NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vs Jörmungandr (17)

Jauh dari daratan, Given sedang bertarung mati-matian melawan sang Ular Dunia.

Meskipun mengetahui informasi terkait kelemahan Jörmungandr, tetap sulit mendekatinya atau bahkan menebas titik lemahnya seorang diri.

Saat ini, Given berfokus menghentikan pergerakan Jörmungandr dengan Rantai Cahaya nya. Namun ketika sedang menahan, ia tidak bisa menyerang. Otaknya terus berpikir, apa yang harus ia lakukan , sementara daya tahan armor dan maskernya perlahan menurun.

"Sial.. Apa yang harus ku lakukan.."

Given mempererat cengkramannya, rantai cahaya itu semakin melilit Jörmungandr, membuat sang Ular berteriak kesakitan.

"Woah.. Jadi ini sang Ular Dunia.. Jörmungandr!" Ucap Vergil melayang diudara memasuk pusaran badai kematian itu.

"HEI SIAPA KAMU?! PERGILAH , BEBAHAYA DISINI !" Teriak Given memperingatkan Vergil.

"Anak kecil? Apakah kamu yang bernama Given?" Tanyanya.

"Ya! Aku Given, siapa dirimu!?"

"Vergil. Aku akan membantumu."

"APA KAU UNIT BANTUAN DARI KOMANDAN NOLAN?"

"Ya.. Bisa dibilang begitu..."

"KALAU BEGITU CEPAT BANTU AKU MENEBAS LEHER ULAR INI ! AKU TIDAK AKAN BISA MENAHANNYA LEBIH LAMA LAGI !"

"Bocah jaman sekarang ya.. Suka sesuatu yang instan.."

"JÖRMUNGANDR ! CERITAKAN SEMUA YANG KAMU KETAHUI TENTANG DEWA-DEWI !" Teriak Vergil bersiap menarik pedang hitam panjang di punggungnya.

"PERCUMA !! DIA SUDAH KEHILANGAN AKALNYA ! DIA HANYALAH MONSTER SIHIR YANG MENGAMUK ! AKU SUDAH BERUSAHA BERBICARA DENGANNYA SEJAK AWAL, TAPI TIDAK ADA RESPON !"

*swoosh..

Vergil mengeluarkan bilah pedangnya. Aura mematikan yang keluar dari pedang itu terasa bahkan sampai ke daratan.

"Kalau memang kau hilang kendali, aku akan mengembalikan kesadaranmu dengan rasa sakit."

caldaris stream: life cutter

(Aliran Caldaris: pemotong kehidupan)

*SLAASSHHHHH!!!!

Vergil menebas ekor Jörmungandr hingga terputus. Regenerasi tidak berfungsi kembali. Jörmungandr berteriak kesakitan.

DEWWAAA.. Ucap Ular itu.

"Akhirnya kau sadar, cepat ceritakan semua.. Tentang dewa-dewi. Aku tau kalian monster sihir kuno telah hidup lebih lama daripada keberadaan manusia."

Maa... In.. An.. Permainan.. Dewa... Hi-Hiburan..

Dengan sisa kesadarannya, Jörmungandr mengucapkan beberapa kata acak lalu kembali kehilangan kendali.

"Tch.. Sampai sini saja ya.. Beristirahatlah dengan tenang Jörmungandr.."

Caldaris Stream: Dimensional Slash

(Aliran Caldaris: tebasan dimensi)

*SLASSSHH!!!—

Vergil membelah leher Jörmungandr bersamaan dengan air laut hingga dasarnya.

"Luar biasa.. Siapa orang ini?!?" Tanya Given dalam hatinya.

"Oke, sudah beres bocah! Ayo kita pulang!" Ucap Vergil.

"Siap Pak!"

Mereka pun kembali menuju daratan, mengunjungi Kai dan Bella yang sedang dirawat secara intensif oleh Melissa.

"HEI, BAGAIMANA KEADAAN KAI DAN BELLA!?!?" Teriak Given panik.

"Tenang Given.. Bella tidak terluka separah itu, hanya terkena sedikit racun, ia bisa bertahan karena buff miliknya yang dipindah dari tubuh Kai." Balas Raamez.

"LALU BAGAIMANA DENGAN KAI?? DIA TERPAPAR RACUN BEGITU LAMA !"

"Soal Kai.. Dia benar-benar dalam kondisi yang berbahaya. Sangat kritis, lebih parah daripada saat melawan Typhon. Terpapar racun tingkat tinggi dalam waktu yang lama, tekanan pada otak dan mata karena penggunaan tekniknya tanpa buff dari Bella, pendarahan hebat luar dalam. Aku tidak tahu apakah dia bisa selamat atau tidak.." Lanjut Raamez menjelaskan situasi.

"SIAL !! DIMANA DIA SEKARANG!?"

"Diruangan itu, Melissa dan Ingrid ada bersamanya." Lanjut Raamez menunjuk ruangan kecil disudut bangunan tua yang sedang mereka tempati.

Tanpa ragu, Given langsung berlari untuk melihat kondisi temannya itu.

Disisi lain, Vergil duduk disamping Raamez. Ia memecah keheningan, "Hari yang berat sekali bukan?"

"Ya.. Sangat berat. Aku merasa frustrasi sekarang.. Seorang pemimpin tapi terluka paling sedikit, bahkan membiarkan temanku yang masih bocah mengalami luka separah ini.. Memalukan sekali.." Raamez memejamkan matanya.

"Jangan terlalu keras pada dirimu. Kai akan selamat, begitu pula dengan Bella. Melissa akan menyelamatkan mereka. Jadi kau bisa sedikit bersantai."

Raamez menghela nafasnya, "Bersantai ya.. Hatiku ini tidak akan pernah bisa santai sebelum mendengar Kai dalam kondisi yang baik.. Pak.."

Vergil menepuk pundak Raamez dan tersenyum.

"Apaan! Yok temani aku mencari makan malam, Melissa pasti sangat kelaparan setelah berjam-jam melakukan prosedur operasi."

Vergil dan Raamez pergi mencari makan malam.

[21:00 P.M]

Ingrid duduk dan tertidur dikasur Kai, begitu pula dengan Given.

"Given.. Ingrid.. Tidurlah dikasur.. Kondisi Kai sudah baikan." Ucap Melissa.

"Serius!? Bagaimana dengan racunnya? Pendarahannya?" Tanya Ingrid.

"Racunnya telah kukeluarkan sepenuhnya, begitu pula dengan pendarahannya telah ku obati. Tidak kusangka, fisik Kai ini sangat luar biasa kuat. Jujur, orang normal tidak akan bisa selamat berada berjam-jam dalam kabut beracun milik Jörmungandr. Padahal masih kecil tapi sudah setangguh ini.. Sisanya kita serahkan pada semangat hidup Kai untuk pulih." Balas Melissa.

"Terima kasih banyak.. Melissa.." ucap Given merasa lega.

Hari diakhiri dengan kemenangan. Baik atas Jörmungandr maupun atas kematian.

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!