingmu."
Venya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya. "Apa Mas akan menceraikan Azel?" Tanya wanita itu hati-hati.
"Tantu saja, Mas akan menceraikan wanita itu. Mas akan membuat dia kehilangan semuanya. Setelah itu, mas yakin dia akan sengsara seumur hidupnya," ucap Zidan tanpa beban.
Zidan benar-benar membenci Azelva, ia menyesal sempat mencintai wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
Aku benar-benar bodoh sempat menginginkan wanita liar itu, rutuk Zidan dalam hatinya.
Venya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Kali ini ia yakin Zidan sepenuhnya akan menjadi miliknya. Ditambah lagi semua harta milik Azelva akan jatuh ke tangan Zidan. Dengan begitu ia tidak perlu khawatir lagi tentang masa depannya.
Soal anak, biarlah Venya pikirkan nanti, yang terpenting saat ini, Zidan sudah berada dalam genggamannya.
Sekarang aku tinggal minta Mas Zidan untuk segera nikahin aku. Setelah itu, aku bisa tertawa puas melihat penderitaan Azelva, batin Venya.
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥