NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:574
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasanya ingin salto

Zea keluar dari ruang ganti sambil merapikan rambutnya yang diikat rapi kembali. Ia berjalan menuju gerbang sekolah seperti biasa, berniat langsung naik mobil jemputannya.

Sore itu halaman sekolah sudah mulai sepi setelah latihan klub basket selesai, beberapa anggota masih terlihat keluar satu persatu dari dalam sekolah. Zea berdiri di dekat gerbang dengan tas di sandangnya menunggu jemputannya yang belum juga datang. Biasanya, mobil pribadinya sudah terparkir di depan, dengan sopirnya menunggu sabar di balik kemudi.

Zea melihat ke kanan dan kiri jalan lalu mengecek ponselnya, tidak ada pesan. Aneh, pak rio tidak pernah terlambat tanpa kabar. Namun tak lama dari arah dalam sekolah terdengar suara motor mendekat, seorang cowok dengan helm di tangan menghentikan motornya tepat di sebelah zea sambil tersenyum ramah.

"Hai ze! lo belum pulang?" tanya cowok itu sambil menepuk-nepuk jok motor, memberi isyarat agar zea naik.

Zea menatapnya sedikit ragu. "Ah….makasih el, tapi gue lagi nunggu jemputan, lo duluan aja nggak apa-apa."

"Serius?" tanya rafael itu.

"Iya, duarius." jawab zea dengan senyuman termanisnya.

Rafael mengangguk. "Yaudah….tapi kalo nanti lo berubah pikiran telfon gua aja, nomor gua ada di grup basket." kata rafael sambil tersenyum ramah.

Zea tersenyum tipis dan mengangguk pelan. "Iya, makasih el."

Rafael mengangkat bahu santai, menyalakan motornya lagi, dan mulai menjalankan motornya. "Duluan ya."

"Iya, hati-hati."

Zea kembali menatap ke arah jalanan, sesekali ia membuang nafas sedikit kasar sambil menggenggam tali tasnya, menunggu jemputan dengan sabar meski rasa gelisah mulai muncul.

Tiba-tiba, terdengar suara motor lagi, kali ini lebih ramai bersamaan keluar dari halaman sekolah, zea menoleh menatap segerombolan motor yang mendekat namun wajahnya tetap tenang, ia menyipitkan mata memperhatikan dengan seksama.

Terlihat leo mengendarai motor dengan santai melaju pelan ke arah gerbang, helm sudah terpasang, jaketnya sedikit terbuka karena angin sore. Diikuti teman-temannya yang tertawa dan bercanda, suasana yang sebelumnya sepi kini menjadi riuh tapi zea tetap berdiri tegak menatap mereka tanpa ekspresi.

Saat melewati gerbang leo menangkap zea yang berdiri sendirian, motor itu melambat dan berhenti beberapa meter di depannya, leo membuka sedikit kaca helmnya menatap zea dengan ekspresi datar.

"Belum pulang?" tanyanya singkat.

Zea menjawab tanpa senyum berlebihan. "Belum, lagi nunggu jemputan."

Dari belakang leo, digo mencondongkan tubuh sedikit ke depan sambil tersenyum. "Hai, zea! kok belum pulang?" sapa digo ramah.

"Lagi nunggu jemputan kak." jawab zea sambil tersenyum ramah.

Sony yang duduk di sebelah digo menimpali dengan nada bercanda. "Lo nggak takut nunggu sendirian di sini? anak-anak udah pada pulang, kita yang terakhir keluar."

"Mending pulang bareng leo aja, kan udah di sini, sekalian." kata digo.

"Kapan lagi dibonceng aa leo." timbal sony.

Zea menatap mereka dengan tersenyum tipis. "Em….makasih kak tapi gue nunggu jemputan aja, kalian duluan aja nggak apa-apa."

"Duluan aja." ujar leo.

"Lah lo le?" tanya sony.

"Gua disini bentar."

Digo, sony, dan dani saling pandang sebentar, lalu tertawa kecil. "Oke, kita duluan." kata digo.

Dani menepuk bahu leo dari belakang motor sambil tersenyum. " Pastiin suasana tetap terkendali."

"Kita pamit duluan ze." tambah sony sambil melambai ringan.

Zea hanya mengangguk menatap mereka pergi. "Kenapa kak leo nggak ikut sekalian sih, ngapain masih di sini coba." ujar zea dalam hati.

Suasana halaman kembali sepi, hanya angin sore yang berhembus pelan.

Hening beberapa detik.

"Naik, gua antar." leo memecahkan kesunyian diantara mereka.

Kalimat itu terdengar santai seolah bukan hal besar, padahal jantung zea langsung ingin salto di tempat, ia tetap memasang wajah biasa.

"Nggak usah, kak leo duluan aja." jawabnya.

Leo tidak langsung pergi ia melirik sekitar sebentar. "Jalanan udah mulai sepi."

Zea terdiam sesaat. "Gue bisa nunggu jemputan gue." balasnya lagi, masih menjaga jarak.

Leo menatap lurus ke depan. "Kelamaan."

"Nggak apa-apa."

Hening kembali menyelimuti mereka berdua, angin sore berembus lebih dingin dan beberapa kendaraan lewat, tapi semakin jarang.

Leo masih di tempatnya, tidak bergerak. "Naik." katanya lagi, tetap singkat.

"Gu_

"Naik cepat." potong leo.

Zea menelan napas pelan, ia masih mencoba bertahan beberapa detik lagi lalu akhirnya menghela napas.

"Yaudah."

Leo hanya mengangguk tipis.

Zea menggenggam tali tasnya sedikit lebih erat, ia sedang menghindari leo, seharusnya ia tetap menolak.

Zea pun naik ke motor dengan tetap menjaga jarak duduknya, sebelum motor melaju ia cepat-cepat mengirim pesan.

Zea buru-buru membuka ponselnya.

Ia berniat mengirim pesan ke pak rio, sopirnya. Sekadar memberi kabar jika ia tidak jadi dijemput.

Layar menyala.

1%.

"Yah…." gumamnya pelan.

Ia cepat membuka aplikasi chat, jempolnya baru saja menyentuh huruf pertama dan....layar berkedip, gelap, dan mati total.

Zea menatap pantulan wajahnya sendiri di layar hitam itu. "Ya ya… mati." keluhnya lirih dengan nada pasrah.

Leo yang sudah menyalakan mesin motor melirik sedikit ke belakang.

"Kenapa?"

"Ponsel gue abis batre."

"Dari tadi?" tanya leo.

"Kayaknya sisa satu persen."

Leo tidak membalas ucapan zea lagi, ia langsung menyalahkan mesin motornya.

"Pegangan." katanya singkat sebelum menarik gas.

Zea refleks memegang bagian belakang jok, menjaga jarak seperti tadi, motor mulai melaju meninggalkan gerbang sekolah yang semakin sepi.

Angin sore menerpa wajahnya, entah kenapa, perasaannya campur aduk. Ponsel mati, jemputan tidak datang dan sekarang ia dibonceng cowok favoritnya yang beberapa hari terakhir justru terlihat mulai memperhatikan dirinya lebih dari biasanya.

Motor melaju pelan di jalanan yang mulai sepi, deru mesinnya jelas terdengar di telinga zea. Angin sore mengibas wajahnya tapi zea tetap duduk tegak dan rapi. Leo di depan, mengendarai motor sportnya dengan ekspresi cuek tidak banyak bicara, tidak menoleh, hanya fokus ke jalan di depan. Sesekali, deru motornya yang pelan dan konstan membuat suasana terasa aneh tenang meski ia jelas terlihat cuek.

Perjalanan berlangsung hening, jalanan sepi membuat motor mereka seolah menempuh dunia sendiri, hanya suara mesin dan desiran angin menemani, zea tetap diam menjaga diri mencoba menilai apakah leo benar-benar peduli atau cuma kebetulan lewat.

Motor melaju membelah jalanan yang mulai sepi, lampu-lampu jalan satu persatu menyala angin sore menyapu rambut zea ke belakang. Dari luar zea terlihat tenang duduk tegap tapi di dalam hatinya, kau tak akan siap.

"YA ALLAH INI BENERAN GUE LAGI DIBONCENG KAK LEO?" batinnya menjerit dalam hati.

Jantungnya bukan lagi berdebar, itu sudah level drum band 17 Agustusan, rasanya pengen salto serius, salto satu setengah putaran di atas motor.

"Tenang zea jangan salto, lo lagi di motor sport mahal, bukan trampolin." ujarnya lagi didalam hati mengingatkan dirinya sendiri.

Setiap kali motor sedikit miring saat belok hatinya ikut jungkir balik, bukan karena takut jatuh tapi karena ini momen yang ia tunggu-tunggu sejak pertama kali sadar dia suka leo.

"Gue pengen pingsan aja deh biar dramatis tapi jangan deh, nanti jatoh malu, besok jadi bahan omongan satu sekolah." batinnya kembali.

Zea menahan senyum ia menggigit bibir supaya tidak terlihat terlalu bahagia, wajahnya tetap tenang dan elegan.

Padahal di dalam kepala. "AAAA...INI MIMPI NGGAK SIH." gumamnya dalam hati kembali.

"Kalo ini mimpi tolong jangan bangunin gue, kalo gue salto sekarang kira-kira kak leo bakal kaget nggak ya?" batinnya.

Ia hampir tertawa sendiri tapi cepat-cepat ditahan, tidak boleh terlihat aneh misi masih berjalan. Sementara leo di depan tetap cuek fokus ke jalan.

"Dia sadar nggak sih kalo ini moment sejarah buat gue?" batin zea dramatis.

Setiap hembusan angin terasa seperti soundtrack film, bahkan deru mesin motor terasa seperti backsound romantis versi zea sendiri.

DUK DUK DUK DUK

"Oke zea santai, lo cuma dibonceng bukan lagi dilamar." batinnya, ia hampir menepuk dahinya sendiri.

Sampai akhirnya leo berkata singkat tanpa menoleh. "Belok mana?" nada datar.

Zea menarik napas dalam, berusaha terdengar normal. "Lurus dikit terus belok kiri kak." jawabnya, suaranya nyaris gemetar.

"Gue mau salto dari sini sampe rumah, gue mau pingsan pelan-pelan tapi estetik, gue pengen freeze moment ini terus replay 100 kali." ujar zea tentu saja di dalam hati.

Motor melambat dan zea sadar satu hal, rencana ia menjauhi leo boleh jalan tapi hatinya? sudah jungkir balik 360 derajat sejak lima menit pertama di atas motor itu. Kalau bukan karena gengsi mungkin sekarang dia sudah benar-benar salto di tempat.

Motor terus melaju di jalanan yang makin sepi, lampu-lampu jalan menyala seperti bintang mini yang berbaris rapi di sepanjang trotoar, zea duduk tegap wajah tetap tenang, tangan menggenggam erat pegangan motor tapi pikirannya benar-benar kacau. Setiap kali motor sedikit ngerem atau miring di tikungan, jantung zea ikut loncat-loncat.

"Aduh kenapa hati gue jungkir balik kayak ada festival kembang api ya?" batinnya.

Zea menahan tawa kecil yang hampir lolos, ia menggigit bibir menahan diri agar tidak kelihatan terlalu senang.

Bersambung

1
syahsari
zea emang ga waras sih😭🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!